
Di pertandingan 5 set aku berhasil menang dengan skor 3 - 2.
"Aaaaaaaaa kalah lagi" Yama.
"Lumayan juga permainan mu Yama".
huuuuh hampir saja aku kalah.
Setelah itu aku langsung bersalaman dengan Yama. Setelah pertandingan 5 set tadi aku langsung berencana pulang karena kondisi tubuh ku sangat cape.
"Yama aku pulang dulu".
"Plis jangan dulu, ayo bertanding 5 set lagi" Yama.
"Kamu gila satu set aja aku kemungkinan ga akan kuat".
"yaaahh kalo gitu bagaimana besok pagi-pagi kita tanding pagi?" Yama.
"ga makasih".
Setelah itu aku langsung kembali ke penginapan yang di sarankan kepala desa. Baru saja berjalan sebentar aku melihat Ai dan Miyami.
"Hare kebetulan ada kamu sini aku mau tanya sesuatu?" Miyami.
haaaaaah baru saja lolos dari Yama sekarang kakak yang akan merepotkan ku.
"ada apa?".
"aku mau bertanya?" Miyami.
"iya tanya apa!".
"sayang sabar sabar jangan ngegas" Ai.
"iya maaf, aku cuman ingin bertanya apakah benar Nera, pacar adik ku itu masih hidup?" Miyami.
"iya aku sembunyikan dia di desa slime sebelum kejadian penghianat Drehi".
"kamu ga bercanda kan?" Miyami.
"kalo ga percaya ayo ikut aku ke desa slime bareng dengan Yama dan yang lainnya".
"kapan?" Miyami.
"rencana besok".
Setelah itu aku dan Ai pergi meninggalkan Miyami kemudian aku dan Ai mencari kepala desa Bandi untuk mengetahui Maou, Ren, Refsi, Shiro, dan Hanabi pergi ke penginapan mana. Tidak lama aku dan Ai mencari kepala desa Bandi, aku dan Ai menemukan kepala desa Bandi sedang mengobrol dengan pengunjung lain yang datang ke desa Bandi.
"Kepala desa orang orang yang tadi aku titipkan mereka menuju penginapan mana?".
"Kalian tunggu dulu di sini nanti aku antar ke penginapan nya, sekarang aku ingin mengantar para pengunjung ini untuk berkeliling desa" Kepala desa Bandi.
"Ok kami tunggu" Ai.
Kemudian kepala desa Bandi pun pergi untuk mengantar pengunjung baru mengenal desa Bandi. Sembari menunggu Ai mengajak ku bermain sambung kata.
"Sayang dari pada kita gabut di sini mending kita main sambung kata" Ai.
"hmm ok".
"mulai dari ku" Ai.
"ku kucing".
"cing cingcau" Ai.
"ok main nya gitu cau hmm, cause".
"itu bukan benda atau pun hewan" Ai kesal.
"Ya bodo amat kan itu juga kata".
"ok ok, se ya Semarang" Ai.
nj(i)r sekarang rang kata apa yang awalan nya rang.
"rang hmmm aha, rangka".
"sial dia bisa jawab, Ka kamu" Ai.
"mudah".
"dah, ih kamu mah mainnya menjebak" Ai kesal.
"kamu juga gitu, gimana kamu menyerah".
"engga dong, dah yah dahlah" Ai.
nj(i)r masih bisa jawab.
"han yang handuk".
"duk, dukuh" Ai.
"kuh kata apa yang awalnya kuh Aaaaaaa".
"gimana mau nyerah?" Ai.
"haaaah terpaksa deh, iya aku menyerah".
"hahahaha gitu dong dari tadi" Ai.
"ya gimana lagi kata yang awalannya kuh itu tidak ada?".
"kata siapa kuhsam" Ai.
"itu kusam woy ga pake h!".
"fiks mulai gombal".
"kuhanya mencintaimu. cia" Ai.
"garing".
tidak lama kemudian kepala desa Bandi tiba di hadapan kami.
"maaf sudah membuat kalian menunggu" Kepala desa Bandi.
"iya tidak apa-apa".
Setelah itu aku di antar oleh kepala desa Bandi menuju menginapan Maou, Ren, Refsi, Shiro dan Hanabi. Sesampainya di penginapan aku dan Ai sudah di tunggu oleh Hanabi, Ren, dan Refsi.
"Kalian bertiga kenapa ada di luar" Ai.
Tidak lama kemudian Hanabi langsung memeluk ku dan Ai.
"eh ada apa Hanabi".
"Aku sangat khawatir dengan papa dan Tante Ai" Hanabi.
Ketika Ai di bilang Tante oleh Hanabi raut wajah Ai marah campur senang.
[Refsi Hanabi sebenarnya kenapa?].
[dia khawatir tuan tidak kembali lagi] Refsi.
oh itu penyebabnya ok akan aku biarkan Hanabi memeluk ku sampai dia puas.
Setelah Hanabi puas memeluk ku Ai langsung mengajak ku untuk menikah.
"Sayang ayo kita menikah sekarang" Ai.
"nj(i)r umur kita juga belum mapan untuk menikah".
"biarin tidak apa apa, karena di dunia ini aturan itu sudah tidak berlaku hehe" Ai.
"kenapa sih kamu ingin cepat cepat ngajak aku nikah".
"karena aku ingin Hanabi memanggil ku ibu atau mama" Ai.
"iya tunggu dulu sampai aku mapan dan siap untuk menafkahi mu".
"aku harus nunggu berapa lama lagi?" Ai.
"tunggu saja".
setelah itu aku, Ai, Hanabi, Ren, dan Refsi menuju ke kamar yang telah mereka sewa sesampainya di pintu kamar aku dan Ai langsung di tarik oleh Hanabi untuk masuk ke kamarnya.
"Papa dan Tante Ai tidur di sini bersama ku". Hanabi
"ehh beneran aku boleh tidur di sini bersama kalian" Ai senang.
"iya lagi pula kan tante Ai akan menjadi ibu sambungku" Hanabi tersenyum.
Setelah itu Ai langsung memeluk Hanabi dengan erat. setelah itu aku langsung tiduran di sofa yang ada di kamar.
"ehh Papa kenapa Papa tidur di situ" Hanabi.
"iya nih, sayang sini tidur bersama kami" Ai menggoda ku.
"enggak kita belum muhrim".
"Sudah kubilang aturan di dunia kita sebelum nya sudah tidak berlaku di sini" Ai menggoda ku sembari mendekati ku.
"kalo kamu mendekat satu langkah lagi aku akan menggunakan skill teleport".
Setelah aku ancam Ai tidak berani mendekati ku lagi. tidak lama kemudian Ai dan Hanabi pun tertidur di kasur tetapi mereka tidak menggunakan selimut dengan benar kemudian aku mendekati Hanabi dan Ai yang sedang tertidur lelap. kemudian aku membenarkan selimut mereka.
jika di lihat lihat mereka berdua sangat cantik dan imut ketika tertidur.
"Selamat malam kedua bidadari cantik ku".
kemudian aku kembali ke sofa setelah itu aku langsung melentangkan badanku, setelah itu aku langsung tidur.
pagi pun tiba aku di bangunkan oleh Ai dan Hanabi.
"Sayang ayo bangun" Ai.
"Papa ayo bangun" Hanabi.
"iya aku bangun".
kemudian aku, Ai dan Hanabi keluar kamar kemudian aku, Ai, dan Hanabi menuju ke kantin atau ruang makan di penginapan itu setelah aku, Ai, dan Hanabi sampai di ruang makan ternyata di meja makan penginapan tersebut sudah tertulis nama ku, Ai, dan Hanabi setelah itu aku, Ai, dan Hanabi langsung duduk di meja tersebut kemudian tidak lama aku, Ai dan, Hanabi di suguhkan makanan.
"Silahkan di nikmati" resepsionis penginapan.
"terimakasih".
setelah menyuguhkan makanan resepsionis penginapan tersebut langsung meninggalkan aku, Ai dan Hanabi.
"ngomong yang lain kemana?".
"mereka sedang siap-siap" Ai.
"berati mereka sudah sarapan?".
"iya Papa mereka sudah dari tadi sarapan" Hanabi.
"Syukurlah".
kemudian aku, Ai, dan Hanabi melanjutkan sarapan.