
Setelah perpisahan dengan semua penduduk yang tinggal di kerjaan Tjima aku dan Ai langsung pergi lagi menuju desa Bandi. Untuk sekedar istirahat saja sesampainya di desa Bandi aku dan Ai langsung di sambut oleh para penduduk desa Bandi setelah di sambut aku menyakan arah ke restoran terdekat.
"Selamat datang di desa bandi" penjaga pintu masuk desa Bandi.
"Sayang apa kita tidak salah kalah desa, aku merasa desa ini berbahaya karena yang menyambut kita mukanya serem gini!" Ai.
"Tenang saja walaupun muka mereka pada seram tapi mereka pada baik kok".
"Kok aku tidak yakin ya aku takut kita malah jadi sandera mereka" Ai.
"Tidak akan".
Kemudian tidak lama kepala desa Bandi menghampiri aku dan Ai.
"Selamat datang di desa kami raja iblis" kepala desa Bandi.
"Oh aku mengerti sekarang kenapa kamu bilang seperti itu" Ai.
"Hehehe. Oh iya kepala desa apa kau boleh liat cara kerja desa ini menghasilkan kan uang".
"Kalo begitu ayo ikut aku" kepala desa Bandi.
Setelah itu aku dan Ai mengikuti kepala desa untuk tur keliling desa Bandi sembari melihat-lihat kepala desa Bandi juga sembari menjelaskan tempat tempat yang aku dan Ai lewatkan tentu saja setiap aku dan Ai melewati tempat penjual makanan aku dan Ai selalu di kasih sample makanannya.
"Kepala desa apa semua pengunjung yang ke desa ini di beri pelayanan seperti kami?".
"Iya tapi kita meminta bayaran jika yang kami antar tur desa adalah bangsawan dan kami menggratiskan tur ini kepada warga biasa dan juga para petualang yang mampir ke desa Bandi" kelapa desa Bandi.
"Maaf kepala desa maksudnya apa ya aku kurang mengerti perkataan mu tadi?" Ai.
"Oh maksudmu kami mencari sebanyak mungkin untung dari para bangsawan dan kami mengambil sedikit mungkin keuntungan dari warga biasa dan juga petualang tingkat rendah" kepala desa Bandi.
"Oh dengan kata lain sistem kalian itu tajam ke atas tapi tumpul ke bawah".
"Iya benar sekali" kepala desa Bandi.
Tidak lama aku dan Ai di bawa masuk ke sebuah resto yang cukup besar setelah di dalam aku dan Ai di beri menu makanan oleh pelayan restoran di resto itu.
"Kalian pesan saja sebanyak yang kalian mau" kepala desa Bandi.
"Ok".
Tidak lama Ai terdiam seribu kata.
haaaah aku mengerti kenapa dia terdiam.
"Sayang kamu mau pesan apa?" Ai.
"Aku pesan menu rekomendasi chef saja".
"Baik pesanan rekomendasi chef satu terus putri cantik ini mau pesan apa?" Pelayan resto.
"Samakan saja deh" Ai.
"Jadi pesanan rekomendasi chef menjadi dua minumnya?" Pelayan resto.
"Aku mix fruit saja".
"Aku juga sama" Ai.
"Baik laksanakan 2 makanan rekomendasi chef dan 2 mix fruit, mohon di tunggu" pelayan resto.
Setelah pelayan resto itu menuju ke ruangan chef Ai melihat harga pasangan yang kami pesan setelah melihat harganya Ai kaget bukan main.
"Sayang apa kamu yakin pesan itu semua?" Ai.
"Iya".
"Tapi sayang harganya sangat mahal" Ai berbisik kepadaku.
"Oh kalau soal itu tenang saja, karena semua makanan disini gratis untuk kalian ini juga menjadi balas Budi kami kepada raja iblis yang menyadari kami dari jalan kegelapan itu" kepala desa Bandi.
Setelah di jelaskan seperti itu ekspresi wajah Ai seperti lega setelah itu tidak akan makanan kamipun tiba.
"Silahkan di nikmati makanannya" pelayan resto.
"Iya terima kasih".
Tidak menunggu lama aku dan Ai langsung memakan makanan yang telah di sajikan oleh pelayan resto tersebut. Setelah makan itu habis aku dan Ai beristirahat dulu sebentar di resto itu.
"Apa itu?" Kepala desa Bandi.
"Apa kalian semua bersyukur telah meninggalkan pekerjaan sebagai bandit?".
"Oh itu kirain apa. Kami semua sangat bersyukur karena usaha kami sekarang sangat menguntungkan dan kami juga tidak perlu was was di buru oleh para petualang dan prajurit kerajaan" kepala desa Bandi.
Setelah itu kami di ajak lagi menuju tempat yang sering di kunjungi para petualang dan para bangsawan yaitu pemandian air panas. Sesampainya di pemandian air panas aku dan Ai di minta oleh kepala desa untuk merasakan pemandian air panas mereka ketika aku baru masuk kepemandian air panas aku kaget karena di pemandian itu ada Yama. Sebelum aku bergabung berendam bersama Yama aku mambasuh badanku menggunakan air yang sudah di siapkan oleh resepsionis pemandian.
"Eh Yusha-sama" Yama.
"Sudah ku bilang jangan panggil aku seperti itu risih soalnya" aku sembari merendamkan diriku ke kolam.
"Oh ya maaf Hare kenapa kamu ada disini?" Yama.
"Aku di sini cuman ingin melihat keadaan para bandit yang aku paksa untuk insyaf".
"Eh berati secara tidak langsung kamu lah yang mendirikan desa ini" Yama kaget.
"Hmm bisa bilang seperti itu tapi yang lebih tepatnya desa ini berdiri karena mereka semua".
"haaaaah ternyata benar yang di katakan Yusha-sama Ai. Yusha-sama yang kedua orang nya itu sudah sekali di tebak" Yama.
Setelah itu aku dan Yama bersantai di pemandian air panas ini.
"Hare bagaimana kalo kita buat game saja?" Yama.
"Hmm tidak buruk juga".
"Ok sekarang kita pindah ke ruangan sauna di sana kemudian kita berlomba siapa yang bisa bertahan di sana lebih lama dia pemenang nya bagaimana" Yama.
"Ok aku terima tantangan mu, terus hukuman yang kalah apa?".
"Hukumannya mentraktir susu botol" Yama.
"Hmm tidak buruk juga ayo kita mulai".
Kemudian aku dan Yama masuk ke ruangan sauna secara bersamaan. 15 menit berlalu aku melihat wajah Yama yang sudah tidak kuat.
"Haha gimana kamu sudah tidak kuat ya?".
"Tidak aku masih kuat" Yama.
"Sudah jujur saja dan terima kekalahan mu".
"Tidak aku masih kuat untuk beberapa saat lagi" Yama.
20 menit pun berlalu Yama yang sudah tidak kuat keluar dari sauna setelah Yama keluar aku pun keluar.
"Hahaha dengan ini jelas siapa yang kalah".
"Iya aku mengakui kekalahan ku" Yama.
"Bagus asik minuman gratis".
"Iya iya tapi sebelum itu aku ingin mendinginkan tubuhku" Yama.
"Oh mau mendinginkan tubuh".
"Iya nih ayo Hare kira keruang air dingin" Yama sembari merangkul ku.
Ketika Yama merangkul ku ekspresi wajah Yama menjadi kesal.
"Hare jangan bilang kalo kamu di ruangan sauna menggunakan sihir es untuk mendinginkan tubuh mu!" Yama.
"Hehehe, tapi kan tadi kamu tidak bilang ketika di dalam sana ga boleh menggunakan sihir".
"Iya juga ya aarrrgggg kenapa aku tidak kepikiran untuk menggunakan sihir ketika di dalam" Yama.
"Ini juga pelajaran untuk mu ada kalanya curang di benci tapi ada kalanya curang itu di sebut pemikiran cerdas".
Setelah itu Yama dan aku mengganti pakaian dengan pakaian yang khas di pakai di pemandian kemudian Yama pergi untuk membeli susu botol di resepsionis pemandian.
"Hare ini" Yama.
"Asik minuman gratis".