
"ada apa disini" prajurit kerajaan.
"Wanita itu sudah menganiaya saya dengan cara menendang ******** saya" lelaki misterius.
"Anda bisa ikut saya" prajurit kerajaan.
"Lah kenapa saya anda tidak liat muka saya".
Kemudian prajurit kerajaan itu langsung menangkap lelaki misterius itu.
"Awas saja kamu akan menyesali perbuatanmu ini!" Lelaki misterius.
"Aku tunggu" aku mengatakannya dengan nada menantang.
Para prajurit kerajaan langsung membawa pria misterius itu kedalam kereta kuda. Tidak lama setelah itu datang segerombolan perempuan yang langsung mewawancaraiku.
"Hei apa kamu tidak dengan orang tadi?" Salah satu perempuan yang menghampiriku.
"Buat apa takut sama-sama makan nasi ini kalau dia makan beling, paku, bangunan rumah, racun tikus, lem tikus, dan besi baru aku aga takut".
Setelah aku mengatakan itu semua perempuan yang menghampiriku menjadi terkagum-kagum.
Sebenarnya di kehidupanku sebelumnya aku pernah di buat kerepotan oleh orang yang hobi ngemillin besi.
"Memangnya orang yang tadi di tangkap siapa sih?".
"Apa kamu tidak tau dia?" Salah satu perempuan yang menghampiriku.
"Enggalah makanya aku tanya kepada kalian?".
"Dia itu pemimpin dunia bawah di kerajaan ini" salah satu perempuan yang menghampiriku.
Wow ternyata di sini juga ada dunia bawahnya, aku makin tidak sabar mengacak-acak kehidupan si penghianat kerajaan Tjima atau Drehi dan juga tidak sabar mengacak-acak dunia bawah itu dengan menggunakan wajah penghianat kerajaan Tjima atau Drehi.
Tidak lama kemudian Drehi datang tapi ketika Drehi datang para perempuan di sekitarku teriak tidak karuan seperti seorang perempuan bertemu dengan idola mereka.
"Pantas saja aku cari ga ada ternyata kamu di sini Megumi" Drehi.
"Aaaaaaaa Drehi sama" perempuan di sekitarku.
"Iya aku bosan di penginapan, makanya aku keluar untuk mencari masa- bluah maksudku mencari angin pagi".
"Hahaha memang karakter kamu banget ga bisa diem di satu tempat" Drehi ketawa kecil.
"Jangan meledekku" aku sengaja menanggapi gombalannya.
Ya sebenarnya aku bisa saja tinggal di penginapan itu dan tidak keluar untuk waktu yang lama. Tapi karena ini masalah serius aku harus segera bertindak sebelum Ai menjadi kerepotan dan marah kepadaku karena tidak membantunya.
Tidak lama setelah Drehi datang aku mendengar suara perempuan yang tidak asing di telingaku.
"Drehi kamu dimana" perempuan yang suaranya tidak asing untukku.
"Aku disini" Drehi.
Duh pantas saja suaranya tidak asing ternyata suara itu adalah suara Ai.
Tidak lama langsung berpindah tempat menggunaka skill teleport tapi sebelum aku berpindah tempat aku memberi tahu Drehi tempat aku berpindah.
"Drehi jika kamu mencari ku aku ada di penginapan, dan jika kamu ingin bertemu ku datanglah sendiri. Bye".
'Skill teleport aktif'
Setelah aku berteleport ke penginapan aku mengambil napas panjang.
Ahhhhhhaaaaaaaahhhh hampir aja penyamaran ku ketahuan oleh Ai bisa gawat kalo Ai mengetahuiku sekarang. Aku tidak mau rencana ku terganggu oleh Ai ya walaupun aku tau Jika rencana ini dibantu oleh ya masalah ini akan cepat selesai tapi aku tidak mau masalah ini cepat selesai. Karena aku belum menerima Ren dan Refsi di perlakukan seperti kemarin malahan aku sangat tidak terima ketika aku, Ren dan Refsi di kambing hitamkan.
Tidak lama ada yang mengetuk pintu kamar penginapan ku.
Tok tok tok.
"Iya sebentar".
Kemudian aku membukakan pintu, ternyata yang datang adalah Drehi. Tapi sebelum masuk aku menggunakan Skill analisa karena aku takut Ai mengikutinya
Hmm aman dia datang sendiri.
Kemudian aku membiarkan Drehi masuk ke kamarku.
"Silangkan masuk".
"Oh iya makasih" Drehi dengan ekspresi wajah aga malu.
"Ada apa kamu menemuiku?".
"Aku cuman mau liat saja kondisi kamu, oh iya ngomong-ngomong kenapa tadi ketika ada Yusha-sama kamu pergi" Drehi.
"Sebenarnya aku sangat tidak suka Yusha-sama karena suatu alasan" aku sengaja mengatakan itu agar wajah asli Drehi muncul.
"Kalau boleh tau apa alasan kamu membenci Yusha-sama?" Drehi.
"Aku tidak akan mengatakannya kepada orang yang dekat dengan Yusha-sama" aku berpura-pura marah dengan memalingkan pandanganku.
"Memangnya kami terlihat dekat" Drehi menunjukan wajah kebencian.
"Kenapa ekspresimu seperti itu".
"Sebenarnya ketika Yusha-sama datang aku seperti di pinggirkan oleh orang-orang yang lebih penting di istana" Drehi aga marah dan kesal.
Hmm untuk sekarang aku berhasil membuatnya membuka topeng ya walaupun cuman sedikit.
"Eh maaf aku malah curhat" Drehi.
"Iya tidak apa-apa, aku jadi lebih lega karena ada orang yang mengerti perasaanku tentang Yusha-sama".
(Catatan ketika aku berbicara dengan Drehi aku sengaja skill analisaku di biarkan aktif agar dapat melihat Drehi berbicara jujur atau bohong).
"Terus apa alasanmu Sampai kamu membenci Yusha-sama" Drehi.
Hmm aku cerita apa ya agar terlihat lebih meyakinkan bahwa aku ada di pihak Drehi, hmm aha aku ceritain saja bahwa asalnya aku ini adalah fans Yusha-sama atau Ai, tapi karena suatu alasan aku di benci oleh teman, keluarga dan atasan ku.
"Sebenarnya dulu aku adalah fans Yusha-sama tapi setelah aku kenal Yusha-sama aku tiba-tiba di jauhi oleh teman-temanku, di pecat dari pekerjaan ku dan di usir dari rumahku sendiri. Tapi aku tidak tahu sebabnya itu apa".
"Mungkin sebabnya karena kamu dianggap mereka adalah pembawa sial" Drehi mengatakan itu sembari senyum jahat.
Nice Skill analisaku menunjukan ekspresi Drehi Seperti mengajakku ke dalam partynya atau kelompoknya. Hmm apa aku katakan kalimat provokasi kepadanya agar aku di tawari masuk ke dalam party atau kelompoknya.
"Hah memangnya ada kejadian seperti itu?" Aku sengaja menunjukan ekspresi depresi.
"Iya itu terjadi kepada temanku yang akrab dengan Yusha-sama" Drehi menunjukan ekspresi sedih.
Hmm sedih mu dibuat-buat Drehi aku tidak akan bisa kamu bohongi. Aku akan pura-pura bersimpati agar mendapatkan hatinya.
"Yang sabar memangnya temanmu sekarang dimana?".
"Temanku sudah di eksekusi oleh kerjaan Tjima karena di tuduh meniduri sang Yusha-sama?" Drehi pura-pura menangis.
Hahahaha tidak semudah itu ferguso untuk membuatku masuk kedalam kebohonganmu karena skill analisaku yang masih aktif. Aku bisa melihat kenyataan dari ceritamu ,dan cerita sebenarnya adalah temanmu lah yang sangat mudah untuk memakan umpanmu. Bisa di bilang temanmu itu adalah tumbal untuk mencoba rencana yang sekarang kalian jalani.
"Dan temanku berpesan kepadaku untuk membalaskan dendamnya" Drehi masih pura-pura menangis.
"Udah-udah, aku sangat prihatin soal temanmu".
"Iya makasih. Ngomong-ngomong apa kamu tertarik untuk masuk kelompok ku?" Drehi.
Ini dia ini dia ini dia undangan untuk ku hore akhirnya, ehem aku harus tenang dulu aku harus pura-pura bertanya kelompok apa.
"Hah kelompok apa memangnya kita akan melakukan apa?".
"Kita akan menghancurkan yusha-sama!" Drehi.
"Hmm tidak buruk juga rencana mu, lagi pula aku juga sudah sangat dendam dengan Yusha-sama karena di aku menjadi seperti sekarang".
"Ok nanti malam akan ada yang menjemputmu dan menjelaskan tugasmu apa kamu bersedia?".