
Kembali lagi ke sudut pandang Hare.
Haaaah berapa lama aku tertidur, gelap sekali di sini aku akan menyalakan cahaya.
'Skill cahaya aktif'
'Pancarkan cahaya sebanyak 10%', nah gini terang. Tadi aku meniduri apa tadi aku sungguh merasa nyaman. Seketika aku terdiam jangan-jangan yang tadi aku tidurin atau menjadi bantalanku adalah tubuh Ren. Tapi mana mungkin tubuh naga sangat empuk. Kemudian aku menyentuh badan Ren yang sedang tertidur. Iya nj(i)r yang tadi jadi bantalan ku adalah tubuh Ren entah kenapa tubuhnya begitu lembut dan hangat.
Entah kenapa ketika aku memegang tubuh berbulunya aku tiba-tiba merasa mengantuk kembali. Oh iya Refsi kemana, kemudian aku berdiri untuk mencari Refsi.
"Refsi kamu di mana?".
"Aku di sini tuan" Refsi dengan ekspresi wajah bersalah.
"Kok tegang gitu?".
"Bagaimana tidak. Andai saja aku bisa menyadari keberadaan monster itu mungkin tuan tidak akan terluka" Refsi menyesal.
Oh ternyata dia masih merasa bersalah karena tadi.
"Sudah jangan di pikirkan. Lagi pula itu luka kecil jadi jangan dipikirkan".
Semoga Refsi bisa sedikit ceria.
"Tapi tetap saja, tadi itu salah ku!" Refsi masih menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudah jangan di pikirkan lagi masa lalu biarlah berlalu karena masa lalu tidak bisa kita ubah".
Kemudian tidak lama Refsi berdiri di hadapanku dan kemudian Refsi sujud di hadapanku.
"Tuan aku tidak enak kalo di maaf kan tanpa hukuman, jadi aku mohon hukum aku atas kelalaian ku tadi" Refsi memohon.
"Udah tidak apa-apa lagi pula tadi juga kesalahan ku karena kurang waspada".
"Tidak tuan itu salah ku jadi kumohon hukumlah aku" Refsi.
haaaaah ternyata Refsi keras kepala juga ok akan ku hukum.
"Iya iya aku akan hukum kamu".
"Baik tuan aku siap menerima semua hukuman yang tuan berikan termasuk saya juga bersedia memberikan raga ku untuk tuan mainkan sesuka tuan!" Refsi.
"Yeee ga segitunya kalo. Aku hukum kamu untuk bersikap seperti biasa ya mulai sekarang".
"Tapi tuan" Refsi.
"Jangan membantah".
"Dimengerti tuan" Refsi.
"Udah sekarang kamu cepat tidur biar aku yang menjaga kalian dari monster yang tadi".
"Tapi tuan monster yang tadi tidak akan menyerang kita lagi" Refsi.
"Terus kenapa kamu tidak tidur dari tadi?".
"Karena aku takut akan ada monster yang menyerang kita ketika kita tidur" Refsi.
"Udah sekarang giliran kamu tidur. Biarkan aku menjaga kalian berdua lagi pula aku ini seorang laki-laki".
"Bbbbaaaaaiiiikk tuan" Refsi wajah nya memerah.
"Refsi kamu tidak apa-apa?".
"Ttttiiiidddaaak tuan kalo gitu selamat malam" Refsi langsung menjauh dari ku.
30 menit kemudian.
haaaaah bosen sekali aga ada kerja atau monster gitu ke yang menyerang biar aku bisa beraksi. Hmm lakukan apa ya sembari menunggu Pajar, oh iya selagi di dunia lain aku ingin mencoba sihir yang biasa ada di film atau anime fantasi. Tapi sebelum itu aku akan kurangi cahaya di tubuh ku, 'pancaran cahaya berkurang menjadi 3%'. Nah kali udah gini kan aku bisa eksperimen.
"Fire".
Hahaha mana mungkin keluar, eh beneran keluar dong. Apa tadi cuman imajinasi ku saja ok akan ku coba lagi.
"Fire".
Nah ada botol bagus lah jadi aku tidak usah cari jauh-jauh tapi kok ini botolnya seperti ada isinya. Kemudian aku membuka botol itu setelah di buka aku cium aroma dari botol itu karena aku takut dalamnya adalah racun ketika aku cium aromanya ternyata aroma ini tidak asing aku merasa bau botol ini seperti bau alkohol.
Nj(i)r bau alkohol. Kemudian aku tutup kembali botol itu dan kemudian aku memasukkannya kedalam tas kecil yang aku bawa karena lumayan alkohol bisa menjadi p3k luka ringan. Kemudian aku mencari lagi botol di dekat sini. Tidak lama aku bertemu lagi botol tapi botol ini seperti tidak asing bentuknya seperti Tupperware di dunia ku sebelum nya. Apa mungkin sebelum aku terlempar ke dunia ini, sudah ada orang dari dunia ku sebelumnya yang terlempar kesini juga, ok akan ku tanya Tenma nanti.
Kemudian aku membawa botol itu untuk melakukan eksperimen.
"Water".
Nj(i)r meleset oh ternyata sihir air keluar nya berbeda dengan sihir api jika sihir api keluarnya seperti percikan korek, dan sihir air seperti percikan air di keran atau selang.
"Water"
Nah tepat sasaran. Ok sekarang aku akan analisa kandungan apa aja yang ada di air ini dan yang terpenting adalah air ini bisa langsung di minum atau tidak.
'Skill analisis aktif'.
Ok kita liat kandungan dalam air ini. Hmm airnya normal dan bisa di minum tapi ada yang aneh entah kenapa ketika aku melihat air ini air ini seperti bisa di kombinasikan dengan elemen sihir lain. Ok akan kucoba gabungkan dengan sihir angin sembari mencoba sihir angin.
"Air".
Wanjir air yang ada di Tupperware Seperi rasengan Naruto. Ok karena airnya sudah tenang aku akan coba kombinasikan dengan sihir cahaya.
"Light"
Wow air nya jadi bercahaya. Hmm apa aku kombinasikan 3 sihir sekaligus karena bisa saja air ini seperti rasengan Naruto. Ok akan kucoba sekarang.
"Air, light".
Nj(i)r asli Seperti rasengan Naruto, keren bet.
Crak crek duar.
Nj(i)r Tupperware nya pecah. yah jadi basah deh baju ku tapi yang penting rasa penasaran ku sudah terpuaskan dan untungnya Tupperware ini bukan punya keluarga ku kalau punya keluarga ku bisa-bisa aku di coret dari KK. Hmm apa sekarang aku coba tanpa wadah kan lumayan bisa jadi kekuatan baru.
"Water, air, light".
Nj(i)r fix aku jadi Naruto karena bisa menguasai rasengan. Tapi belum afdol kalo aku bikin rasengannya sendiri ok aku coba dengan 3 orang.
'Skill cloning aktif'
'buat cloning diriku sebanyak 2 orang' nah kalo udah ada 2 kan seperti Naruto.
"Para cloning apa kamu tau tugas kalian".
"Tentu saja".
Kemudian aku mengulurkan tanganku ke cloningan ku.
"Ok siap wahai diriku yang asli".
"Tentu saja siap".
"Water, air, light".
"Terimakasih wahai cloning diriku".
Anj(i)r doble rasengan.
Crat.
Yah rasengan nya pecah dan membasahi diriku. Karena eksperimen tadi tidak terasa fajar pun terbit.
"Selamat pagi a" Ren kaget.
"Selamat pagi tu-" Refsi kaget.
"A kenapa baju a Hare basah" Ren khawatir.
"Iya tuan apa semalam banyak monster yang menyerang" Refsi khawatir.
"Hehehe engga ini cuman akibat aku terlalu bersemangat bereksperimen dengan sihir".