
"Hah Ai dia sedang apa di situ".
Aduh ini gimana kalau aku masuk penginapan itu lewat jendela yang ada aku akan di tuduh sebagai maling. Ah aku tunggu aja mungkin nanti Ai akan pergi dari sana.
15 menit kemudian.
Nj(i)r dia masih ada di sana ok akan ku tunggu sebentar lagi kalo dia belum pergi dari sana terpaksa aku pake skill teleport.
30 menit kemudian.
haaah ternyata Ai masih disana sebenarnya dia sedang menunggu siapa sih. Aaaaaahhhhh mengantuk sekali kalau aku pake skill teleport yang ada setelah aku berpindah tempat aku akan langsung tertidur dalam waktu lama, dan kalau aku menggunakan skill yang biasa aku gunakan untuk memata-matai seseorang yang ada efek nya hampir sama seperti aku menggunaka skill teleport. Ayo berpikir Hare keputusan terbaik dalam situasi seperti ini aaaaaahhhhh bodo amat aku akan gunakan skill teleport aku sudah tidak tahan ingin tidur.
'Skill teleport aktif'
Setelah aku terteleport ke kamar aku langsung tertidur di lantai. Pagi tiba aku melihat langit-langit yang sangat berbeda dengan langit-langit kamar penginapan ku.
"Kamu sudah sadar" Drehi.
"Drehi sebenarnya kita ada dimana?".
"Kita berada di rumah tabib" Drehi.
"Hah dirumah tabib, kenapa aku bisa berada di sini".
"Kata tabib yang merawatmu kamu kecapean, dan Megumi maaf harusnya aku menyadari kondisi mu aku memang tidak berguna sebagai seorang lelaki" Drehi menyalahkan dirinya.
"Tidak apa-apa ini juga mungkin kesalahan ku karena kurang berhati-hati dengan tubuhku sendiri".
haaaah sudah lama aku tidak kecapean seperti ini terakhir aku memaksa kan diri ketika aku menyelamatkan Ren yang sedang di sandra oleh organisasi sadis yang menginginkan Skill unik ku.
"Terus rencana semalam bagaimana?".
"Sudah jangan di pikirkan rencana semalam bisa di lakukan besok" Drehi.
"Drehi terimakasih sudah membawaku kesini" aku berpura-pura lemah di hadapan Drehi.
"Iya sudah sewajarnya aku melakukan ini. Lagi pula aku ini calon suamimu" Drehi.
"Oh iya Drehi bisakah kamu jangan panggil nama asli ku ketika kita diluar".
"Memangnya kenapa?" Drehi bingung.
"Aku cuma ingin nama asliku di ketahui oleh orang yang ku cintai".
Setelah mengatakan itu wajah Drehi memerah.
"Sepertinya yang harus dirawat itu kamu bukan aku?".
"Jangan liat aku dulu" Drehi tersipu malu.
Bagus rencana ku berjalan sangat lancar.
"Eeehmm terus aku harus panggil apa?" Drehi masih tersipu malu.
"Panggil saja aku Shii".
Kemudian Drehi mengagukkan kepalanya tidak lama tabib yang merawatku datang dan memberikan obat-obatan untuk ku cepat sembuh. Setelah itu Drehi mengajakku ke suatu tempat karena aku masih lemas Drehi langsung mengendong di punggungnya.
"Drehi maaf ya".
"Iya tidak apa-apa malahan aku senang" Drehi.
Ketika Drehi mengatakan senang aku sadar bahwa tubuh bagian atas ku menempel di punggung Drehi, seketika entah kenapa aku merasa sangat malu. Tidak akan aku memukul kepala Drehi.
"Dasar mesum".
"Kamu kenapa?" Drehi bingung.
"Kamu senang karena tubuh bagian atasku menyentuh punggung mu kan!".
"Tuh kan bener kamu memanfaatkan kelengahanku, sekarang turunkan aku dasar lelaki mesum".
"Sudah diam nanti jatuh, iya memang aku senang ketika tubuh bagian atas mu menyentuh punggung ku. Tapi yang membuatku sangat senang adalah aku bisa sangat dengan mu" Drehi.
Kok aku merasa malu mendengar perkataan Drehi, Hare sadar lah jangan mau termakan kata-kata manis dia kamu ini adalah lelaki tulen yang kebetulan lagi menyamar menjadi perempuan.
"Shii kamu tidak apa-apa" Drehi.
"Jangan liat wajah ku dulu, Baka" aku malu sekali.
Sesampainya di tempat yang di maksud oleh Drehi aku langsung di turunkan dari pangkuan Drehi kemudian aku di persilahkan duduk oleh Drehi. Setelah aku duduk Drehi langsung mengambil menu dan memberinya satu kepadaku.
"Nih Shii kamu pesan saja sebanyak yang kamu mau" Drehi.
"Iya".
Jangan bilang kalo aku sedang berkencan dengannya kemudian aku melihat-lihat menu baru juga melihat 1 menu aku rasa ingin pingsan karena harganya yang sangat mahal.
"Shii apa kamu sudah memutuskan pesan apa?" Drehi.
"Belum sih karena aku bingung mau pesan apa, kamu sendiri pesan apa?".
"Oh aku pesan makan spesial chef disini" Drehi.
"Ya sudah. Aku juga sama pesan itu saja deh".
"Shii kamu yakin!" Drehi memastikan ku.
"Iya lah soalnya aku bingung mau pesan apa?".
"Kalau boleh saran aku saran kan kamu pesan pan cake saja" Drehi.
"Ya sudah aku pesan itu saja pan cake".
Setelah itu Drehi memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan yang kami pesan. Sembari menunggu aku melihat harga pan cake dan ternyata harga pan cake itu sangat mahal sekali.
haaaah seharusnya aku pesan saja makanan yang murah.
Tidak lama aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku kemudian suara itu semakin lama semakin mendekat.
"Ren sebenarnya aku mengajak mu kesini cuman ingin curhat soal Hare karena belakangan ini di sanga-" Ai.
haaaaaah sudah kuduga ternyata Ai semoga Ai tidak merusak rencanku. Tapi aku bingung seharusnya kan Ren ada di Rumens bersama para roh tapi kenapa tadi aku dengar Ai seperti sedang bicara dengan Ren. Ketika aku lihat ternyata benar dia bukan Ren yang asli Karena banyak sekali bekas luka di wajah nya, sedangkan Ren yang asli mukanya itu sangat mulus dan jika sekalinya terkena luka yang fatal skill regenerasinya akan mengembalikan wajahnya seperti semula.
"Hei Drehi kamu sedang apa di sini dan dia siapa" Ai.
"Oh Yusha-sama aku sedang mengajak makan maid baru kita" Drehi.
"Yusha-sama perkenalkan nama ku Shii" aku memperkenalkan diri sembari menunduk.
"Sudah tegaplah aku tidak ingin di perlakukan spesial kalau begitu pergi dulu. Hayu Ren kita cari tempat duduk" Ai.
Setelah itu Ai menjauh dari kami tapi entah kenapa aku merasa Ai sudah mengetahui bahwa Shii itu adalah aku. Kemudian aku tidak sengaja melihat Ai ketika aku melihatnya dia seperti memberikan isyarat yang menunjuk ke saku baju.
"Drehi aku permisi sebentar aku ingin memetik bunga".
"Oh iya tidak apa-apa silahkan saja" Drehi.
Kemudian aku berjalan menuju kamar mandi setelah di kamar mandi aku mengecek saku bajuku (catatan sebenarnya aku sudah mengganti pakaianku ku sebelum pertemuan malam kemarin). Dan ada kertas yang isi didalamnya aktifkan Skill telepati by Ai. Tidak lama aku langsung mengaktifkan Skill telepati ku.
'Skill telepati aktif'.
{Akhirnya bisa menyambung juga kamu kemana aja Hare aku mencari mu kemana-mana dan sekalinya bertemu kamu sangat dingin terhadap ku} Ai.
{Maaf Ai aku tidak bisa jujur kepadamu sekarang tapi aku akan mengatakan bahwa Ren yang sedang bersama mu itu adalah penghianat kerajaan Tjima}.