SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
LAMARAN YANG AKAN MEMBUAT HANCUR



"Ok nanti malam akan ada yang menjemputmu dan menjelaskan tugasmu, apa kamu bersedia?" Drehi.


"Iya aku bersedia".


Setelah itu Drehi pergi dari penginapan yang aku tinggali.


Akhirnya aku sudah mendapat kepercayaan Drehi mulai sekarang tugasku akan menjadi lebih mudah.


Singkatnya malam pun tiba aku langsung keluar dari penginapan bertujuan untuk menunggu jemputan dari Drehi. Baru saja aku keluar dari penginapan sudah ada orang misterius yang berdiri di depan penginapan yang aku tinggali, kemudian orang misterius itu menghampiri ku dan mengatakan.


"Ayo kita berangkat kita sudah terlambat" Orang misterius.


Kemudian aku mengangguk dan mengikuti orang misterius itu setalah sampai orang misterius itu menyuruhku untuk tunggu di luar. Sedangkan orang misterius itu masuk ke dalam sebuah rumah yang sudah lama tidak ditinggali. Tidak lama setelah orang misterius itu masuk aku merasakan perasaan bahwa sebentar lagi aku akan di serang dan benar saja aku sekilas melihat sebuah pantulan cahaya. Kemudian aku langsung menunduk untuk menghindari pantulan cahaya itu.


Ah sangat tidak adil mereka yang menyerang ku mengandalkan kegelapan aku akan mengeluarkan sihir cahaya untuk menerangi sekitar. Eh tunggu kalo aku keluarkan sihir cahaya bisa saja mereka langsung mencurigaiku karena orang yang memiliki sihir elemen cahaya hanya pahlawan saja.


Aku pun mengurungkan niat untuk mengeluarkan sihir cahaya karena takut mereka langsung mencurigaiku. Lalu aku berbikir cara terbaik untuk menghindari mereka, tapi tidak membuat mereka curiga bahwa aku sebenarnya cuman berpura-pura mengikuti kemauan mereka.


Ahh andai saja mereka menyerangku tidak memanfaatkan kegelapan mungkin aku akan menang mudah, Hah kegelapan kok baru kepikiran, aku kan memiliki bakat sihir kegelapan juga sekarang aku memiliki ide untuk mengatasi mereka semua tapi tidak membuat mereka aku akan menggunakan Skill tembusku yang di kombinasikan dengan sihir kegelapan.


'Skill tembus aktif'.


Baru saja aku mengaktifkan Skill tembus pantulan cahaya itu melewati leherku.


Huuh untung Skill tembus ku sudah aktif jadi serangan tadi tidak berefek apa-apa kepada ku.


"Kamu sebenarnya siapa?" Orang yang menyerangku dari tadi.


"Kamu ingin tau aku siapa! Ok akan ku tunjukan".


"Darkness".


Aku asal saja mengeluarkan sihir kegelapan ini, ya walaupun aku sendiri tidak tau sihir kegelapan bisa di gunakan untuk apa. Tapi ada untung nya aku di serang jadi aku bisa bereksperimen lagi dengan sihir.


Tidak lama ketika aku mengatakan darkness musuh ku langsung terdiam dan seperti menunggu perintah. Malahan musuh ku seperti orang yang sedang di kendalikan sesuatu.


Hah apa mungkin sihir kegelapan yang aku keluarkan bisa mengendalikan seseorang. Ok akan ku coba musuhku untuk membuang pedang.


"Buang pedang mu sejauh mungkin kemudian kamu salto 3x".


Kemudian orang yang menyerang ku melakukan apa yang aku katakan, setelah itu aku malah bingung untuk melepaskan kendaliku terhadap orang yang menyerang ku ini. Kemudian aku mencoba untuk memegang wajahnya dan mengatakan.


"Lepaskan kendali".


Hahaha mana mungkin berhasil sih.


Tidak lama keluar aura kegelapan dari orang yang menyerang ku, setelah itu orang yang menyerang ku bertanya.


"Aku ada dimana" orang yang menyerangku.


Eh ternyata orang yang sudah lepas dari sihir kegelapan atau pengendali mereka akan hilang ingatan. Hmm akan aku segel sihir kegelapan ini.


Tidak lama datanglah Drehi yang langsung memberi salam kepadaku.


"Selamat datang di kelompok penghancur Yusha-sama Shiro Megumi" Drehi.


"Eh tadi itu ujian untuk ku atau gimana?".


"Oh yang tadi tidak usah di pikirkan anak buah ku yang itu cuman penasaran dengan kekuatan anggora baru" Drehi.


"Oh, jadi kelompok ini melakukan apa?".


"Caranya?".


"Dengan sihirmu Megumi" Drehi.


"Skip males. Kalau tau akan menggunakan sihirku buat apa aku mengikuti kelompokmu mendingan aku langsung hancur Yusha-sama itu sendiri menggunakan sihir ku".


"Aku mengajak mu ke kelompok ku karena aku menyukaimu pada pandangan pertama. Aku merasa kamu berbeda dengan perempuan lain yang selalu menuruti apa yang aku mau, sedangkan kamu itu tipe perempuan yang tidak ingin di atur dan tidak mau di atur. Baru kali ini aku melihat perempuan seperti itu jadi apa kamu bersedia untuk menjadi istriku" Drehi.


Nj(i)r aku di tembak oleh penghianat kerajaan Tjima.


"Tolong beri aku waktu untuk memikirkan ini".


Ueeek mana sudi.


Kemudian aku menggunakan skill analisa dan presentase untuk melihat apakah Drehi berbohong atau tidak.


'Skill analisa aktif'.


'Skill presentase aktif'.


Setelah mengaktifkan kedua Skill ini aku langsung melihat wajah Drehi untuk melihat presentase dia berkata jujur atau bohong dan skill analisa aku gunakan untuk memastikan bahwa semua kata yang Drehi katakan itu tidak bohong. Ketika aku melihat wajah Drehi, wajahnya menunjukan bahwa ajakan tadi memiliki presentase jujur sebesar 100%. Setelah itu aku menganalisa perkataan Drehi tadi aku takutnya dia menyimpan maksud tersembunyi dan skill analisaku tidak mendeteksi niat tertentu dari Drehi cuman niat menjadikan ku sebagai istrinya.


Hmm apa aku hancurkan dia dengan mengatakan bersedia.


"Jadi gimana Megumi apa kamu bersedia menjadi istriku?" Drehi.


"tapi kamu harus buktikan bahwa rencana kamu ini tidak akan gagal? Setelah itu aku akan bersedia menjadi istrimu".


Uek maksudku bersedia untuk mengahcurkan mu.


"Dan satu syarat lagi aku akan bersedia menjadi istrimu yaitu jangan gunakan sihir kegelapan ku apa kamu bisa?".


"Aku berjanji kepadamu tidak akan gagal dan aku juga berjanji tidak akan menggunakan sihirmu untuk keberhasilan rencana ini" Drehi bersungguh-sungguh.


Bagus-bagus semakin kamu bergantung kepadaku dan semakin kamu tidak ingin kehilangan ku. Aku bisa membuat mu hancur sehancur-hancurnya.


Setelah itu Drehi mengumpulkan anak buahnya untuk membahas rencana mereka. Setelah berkumpul Drehi pun langsung menjelaskan rencananya


"Sudah kumpul semua. Ok Sekarang aku akan menjelaskan rencananya, Megumi direncana ini aku membutuhkanmu apa kamu bersedia" Drehi.


"Ya selama itu tidak menggunakan sihirku aku bersedia".


"Aku mau kamu menyamar menjadi salah satu maid yang bekerja di istana" Drehi.


"Hah kenapa harus mejadi maid kan pekerjaan lain banyak".


"Iya tau tapi yang memiliki akses kemana saja di istana adalah maid jadi aku ingin kamu melihat kebiasaan Yusha-sama" Drehi.


"Terus masa cuman itu saja".


"Rencana selanjutnya akan aku kasih tau setelah kamu sudah tau seluk-beluk dan kelemahan Yusha-sama itu" Drehi.


"Lah kenapa begitu".


"Sudah sekarang kita bubar" Drehi.


Kemudian aku kembali ke penginapan untuk istirahat sesampai di penginapan aku melihat Ai di depan pintu penginapan yang aku tinggali sementara.


"Hah Ai dia sedang apa di situ".