
Sembari menjadi boneka mainan mereka berdua aku bertanya kepada Ai soal penyerangan ke desa slime.
"Ai aku ingin bertanya?".
"Sssstttt diam dulu sebentar lagi selesai" Ai.
Tidak lama kemudian.
"Nah sudah, tadi kamu mau bilang apa" Ai sembari memberiku cermin kecil.
"Cermin ini buat apa?".
"Ini adalah hasil maha karyaku yang kedua dan maha karya pertama Lisa gimana menurutmu" Ai.
"tidak buruk. Oh iya aku mau bertanya soal penyerangan ke desa slime apa kah kamu berhasil menggagalkannya".
"Tentu saja ketika aku bilang untuk jangan menyerang desa slime karena suatu alasan mereka semua langsung setuju untuk tidak menyerang desa slime" Ai.
Wow the power of Yusha-sama memang beda buff nya ga kira-kira. Tidak lama kemudian datanglah Lily.
"Yusha-sama Ai, waktunya makan malam. Eh Yusha-sama Hare juga ada di sini cepat kalian ke ruang makan sekarang Raja sudah menunggu kalian" Lily.
"Lily sudah ku bilang jangan bilang aku Yusha-sama panggil saja langsung namaku".
"Siap di mengerti Hare" Lily.
Kemudian aku, dan Ai segera menuju ruang makan sedangkan Lisa mengikuti Lily. Sesampainya di ruang makan aku langsung di tanya oleh raja karena penampilanku.
"Yusha-sama Hare kamu ini sebenarnya mempunyai kesenangan memakai seragam Maid ya?" Raja.
"Ga mungkin lah".
"Terus kenapa sekarang kamu menggunakan seragam Maid terlebih lagi rok kamu pendek banget!" Raja memalingkan pandangan.
"Aku berpakaian seperti ini karena di jebak oleh Ai dan Lisa".
"Tapi entah kenapa kamu kalo pake baju ginian sangat cocok Hare, benarkan Yama" Ai.
Aku tidak sengaja melihat Yama ketika aku berkontak mata dengan Yama. Yama langsung memalingkan pandangan.
"Ternyata diam-diam adikku ini mesum juga ya" Miyami memegang kepala Yama.
"Berisik kak" Yama tersipu malu.
Setelah selesai makan Raja langsung menanyakan masalah atau alasan mengapa Drehi berhianat.
"Sekarang serius Yusha-sama Hare atau aku panggil Shii" Raja.
"Terserah Raja saja mau panggil aku apa".
"Ya sudah berhubung kamu pakai seragam Maid aku panggil Shii. Maid yang berjasa besar atas insiden kemarin. Aku ingin tahu alasan Drehi berhianat" Raja.
"Yang saya tau alasan Drehi berhianat karena dia merasa tidak di hargai lagi oleh kerajaan ini dan dia juga mengatakan harga dirinya seperti di injak-injak ketika saran nya malah di olok-olok oleh bangsawan lain".
"Kalo boleh tau saran apa ya" Raja.
"Saran untuk mempercayakan pasukan kerjaan ini untuk menyerang kerjaan Malio atau dengan kata lain Drehi menolak untuk sihir pemanggilan Yusha-sama".
"Berati insiden kemarin murni kesalahan ku. Andai saja aku mencoba saran Drehi mungkin semua kejadian ini tidak akan terjadi" Raja.
Ketika Raja mengatakan itu aku tidak sengaja melihat wajah Yama dan wajah Yama menunjukkan kebencian yang sangat kepada Raja atau kebencian kepada ayah nya sendiri.
"Ok masalah selanjutnya Ai apa alasan kamu mengapa kita tidak boleh menyerang desa slime, karena dari informasi yang kita dapatkan dari mata-mata yang di tugaskan menyelidiki kerjaan Malio mereka mengatakan ada 1 batalion tentara perang di desa slime dan kemungkinan itu milik kerajaan Malio" Raja.
"Oh kalau itu tuan bisa menanyakan langsung kepada Shii" Ai.
"Shii jelaskan alasannya" Raja.
"Hah harus aku lagi yang ngejelasin".
"Ok akan aku jelaskan alasannya, alasannya karena desa slime juga memiliki dendam kepada kerajaan Malio".
"Hah bagaimana bisa?" Raja.
"Karena Raja Malio telah mengambil habis kekuatan Ratu slime beserta rakyatnya, jadi para slime itu ingin balas dendam kepada kerjaan Malio, sekarang mereka sedang merancang rencana untuk menghancurkan kerjaan Malio dan mengambil kembali kekuatan mereka".
"Kemudian 1 batalion tentara itu adalah pasukan mereka?" Raja.
"iya itu salah satu kekuatan mereka".
"Salah satu maksudmu kekutan mereka tidak itu saja" Raja.
"Tidak mereka masih memiliki senjata rahasia dan salah satunya mereka memiliki kontrak dengan Raja iblis".
Ya sebenarnya raja iblis itu adalah Maou yang ingin membalas kebaikan Kireru.
Karena mendengar perkataan ku sang Raja menjadi sangat berterima kasih kepada ku. Setelah itu kami semua membubarkan diri. Kemudian aku kembali ke kamarku untuk mengistirahatkan tubuhku tapi ketika aku tiduran di kasur aku tidak merasa ngantuk yang malah rasa bosan kemudian aku memutuskan untuk keluar kamar untuk mencari sesuatu yang menarik sebelum keluar aku ingin mengganti pakaian ku karena pakai ini sangat memalukan ketika aku membuka lemari ternyata tidak ada baju ganti satu pun dan cuman ada sebuah surat kemudian surat itu aku buka.
*Aku di perintahkan oleh Ai untuk mengambil semua pakaian mu terkecuali pakai dalam mu kami tukar dengan pakaian dalam perempuan dan jika ingin mengganti pakaian mohon datang ke kamar Ai by Lisa*
haaaah terpaksa aku pakai baju memalukan ini. Karena jika aku kekamar Ai sekarang untuk meminta menukarkan baju memalukan ini dengan baju yang lebih tertutup mereka berdua khususnya Ai akan memberikan ku baju yang lebih terbuka.
Kemudian aku berjalan mencari hal yang menarik perhatianku tidak lama aku melihat Yama sedang sendiri di taman istana dan dari jauh aku melihat ternyata Yama sedang menangis.
[Tuan] Refsi.
[Hhhhh ada apa kamu bikin aku kaget aja].
[Maaf tuan aku mau tuan menghibur Yama yang sedang sedih di sana tapi jangan menghibur Yama dengan mengatakan keberadaan Nera] Refsi.
[Iya aku tidak akan bilang].
Kemudian aku menghampiri Yama untuk menghiburnya.
"Sendiri aja".
"Eh Yusha-sama Hare kamu ga dingin mengunakan pakaian itu" Yama.
"Dingin sih sebanarnya tapi kalau aku minta ganti ke Ai pasti dia sudah menyiapkan pakaian yang lebih memalukan dan lebih terbuka dari pada ini".
Tidak lama kemudian muka Yama menjadi merah.
"Hei jangan di Bayangi juga dasar mesum".
"Eh maaf Yusha-sama, Yusha-sama ada apa kesini" Yama.
"Malahan aku yang seharusnya mengatakan itu. Tuan muda mengapa sendirian di taman menangis pula".
"Aku cuman sedang mengingat masa-masa kami bersama ketika itu aku sering menyelinap hanya untuk bertemu dengannya dan sekarang semua itu hanyalah kenangan yang tidak dapat terulang kembali, andai saja penghianat itu tidak pernah terjadi mungkin saja kenangan itu akan bisa kembali seperti biasa dan bisa menjadi cerita untuk anak-anak kita di masa depan " Yama sembari nangis meratapi semuanya.
Nji(i)r aku harus bilang apa.
"Sabar saja mungkin semua ini adalah sebuah cobaan untuk mu dari tuhan, dan mungkin saja dari kejadian ini kita dapat mengambil pelajarannya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan".
"Iya tapi kenapa tuhan tidak adil kepadaku" Yama menangis.
"Menurutku sepertinya tuhan ingin membuat mu menjadi sosok pemimpin yang tangguh agar kejadian seperti ini tidak pernah tejadi lagi dan sepertinya tuhan juga ingin menjadikan mu menjadi sosok pemimpin yang lebih tegas melebihi ayahmu".
"Terimakasih Yusha-sama Hare telah menghiburku dan memberikan harapan besar untuk ku aku berjanji akan menjadi pemimpin kerajaan ini apapun caranya agar penghianat tidak pernah terjadi lagi di bawah kepemimpinan ku" Yama.
[Selamat tuan, tuan telah melahirkan monster politik di masa depan] Refsi.
[Maksudnya].
[Maksudku Yama di masa depan tidak akan berubah di tambah diakan lebih tegas dan lebih kejam karena buff dari tuan] Refsi.
[Kenapa ga bilang dari tadi nj(i)r kalau tau resikonya seperti itu, aku lebih baik tidak menghiburnya].