SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
KEMBALI PART 1



Oh ternyata ini rasanya manaku diserap.


Kemudian semakin lama aku merasakan rasa sakit yang sangat sampai - sampai aku tidak bisa menahannya. Tidak lama kemudian Refsi mengatakan kepadaku dari mereka salah satunya harus tinggal di dunia ini karena kekurangan mana untuk memindahkan mereka semua. Setelah itu Ai menawarkan diri untuk menggunakan mananya. Tetapi aku tolak karena aku tidak mau Ai merasakan sakit yang aku rasakan.


"Sayang biarkan menolong mu dengan menyerah kan sosok raja iblis ku" Ai.


"Jangan aku tidak mau kamu merasakan rasa sakit ini".


"Kalau begitu aku saja yang akan tinggal di sini" Lisa.


"Sudah jangan Lisa biar aku saja yang berkorban untuk kalian semua" Ren.


"Hah maksudmu telur ini yang di korbankan untuk tinggal di sini" Kirara.


"Iya mah" Ren.


"Aku tidak mau harus mengorbankan telur ku ini" Kirara memeluk dengan erat telur Ren.


"Mah dengarkan aku. nanti juga di masa depan aku akan menyusul kalian kedunia itu" Ren.


"Tapi tetap saja mamah ga mau mengorbankan mu" Kirara.


"Mah jika mamah memaksa membawaku ke dunia itu dalam bentuk telur yang ada telur itu akan di culik oleh seseorang yang penasaran beda asing" Ren.


"Kata Rey di dunia sana tidak ada peperangan" Kirara.


"Iya memang tidak ada, tapi penculikan terhadap benda asing di dunia sana sering terjadi malahan aku akan lebih aman jika berada di sini" Ren.


"Kalo kamu bersikeras seperti itu aku akan menitipkan telur ini kepada kalian" Kirara.


"Sayang aku ingin kamu hapus ingatan diriku dimasa lalu tentang dirimu" aku sembari menahan sakit.


"Kenapa harus di hapus" Ai.


"Alasan nya nanti aku ceritakan" aku sembari menahan sakit.


"Tapi" Ai.


"Cepat lakukan Ai" aku sembari menahan sakit.


Setelah itu Meraka yang ada di lingkaran sihir yang besar menghilang dan setelah itu Refsi mengabarkan kepada ku ritual pemindahan itu selesai.


"Akhirnya selesai juga".


Setelah itu aku jatuh pingsan.


"A Hare" Ren.


"Tuan" Refsi.


"Sayang" Ai.


Singkatnya aku sadar ketika melihat ke atas ternyata aku sudah berada di rumah Kireru.


"Apakah ritual nya berhasil?".


"Jangan banyak bergerak dulu Rey" Kireru sembari menyembuhkan luka ku.


Setelah itu Kireru mengabarkan kepada yang lain bahwa aku sudah sadar, tidak lama kemudian Ai, Ren, Refsi, Nera, Vealdan, dan Maou datang menghampiriku.


"Sayang akhirnya kamu sadar juga" Ai menangis.


"A Hare akhirnya aa bangun" Ren langsung memeluk.


"Ren kamu curang aku juga ingin memeluk tuan ku" Refsi langsung memeluk ku.


"Aree kenapa Ai kamu tidak ikut kami memeluk A Hare" Ren menggoda Ai.


"Ok aku akan memeluk Hare kalau kalian memaksa" Ai memeluk ku sembari melihat ke arah lain.


Yang maksa siapa woy.


Tidak lama kemudian hp ku berdering.


"Halo Hare apa kamu siap kembali ke masa yang seharusnya kamu jalani?" Tenma.


"Aku tergantung yang lain".


"Eh Ai malah tergantung kesiapan mu" Tenma.


"Kalo gitu aku akan diskusi kan dengan yang lain".


"Ok aku tunggu hasil diskusi nya" Tenma.


"Iya".


Kemudian aku memberi tahu Ai, Ren dan Refsi tentang kesiapan mereka untuk kembali.


"Ren, Ai, Refsi apa kalian sudah siap untuk kembali?".


"Aku tergantung tuan saja" Refsi.


"Aku juga sama" Ren.


"Lebih cepat lebih baik" Ai.


"Ok kalau begitu bagaimana kalo nanti malam kita kembali ke masa kita".


"Iya karena aku sudah tidak enak kalo minta sehari lagi untuk tinggal di sini".


"Hare kamu harus berjanji kepadaku akan mempertemukan ku lagi Dengan Yama di masa depan" Nera.


"Iya aku berjanji".


Kemudian aku menitipkan telur Ren kepada Vealdan.


"Vealdan aku percayakan telur ini kepada mu".


"iya aku berjanji akan melindungi telur ini seperti anak ku sendiri" Vealdan.


Setalah aku menghubungi Tenma untuk memintanya memindahkan kami ke dunia yang seharusnya kami jalani


"Halo Tenma kami siap kembali nanti malam".


"Ok aku kan siapkan portal untuk mu, melalui Refsi" Tenma.


"Iya terima kasih atas kemurahan mu".


Sembari menunggu malam tiba aku, Ai, Ren dan Refsi ajak oleh Vealdan menuju suatu tempat sesampainya di tempat tersebut aku, Ai, Ren dan Refsi langsung terpana dengan pemandangan yang di berikan oleh Vealdan. Setelah itu Vealdan mengganti pakaian dia ketika Vealdan mengganti pakaian mataku di tutup oleh Ai, Ren, dan Refsi secara bersamaan. Setelah itu Vealdan menyuruh Ai, Ren dan Refsi untuk ganti pakaian.


"Ayo kalian pakai baju ini" Vealdan.


"Di sini" Ai.


"Iya" Vealdan.


"Sayang berbalik sekarang" Ai.


"A Hare berbalik sekarang" Ren.


"Refsi tuan silahkan kita tubuhku" Refsi.


Tidak lama kemudian aku di tendang oleh Ai sampai terpental aga jauh.


"Dasar pacar mesum" Ai langsung menendang ku.


"TUANNNN" Refsi.


"A Hareeee" Ren.


"Kenapa aku yang kena tendangnya".


Tidak lama Ai langsung meminta maaf kepadaku dan kemudian Ai menunjukan pakaian renang nya kepadaku.


"Sayang untuk yang tadi maaf" Ai.


"Iya".


"Bagaimana cocok tidak dengan kami" Ai.


"Cocok banget".


Setelah Ai, Ren, Refsi dan Vealdan langsung meluncur ke sungai untuk berenang sembari mengawasi mereka aku bereksperimen lagi dengan sihir tapi kali ini aku bereksperimen nya menggunakan katana dan knife ku. Sihir yang aku coba pertama adalah sihir api.


"Fire".


Kemudian sihir itu aku aliri menuju pedangku setelah berhasil aku ingin mencoba apa aku bisa menggunakan sihir larva ke pedangku.


"Larva katana".


Tidak lama kemudian katanaku berubah menjadi larva berapi yang keras, setelah itu aku mencoba mengaliri knife ku dengan sihir es setelah knife ku menjadi pedang es.


"Knife es"


Setelah itu aku mencoba membenturkan kedua nya semoga ada menghasilkan sesuatu. Ketika aku benturkan benar saja kedua senjata ku menjadi meledak tapi ledakan itu bisa aku arah kan sesuka hati.


Wow lumayan juga bisa aku jadikan serangan terhadap musuh ku nanti.


Setelah itu aku mengembalikan kondisi pedangku seperti semula kemudian aku mencoba sihir angin di pasangkan ke katana ku dan sihir Tanah ke knife ku.


"Air katana, earth knife".


Tidak lama katanaku dilapisi oleh angin dan knife ku berubah menjadi berwana coklat setelah itu aku mencoba serangan katana anginku.


"Air cutter".


Dan efek sihir itu cukup dahsyat dan tajam Sampai-sampai membelah menjadi dua batu yang sangat besar di hadapanku. Setelah itu aku mencoba untuk membenturkan katana dan knife ku dan hasilnya menciptakan debu yang sangat pekat.


Hmm serangan tadi lumayan untuk kabur.


Tidak lama setelah itu Ai, Ren, Refsi dan Vealdan menyuruh ku untuk mandi di sungai tempat mereka bermain air tadi.


"Sayang sekarang giliran kamu yang membersihkan badan" Ai.


"Iya tuan air nya sangat segar" Refsi.


"Iya a ples tempatnya sangat luas malah Ren menggunakan wujud naga untuk membasuh seluruh badan Ren" Ren.


"Hare cepat sana" Vealdan.


Dengan terpaksa aku langsung menuju aliran sungai yang tadi Ai, Ren, Refsi, dan Vealdan main air