SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
MENYERANG KERAJAAN MALIO PART 1



"Hehehe kamu tau aja, aku akan melakukan itu" Ai.


"A Hare aa tau ga ternyata misi Maou dan a Rey sudah ketahuan oleh kerajaan Malio" Ren.


"Hah yang benar?".


"Iya a ini juga Ren sama mamah berniat untuk ke sana membantu mereka" Ren.


Oh pantas saja tadi ketika aku dan Ai ke rumah Kireru, Kireru tidak ada mungkin saja dia sudah ada di Medan tempur.


"Ren apa kamu liat Kireru?".


"Oh Kireru sudah pergi tadi pagi menuju ke kerajaan Malio" Ren.


Ternyata benar para slime dan pasukan Maou seperti sudah ke Medan tempur.


Tidak lama ketika aku ingin menarik Ai, aku langsung kaget karena Ai sedang memeluk ibuku.


"Hei kamu siapa?" ibuku / Kirara.


"Oh maaf Bu aku belum memperkenalkan diri. Aku adalah pacar atau istri masa depan anak laki - laki ibu" Ai.


"Hah yang benar di masa depan anak kedua ku akan mendapat istri yang cantik seperti mu" ibuku / Kirara.


"Ah ibu bisa aja" Ai tersipu malu.


"Eeehh ayo kita menuju Medan tempur. Ren, mamah tunggu saja di sini" aku sembari menarik Ai.


"Iya ibu biar urusan ini kami yang tangani, kalo begitu aku dan Hare pamit dulu" Ai.


Kemudian Tampa berlama - lama aku langsung pergi menuju kerajaan Malio sesampainya di kerjaan Malio aku melihat Kireru sedang di serang oleh beberapa tentara Malio.


"Sayang ayo bantu dia" Ai.


"E sayang ku Ai mending jangan deh".


"Lah memangnya kenapa?" Ai bingung.


"Soalnya dia akan marah".


Setelah itu tidak lama segel budak yang ada di dadaku itu melemah lagi.


Nice segel ini aga melemah apa aku gunakan skill perubah kelamin aja agar pergerakan ku menjadi lebih ringan karena kalo aku bertarung dengan tubuh perempuan pergerakan ku seperti terbatas.


"Skill perubah kelamin aktif".


Aduh aku lupa aku kan sedang menggunakan pakaian perempuan. Tidak lama aku melihat petualang yang sedang pingsan karena terpaksa aku langsung mengambil celana petualang yang sedang pingsan itu.


"Maaf petualang. aku pinjam celana mu".


Setelah itu aku kembali lagi ke Ai.


"Yahh sayang kenapa kamu sudah berubah lagi menjadi laki - laki?" Ai.


"Soalnya bisa gawat kalau Kireru melihatku dengan wujud tadi".


"Gawat kenapa?" Ai penasaran.


"Dia bisa pingsan dan mimisan".


Tidak lama kemudian Kireru bergabung dengan kita berdua.


"Rey kenapa kamu di sini?" Kireru.


"Aku bukan Rey yang kamu maksud Kireru aku ini Rey dari masa depan".


"Oh" Kireru.


"Hei kamu tentara tentara tadi kemana?" Ai.


Tidak akan Ai kaget karena tentara yang di kalahkan 1 slime kecil ini lebih dari 10 orang.


"Sayang seperti nya kita jangan buat dia marah" Ai.


"Makanya kenapa aku melarang kamu untuk membantunya karena kalo tadi kamu ikut membantunya yang ada Kireru akan marah besar atau menganggap mu sebagai musuhnya".


"Kita belum kenalan ya, perkenalkan namaku Ai Rum" Ai.


Tidak lama Kireru berubah ke wujud manusianya.


"Kireru sama kenal dan mohon kerja samanya" Kireru.


Ketika melihat wujud manusianya Kireru Ai terdiam seribu kata karena muka Kireru sangat mirip dengan muka Hanabi Hea.


"Hei Ai kamu kenapa?" Kireru.


"Oh tidak kenapa - kenapa, cuman mukan kamu mengingatkan ku dengan anak angkat ku" Ai sedih.


Setelah itu aku, Ai dan Kireru segera menuju ke tempat Maou, Vealdan dan diri ku di masa lalu. Untuk membantu mereka sesampainya di tempat Maou, Vealdan, dan diriku di masa lalu aku langsung kaget karena mereka semua sudah hampir kalah, sekarang di hadapan mereka sudah menunggu bola api yang sangat besar yang siap menyerang mereka. Tidak lama bola api besar itu langsung menyerang mereka. Tanpa pikir - pikir lagi aku langsung menggunakan sihir ace untuk berpindah dengan cepat.


"Ace".


setelah berpindah di hadapan mereka aku langsung melafalkan sihir pelindung.


"Big Shield".


Tentu saja aku juga membuat takut diriku agar pelindung yang aku gunakan bisa bertambah kuat 10x lipat. Setelah bola api itu tertangkis aku langsung berpindah secara cepat kepada orang yang melakukan semua itu. Setelah sampai di depannya aku langsung membuat rasengan versi ku untuk menyerangnya.


"Air, water, light"


Setelah rasengan versi ku terbuat aku langsung mengarahkan nya kepada orang yang tadi melemparkan bola api yang sangat besar itu kemudian orang itu terpental cukup jauh. Setelah itu aku terus mengejar orang itu tapi ketika aku baru sampai di depannya perasaan ku mengatakan bahwa orang yang tadi melemparkan bola api yang sangat besar itu berada di belakangku akupun langsung mengeluarkan katana dan knife ku. Setelah mengeluarkan itu aku langsung berbalik ke belakang dan benar saja orang itu udah ada di belakang ku.


"Lumayan juga kamu bisa menyadari serangan ku" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Kamu juga, karena tidak jarang ada ras manusia yang bisa mengimbangi aku bertarung".


Kemudian aku dengan orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu bertarung dengan menggunakan senjata kita masing-masing. Sebelum bertarung orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu melapisi senjata nya dengan sihir api.


"Sword fire" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Nj(i)r aku kira akan adu pedang tanpa sihir".


"Kalau seperti itu tidak akan seru" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Hmm benar juga".


setelah itu aku melapisi pedangku dengan sihir air karena kelemahan terbebas api adalah air. Kemudian kami pun bertarung dengan sangat cepat sangking cepatnya orang - orang yang ada di sana tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi.


"Hahahaha lumayan juga kamu sekarang waktunya serius 'sword magma'" orang yang melemparkan bola api yang sangat.


"Hmm not bad aku juga akan meng up sihir ku 'es kanata es knife'".


haaaaaah sudah nanggung mending aku ledakan orang itu menggunakan katana dan pisau es ku.


Kemudian aku melanjutkan pertarungan dengan sangat sengit ditambah ketika senjata kita saling bertabrakan itu kan membuat efek ledak yang sangat besar karena perubahan suhu secara mendadak.


"Apa aku boleh tau nama mu?" Orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Buat apa aku memberitahu nama ku kepada orang yang akan kalah".


"Beraninya kamu meremehkan ku" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Kalo gitu ayo coba saja kamu kalahkan aku sekarang".


"Ok aku akan kalahkan mu dalam hitungan detik" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.