
Huuuuh untung saja Maou cepat bertindak kalau dia terlama beberapa detik mungkin aku sudah log out dari dunia ini.
Karena kelelahan aku langsung tiduran di tempat itu tapi tidak lama datang seseorang yang sok sok memimpin.
"Dasar pengawal yang tidak berguna" orang yang sok-sok memimpin.
Dan yang di maksud pengawal yang tidak berguna oleh orang yang sok-sok memimpin itu adalah lawan yang tadi aku lawan atau orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu. Karena aku sangat kesal karena musuh kuatku di sebut tidak berguna aku menyuruh Maou dan diriku di masalah lalu untuk memberi paham orang yang sok - sok an memimpin itu.
"Maou, diriku di masa lalu tolong kalian berdua beri paham orang itu"
"Ok serahkan kepada kami, ayo Rey" Maou.
"Hah bersama ku" Rey / diriku di masa lalu.
"Iya lah siapa lagi" Maou.
"Males nj(i)r" Rey / diriku di masa lalu.
Sembari menunggu diriku di masa lalu dan Maou memberi paham orang yang sok-sok memimpin itu aku dan Ai mengobrol.
"Sayang sudah lama kita tidak begini ya?" Ai.
"Maksudnya?".
"Iya seperti ini istirahat di Medan perang" Ai.
"Iya juga sih terakhir seperti ini ketika kita di tugaskan mencuri skill - skill yang berbahaya yang ada di dunia kita sebelumnya".
"Iya, yang aku ingat ketika kita mencuri skill bos mafia di Mexico, ketika itu musuh tiba tiba menjadi banyak" Ai.
"Benar juga itu juga salah satu pengalaman kita melawan musuh yang sangat banyak di tambah mereka semua membawa senapan semua".
Ketika aku sedang asik mengobrol Maou mengabarkan kepadaku bahwa tugas kita di kerjaan ini sudah selesai.
"Rey dari masa depan dan juga orang baru ayo kita kembali ke desa slime karena tugas kita di sini sudah selesai" Maou sembari membawa orang yang tadi menjadi musuhku atau orang yang melemparkan bola api yang sangat besar dan juga orang yang sok - sok an menjadi pemimpin.
"Maou kenapa kamu membawa mereka berdua?".
"Soalnya kedua orang ini yang sudah mengambil kekuatan Vealdan dan juga Kireru" Maou.
"Oh iya ayo Ai kita kembali ke desa slime".
Tidak lama ketika kita berniat pulang Refsi tiba - tiba memperingatkan untuk Maou menurunkan kedua orang yang sedang Maou bawa.
[Tuan beritahu Maou untuk melemoar kedua orang itu sejauh mungkin].
"Maou lempar ke dua orang itu sekarang!".
Kemudian Maou langsung melempar kedua orang yang sedang dia angkat sejauh yang bisa dia lakukan kemudian tidak lama aku teringat bahwa aku melihat semua mana yang ada di sekitar kerajaan ini di setiap oleh dua orang itu.
"Aku melihat dengan Skill mata dewa ku mana di sekita kerjaan ini di serap oleh mereka berdua" Rey / diriku dari masa lalu.
"Gawat kita harus segera mungkin mengehentikan nya".
Ketika kita ingin mencegahnya aku, Ai, Maou dan diriku dari masa lalh merasakan aura yang menyeramkan dari kedua orang yang di lempar oleh Maou. Dan aura itu membuat Ai, Maou, dan diriku dari masa lalu terdiam.
Sebenarnya aku juga merasakan nya tapi kalau aku diam saja di sini kedua orang itu akan menjadi monster yang sangat kuat.
Kemudian aku mencoba mendekati kedua orang itu hanya untuk memutuskan mana yang mereka serap atau menghentikan mereka untuk menyerap mana di sekitar. Tetapi ketika aku ingin memutuskan mana yang di serap oleh dua orang yang di angkat oleh Maou aku terlambat sedikit dua orang yang di angkat Maou sekarang sudah menjadi setengah monster.
"Terus kita harus bagaimana?" Maou.
"Kita gabungkan kekuatan kita".
"Hah maksudnya?" Ai.
"Kalian alirkan mana kepada ku kemudian biarkan aku yang mengurus sisanya".
Kemudian Ai, Maou, dan diriku di masa memberikan mananya kepadaku setelah itu aku membuat rasengan versi ku yang sangat besar untuk mengalahkan monster di depanku ketika aku ingin menembakan rasengan versi ku Ai memberitahu ku bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi kita.
"Sayang aku merasa ada yang mengawasi kita" Ai.
"Oh kamu cegah semua itu karena kalau kamu biarkan bisa saja kita berdua tidak akan berpasangan sekarang".
"Ok" Ai.
Setelah itu aku langsung memfokuskan serangan rasengan versi ku ke monster itu setelah di rasa cukup kuat aku langsung melepaskan rasengan versi ku menuju monster itu. Setelah aku lepaskan rasengan versi ku menuju monster itu monter itu langsung hancur tanpa sisa. Tetapi setelah hancur keluar aura yang langsung terbang menuju Vealdan dan Kireru yang ternyata Vealdan dan Kireru berada di dekat kita dari tadi setelah itu aku bertanya kepada mereka tentang nasib kerajaan ini yang sudah nanggung banget hancurnya.
"Terus nasib negara ini gimana?".
"Ya bagaimana lagi mendingan kita hancurkan saja karena kehancuran kerjaan ini sudah 75% hancur" Maou.
haaaah dasar Maou.
setelah itu para pasukan Maou, para slime yang telah mendapatkan kekuatan nya seperti semula mulai menghancurkan kerjaan sedangkan aku, Ai dan diriku di masa lalu langsung kembali ke desa slime untuk istirahat. Sesampainya di desa slime aku langsung menuju pepohonan yang besar untuk istirahat sesampai nya di pohon yang besar aku langsung tiduran di bawah pohon yang besar itu.
"haaaaaah ini lah yang namanya ke nikmatan tiduran di bawah pohon yang besar".
[Tuan tolong buka kan Rumens aku ingin ikut bersantai juga] Refsi.
[Ok].
"Rumens"
Setelah aku membukakan sihir Rumens ketika di buka ternyata yang keluar bukan hanya Refsi tapi semua yang tinggal di Rumens.
"Lah kenapa kalian semua keluar?".
"Kami cuman aga bosen tinggal di Rumens karena tidak banyak yang bisa kami kerjakan di sana" salah satu roh.
"Oh".
setelah itu kamu semua tiduran di bawah pohon besar ketika aku baru saja santai datang lah Ren, Ai, dan ibuku, ketika baru sampai Ren, Ai, dan ibuku kaget karena banyak sekali roh di dekat ku.
"A Hare ternyata roh yang tinggal di tubuh a Hare ternyata sebanyak ini" Ren kaget.
"Eh semua semua roh ini tinggal di dalam tubuh Rey" ibuku.
"Sayang aku juga tidak nyangka ternyata banyak sekali roh yang tinggal di tubuh mu" Ai sembari memeluk roh yang sangat imut.
"Tuan tooolong aku" roh keimutan.
"Hehe iya. tapi sebenarnya aku cuman membiarkan mereka tempat saja di Rumens dan aku juga tidak mamaksa mereka membuat kontrak dengan ku".
"Kenapa kamu membiarkan mereka tinggal di dalam diri mu atau di sihir mu bukannya itu akan menghabiskan banyak mana yang kamu punya" ibuku.
"Oh kalo itu tenang saja karena mana ku itu unlimited atau tidak terbatas".