SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
PERJALANAN MENCARI AI PART 6 DAN PAHLAWAN KEDUA



Setelah konflik dengan bandit kami pun langsung melanjutkan perjalanan untuk mencari Ai. Sesampainya di gerbang kerajaan Tjima kami dimintai surat ijin untuk masuk ke kerajaan.


"Boleh liat surat ijin anda?" Prajurit penjaga gerbang.


Duh ini gimana mana apa aku maksa masuk aja?. Tapi tunggu kalau aku memaksa masuk aku, Ren dan Refsi bisa saja langsung di cap sebagai buron dari kerajaan lain. Apa aku berbohong saja dengan mengatakan surat ijin kami di rampas para bandit, hmm mungkin bisa dicoba.


"Eeeee surat ijin kami di ambil oleh bandit dan cuman baju kami saja yang tersisa?" Aku berpura-pura sedih.


"A bukannya tadi a Hare mengalahkan mere--" aku langsung menutup mulut Ren.


haaaaah aku lupa adikku ini aga bodoh dan tidak bisa melihat situasi.


"Ren kamu cukup berpura-pura kalo kita yang kalah oleh bandit, agar kita bisa masuk ke dalam. Mengerti!".


"Iya a" Ren mengangguk.


"Hah mengalahkan?" Prajurit penjaga gerbang.


"Bukan maksudnya kita di kalahkan oleh bandit, hehehe".


"Oh tapi bandit di dekat sini tidak seramah itu?" Prajurit penjaga gerbang.


"Sudah lah tuan jujur saja. kalo tuan tadi membuat para bandit itu kabur!" Refsi.


"Hah apa itu benar?, Bagaimana cara mu membuat para bandit kabur!" Prajurit penjaga gerbang.


"Iya itu benar. Tuanku mengalahkan 1 bandit dengan sadis dan sisa bandit nya kabur terbirit-birit" Refsi.


"Kalo gitu mana bukti kalian mengalahkan bandit itu?" Prajurit penjaga gerbang.


Hmm mampus prajurit itu minta bukti sedangkan aku ataupun mereka tidak mempunyai bukti apapun. Tapi tidak lama datang sebuah kereta kuda yang membawa barang.


"Boleh aku minta surat ijinnya" prajurit penjaga gerbang.


"Oh iya ini" pedagang yang membawa kereta kuda.


"Ok akan kami periksa kelengkapan barang anda?" Prajurit penjaga gerbang.


"Silahkan saja" pedagang yang membawa kereta kuda.


Kemudian prajurit penjaga gerbang meriksa kereta kuda yang tadi datang, setelah memeriksa prajurit penjaga gerbang itu langsung kaget.


"Tumben barang bawaan sekarang banyak sekali?" Prajurit penjaga gerbang.


"Iya entah kenapa para bandit yang biasanya meminta bayaran sekarang tidak ada?" Pedagang yang membawa kereta kuda.


"Kan aku tidak berbohong?" Refsi.


"Oh ternyata kalian yang mengalahkan para bandit itu?" Pedagang yang membawa kereta kuda.


"Bisa di bilang seperti itu" Refsi.


Kemudian pedagang yang membawa kereta kuda itu berterimakasih kepada kami bertiga, kemudian pedagang yang membawa kereta kuda itu masuk duluan ke kerajaan Tjima. Tapi prajurit penjaga gerbang itu masih mencurigai kami dan prajurit penjaga gerbang itu meminta kami menunggu 1 pedagang yang lewat gerbang kerajaan untuk memastikan kebenaran.


HAAAAH harus menunggu berapa lama lagi baru bisa masuk hp tidak bisa di keluarkan dan di pos ini tidak ada sesuatu yang bisa aku mainkan. Akuuu gabut sekali


Kincring kincring kincring.


HAAAAH akhirnya ada juga kereta kuda yang datang, kemudian kereta kuda itu di periksa prajurit penjaga gerbang.


"Boleh kami lihat kelengkapan barangnya?" Prajurit penjaga gerbang.


"Silahkan saja" pedagang yang membawa kereta kuda kedua.


Ekspresi wajah prajurit penjaga gerbang itu seperti yang awal sangat kaget.


"Tumben barang bawaan anda banyak?" Prajurit penjaga gerbang.


"Hah maksud?" Prajurit penjaga gerbang.


"Iya yang kami inginkan adalah pembasmian para bandit dan permintaan itu langsung di laksanakan. Ini tips dari ku karena kinerja kerajaan ini" pedagang yang membawa kereta kuda kedua.


"Iya sama-sama" prajurit penjaga gerbang.


Setelah itu pedagang yang membawa kereta kuda pergi memasuki kerajaan Tjima, kemudian prajurit penjaga gerbang itu menghampiri kami.


"Sekarang katakan sejujurnya kalian siapa" prajurit penjaga gerbang.


"Kita adalah petualang" Refsi.


"Kenapa kalian tidak mengatakannya dari tadi?" Prajurit penjaga gerbang.


"Hehehe kami malu karena kami bukan petualang yang hebat".


"Menurut kita kalian hebat coba aku liat tangan kalian" prajurit penjaga gerbang.


Kemudian aku, Ren dan Refsi mengulurkan tangan setelah itu prajurit penjaga gerbang itu melafalkan suatu sihir. Ketika selesai melafalkan sihir di tangan kami muncul hologram dan hologram itu tertulis sebuah huruf.


"Nah kan dugaan ku benar kalian bukan sembarang petualang?" Prajurit penjaga gerbang.


"Memangnya tulisan ini apa?".


"Tulisan ini menunjukkan rank kalian dan tingkat kemampuan kalian" prajurit penjaga gerbang.


Oh huruf ini ternyata menunjukan rank dan kemampuan. Kemudian aku melihat punya Ren dia memiliki hurup apa ternyata tingkat rank Ren adalah S+. Setelah itu aku melihat huruf Refsi apa ternyata rank di A++. Setelah itu aku lihat punyaku hmm aku dapat huruf apa ya Hah ini tidak salah aku hanya rank B.


"Pak penjaga gerbang aku ingin pengecekan ulang ini mungkin salah?".


"Itu tidak mungkin salah?" Prajurit penjaga gerbang.


"Lah rank ku kok rank B".


"Apa kamu pernah mendaftar sebagai petualang?" Prajurit penjaga gerbang.


"Belum pernah".


Karena aku bilang belum pernah prajurit penjaga gerbang itu langsung kaget karena suatu alasan.


"Sungguh kamu belum pernah mendaftar menjadi petualang?" Prajurit penjaga gerbang.


"Iya sama sekali belum pernah".


Kemudian prajurit penjaga gerbang itu langsung berlali ke posnya dan kemudian dia menerbangkan seekor burung merpati. Setelah itu prajurit penjaga gerbang langsung duduk hormat.


"Maafkan atas kelancangan ku wahai Yusha-sama" prajurit penjaga gerbang.


Hah Yusha-sama tapi aku lihat di foto itu cuman ada foto Ai saja kok aku dianggap Yusha-sama oleh mereka.


"Tunggu, tunggu, tunggu kenapa kamu berpikir aku adalah Yusha-sama atau pahlawan".


"Karena kami sebenarnya melakukan ritual pemanggilan Yusha-sama dan setelah selesai Yusha-sama mengatakan kepada kami bahwa ada satu Yusha-sama di dunia ini. Dan perkara Yusha-sama kami benar" prajurit penjaga gerbang.


"Ok terus kalian memanggil pahlawan atau Yusha-sama untuk apa?".


"Kami memanggil kalian karena kerajaan Malio sudah mengibarkan bendera peperangan kepada kerajaan sekitar mereka dan kerajaan Malio juga mengaktifkan kekuatan legendaris dan kekuatan itu hanya bisa di kalahkan oleh Yusha-sama!" Prajurit penjaga gerbang.


Oh pantas saja ketika itu kerajaan Malio bisa rata oleh kekuatan gabungan antara 2 raja iblis dan 1 pahlawan atau bisa di bilang kerajaan Malio bisa diratakan oleh kekuatanku, Maou, dan Ai. Setelah itu aku diminta untuk langsung ke istana kerajaan sesampainya di istana aku langsung di peluk dari belakang oleh seseorang dan orang itu mengatakan.


"Sayang akhirnya aku menemukanmu".


Apa ini Ai eh tapi tunggu Ai tidak mungkin melakukan hal ini di itukan tsundere tapi akan ku pastikan. Kemudian aku berniat liat ke belakang tetapi ketika ingin melihat kebelakang orang itu langsung berkata.


"Aku mohon jangan liat kebelakang dan aku juga tidak mengharapkan kedatangan mu. Tapi karena mau kangen ke pada ku apa boleh buat. Makannya aku langsung peluk kamu sayang".