SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
PENGHIANAT KERJAAN



"gawat kenapa?".


"Kerajaan ini berniat untuk menyerang desa slime!" Ai panik.


"Hah kenapa bisa seperti itu kan tujuan kerajaan ini untuk menyerang kerajaan Malio!".


"Iya memang tujuan nya seperti itu, tapi ketika mata-mata dari kerajaan ini ingin pulang ke sini mereka melihat 1 batalion tentara di desa slime dan mata-mata itu menganggap bahwa tentara yang ada di desa slime itu adalah tentara cadangan dari kerajaan Malio" Ai.


"Terus kalo mereka di anggap tentara cadangan kenapa harus yang cadangan itu yang di serang dulu?".


"Itu karena mata-mata dari kerajaan ini menganggap bahwa tentara yang ada di desa slime atau tentara cadangan itu sangat lah kuat kerena jumlah mereka yang tidak terlalu banyak dan mata-mata kerajaan ini juga melihat 1 orang yang memiliki mana sangat besar" Ai.


Mana sangat besar haaaah itu pasti adalah Maou.


"Terus apa yang harus kita lakukan?".


"Yang bisa kita lakukan adalah meminta kepada raja untuk menghentikan rencana untuk menyerang desa slime" Ai.


"Ya sudah tunggu apa lagi ayo kita ke raja".


Kemudian aku dan Ai berlari menuju istana untuk menyampaikan sebuah informasi dan juga untuk menghentikan rencana menyerang desa slime.


"Ren, Refsi ayo kalian juga ikut" Ai.


Nj(i)r beneran dong ada mereka berdua.


Aku, Ai, Ren, dan Refsi langsung sesegera menuju istana tapi ketika di pintu gerbang istana kita di hadang oleh prajurit penjaga gerbang istana.


"Kalian tidak diijinkan masuk, cuman Yusha-sama Ai saja yang boleh masuk" prajurit penjaga gerbang istana.


"Kenapa seperti itu dia juga kan Yusha-sama!" Ai marah.


"Kita cuman melaksanakan tugas dari atasan kami" prajurit penjaga gerbang istana.


"Tidak apa-apa sayang kita akan menunggu kamu disini".


"Ga bisa gitu dong sayang kita berdua kan Yusha-sama yang di panggil dari masa depan oleh kerajaan ini!" Ai.


"Udah tidak apa-apa kita tunggu kamu di sini".


"Aku berjanji kepada aku akan bisa menghentikan serangan ke desa slime" Ai.


Tidak lama kemudian aku terhempas ke tanah dan tangan ku langsung di ikat oleh seseorang. Bisa di bilang tidak lama ketika Ai masuk ke dalam istana aku, Refsi dan Ren di tangkap oleh prajurit kerajaan itu. Kemudian aku, Refsi dan Ren di bawa ke penjara bawah tanah sesampainya di penjara bawah tanah aku, Refsi, dan Ren di masukkan ke dalam sel.


"Dasar mata-mata kerajaan Malio" prajurit kerajaan Tjima.


Hah mata-mata dari kerajaan Malio apa yang mereka maksud.


"A Hare kenapa kita di tangkap dan kenapa mereka mengatakan kita sebagai mata-mata kerajaan Malio" Ren bingung.


"Tuan aku curiga di kubu kerajaan Tjima ada musuh dalam selimut" Refsi.


"Iya aku juga kepikiran hal yang sama sepertimu. Malahan aku curiga kejadian ini menjadi salah satu faktor Yama menjadi sejahat itu".


"Mungkin saja bisa jadi tuan" Refsi.


Kok makin lama semua ini menjadi menarik dan kasus baru juga banyak bermunculan ini sama seperti puzzle yang sangat sulit. Ok untuk sekarang aku akan mencari para penghianat kerajaan ini atau musuh dalam selimut di kerajaan ini.


"Refsi, Ren kalian masuk ke dalam Rumens".


"A Hare sudah kepikiran sebuah rencana" Ren.


"Hmm bisa di bilang seperti itu".


"Ok. Aku sangat percaya rencana tuan pasti berhasil" Refsi.


"Terimakasih kalian berdua udah percaya kepada ku".


"Rumens".


"Kalian berdua boleh masuk".


"Para Roh sekalian apa kalian tidak keberatan dengan kedatangan mereka berdua untuk sementara".


"Tidak tuan dan kami berjanji akan melindungi mereka berdua" salah satu Roh.


"Terimakasih para Roh sekalian".


Kemudian Refsi dan Ren masuk ke dalam Rumens setelah mereka berdua masuk aku langsung membuat 3 cloningan yang menyerupai aku, Refsi dan Ren. Setelah membuat cloning aku langsung mengunakan kedua Skill andalanku yang berguna untuk mengendap-endap.


'Skill transparan aktif'.


'Skill tembus aktif'


Nah kan sekarang aku bisa memata-matai mereka dengan leluasa, lagi pula aku sudah di anggap oleh mereka sebagai seorang mata-mata. Jadi jika kerajaan ini menginginkan di mata-matai ok akan aku mata-matai kerajaan ini Sampai para penghianat itu menyesal telah mengkambing hitamkanku. Untuk rencana awal aku akan melihat-lihat sekeliling kerajaan ini untuk mencari titik lemah kerjaan ini dan setelah itu aku akan memprovokasi para rakyat untuk memberontak dan tentu saja aku tidak akan menggunakan wajah asliku aku akan menggunakan wajah si penghianat itu agar dia tau akibatnya telah berurusan dengan ku.


Kemudian aku langsung menjalani rencanaku untuk berkeliling kerajaan untuk mencari titik lemah kerajaan ini. Ketika baru setengah proses untuk mencari titik lemah aku tidak sengaja melihat ada seseorang yang wajahnya mirip aku, Ren, dan Refsi. Karena itu aku curiga bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang mencurigakan. Sebelum mereka melancarkan rencananya aku langsung mendekati mereka dan membuat mereka pingsan setelah membuat mereka pingsan aku langsung menggunakan Skill Heal untuk mengubah wajah mereka seperti semula setelah mengubah wajah mereka aku langsung meninggalkan mereka.


Tapi belum jauh aku meninggalkan mereka aku melihat Nera menghampiri 3 orang yang menyamar menjadi aku, Ren, dan Refsi. Karena penasaran aku langsung mendekati mereka berempat tapi anehnya Nera tidak menyadari keberadaanku dan tubuh Nera tidak seperti biasanya.


"Hei kalian bangun jangan tidur, kenapa wajah kalian seperti ini lagi?" Orang misterius yang wajahnya seperti Nera.


"Iya bos kamu bangun masa bos" Salah satu orang yang berniat menyamar.


"Liat saja sendiri?" Orang misterius yang wajahnya mirip Nera.


"Eh iya kenapa bisa seperti ini. boss sendiri kenapa menyamar menjadi perempuan?" Salah satu orang yang berniat menyamar.


"Aku punya rencana tersendiri untuk mengaburkan kerajaan ini dari orang terdekat raja" Orang misterius yang wajahnya mirip Nera.


"Memangnya dia siapa boss?" Salah satu orang yang berniat menyamar.


"Orang ini adalah pacar dari Yama atau pacar dari anak raja itu" Orang misterius yang wajahnya mirip Nera.


Setelah mendengar itu aku langsung menjauh dari mereka dan kecurigaan ku benar bahwa orang itu bukan Nera yang asli. Setelah dirasa sudah cukup jauh aku langsung menggunakan sihir Pehaluhruan untuk mencari keberadaan Nera.


"Pehaluhruan".


Ok sekarang Nera ada dimana. Hmm sepertinya Nera tidak ada di istana ini kemudian aku langsung keluar untuk mencari Nera tapi karena aku tidak tau harus kemana aku memutuskan untuk menggunakan sihir Roh yang bisa mencari keberadaan seseorang agar lebih cepat.


"Rumens".


"Para Roh sekalian adakah dari kalian yang memiliki sihir untuk mencari seseorang secara singkat?".


"Itu aku tuan" salah satu Roh menjawab permintaanku.


Kemudian Roh yang memiliki sihir itu keluar dari Rumens. Setelah keluar dari Rumens Roh itu mencari ku.


"Tuan tuan berada di mana?" Roh.


"Aku disini".


"Di sini di mana?" Roh.


"Oh iya maaf Skill ku masih aktif".


'Skill transparan nonaktifkan'.


"Aaaaaaa. Tuan aku kaget tuan tiba-tiba muncul di situ".