SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
RENCANA MENGHANCURKAN PENGHIANAT PART 8



Tidak lama sebuah prajurit masuk ke dalam kamar rawat ku. Sembari membawa Ren P.


"Prajurit kenapa dia?" Drehi.


"Dia di tusuk teman teman satu sell nya" prajurit kerajaan Tjima.


Kemudian prajurit kerajaan Tjima langsung menidurkan Ren P. Kemudian tabib langsung mencoba menyembuhkan luka Ren P sebisa mereka. Tidak lama kemudian tabib itu selesai, setalah selesai tabib itu membangunkan Ai dan memberi tahu Ai bahwa nyawa Ren P tidak bisa diselamatkan.


"Ai aku minta maaf nyawa Ren adik dari Hare tidak dapat di selamatkan" tabib.


Kemudian aku menggunakan Skill telepati kepada Ai dan Lisa.


'Skill telepati aktif'.


{Ai aku ingin kamu menangis akibat meninggalnya Ren P agar meyakinkan si penghianat utama bahwa kamu tekena tipu dia}.


{Hah sayang ternyata kamu berbohong lupa ingatan} Ai.


{Aku sengaja karena rencana ampir terbongkar oleh Ren P dan Nera P}.


{Ok aku kan pura-pura menangis karena kehilangan Ren P}.


{Eh sayang, Rencana maksunya apa dan sejak kapan aku mendengar suara Shii dan Ai di pikiran ku} Lisa bingung.


Aduh lupa aku juga menyambungkan telepati ini kepada Lisa juga hmm apa aku menyamar aja sebagai suara tuhan agar dia mau mengikuti perintahku patut di coba.


{Lisa suara yang kamu dengar ini ada-}.


{Bisa begitu karena kekuatan spesial Shii}.


{Ai}.


{Tunggu, tadi kamu bilang sayang kepada Shii apa kalian ngeyuri?}.


{Enggak lah sebenarnya dia ada-} Ai.


{Udah Ai jangan jelaskan ke dia dulu yang terpenting cepat kamu berakting menangis dan Lisa aku mau kamu berakting membuat tegar Ai}.


Kemudian mereka berdua berakting menangis.


"Ren maaf kan aku tidak bisa melindungi mu haaaah mungkin setelah itu Hare akan memusuhiku" Ai sembari menangis.


"Sabar Yusha-sama mungkin Yusha-sama Hare akan mengerti dengan situasi nya" Lisa menenangkan Ai.


"Prajurit yang menusuk dia adalah Nera?" Drehi.


"Benar tuan Drehi" prajurit kerajaan Tjima.


"Hah Nera pacarnya Yama awas saja kamu akan kubuat kamu menyesal" Ai.


Kemudian Ai langsung bergegas keluar tapi sebelum keluar Ai di tanya oleh prajurit kerajaan Tjima.


"Yusha-sama Ai kamu mau kemana?" Prajurit kerajaan Tjima.


"Kemana lagi aku akan menuju penjara bawah tanah untuk membalaskan perbuatan nya terhadap Ren!" Ai.


"Mending jangan" prajurit kerajaan Tjima.


"Terus aku harus diam saja begitu?" Ai.


"Bukan karena jika Yusha-sama ke sana Nera tidak ada di sana soalnya sekarang Nera sedang dia adili oleh paduka raja" prajurit kerajaan Tjima.


"Tunggu apa lagi ayo ki-" Ai.


{Ai jangan terlalu evord dengan akting mu sudah biarkan saja dia menerima hukumannya}.


{Tapi sayang} Ai.


{Udah nurut aja ini juga adalah upaya untuk mengubah masa depan}.


Kemudian Ai melanjutkan katanya.


"Tunggu apa lagi ayo kita diam disini" Ai.


"Eh aku kira kamu mau ke persidangan" Drehi bingung.


"Buat apa juga aku kesana ngerepotin aja mending diam di sini" Ai.


Kemudian tidak lama datang prajurit yang memberitahu soal keputusan sang paduka raja kepada Ai dan Drehi.


"Tuan Drehi, Yusha-sama paduka raja sudah memutuskan hukuman yang akan di berikan kepada Nera!" Prajurit kerajaan Tjima.


"Raja memutuskan menghukum mati Nera karena 2 tuduhan yaitu yang pertama adalah membunuh Ren dan yang kedua adalah tuduhan penghianat?" Prajurit kerajaan Tjima.


"Memangnya bukti Nera penghianat sudah dapat" Drehi.


"Tidak tapi ketika persidangan sang ratu mendadak hadir dan menggunakan kekuatannya" prajurit kerajaan Tjima.


"haaaah sudah tidak aneh" Drehi pasrah dan aga panik.


{Ai ratu siapa sih dan dia memiliki kekuatan apa sampai-sampai bisa melihat kesalahan orang lain}.


{Oh ratu memiliki kekuatan dapat melihat status orang lain dengan sangat mudah dan akibat kekuatannya itu dia sering sakit-sakitan} Ai.


"Terus hukumannya akan di laksanakan kapan?" Drehi.


"Besok pagi dan pelaksanaan hukumannya persis seperti penghianat pertama" prajurit kerajaan Tjima.


Setelah itu para prajurit, Drehi, Ai, dan Lisa membubarkan diri. Setelah mereka membubarkan diri aku langsung mengnonaktifkan skill telepati ku terus aku pergi tidur karena tubuhku sudah lumayan capek.


'Skill telepati non aktif'


haaaa sekarang waktunya aku mengistirahatkan tubuhku ini. Singkat waktu malam pun tiba aku dibangunkan oleh Drehi.


"Shii bangun" Drehi.


Akupun perlahan membuka mataku setelah itu aku langsung menunjukkan ekspresi ketakutan dan berpura-pura takut terhadap Drehi.


"Siapa kamu aku mohon menjauhkan dariku aku tidak mau jadi mainan kamu lagi" aku pura-pura takut.


"Shii dengar aku kalau kamu tinggal di sini kamu akan ikut di eksekusi juga" Drehi sembari memegang dan menarik tangan ku.


Karena itu aku langsung berakting ketakutan atau berakting seolah-olah mengingat kejadian pelecahan yang di lakukan Hare ya walaupun kejadian itu tidak benar-benar terjadi.


"Tuan Hare aku mohon ampuni aku!" Aku pura-pura takut.


"Shii dengarkan aku. Aku bukan Hare aku adalah Drehi calon suamimu" Drehi.


"Tidak kamu pasti berbohong. Drehi tolong aku".


Setelah aku mengatakan itu Drehi langsung memelukku.


"Shii ternyata kamu sudah Ingan lagi kepada ku" Drehi memeluk ku dengan erat.


"Drehi tolong aku. Aku sangat takut oleh Yusha-sama Hare" aku sengaja memeluk dia sangat erat.


Sebenarnya aku memeluk Drehi dengan erat cuman bertujuan untuk mematahkan beberapa tulang rusuknya karena firasat aku mengatakan kasus penghianat ini akan berakhir malam ini.


"Shii cukup cukup cukup" Drehi.


Pletak suara tulang rusuk patah.


"Haaah maaf kan aku Drehi".


"Tidak apa-apa aku tahu kamu masih takut karena kejadian itu" Drehi mencari Manahan sakit.


Kemudian aku dan Drehi melarikan diri dari istana tapi ketika aku dan Drehi melarikan diri aku menghubungi Ai dengan Skill telepati.


'Skill telepati aktif'.


{Ai bangun penghianat sebanarnya kerjaan Tjima akan segera pergi dari istana}.


Semoga dia mendengar telepatiku tadi. Setelah itu aku dan Drehi berlari untuk keluar dari istana dan tidak lama ketika aku dan Drehi akan sampai halaman halaman atau pintu keluar utama sudah di jaga ketat oleh penjaga.


"Gawat pintu keluarnya sudah di jaga" Drehi.


"Jangan biarkan siapapun keluar dari istana!" Prajurit kerajaan Tjima.


Kemudian Drehi membawaku menuju pintu keluar darurat kerajaan Tjima. Ketika hampir sampai aku dan Drehi melihat pintu itu sudah di jaga oleh Ai dan Lily yang membawa persenjataan lengkap.


"Sial pintu keluar darurat sudah di jaga ketat oleh Lily dan Yusha-sama" Drehi.


"Terus kita akan kabur lewat mana?".


"Sebenarnya ada jalan keluar satu lagi tapi rute itu sangat berbahaya" Drehi.


"Kita coba dulu saja?".


"Mustahil karena rute itu sangat berbahaya!" Drehi.


"Kamu bilang berbahayakan kamu tidak bilang mustahil untuk dilewati berati ada kemungkinan kita bisa melewati rute itu".