SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
PERJALANAN MENCARI AI PART 4 DAN DIANYA



Pindah ke sudut pandang Ren


Krruuuk. Suara perut Hare


Hahaha ternyata a Hare lapar sampai-sampai suara perutnya terdengar


"Tuan apa tuan lapar?" Refsi.


"Hmm iya sih, hehehe maaf" Hare.


"Kalo begitu a Hare tunggu disini Ren akan mencari buah-buahan yang bisa di makan di hutan ini".


"Eeee Ren itu tidak usah soalnya untuk bahan makanan sudah ada" Refsi.


Tidak lama Refsi menyebutkan mantra sihir.


"Itembox" sihir yang di keluarkan oleh Refsi.


"Nih makanannya" Refsi.


"Daging kalo gitu selamat makan, uuueeee daging apa ini kok tidak enak?".


Ueeek rasanya sangat menjijikan.


"haaaah kamu tuh gimana sih daging ini kalo di makan langsung memang sangat tidak enak. Tapi kalo tau cara mengolahnya daging ini akan menjadi sangat enak" Refsi.


"Kenapa tidak bilang dari tadi!".


"Ya suruh siapa langsung makan daging ini mentah-mentah?" Refsi.


"Soalnya kebiasaanku dari dulu kalo soal daging aku langsung memakannya mentah-mentah".


"haaaaah dasar naga. Kalo gitu tuan aku ijin untuk mencari rempah-rempah untuk memasak daging ini" Refsi.


"Iya" Hare.


Ini kesempatan ku untuk meminta maaf kepada Refsi soalnya aku sudah sangat keterlaluan kemarin. Dan aku juga belum berterimakasih kepadanya karena sudah memperingatkanku soal monster yang ada di pusaran pasir.


"Refsi aku ikut!. Boleh kan a Hare" aku memohon dengan sangat.


"Iya asalkan kamu tidak membuat repot Refsi" Hare.


'Muach' aku langsung mencium pipi a Hare karena sudah mengijinkanku untuk mengikuti Refsi.


"Ok a, Refsi tunggu aku".


Selama perjalanan aku masih canggung untuk berbicara dengan Refsi karena kejadian kemarin.


"Langsung saja katakan apa tujuan mu mengukutiku?" Refsi.


Hah ternyata dia sudah tau aku mengikutinya untuk tujuan tertentu.


"Cepat katakan Ren!" Refsi.


"Iya iya aku katakan sekarang. Refsi maaf kan aku untuk kejadian kemarin" aku langsung membungkuk di hadapan Refsi.


"Iya tidak apa-apa aku juga mengerti, dan maafkan aku juga karena memanggil kamu bodoh" Refsi.


"Tidak, harusnya aku yang berterima kasih atas kejadian tadi. Kalo kamu tidak bentak aku mungkin aku akan terluka parah".


"Nah sekarang kan masalah sudah beres. Ren aku butuh bantuan mu?" Refsi.


"Butuh bantuan apa?".


"Berubah lah menjadi naga" Refsi.


"Ok".


"Tranfon".


"Angkat aku ke pohon itu, soalnya rempah pertama ada di atas pohon itu" Refsi.


Kemudian aku mengangkat Refsi untuk membantu dia mengambil rempah-rempah yang di butuhkan.


"Ren sudah sekarang turunkan aku" Refsi.


"Ok".


Kemudian aku menurunkan Refsi kebawah setelah itu aku mengubah wujud ku menjadi manusia karena lebih enak berjalan dengan wujud manusia.


"Tranfon".


Kemudian aku dan Refsi pergi menuju tepi sungai untuk mengambil rempah-rempah yang ada di sana. Ketika baru sampai sungai Refsi mendapatkan ucapan selamat datang dari ikan yaitu tamparan dari ikan yang tiba-tiba loncat ke mukanya.


"Hahaha baru juga datang kamu sudah dapat ucapan selamat datang dari ikan" aku sembari tertawa.


Tidak lama kemudian muncul sesuatu dari tengah sungai.


"Refsi itu apa?" Aku aga ketakutan.


"Mungkin monster" Refsi.


"Jangan bercanda" aku langsung bersembunyi di belakang Refsi.


"Siapa yang panggil aku monster" makhluk misterius.


Eh kalo di lihat-lihat dia ras mermaid.


"Dia" aku menunjuk Refsi.


haaaaah kayanya mermaid itu sudah tergila-gila kepada Refsi, eh sejak kapan muka Refsi kembali seperti semula.


"Ren kenapa muka makhluk itu memerah?" Refsi.


Dia nya ga nyadar dong.


"Itu di karenakan mukamu, kembali seperti semula".


"Eh berarti aku cantik!" Refsi.


"Malahan mermaid itu menganggap mu laki-laki".


"Eh wahai monster aku ini perempuan loh" Refsi.


"Aku tidak peduli mau kamu perempuan atau laki-laki. Ayo kawin sekarang" mermaid misterius.


Karena mendengar itu aku langsung tertawa terbahak-bahak, tetapi ketika aku tertawa aku terpikir sebuah ide.


"Refsi aku punya ide. Bagaimana kalo kamu merayunya kemudian kamu suruh mermaid itu untuk mencarikan rempah yang kita butuhkan" aku berbisik kepada Refsi.


"Engga mungkin lah aku ga tega untuk memanfaatkan nya" Refsi.


"Sudah tidak akan apa-apa lagi pula kita kan tidak akan selamanya di sini, mungkin seiring waktu dia akan lupa".


"Mungkin juga, tapi mermaid itu memiliki ingatan yang sangat tajam" Refsi.


"Kalo gitu bagaimana kalo kamu jujur saja untuk meminta tolong mermaid itu agar kita tidak perlu susah-susah cari rempah-rempah yang kamu butuhkan?".


"Hmm kalo seperti aku bisa usahakan" Refsi.


Pindah sudut ke sudut pandang Refsi ketika membujuk mermaid.


"Hmm kalo seperti aku bisa usahakan".


Hmm apa yang aku harus bicarakan pertama kali, apa aku harus salam dulu atau langsung saja minta tolong. Hmmmmm aha Ren kata mermaid itu terpesona kepada ku mungkin cara ini ampuh.


"Hei kamu kemari lah".


Ketika aku panggil mermaid itu menengok ke belakang setelah itu dia menunjuk dirinya.


"Iya mau kemari".


Tidak lama mermaid itu mendekat. Setelah dekat pipi mermaid itu sangat merah.


"Wahai wanita cantik apa kamu tidak apa-apa".


"Titittitidak apa-apa" mermaid.


"Kalo gitu boleh kah aku tau nama mu".


"Bbbbaaaaaiiiikk nnnnnaaaaammmmmaaaaku Dianya" Dianya.


"Dia bolehkah aku minta bantuan mu soalnya tuan ku sudah sangat lapar".


"Mmmiiiinnnnta babababantututuan apa" Dianya.


"Boleh Carikan ini".


Aku memberikan daftar barang apa saja yang aku butuh kan. Sembari menunggu Dianya kembali aku mengambil beberapa air untuk merebus makanannya nanti. Tidak lama Dianya kembali.


"Iiiini rempah-rempah yang kamu butuhkan aannno namamu siapa?" Dianya.


"Refsi, terimakasih kalo gitu kita pamit soalnya aku takut tuanku mati kelaparan".


"Eh jangan doain a Hare mati" Ren.


"Refsi apa kamu akan kembali lagi" Dianya.


"Hmm mungkin soalnya aku dari masa depan".


"Walaupun kamu dari masa depan aku mau kamu janji akan menemui ku lagi" Dianya menangis.


"Iya aku janji tapi mungkin akan berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun dari sekarang aku berjanji akan kesini".


"Kalo begitu aku juga akan senantiasa menunggumu di sini" Dianya.


Mungkin aku akan bertemu dengannya di alam lain karena bisa saja ketika aku kembali Dianya sudah meninggal karena umur atau karena suatu alasan, tapi aku berharap masih bisa bertemu dengannya di masa depan. Setelah itu aku mengajak Ren untuk kembali ke tuan karena aku takut tuan sudah sangat kelaparan.


"Cie yang ketepi sungai dapat pacar mermaid" Ren menggoda.


"Berisik".


"Oh Refsi, aku ingin tanya kenapa tadi kamu tau kalo aku mengukutimu karena suatu alasan?" Ren.


"Oh itu soalnya kekuatan ku yang sebenarnya bisa mengetahui masa depan maksimal 1 menit kemudian".


"Pantas saja kamu mengetahui itu" Ren.


Sesampainya di tempat tuan ku yang tadinya aku khawatir menjadi engga karena tuan ku sedang asik bermain dengan sihir Sampai-sampai dia menghancurkan daerah sekitar.


"Tuan kami kembali".


"A Hare Ren kembali" Ren dengan ekspresi wajah senang.


"Eh tumben senyum-senyum apa yang terjadi" Hare.


"Rahasia" aku dan Ren.