
Pindah sudut pandang ke sudut pandang Hare.
Ya walaupun rahasia tapi aku senang melihat mereka sudah berbaikan lagi.
"Tuan mau aku buatkan apa?" Refsi.
"Bebas yang penting tidak aneh-aneh, dan normal untuk dimakan".
Eh ini perasaan ku saja atau memang beneran.
"Ren".
"Iya a" Ren.
"Ini perasaanku saja atau memang betulan?".
"Memangnya kenapa a?" Ren.
"Wajah Refsi kembali lagi seperti semula".
"A Hare ga salah liat kok. Malah karena itu ada satu mahkluk yang ingin ngeyuri sama dia" Ren sembari menahan tawa.
Hah ngeyuri apa sebenarnya Refsi itu kurang normal, apa mungkin itu juga penyebab Refsi lebih menyukaiku ketika aku menjadi perempuan. Ah dari pada memikirkan itu mending main hp oh iya aku baru nyadar hp ku di simpan di mana kemudian aku mencari hp ku di setiap saku di pakaian yang ku pakai.
"Tuan kamu sedang mencari apa?" Refsi sembari memasak.
"Engga cuman aku sedang mencari hpku. Aku baru sadar dari awal kita kesini aku tidak memegang hp!".
"Oh kalo itu lihat di item box tuan karena nona Lucy memberikan 1 sihir yang hanya bisa digunakan oleh orang-orang dari luar dunia ini untuk mempermudahkan mereka" Refsi.
"Terus cara mengeluarkan sihir itu gimana?".
"Oh tuan cuman cukup mengatakan item box. Sihir itu akan muncul sendirinya" Refsi.
Ok aku coba.
'"item box".
Waw keren ini seperti game penyimpanannya berbentuk hologram, hmm sepertinya aku bisa menyimpan apa saja menggunakan sihir ini. Tapi nanti saja aku mengulik sihir ini terus hp ku mana ya, oh ini kemudian aku mencoba klik di hologram itu tapi tidak lama ada tulisa benda tidak bisa di keluarkan. Lah kok ga keluar mungkin aku salah klik aku coba lagi dan ketika di coba lagi masih sama muncul tulisan benda tidak bisa di keluarkan. Aaagggghhh aku tidak bisa menggunakan hp ku.
"Tuan, Ren cepat sini makan siang sudah siap" Refsi.
"Ok" aku dan Ren.
Ah nanti aku otak-atik lagi untuk sekarang mending aku makan dulu. Kemudian aku makan baru 1 suapan air mataku tiba-tiba menetes karena masakan Refsi mengingatkan ku ke makanan ibuku. Ah ini makanan yang sangat aku rindukan rasa masakan ini seperti masakan mamah. Setelah selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan, singkat cerita kami sudah berhasil melewati hutan itu ketika baru saja keluar dari hutan kami di cegat orang-orang misterius yang meminta barang-barang kami.
"Serahkan barang-barang kalian" orang misterius.
Haaah baru saja kita keluar dari hutan sekarang kami harus berurusan dengan bandit. Kemudian salah satu bandit mendekati Ren dan Refsi.
"Kalo kalian tidak punya apa-apa untuk kita ini anak akan kamu culik" orang misterius.
"Benar sekali anak ini akan kami jual dengan harga tinggi untuk menjadi budak ****" orang misterius.
"Hei Abang ganteng mukamu mungkin laku untuk menipu para bicth di luar sana untuk kami jual" orang misterius.
"Kalo kalian ini mereka berdua kalian harus mendapatkannya sendiri" aku sengaja memancing keributan.
Setelah aku bilang seperti itu Ren langsung memunculkan sebuah tanduk dan sayap naganya. Baru saja Ren memunculkan wujud itu para bandit sudah sangat ketakutan malah ada yang mengompol di celana mereka. Setelah itu aku langsung terpikir 1 ide untuk membuat mereka semua kapok berurusan dengan kami.
"Refsi, Ren jangan biarkan mereka lolos dari sini".
"Siap laksanakan a" Ren.
"Dingtra".
Ketika Ren dan Refsi mengejar yang kabur aku sengaja memasang sihir Dingtra aga mereka yang di dekatku tidak bisa kabur. Tidak lama kemudian datang Ren dan Refsi membawa para bandit yang kabur. Setelah semua bandit terkumpul aku langsung mengaktifkan skill analisa ku.
'Skill analisa aktif'.
Kemudian aku melihat mereka, waw ternyata mereka adalah para buron yang memiliki harga tinggi di kerajaan Tjima.
"Hahahaha sekarang kalian yang tertangkap oleh ku".
"Kkaaaammmu mau apain kami" bandit.
"Hmm enak nya di apain ya. Karena aku baik aku memberi kalian pilihan. Pilihan pertama kalian akan dimakan oleh naga di sebelahku, pilihan kedua kalian akan aku simpan di hutan itu, atau pilihan ke tiga aku kirimkan kalian ke kerajaan terdekat untuk di eksekusi oleh kerjaan karena harga kalian yang sangat tinggi. Nah sekarang kalian pilih nasip kalian".
Setelah itu para bandit lebih sangat ketakutan sampai-sampai mulut mereka seperti tidak bisa berbicara lagi. Hmm apa mungkin aku kelewatan mengancam mereka tapi masalahnya ini seru juga. Hmmm bagaimana jika aku menggunakan kekuatan memangsaku sebesar 1% mungkin akan ada hal menarik yang muncul.
'Skill memangsa aktif sebesar 1%".
"Nah sekarang kalian pilih".
Ketika aku menggunakan skill memangsaku mereka semua langsung menangis seperti anak kecil yang ingin meminta ampun.
"Kami minta maaf kami berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi kami ingin hidup dengan damai dan tenang" bandit.
Duh aku harus gimana apa aku maaf kan saja mereka tapi aku masih tidak terima perlakuan mereka kepada Ren dan Refsi. Tapi aku juga tidak tega terhadap mereka karena kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga. Aku tau mereka berkeluarga karena skill analisa ku hmm apa yang harus aku lakukan.
"Ren, Refsi menurut kalian gimana?".
"Beri mereka hukuman seberat-beratnya a. Karena mereka sudah melecehkanku dan Refsi" Ren marah.
"Tapi masalahnya kebanyakan mereka sudah berkeluarga.ciba kalian Bayangkan jika kalian di tinggalkan oleh orang yang kalian cintai gimana rasanya".
Tidak lama Ren menangis.
"Ren kamu kenapa?".
"Aku tidak bisa membayangkannya lagi soal kesedihan itu!" Ren menangis.
"Berarti kamu setuju memaafkan mereka?".
"Iya" Ren masih menangis.
"Refsi kamu gimana?".
"Aku ngikut tuan aja" Refsi.
Setelah mereka setuju aku pun memaafkan mereka dengan satu syarat dan satu keusilanku karena aku kurang puas membuat mereka tertekan.
"Ok kalo begitu aku akan memaafkan kalian dengan satu syarat".
"Iya apa itu kami akan lakukan apa saja agar kami mendapatkan maaf dari kalian" bandit.
"Kalo aku mendengar kalian atau keluarga kalian melakukan kejahatan aku akan mencari kalian dan membunuh kalian semua dengan sekali serang, dan aku mau kalian harus tinggal 1 kota agar aku bisa mengawasi kalian".
Kemudian aku mengeluarkan aura raja iblis ku, aku bisa lagi mengeluarkan aura raja iblis karena kekuatan ku sudah sepenuhnya kembali. Aku menyadari kekuatan ku kembali karena Refsi sudah kembali seperti semula.
"Dan satu lagi yang akan aku beri tahu kalian aku adalah raja iblis ples aku memiliki darah seekor naga jadi aku bisa menghancurkan kota kalian dengan satu kali serangan!".