
"Eeeehhh Yusha-sama aku tidak salah dengarkan?" Yama.
"Tidak aku memang demi-human".
Setelah aku mempertegas ekspresi wajah mereka seperti kaget sekali.
"Sungguh Yusha-sama tidak berbohong?" Wanita setengah laba-laba.
"Iya aku benar-benar seorang demi-human. Apa perlu bukti".
"Tranfor. Gimana percaya?".
"Eeee Yusha-sama apa kamu setengah iblis?".
"Bukan aku itu setengah naga".
Ketika aku bicara demi-human naga raut wajah Yama dan wanita laba-laba itu seperti tidak percaya.
"Apa kalian tidak percaya?".
"Bukan tidak percaya. Kita cuman bingung kenapa kamu cuman bisa mengeluarkan sayap dan tanduk saja?" Yama.
"Oh itu karena kebanyakan gen yang diturunkan kepada ku itu adalah gen manusia".
"Eh tunggu-tunggu. Apa orang tuamu berbeda ras" wanita laba-laba.
"Iya. Maka dari itu aku cuman bisa mengeluarkan ini aja, berbeda dengan kakak dan adik ku mereka bisa mengubah seluruh tubuh mereka menjadi naga".
"Terus Ayah dan ibumu berasal dari ras apa?" Yama.
"Oh ayahku itu ras manusia sedangkan ibuku ras naga".
"Apa pernikahan beda ras bisa menghasil kan anak?" Wanita laba-laba.
"Ah maksud".
"Maksudnya apakah kita bisa meneruskan keturunan dengan berbeda ras?" Wanita laba-laba.
"Bisa kan contohnya ada di depan kalian".
"Oh iya hehehehe" Yama.
Seketika raut wajah Yama dan wanita laba-laba itu menjadi senang tapi yang jadi pertanyaan ku adalah nama wanita itu siapa nj(i)r.
"Oh iya Yusha-sama aku belum memperkenalkan diri ku. Namaku Nera Arachnera, panggil aku Nera saja" Nera.
"Ok dan jangan panggil aku Yusha-sama panggil aku Hare saja karena lama kelamaan kalo di panggil Yusha-sama lama-kelamaan jadi risih".
"Ok" Yama dan Nera.
Kemudian aku, Yama dan Nera bubar atau meninggal kan tempat tadi. Haaaah bosen sekali apa aku jalan-jalan malam dulu saja sembari melihat-lihat negara ini di malam hari. Kemudian aku memutuskan untuk menjelajahi kota terdekat sesampainya di kota aku langsung menjelajahinya belum lama aku berjalan leherku seperti ada yang menebas dari belang tapi untungnya Skill tembus ku masih aktif kemudian aku melihat kebelang dan benar saja yang menyerangku adalah orang misterius yang menggunakan topeng.
"Waw lumayan juga serangan mendadak kalian".
"Hah tidak mungkin kamu masih hidup aku yakin sekali tadi aku menebas lehermu" orang misterius yang menggunakan topeng.
"Oh tadi kamu berniat menebas leherku. Tapi sayang sekali itu tidak berhasil hahahaha".
"Dasar monster" orang misterius yang menggunakan topeng.
"Hah monster sudah jelas-jelas aku ini manusia".
"Jangan berbohong mana ada manusia memiliki tanduk, sayap dan ekor" orang misterius yang menggunakan topeng.
Kemudian aku melihat tubuh samping dan memegang kepalaku, oh iya lupa aku tidak mengubah diriku menjadi manusia lagi.
"Tranfon".
"Nah gimana sekarang kalian percaya aku manusia".
Setelah aku mengubah wujud menjadi manusia orang misterius yang menggunakan topeng langsung menyerang ku tanpa aba-aba lagi. Dan hasil nya sama saja karena Skill tembus ku masih aktif.
"Kenapa kamu masih menyerang ku?".
"Aku sangat butuh kepala mu!" orang misterius yang menggunakan topeng.
"Hahaha untuk apa lagi ya tentunya untuk di jual dengan harga tinggi. apa lagi kamu adalah demi-human!" orang misterius yang menggunakan topeng.
"Memangnya semahal apa sampai-sampai kamu sangat ingin membunuhku?".
"Tidak akan aku jawab karena sebentar lagi kamu akan mati!" orang misterius yang menggunakan topeng.
"Coba saja kalo bisa!" Aku sengaja mengatakan kata-kata itu dengan tersenyum.
Akhirnya aku bisa menguji kekuatan rasengan versi ku sendiri. Kemudian orang misterius yang menggunakan topeng langsung menyerangku dengan teknik pedang dua. Waw pengguna pedang dua ok aku tidak akan kalah kemudian aku mengeluarkan kedua pedangku menggunakan sihir itembox.
"Waw kamu juga pengguna teknik pedang dua?".
"Jangan banyak bacot ayo kita liat siapa yang lebih kuat!" Orang misterius yang menggunakan topeng.
"Siapa takut".
"Itembox. Nah sekarang ayo kita bertarung".
"Hahaha kuda-kuda macam apa itu" orang misterius yang menggunakan topeng.
Ini sebenarnya kuda-kuda aku menirunya dari anime yang pernah aku tonton. Kemudian orang misterius yang menggunakan topeng itu menerang ku dengan kedua pedang nya. Kemudian aku menangkisnya dengan sangat mudah malah sangking mudahnya aku menangkisnya cukup dengan satu pedang kecil ku.
haaaaah serangannya sangat monoton malah semua serangan dia bisa aku tangkis dengan mata tertutup. Aha apa aku pura-pura lengah dengan cara pedangku terlempar jauh karena serangannya dan aku pura-pura terjatuh agar aku bisa mengeluarkan rasengan versi ku sendiri hmm bukan ide buruk juga ok aku akan pura-pura lengah. Kemudian ketika orang misterius yang menggunakan topeng menyerang sekali lagi aku sengaja berpura-pura lengah dan terjatuh. Setelah aku terjatuh benar saja prediksiku dia langsung menodongkan pedangnya.
"Hahaha akhirnya aku bisa mengalahkan mu!" Orang misterius yang menggunakan topeng sembari mengarahkan pedangnya ke hadapanku.
"Apa kamu yakin?".
"Water air light".
"Apa yang akan kamu lakukan!" Orang misterius yang menggunakan topeng.
"Rasengan".
Duaaakkk orang misterius yang menggunakan topeng terlempar 50 meter dan menghancurkan 1 rumah warga yang tidak bersalah.
Nj(i)r satu rumah roboh akibat rasenganku.
'Skill transparan aktif'.
Kabur ah. Kemudian aku menjauhi tempat TKP aaaakkkkhhhiiirrrnya aku bisa mencoba rasengan versiku untuk menjadi serangan tapi aku juga kasian ke orang misterius itu. Tapi bodo amat suruh siapa dia tiba-tiba menyerangku dan terima saja akibatnya paling besok yang suruh mengganti kerugian bangunannya dia yang terpenting aku sekarang kembali ke kamarku. Sepertinya besok badan ku pada sakit. Sesampainya di kamar ku aku langsung menonaktifkan kedua Skill ku.
'Skill transparan non aktif'
'Skill tembus nonvaktif'.
haaaah sekarang waktunya tidur.
Pagi pun tiba.
"Sayang waktunya bangun" Ai.
"Lima menit lagi".
"Sayang ayo bangun, ada tempat yang ingin aku tunjukan kepada mu" Ai memaksa.
"Iya-iya aku bangun sekarang".
Setelah aku bangun Ai meminta Lily untuk menggantikan pakaianku dan dia. Setelah selesai mengganti pakaian aku di tarik Ai ke suatu tempat setelah sampai Ai langsung menunjukan kepadaku tempat yang ingin dia tuju.
"Sayang tempat iiiin-" Ai.
"Tempat apa aaaaaaaahhhhh" aku sebenarnya masih sangat mengantuk.
"Kenapa tempat tempat ini bisa ancur seperti ini" Ai aga kesal.
"Maaf tuan Yusha-sama tempat kamu mengalami insiden semalam" salah satu karyawan.
"Siapa yang berani menghancurkan tempat ini!" Ai kesal campur marah.
"Kalo itu sudah kami urus" salah satu karyawan.
Hah bangunan yang ingin Ai tunjukkan kepadaku hancur dan kebetulan sekali kemarin malam aku baru saja menghancurkan sebuah rumah. Kemudian aku melihat kedepan, Aah benar saja itu bangunan yang aku hancurkan.