
"haaaah akhirnya kamu tenang juga".
Tidak lama Ai kembali sadar dan menanyakan keadaan sekitar yang sudah rusak parah oleh perbuatannya.
"Sayang apa kah istana ini ada yang menyerang nya?" Ai.
"Tidak".
"Terus kenapa salah satu ruangan istana bisa hancur berat seperti itu?" Ai.
"Itu semua adalah ulah mu Ai".
"Hah bagaimana bisa" Ai kaget.
"Itu karena kamu mengamuk mungkin karena suatu alasan?".
Tidak lama setelah itu Ai terdiam untuk beberapa saat.
"Ai Ai AI Rum".
"Eh iya ada apa sayang?" Ai.
"Apa kamu tidak ingin yang barusan terjadi?".
"Yang aku ingat cuman ciuman mu dengan Lisa setelah itu aku tidak ingat apa apa lagi" Ai merenungi perbuatan nya.
Setelah itu ekspresi wajah Ai menjadi kebingungan.
"Sayang kamu kenapa?".
"Engga kenapa kenapa kok" Ai menghawatirkan sesuatu.
"Udah jujur aja, kita kan pacaran sudah lama".
"Iya sebenarnya aku sedang kepikiran" Ai.
"Kepikiran apa?".
"Soal Lisa ga habis Fikri dia me-" Ai.
"Ga habis pikir woy".
"Oh iya maaf, iya ga habis pikir sama Lisa soalnya aku tidak menyangka dia akan melakukan hal ini" Ai.
"Mungkin dia melakukan ini karena suatu alasan".
"Bisa jadi karena yang aku tau Lisa tuh tidak seperti ini kelakuan nya" Ai.
Tidak lama segel ku menyala lagi dan tiba tiba aku terteleport ke suatu tempat yang aga jauh dari istana.
"Hei Bangs*t apa kamu masih ingat dengan ras ini" Lisa menunjukku kepada bangsawan kerajaan Tjima.
"Maksud kamu apa aku ga ngerti?" Salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Jangan pura-pura tidak tahu" Lisa langsung menancapkan tusuk sate ke paha salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Aaaaaaaaa tolong lepaskan! Sakit sekali" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Ketika salah satu bangsawan kerajaan Tjima meminta ampun kepada Lisa untuk melepaskan tusuk sate itu Lisa bukanya melepaskannya malah dia menambah tusuk sate yang di tancapkan ke paha salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Ini belum seberapa dengan penderita yang kami alami sebagai ras kucing, ras yang paling berjasa untuk melindung negara ini dari segala macam serangan yang mengarah ke Kerajaan ini" Lisa.
Setalah itu Lisa menambah dua tusuk sate yang di tancapkan ke paha satu lagi bangsawan kerajaan Tjima.
"Aaaaaa mama tolong aku" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Baru segini saja kamu sudah minta tolong mama mu!" Lisa.
Kemudian tidak lama Lisa melafalkan sihir.
"Tranfor".
Eh tidak salah dengar Lisa menggunakan skill tranfor.
Tidak lama kemudian telinga Lisa tiba tiba menghilang kemudian telinga kucing tiba tiba muncul di kepala Lisa setelah itu ekor kucing juga langsung muncul dan rambut Lisa yang darinya berwarna putih sekarang berubah menjadi warna Oren.
"Hei apa kamu masih ingat dengan muka ini" Lisa menggenggam rambut salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Apa tidak mungkin kamu masih hidup" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Eh kok dia jujur ya seharusnya kan ga gini seharusnya penjahat itu susah sekali untuk membuka mulutnya atau susah untuk jujur.
[Itu karena kekuatan mata malaikat yang Lisa punya] Refsi.
[Tidak tuan sebenarnya aku juga ikut tersegel tapi karena segel nya melemah jadi aku bisa melepaskan diri dari segel itu, tapi sayang sekali skill tuan masih tersegel oleh segel budak itu] Refsi.
[Oh itu tidak apalah selagi ada kamu aku merasa lebih aman].
[Terimakasih tuan, aku akan berusaha semaksimal mungkin agar tuan lepas juga dari segel budak ini].
[Makasih].
"Kamu sudah ingat kan wajah ku" Lisa menggenggam rambut salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Hahaha mana mungkin aku lupa dengan wajah si pengecut itu" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Setalah mengatakan itu Lisa langsung menambah tusuk sate yang di tancapkan ke paha salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Sekali lagi kamu bilang ayah ku pengecut kubunuh kau" Lisa marah sembari menggenggam rambut salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Coba saja" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Tidak lama Lisa langsung mengeluarkan pedang dari sarung pedang nya dan berniat menebas kepala salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
[Tuan hentikan Lisa sekarang juga] Refsi.
[Memangnya kenapa?].
[Kejadian ini adalah salah satu plot cerita agar Lisa dan Ai bisa menjadi sahabat di dunia tuan sebelumnya] Refsi.
[Hah memangnya Ai akan datang?].
[Iya tuan dalam 10 detik lagi] Refsi.
Kemudian aku langsung menarik Lisa ke belakang.
"Budak ga guna kenapa kamu menarik ku" Lisa marah.
"Aku cuman tidak mau kamu melakukan hal keji ini".
"Jangan halangi aku dasar budak bodoh" Lisa marah.
Tidak lama Ai datang dengan tiba tiba setalah Ai datang salah satu bangsawan kerajaan Tjima langsung bersembunyi di belang Ai.
"Yusha-sama tolong aku" Salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Memangnya kenapa?" Ai.
"Aku akan di bunuh oleh dua kucing garong itu" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Tidak lama setelah mengatakan itu Ai langsung menendang kepala salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Apa yang kamu lakukan musuhnya kan ada di depan kita!" Salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Kesalahan mu adalah telah menghina mantan sahabat ku dan juga pacar ku di hadapanku" Ai marah.
"Dasar Yusha-sama tidak berguna sudah jelas - jelas kucing garong Oren itu akan membunuh ku karena dosa ku di masa lalu yang telah memfitnah ayah nya dan juga aku juga sudah membunuh ibu dan sodara kembar kucing garong Oren itu" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Apa yang tadi katakan semuanya benar!" Ai marah dan aga mengancam salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Hah apa yang kukatakan tadi itu adalah fakta!" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Untuk apa kamu melakukan itu" Ai.
"Ya tentu saja untuk memperkaya diri" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
Tidak lama dari itu Ai langsung menusuk jantung salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Kekenapa aku yang kau bunuh" salah satu bangsawan kerajaan Tjima.
"Tanyakan saja kepada diri mu sendiri" Ai ekspresi wajah datar.
Setelah itu Ai langsung menghampiri Lisa terus kemudian Ai menampar pipi Lisa setelah menampar Lisa Ai langsung memeluk Lisa dengan erat.
"Kenapa kamu tidak cerita dari awal soal masalah ini" Ai menangis.
"Ini adalah masalah ku" Lisa.
"Iya aku juga tau, kalo kamu mau menceritakan nya semua kepada ku, aku juga tidak akan menghalangi mu untuk membalaskan dendam kepadanya, malahan aku akan melindungi mu jika ada sesuatu hal yang tidak di inginkan menimpah mu" Ai.
Setalah itu Lisa dan Ai mereka berdua menangis.
"Hmm bukan nya aku mau ganggu momen haru kalian, terus aku harus gimana dengan segel ini".