SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
BERPAMITAN PART 4 DAN DESA BANDI PART 2



Pindah sudut pandang ke sudut pandang Ai


Ketika aku masuk ke pemandian aku kaget karena di dalam pemandian ada Miyami.


"Eh Yusha-sama Ai kenapa kamu ada di sini?" Miyami.


"Iya aku di ajak oleh calon suami ku ke desa ini. Tuan putri juga kenapa ada di sini?".


"Oh aku biasa kesini setiap sore bersama adik ku Yama untuk menenangkan diri setelah bekerja seharian di istana" Miyami.


Kemudian aku masuk keruangan ganti untuk mengganti pakaian ku setelah itu aku membasuh badan ku sebelum bergabung bersama Miyami di pemandian.


"Yusha-sama Ai bagaimana rasanya?" Miyami.


"Entah kenapa semua lelahku dan pegal-pegal ku menjadi menghilang".


"Nah itu sebabnya aku dan adik ku Sering ke pemandian ini tapi bagian yang nikmat nya bukan cuman disini" Miyami.


Kemudian aku dan Miyami merendam di sini 15 menit setalah itu Miyami mengajak ku ke salah satu ruangan yaitu ke ruangan sauna.


"Nah ini ruangan yang pertama adalah ruangan sauna di sauna ini berguna untuk mengeluarkan semua racun yang ada di tubuh kita" Miyami.


"Tapi Miyami bukanya urutannya terbalik harusnya kan ke sauna dulu baru setelah itu berendam?".


"Hmm menurut ku itu tidak disarankan karena racun yang baru saja kita keluarkan melalui keringat bisa saja masuk kembali ketubuh kita karena berendam" Miyami.


Kemudian aku dan Miyami diam di sauna selama 15 menit setelah itu aku dan Miyami kuat dari sauna setelah keluar aku dan Miyami membasuh badan kami lagi setelah kami mengenakan baju yang khas di pemandian, setelah itu Miyami mengajakku ke ruangan selanjutnya yaitu ruangan pijat refleksi.


"Nah di sini adalah kenikmatan yang sesungguhnya yaitu pijat refleksi bagi wanita" Miyami.


Setelah itu aku dan Miyami tiduran di sofa yang sudah di siapkan, benar aja baru saja di pijat pegal - pegal di tubuhku menghilang semua. Singkat nya pijat refleksi pun selasai ketika aku bangun dari sofa aku merasa tubuhku itu ringan sekali.


"Miyami benar kata mu tubuhku sekarang menjadi sangat ringan setelah di pijat tadi dan bukan itu saja pikiran ku juga mendadak menjadi rileks".


"Benarkan apa yang aku katakan" Miyami.


Tidak lama kemudian aku mendengar suara yang cukup tidak asing di telinga ku, karena penasaran dengan suara itu aku langsung menghampirinya dan benar saja ternyata suara itu adalah suara pantulan bola pingpong ke meja.


"Oh pantas saja suara ini tidak asing ternyata sayang ku sedang memainkan olahraga ping-pong".


Pindah sudut pandang ke sudut pandang Hare.


"Asik minuman gratis".


Setelah meminum susu itu aku menjadi aga bosan kemudian aku mengingat adegan umum anime jika berada di pemandian yaitu adegan bermain ping-pong. Kemudian tidak lama aku mengeluarkan hp ku untuk menelepon Tenma untuk menanyakan sesuatu.


"Tenma apa kamu tau sihir yang bisa mengubah bentuk suatu benda suatu bahan?".


"Telepon bukan nya salam dulu malah langsung main ke intinya aja" Tenma.


"Iya maaf".


"Sihir untuk mengubah bentuk hmm oh iya ada dan mantra nya adalah modifikasi kemudian kamu bayangkan bendanya" Tenma.


"Oh iya terima kasih Tenma".


"Hare kenapa kamu bawa batang pohon besar itu?" Yama.


"Nanti juga kamu tau untuk apa semua ini".


Setalah itu aku menshearcing gambar meja pingpong setalah itu aku menggunakan sihir modifikasi untuk mengubah batang kayu itu menjadi lapang pingpong dan Bet pingpong tanpa karet setalah itu aku mencari bahan karet sekitar pemandian dan tidak lama aku menemukan sebuah pohon karet yang tumbuh liar di samping pemandian setelah itu aku mengeluarkan getah pohon karet itu untuk membuat karet bet. Setalah itu aku ke resepsionis pemandian semua aja ada lem perekat di sana.


"Ada yang bisa saya bantu" resepsionis pemandian.


"Aku cuman ingin bertanya apa di sini ada lem".


"Oh lem ada ini" resepsionis pemandian.


"Boleh aku pinjam sebentar".


"Iya tidak apa-apa" resepsionis pemandian.


Setelah itu aku kembali ke Yama untuk memasangkan karet bet ke bet yang belum aku pasang karet setelah itu aku menggunakan sihir modifikasi untuk membuat net dengan menggunakan baju yang sudah rusak. Setelah itu mencari material seperti plastik untuk aku ubah menjadi bola pingpong tidak lama mencari aku tidak sengaja menemukan plastik di tempat sampah.


Oh ternyata di dunia ini juga sudah ada plastik ya.


Setelah itu sampah plastik yang aku temukan aku ubah menjadi sebuah bola pingpong setelah itu aku mengunakan skill cloningku untuk memperagakan kepada Yama sebuah olah raga pingpong. Setelah aku peragakan aku memberi satu bet kepada Yama.


"Nih Yama kamu sudah mengerti cara bermain nya kan".


"Iya" Yama.


"Sekarang kamu coba melawan ku nanti aku jelaskan mekanisme untuk menentukan pemenang nya".


"Ok" Yama.


Setelah itu aku memulai servis pertama sembari bermain pelan-pelan aku menjalankan peraturan untuk mendapatkan poin dalam permainan pingpong ini. Tidak lama datang Ai dan Miyami.


"Oh pantas saja suara ini tidak asing ternyata sayang ku sedang memainkan olahraga ping-pong" Ai.


"Iya nih karena aku bosan di pemandian ini tidak ada mainan jadi aku menciptakan permainan pingpong ini".


Karena suara pingpong yang bisa di bilang aga berisik itu membuat para pengunjung lain penasaran dengan permainan ini. Sembari bermain aku menjelaskan kepada para pengunjung tentang permainan pingpong ini tidak lama kemudian aku memberikan bet ku kepada salah satu pengunjung yang sedang melihat permainan pingpong ini. Setalah aku berikan aku menjelaskan kepadanya soal cara bermain dan penghitungan poin di permainan ini setelah mengerti aku meninggal mereka berdua untuk istirahat karena aku sudah lumayan capek. Tidak lama setelah aku sudah han bermain pingpong Yama pun menyudahi permainan nya dengan cara memberikan betnya ke pada pengunjung lain nya.


"Hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk ku" Yama.


"Iya aku juga sama walaupun hari ini adalah terakhirku di sini tapi aku merasa bahagia karena kalian tidak ada yang sedih karena di tinggal ku dan Ai".


Setelah itu aku di bawa oleh Yama ke sebuah ruangan sesampainya di ruangan tersebut aku langsung terpana.


"Gimana Hare tempatnya mantap ya" Yama.


"No comen".


Kemudian setelah itu aku dan Yama tiduran di sofa setelah itu aku di pijat oleh wanita.


"Yama tempat ini mantap jiwa nj(i)r"