SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
PERJALANAN MENUJU DESA SLIME PART 1



Setelah aku, Ai, dan Hanabi beres sarapan aku, Ai, dan Hanabi langsung bersiap-siap untuk pergi ke desa slime. Kemudian aku, Ai, dan Hanabi berterima kasih kepada resepsionis penginapan sudah memberikan pelayanan dan tempat menginap.


"Kak terimakasih sudah memberikan kami layanan yang terbaik dan membiarkan kami tidur di sini secara gratis".


"Tidak apa-apa lagi pula kamu adalah pendiri desa ini dan pencipta permainan tenis meja yang terkenal sampai kerjaan lain" resepsionis penginapan.


Eh apa aku ga salah denger resepsionis penginapan ini mengetahui pendiri desa ini dan pencipta permainan tenis meja. Hmm akan aku pastikan sendiri.


"Bisa katakan satu kali lagi?".


"Tidak apa-apa lagi pula kamu adalah pendiri desa ini dan pencipta permainan tenis meja yang terkenal sampai kerjaan lain" resepsionis penginapan.


Ga salah denger dong ternyata resepsionis penginapan ini mengetahui bahwa aku adalah pendiri dan pencipta permainan tenis meja. Tapi aku kurang yakin akan ku pastikan sekali lagi.


"Maaf yang sebesar-besarnya bisa katakan sekali lagi".


"Baik lah, Tidak apa-apa lagi pula kamu adalah pendiri desa ini dan pencipta permainan tenis meja yang terkenal sampai kerjaan lain" resepsionis penginapan.


"Papa maksud kakak ini apa?" Hanabi pemasaran.


"Iya sayang pendiri, pencipta maksudnya?" Ai penasaran.


haaaah aku harus ceritakan ini kepada mereka.


"Hei sayang?" Ai.


"Papa?" Hanabi.


"Nanti aku ceritakan semuanya".


"Janji ya?" Ai.


"Iya".


Kemudian aku bertanya kepada resepsionis penginapan itu bagaimana dia bisa mengetahui semua itu karena tidak jarang malah langka ras manusia memiliki umur sampai 100 tahun lebih dan sekalinya ada pasti sudah sangat tua, kalo engga juga manusia itu pasti dikutuk abadi.


"Kak kenapa kamu bisa tau semua itu?".


"Soalnya aku ada ketika kamu mengalahkan boss aku dan kamu juga kan pernah menginap di sini, masa kamu tidak ingat aku?" Resepsionis penginapan.


Kemudian aku memperhatikan dengan seksama wajah resepsionis penginapan itu tidak lama kemudian aku mengingat wajah resepsionis penginapan itu.


"Oh kamu resepsionis yang waktu itu, maaf aku tidak bisa mengenali mu karena kamu terlihat sangat berbeda".


"Iya tuan ketika itu umurku masih 14 tahun" resepsionis penginapan.


"Pantas saja tapi ngomong-ngomong kamu itu ras apa soalnya kamu pasti bukan ras manusia?".


"Aku satu satunya ras iblis yang di selamatkan oleh boss atau kepala desa pertama" resepsionis penginapan.


Oh pantas saja umurnya sangat panjang ternyata dia adalah iblis.


"Ohh kalo begitu kamu terima kasih lagi kepadamu karena sudah menyelamatkan ku 2 kali kalo begitu kami pamit".


"Iya tuan aku tunggu kedatangan mu lagi" resepsionis penginapan tersenyum.


Setelah itu aku, Ai dan Hanabi meninggalkan penginapan tersebut setelah keluar dari penginapan itu aku, Ai dan Hanabi sudah di tunggu oleh Maou, Shiro, Ren, Refsi, Miyami dan Yama.


"Akhirnya kalian datang" Maou.


"Maaf membuat kalian menunggu lama" Ai.


"Ayo tunggu apa lagi ayo kita berangkat menuju desa slime!" Yama.


"Yama sabar" Miyami.


"Iya benar kata Miyami, soalnya kita harus memutuskan akan lewat rute mana" Ren.


Tidak lama Maou menanyakan mengapa Miyami dan Yama bisa aku seperti itu karena yang Maou mereka berdua itu sangat tidak akur.


"Hare aku mau tanya soal mereka berdua?" Maou penasaran.


"Kenapa mereka berdua sangat akur kan kamu tau sendiri sebelum kita khususnya aku ke garis dunia ini mereka berdua sangat tidak akur malah mereka berdua berusaha membunuh satu sama lainnya?" Maou heran.


"Oh itu karena aku mengubah masa lalu mereka, dan membereskan masalah yang mereka tidak bisa selesaikan".


"Tapi kan Hare perubahan itu tidak akan instan" Maou.


"Memang perubahan itu tidak akan instan, tapi perubahan kecil di masa lalu akan sangat berdampak untuk masa depan, oh iya aku lupa bilang yang perempuan itu adalah istri dari saudara kembarmu dan yang laki laki itu bisa menjadi partner politik mu Maou".


Tidak lama dari itu Ren meminta pendapatku.


"A Hare kita semua sudah sepakat tetang rute yang akan kita gunakan untuk ke desa slime tapi aku juga mau menanyakan pendapat a Hare?" Ren.


"Memang rute yang mana yang kalian pilih?".


"Kami memilih rute yang jauh tapi aman" Ren.


"Tapi kan jauhnya jauh banget!".


"Iya kami juga tau tapi apa salahnya kalo kita nikmati setiap perjalanan kita" Ren.


"Terserah".


"Ok kalau a Hare setuju let's go" Ren.


Kemudian kami semua langsung memulai perjalanan ketika berjalan aku baru nyadar.


"Ren aku baru sadar sekarang, Eiden dan teman mu itu kemana?" Aku berbisik kepada Ren.


"Oh mereka berdua, mereka mengikuti kita dari jauh" Ren berbisik kepada ku.


"Kenapa tidak berbarengan saja?" Aku berbisik kepada Ren.


"Soalnya Eiden mempunyai suatu alasan mengapa dia tidak bisa ikut kita bareng" Ren berbisik kepada ku.


"Terus kenapa teman ku tidak ikut bareng dengan kita?" Aku berbisik kepada Ren.


"Oh aku menyuruh nya untuk melindungi dan menemani Eiden selama perjalanan" Ren berbisik kepada ku.


Oh itu sebabnya mengapa mereka berdua tidak ada tapi yang membuat ku penasaran adalah mengapa Eiden tidak mau bareng dengan kita. Apa aku tanya soal Eiden kepada Miyami atau Yama ehh mending jangan soalnya aku takut masalah itu adalah masalah internal mereka.


Kemudian aku dan yang lain melanjutkan perjalanan singkat haripun berubah menjadi siang aku dan yang lain sudah merasakan haus dan lapar karena perjalanan, tidak lama aku dan yang lainnya melihat sebuah kota dan kami pun memutuskan menuju kekota itu untuk istirahat. Sesampainya di kota terdekat aku langsung merasakan hawa yang tidak mengenakan aku merasa seperti di awasi oleh 100 pasukan.


'Skill transparan aktif'.


'skill penghilang hawa keberadaan aktif'.


'Skill cloning aktif'


Aku langsung membuat cloningan diriku agar tidak ada yang menyadari bahwa aku pergi tapi ketika aku ingin pergi Ai dan Ren menyadari bahwa aku tidak ada.


"Sayang sekarang ada apa lagi!" Ai panik.


"A Hare sekarang ada masalah apa lagi?" Ren panik.


"Kalian bersikap seolah olah aku ada di sini dan jangan merusuh untuk beberapa saat" aku berbisik kepada Ai dan Ren.


"Ada apa Ai kamu panik begitu" Miyami.


"Oh bukan apa apa, ku merasa ada yang tertinggal di penginapan kota Bandi tapi barang itu tidak terlalu penting" Ai.


"Memangnya apa yang tertinggal?" Miyami.


"Langkah kaki ku" Ai.


"yyeeh kirain apa" Miyami.


Setelah itu aku langsung pergi menjauh dari mereka untuk mencari orang yang sedang mengawasi ku dan yang lain tidak lama aku berjalan aku menemukan kelompok yang sedang mencariku.


"Tuan tuan kalian sedang apa?".