SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
RENCANA MENGHANCURKAN PENGHIANAT PART 5 DAN LIBURAN BERSAMA LISA DAN AI



Ke esokan harinya aku diperintahkan oleh Lily untuk istirahat karena itu aku mensyukurinya kemudian aku mendengar obrolan Maid yang lain tentang diriku kemarin kemudian ada satu Maid yang ke kamar ku.


"Shii kamu tidak apa-apa" salah satu Maid.


"Tidak apa-apa cuman shock aja".


"Aku dan Maid yang lainnya minta maaf karena tidak bisa membantu mu kemarin" salah satu Maid.


"Iya tidak apa-apa lagi pula itu masa lalu. Dan kejadian itu aku jadikan pembelajaran bagiku".


"Aku respect kepadamu" salah satu Maid.


"Respect apa?".


"Respect karena kamu bisa bangkit kembali setelah kejadian itu" salah satu Maid.


"Yah karena kita hidup jangan lihat di satu sisi saja tapi kita juga harus melihat dari sisi yang lain walaupun sisi yang lain tidak semanis sisi yang kita lihat".


"Oh iya Shii kamu tau orang yang melecehkanmu kemari itu ternyata bukan Yusha-sama Hare melain kan orang lain dan dia di hukum mati di depan masyarakat tadi pagi" salah satu Maid.


Oh berati kemari Drehi menuruti saran ku. Hmm bagus-bagus satu penghianat kerajaan telah lenyap Berarti tinggal 3 lagi penghianat yang harus di lenyapkan. Dan rencana ku untuk membersihkan namaku berhasil.


"Tapi Shii kita belum bisa tenang karena kata orang itu ketika akan di eksekusi katanya masih ada 4 penghianat yang berkeliaran di kerjaan ini" salah satu Maid aga ketakutan.


"Tenang saja kepala Maid pasti akan melindungi kita".


Kemudian Maid itu menunjukan ekspresi wajah lega. Setelah itu aku berniat untuk mencari udara segar ke kota tapi niatku terhalang karena suatu alasan yaitu aku malas berjalan malahan aku sekarang cuman mau bermalas-malasan di kamar ini. Tidak lama Maid yang menemani ku di panggil oleh Lily untuk melaksanakan tugas menemani Yusha-sama Ai keluar.


Karena mendengar itu aku langsung meminta kepada Lily untuk ikut.


"Kepala Maid boleh kah aku ikut dia untuk melayani Yusha-sama Ai".


"Apa kondisi kamu sudah baik-baik saja?" Lily.


"Sebenarnya aku masih takut. Tapi kalau aku tinggal diam disini aga bosan juga".


"Iya terserah kamu aja" Lily.


Setalah itu aku mengganti pakaian yang asalnya baju tidur menjadi baju kerja/seragam Maid.


"Hei tunggu aku".


Setelah aku menyusul salah satu Maid yang tadi menemani ku. Maid itu menggelembungkan pipinya atau menunjukan ekspresi sebal kepadaku.


"Hei kamu kenapa seperti sebal gitu. HAAH apa karena aku ikut?".


"Bukan karena itu aku sebal karena kamu memanggil aku Hei bukan memanggil dengan nama ku" salah satu Maid yang menemaniku tadi.


Oh jadi masalahnya itu aku kira apa.


"Oh aku kira kamu sebal karena aku ikut. Lagi pula dari tadi kamu belum memperkenalkan dirimu".


"Astaga aku lupa perkenalkan nama ku Lisa salam kenal Shii" Lisa.


"Iya".


Sampailah kami di depan gerbang istana untuk menunggu Ai. Tidak lama Ai datang ke depan gerbang kemudian aku langsung memelukku dengan erat.


"Shii kamu kemarin pasti ketakutan kan" Ai.


"Yusha-sama aku tidak bisa bernapas".


"Oh maaf. Terus apa kamu sekarang baik-baik saja" Ai khawatir.


"Terimakasih Yusha-sama sudah mengkhawatirkanku aku baik-baik aja".


"Syukurlah" Ai langsung memelukku.


"Kenapa kemarin kamu tidak memberitahuku bahwa kamu di lecehkan" Ai memelukku sembari berbisik kepada ku.


"Kalo aku memberitahumu mungkin rencana ini akan gagal. Lagi pula aku tidak benar-benar di lecehkan aku malah kejadian kemarin adalah sandiwara ku saja" aku berbisik kepada Ai.


"Yusha-sama sekarang kita akan kemana" Lisa.


"Sebenarnya aku tadinya ingin mengajak kamu berbelanja dan makan di cafe itu saja. Berhubung ada Shii jadi kita bersenang-senang saja di tempat pembelanjaan, ini sebenarnya sebagai bentuk terimakasihku karena kamu selalu ada untukku terimakasih atas kerja keras kamu selama ini Lisa. Let's go" Ai tersenyum.


Setelah itu pipi Lisa menjadi merah.


"Lisa kamu tidak apa-apa".


"Tolong jangan liat aku dulu Shii" Lisa.


haaaah melihat wajah malu Lisa, dan melihat senyuman Ai membuatku menjadi lebih tenang dan bahagia. Kemudian aku mengikuti mereka berdua ketika aku melihat mereka berdua berjalan layaknya seorang teman dekat itu membuatku merasa lega kerena selama ku tidak ada ternyata Ai sudah memiliki sosok sahabat di kerjakan Tjima ini.


"Shii ayo bergabung dengan kami" Ai.


"Tidak aku disini aja, Lisa sini barang-barangmu biar aku yang membawanya".


"Sudah tidak apa-apa Shii ayo kamu bergabung dengan kami" Lisa.


Kemudian kami bertiga ke butik.


"Lisa lihat deh baju ini lucu" Ai.


"Eh iya, Yusha-sama kenapa kamu tidak coba aja baju ini pasti cocok untuk Yusha-sama" Lisa.


"Hmm menurut ku engga deh Lisa coba kamu pakai baju itu" Ai.


"Tidak deh Yusha-sama" Lisa menolak.


"Cepat pakai ini perintah" Ai.


"Baik Yusha-sama" Lisa.


haaaah sipat memaksanya keluar.


"Shii kamu juga cepat pakai baju ini" Ai melirik ku.


"Tidak usah Yusha-sama aku kan sedang bertugas".


"Shii" Ai dengan nada memaksa.


"Shii terima saja Yusha-sama akan terus memaksamu" Lisa.


"Imut dan cocok sekali baju itu untuk mu Lisa" aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Shii" Ai.


"Shii menyerah saja lah" Lisa.


"Tidakkkk".


Kemudian aku di didorong ke ruang ganti. Karena terpaksa aku jadi menggunakan baju pilihan Ai. Setelah selesai Ai dan Lisa seketika terdiam sejenak.


"Pasti baju ini tidak cocok untuk ku ya?".


"Eh maaf Shii kamu sangat cantik menggunakan baju itu aku saja sampai terpesona karena kecantikanmu" Lisa.


"Shii menikahlah bersama ku" Ai.


haaaah dan terjadi lagi 2 orang terpesona oleh ku.


"Dan sekarang giliran mu Yusha-sama dan jangan coba-coba untuk kabur".


Kemudian aku dan Lisa memilihkan baju untuk Ai. Setelah ketemu aku dan Lisa langsung memberikannya kepada Ai.


"Ini Yusha-sama sekarang kamu pakai, pakaian yang kami pilih" Lisa.


Kemudian Ai masuk ke kamar ganti setelah selesai wajah Ai menjadi memerah.


"Bbbaaagaimana aneh ya?" Ai tidak percaya diri.


"Tidak Yusha-sama itu cocok sekali untuk mu" Lisa.


Sangking cocoknya aku jadi tidak bisa melihatnya.


"Benarkan Shii" Lisa.


"Iya itu sangat cocok untukmu Yusha-sama" aku sembari memalingkan pandangan.


Setelah itu Ai langsung membayar baju yang kami pakai.


"Yusha-sama padahal jangan repot-repot" Lisa.


"Sudah tidak apa-apa. Lagi pula yang berjasa besar dikasus kemarin adalah kalian para Maid terutama kamu Shii, jadi jangan sungkan" Ai.


Setalah itu Ai membawa ku dan Lisa ke sebuah cafe, tapi ketika di perjalanan Ai meminta aku dan Lisa jangan memanggilnya Yusha-sama Ai ingin di, aku dan Lisa memanggil namanya. Sesampainya di cafe kebiasaan Lisa muncul yaitu mempersilahkan duduk Ai sebelum dirinya.


"Silahkan Ai" Lisa.


"Lisa sudah ku bilang mulai sekarang kalo kita berdua atau bertiga bersama Shii tolong prilakukan ku sebagai teman bukan sebagai tuan" Ai.


"Oh iya maaf Yusha-sama" Lisa.


"Lisaaa!" Ai.


"Oh iya maaf Ai" Lisa.