SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
TERLEMPAR KE MASA LALU DAN BERTEMU DIRI KU YANG MUDA



Kembali ke sudut pandang Hare.


"Ahh aku dimana" aku terengah-engah.


"Tuan sekarang ada di pangkuan ku" Refsi tersenyum.


Aku tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi sekarang yang aku ingat adalah aku mati lagi untuk ke 2 kalinya. Apa jangan-jangan ini adalah masa dimana aku bertemu dengan diriku tapi agar lebih pasti aku tanya saja kepada Refsi.


"Refsi apa kamu bisa menceritakan apa yang terjadi".


"Tuan yakin ingin mengetahuinya".


"Ya".


Sebenarnya aku sudah tau apa yang terjadi tapi aku ingin lebih memastikannya.


"Baik tuan aku akan ceritakan sebenarnya kita terlempar ke masa lalu dan penyebab kita semua terlempar karena ada suatu kerajaan yang melakukan ritual pemanggilan pahlawan dari masa depan atau dunia lain dan ketika kita terpanggil oleh ritual tuan mengalami luka yang sangat parah akibat bola sihir yang menuju kita waktu di penginapan tapi akibat berkah pahlawan luka-luka tuan sembuh dengan sendirinya secara perlahan".


"Terus kerajaan yang memanggil kita itu kerajaan apa? dan kenapa aku tidak ingat ketika terpanggil!".


"Soalnya aku menghapus ingatan tuan".


Hah ingatanku dihapus memangnya terjadi apa?. Tapi aku tidak akan menanyakan soal alasan ingatanku di hapus olehnya karena aku percaya Refsi melakukan yang terbaik untuk ku. Agar aku terus hidup.


"Terus kenapa aku bisa di pangkuan mu?".


"Soalnya tubuh tuan sudah tidak kuat lagi tubuh tuan harus diistirahatkan. Oleh karena itu aku keluar dari tubuh tuan hanya untuk memberikan bantalan kepala untuk tuan".


Setelah itu aku langsung bangun dari pangkuan Refsi untuk mengusap kepalanya karena dia sudah begitu bekerja keras. Ketika aku ingin mengusapnya aku melihat bahwa Refsi sangat berbeda. Dia menjadi lebih keren dan cantik setelah itu aku mengusap kepalanya.


"Kerja bagus wahai pelayan setia ku".


Tidak lama pipi Refsi menjadi merah merona karena itu aku langsung kaget karena takut Refsi memaksakan dirinya.


"Refsi kamu kenapa muka mu memerah?".


"Tidak apa-apa tuan aku cuuuu" wajah Refsi semakin memerah.


"Tidak apa gimana muka mu mee"


Kepalaku langsung dipegang oleh Refsi dan kemudian kepalaku dijatuhkan lagi olehnya ke pangkuannya.


"Sudah diam dulu tuan di pangkuan ku dan jangan melihat ke atas!".


Kemudian akupun nurut saja tapi tidak lama kemudian ada yang menarikku.


"Mau berapa lama kamu malas-malasan aa Hare" Ren sembari menarik ku secara tiba tiba.


"Cih" Refsi


"Selamanya aku akan malas-malasan, karena kalian tega meninggalkan orang pingsan sendiri, oh iya Ren kamu tau Ai sekarang ada dimana?" Hah kenapa aku berbicara seperti itu sedangkan yang ingin aku katakan bukan kata-kata itu.


Fix sedaranku masih bisa di kendalikan oleh Refsi.


[Refsi apa tadi kamu mengendalikan bibir ku?].


Kemudian aku mendengar Refsi bersiul.


haah bodo amat lah karena aku sekarang jadi penasaran Ai berada di mana ya walaupun aku tau Refsi menanyakan Ai untuk mengetahui keberadaan nya saja dan aku yakin Refsi tidak ada niatan untuk mencarinya.


"Nah itu a, Ren juga tidak tau Ai ada di mana tapi yang Ren tau pasti Ai tidak akan terteleport di tempat yang sama. Sebelum aa menanya lagi Ren ingin tanya wanita itu siapa?" Ren agar marah.


"Oh dia adalah Refsi".


"Hah yang benar a kok berbeda sekali?" Ren bingung.


"Nah aa juga tidak tau kenapa bisa seperti ini, karena wujud asli Refsi yang aa tau dan kamu tau kan mempunyai rambut yang pendek sedangkan ini rambutnya panjang".


"Oh wujud ini. akan ku jelaskan tuan ini adalah wujudku sebelum aku kehilangan Lucy Liu Einprehems".


"Yap aku memotong rambut ku karena aku tidak mau mengingat lagi hari dimana Lucy meninggal di hadapanku".


"Lah kenapa sekarang kamu berpenampilan seperti ini lagi?" Ren penasaran.


"Soalnya ini adalah permintaan dari Tenma agar aku bisa kembali ke kalian".


"Maksudnya aku kurang paham?".


"Jadi gini tuan ketika kejadian bola api yang menghantam kita sebenarnya aku mengorbankan diriku agar tuan selamat" Refsi tersenyum lega.


'Skill perubah kelamin aktif'.


Setelah aku berubah menjadi cewe aku mendekati Refsi, kemudian aku menamparnya Tampa mengatakan apa-apa.


"Seharusnya kamu tidak berbuat seperti itu aku tidak mau kamu mati akibat kebodohan, prilaku naifku, atau perintah konyol ku!" Aku setengah marah.


"Bodo amat itu sudah tugas ku untuk melindungi tuan, dan jika aku selamat sedangkan tuan mati. Nanti hidup ku tidak memiliki arti dan tujuan, jadi buat apa aku hidup tanpa memiliki arti dan tujuan. Mending aku mati bersama tuan atau aku mengorbankan diri demi tuan" Refsi marah.


Baru kali ini aku melihat Refsi semarah itu. Tapi apa benar Refsi mempunyai tujuan untuk melindungiku atau sebaliknya dia memiliki tujuan untuk membunuhku.


'Skill presentase aktif'


Hasil perentase tujuan Refsi


- Tujuan untuk melindungi 100%


- Tujuan untuk membunuh 0%


Ternyata Refsi memang benar-benar ingin melindungi setelah di pikir-pikir apa tadi aku menggamparnya adalah perbuatan yang salah tapi jika di pikir-pikir lagi perbuatan ku yang tadi memang benar-benar salah. Setelah itu aku langsung berniat memegang kepala Refsi tapi ketika aku ingin memegang Refsi, Refsi seperti ketakutan. Tapi agar hati dia kembali seperti semua aku akan menghiburnya dengan senyuman dan permintaan maaf yang tulus.


"Refsi aku tadi benar-benar minta maaf aku tidak mencari tau dulu kebenaran nya aku tadi terbawa emosi. Soalnya aku tidak mau lagi ada orang yang terdekatku berkorban demi aku seorang yang tidak berguna".


Plak suara tamparan Refsi kepadaku.


"Lah kenapa sekarang kamu yang menamparku?" Aku aga kesal.


"Biar inpas hehehe" Refsi kembali ke kondisi hati yang normal.


Setelah melihat Refsi kembali tersenyum hatiku terasa bahagia sekali tidak terasa hari pun sudah Sore kemudian aku mengajak Ren untuk pergi dari sana dan mencari penginapan untuk kita bertiga.


(Ctt : Refsi sementara tidak bisa masuk kembali kedalam diri Hare Yasu di karena kan Refsi sudah menggunakan mana yang sangat banyak untuk menguras kekuatan Hare Yasu agar menjadi lebih melemah untuk cerita pertemuan Hare dan Rey tersedia di novel YESS OR NO yang author buat sebelumnya).


Setalah lama mencari aku, Refsi dan Ren tidak kunjung menemukan penginapan. Tidak lama Refsi memberi saran kepadaku.


"Tuan saya punya saran, bagaimana kalo tuan panggil roh bumi atau peri pohon Dryad kemudian suruh dia membangunkan sebuah tempat tinggal sementara".


"Memangnya aa membuat kontrak dengan mereka" Ren penasaran.


"Hmm panjang ceritanya tapi ada benarnya juga saran mu Refsi, tapi kalo soal bangunan seperti itu mending kita meminta bantuan Dryad karena ras mereka memiliki nilai lebih kalo soal penginapan atau tempat tinggal".


'Skill ruang Tampa batas aktif'


Kemudian aku memanggil ras Dryad dan ternyata ras Dryad di dalam ruang Tampa batas ku ada lumayan banyak.


"Iya ada apa master memanggil kita".


"Wow aku tidak menyangkan bahwa ras Dryad ada sebanyak ini" aku dalam hati.


"Oh aku ingin meminta bantuan salah satu dari kalian untuk membangunkan sebuah tempat tinggal sementara".


"Kenapa master tidak tinggal di sini saja tempat ini kan milik tuan".


"Hmm engga aku tidak mau membuat gaduh tempat ini".


Setalah itu para Dryad berebut untuk membantuku, karena mereka berebut aku meminta kepada mereka untuk suit setelah mendapatkan pemenangnya aku langsung membawa dia pergi ke luar Skill ruang Tampa batas ku. Setelah itu Dryad itu langsung membangunkan rumah untuk kami dan ketika Dryad itu membangun rumah aku mengaktifkan Skill perfect copy ku agar aku bisa membangun rumah dengan kemampuan ku sendiri. setalah itu aku berterimakasih kepada Dryad itu kemudian aku memasukannya kembali ke dalam Skill ruang Tampa batas ku lagi agar mereka aman.


"Yuk udah jadi mending sekarang kita istirahatkan tubuh kita".