SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
KESALAHPAHAMAN AI DAN KEJUJURAN HARE KEPADA AI



"Ih siapa sih yang ribut disini. Bikin sebal aja" Ai kesal.


Ga usah cari jauh-jauh yang menghancurkan bangunan itu ada di sampingmu sayangku.


"Awas saja yang menghancurkan bangunan ini, akan tau akibatnya karena berurusan denganku" Ai marah.


"Udah, udah lagi pula kan pelakunya sudah di amankan oleh pemiliknya".


"Iya tetap saja aku sebal" Ai.


Setelah itu Ai menarik ku ketempat selanjutnya sesampainya di tempat yang Ai tuju.


"Sayang ini tempat selanjutnya, gimana view nya bagus kan untuk bersantai" Ai.


"Hmm not bad".


Hmm benar juga tempat seperti ini enak buat bersantai karena tempat ini adalah tepi danau yang sangat indah. Hmm buat mancing enak nih.


"Sayang jangan berpikir untuk mancing di sini" Ai.


"Nj(i)r ketauan. Memangnya ga boleh?".


"Emang tidak boleh karena ikan disini semuanya di lindungi oleh kerajaan" Ai.


Yah ga bisa mancing Padahal aku ingin sekali makan ikan karena udah lama tidak makan ikan. Kemudian aku langsung duduk di tepi danau dan menikmati pemandangan tidak lama aku merasa ada yang menegorku dengan menyebut namaku.


"Hare".


Ada yang memanggilku kah kemudian aku melihat sekitar dan benar ternyata yang menegurku adalah Nera.


"Oh Nera apa kabar?".


"Baik" Nera.


"Sayang dia siapa?" Ai berbicara kepadaku.


"Oh dia pacarnya Yama".


Kemudian aku langsung di tarik oleh Nera.


"Hare kenapa kamu beritahu Yusha-sama" Nera berbisik.


"Memangnya kenapa?".


"Aku takut hubungan ku dengan Yama tidak diberi restu oleh Yusha-sama" Nera.


"Oh kalo masalah itu tenang saja dia pasti setuju-setuju saja".


"Apa kamu yakin?" Nera.


"Yakin 200%".


Ketika aku sedang asik mengobrol Ai langsung menyela pembicaraan ku.


"Yama adiknya Miyami" Ai.


"Iya".


"Oh kalo begitu selamat aku yakin kamu pasti bisa bahagia bersamanya" Ai sembari memberi Restu.


"Tuh kan apa yang aku katakan dia pasti kasih restu".


"Iya terimakasih Yusha-sama dan Hare telah memberikan ku restu" Nera.


"Ok".


Setelah itu Nera meninggalkan kami dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia. Hmm kok aku merasa dari tadi malah dari aku dan Ai pergi dari istana aku merasa ada yang mengikutiku ples mengawasi segala gerak-gerik ku dan Ai. haaaah aku yakin yang mengikuti ples mengawasiku dan Ai aku sangat yakin adalah Refsi dan Ren.


"Refsi, Ren kalian ada di sekitar sini kan!".


"Sayang kamu kenapa memanggil mereka berdua?" Ai bingung.


"Apa kamu merasakannya?".


"Merasakan apa?" Ai semakin bingung.


"Hawa seseorang yang sedang mengikuti kita dan mengawasi kita!".


"Engga tuh" Ai ekspresi wajah yang seperti menyembunyikan sesuatu.


Hmm aku curiga dengan ekspresi wajah Ai. Dia seperti ada yang di sembunyikan dari ku tapi apa itu, aha apa aku coba memaksa dia untuk jujur.


'Skill pemangsa aktif sebesar 60%'


"Sayang katakan sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan!".


"Ttttiiiidddaaak ada" Ai suda aga tertekan.


'Skill pemangsa aktif sebesar 75%'.


"Sekarang katakan apa yang kamu sembunyikan!".


"Iya, iya aku katakan yang sebenarnya tapi sebelum itu non aktifkan dulu Skill pemangsanya" Ai sangat ketakutan.


haaaaah akhirnya dia mau jujur.


'Skill pemangsa nonaktifkan'.


"Ayo sekarang katakan yang sebenarnya".


"Iya sebenarnya ini semua ide Refsi" Ai merenung.


"Memangnya kalian kenapa sih?".


"Sebenarnya aku takut kamu selingkuh!" Ai menangis.


Hah selingkuh berpikir untuk meninggalkan Ai tidak pernah terpikir dipikiran ku kenapa dia berpikir aku selingkuh.


"Ai sayang ku dengar aku. Mana mungkin aku selingkuh malah untuk menjauhi mu tidak pernah terpikirkan oleh ku karena kamu adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di mataku". Aku berusaha memberinya semangat.


"Terus semalam buat apa kamu bertemu Nera!" Ai masih menangis.


Oh kesalah pahamannya disitu haaaah.


"Sayangku Ai Rum yang manis yang manisnya mengalahkan manisnya gula, yang indahnya mengalahkan pelangi, ya-".


"Dah jangan lebai, dan jangan gombal" Ai tersipu malu.


"Dengarkan aku kemarin malam aku bertiga".


"Hah bertiga aku jelas-jelas melihat kalian berdua" Ai.


"Mungkin kemarin malam kamu emosi dan tidak bisa melihat satu orang lagi, sebenarnya kemarin kami bertiga. Yaitu aku, Yama dan Nera".


"Terus harus malam-malam kalian bertemu!" Ai kesal campur tangis.


"Sebenarnya kemarin aku penasaran oleh Yama karena dia semalam pergi secara mengendap-endap. Sekaligus aku juga penasaran kenapa Yama bisa membuat hal sekeji itu terhadap keluarganya".


"Hah maksudnya?" Ai perlahan berhenti menangis tapi mulai penasaran oleh ceritaku.


"Aku curiga yang mengirimkan sihir besar waktu di penginapan itu adalah Yama di masa depan".


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" Ai mulai penasaran.


"Soalnya ketika aku menyembuhkan Eiden aku sempat masuk ke pikiran Eiden, hmm bisa di bilang seperti itu".


Tapi sebenarnya aku pindah garis dunia soalnya kalo aku cuman masuk pikiran Eiden aku tidak bisa membawa Maou dari sana. Maka dari itu aku juga masih bingung dengan kejadian itu.


"Terus apa yang kamu ketahui sayang?" Ai menjadi sangat penasaran.


"Yang aku ketahui yaitu kakek dan ayah Eiden dibunuh oleh Yama".


"Maksud kamu yang mulia dan calon raja yang Yama bunuh?" Ai.


"Tapi, jadi sekarang adalah kesempatan bagus untuk aku mengetahui alasan Yama melakukan itu semua ples menolong diriku di masa lalu untuk kembali ke dunia asalnya".


Ya sebenarnya bukan menolong bisa di bilang memaksanya untuk pulang ke dunia asalnya.


"Hah jadi sebenarnya ketika kamu tidak ada selama 2 bulan full kamu berada di dunia ini?" Ai penasaran kembali.


"Iya malahan orang tuaku, kakakku, dan aku berasal dari sini malah beberapa hari yang lalu ibuku bertelur kembali".


"Tunggu-tunggu aku ga ngerti apa yang kamu katakan dari tadi, ibumu bertelur bukanya kamu manusia?" Ai bingung.


"Iya sebenarnya di dalam diriku mengalir darah se ekor naga, tapi diriku ini lebih dominan manusia, berbeda dengan kakakku dan Ren mereka lebih dominan naga".


"Maksudnya gimana aku mulai tidak mengerti semua ini!" Ai semakin bingung.


"Singkatnya begini ayah ku itu dari ras manusia sedang kan ibuku itu ras naga nah mereka berdua dipertemukan oleh takdir dan kemudian menikah dan hasil dari percintaan mereka adalah Teteh Ros, Aku dan Ren".


"Terus yang berasal dari dunia ini?" Ai masih bingung.


"Maksudnya ayahku, dan ibuku itu dari kecil mereka berada di dunia ini dan setelah menikah dan memiliki dua anak mereka berpindah dunia. Mungkin karena suatu alasan dan itu juga yang membuat ku penasaran alasan sebenarnya ibu dan ayah ku pindah dunia".


"Terus sekarang ibu, ayah, kakak, dirimu yang remaja, dirimu yang kecil dan Ren kecil yang masih belum menetas mereka semua di mana" Ai penasaran.


"Oh mereka semua aman di desa slime".


"Hah bisa bilang sekali lagi mereka ada di mana?" Ai dengan raut wajah khawatir.


"Mereka di desa slime memangnya kenapa?".


"Ini gawat" Ai mulai aga panik.