
Setelah itu aku langsung ke sungai yang di gunakan mereka berempat atau Ai, Ren, Refsi, dan Vealdan untuk mandi atau main air. Setelah sampai aku menggunakan sihir perubahan wujud.
"Tranfor"
Setelah mengubah wujud aku langsung menggunakan skill transparan karena aku mempunyai pirasat bahwa mereka berempat merencanakan untuk mengutip ku.
"Skill transparan aktif".
Setelah aktif aku langsung melepaskan pakaian ku setelah itu aku langsung masuk ke dalam sungai untuk membersihkan badanku. Setelah selesai aku langsung menggunakan pakaian ku lagi setelah itu aku mengnonaktifkan Skill transparan.
"Skill transparan non aktif'
"Ah mandinya sudah beres" Vealdan.
"Ternyata benar kalian berencana mengintip ku ya tadi?".
"Ini semua ide Ai" Ren panik.
"Lah kenapa nyalahin aku, kan tadi yang ngebet ingin ngintim kamu Ren" Ai.
Tanpa memperdulikan nya aku langsung kembali ke rumah Kireru untuk bersantai sesampainya di rumah Kireru aku langsung melentangkan badanku untuk bersantai.
Ahhh ngegeliat mantap juga
Tidak lama Nera menghampiri ku untuk menanyakan kabar tentang Yama.
"Hare aku ingin bertanya kepadamu soal keadaan Yama setalah aku tinggalkan?" Nera.
"Dia sangat hancur malahan sampai-sampai dia berniat untuk mengakhiri hidupnya sendiri tapi dengan kejadian ini ada untung nya juga".
"Lah kenapa untung?" Nera.
"Soalnya aku mau dia di masa depan menjadi pemimpin yang tegas dan adil".
"Terus kata kamu aku akan di pertemukan dengan Yama di masa depan tapi kan umur manusia jarang yang Sampai 100 tahun" Nera.
"Iya tau tapi sebenarnya Yama itu terkena kutukan yang membuat umurnya akan tereset kembali selama kurang lebih 80 tahun sekali".
"Tapi kan ingatan pasti ikut tereset" Nera.
"Kemungkinan tidak soalnya di masa depan Yama sangat berusaha melakukan berbagai cara untuk menghidupkan mu kembali".
Setelah itu ekspresi wajah Nera seperti lega singkat waktu malam pun tiba.
"Hare apa kalian siap untuk kembali ke masa depan?" Tenma.
"Iya kami siap!" Aku, Ai, Ren, dan Refsi.
Setalah itu pandangan ku semua tiba-tiba menjadi putih dan tidak lama kemudian menjadi seperti biasa. Setelah itu aku melihat sekitar dan ternyata aku kembali ke penginapan Shiro Slime Suzi yang sudah rata dengan tanah akibat serangan bola api mendadak yang sangat besar tidak lama kemudian aku dihampiri oleh Maou, Shiro, dan Hanabi.
"Tidak mungkin ternyata kamu selamat" Maou.
"Kamu bilang apa tentu saja aku selamat".
"Papa" Hanabi langsung memeluk ku.
"Dasar dari dulu kamu memang tidak bisa di tebak, tapi kenapa aura mu sekarang berbeda?" Maou.
"Itu karena suatu alasan hehehe".
"Bukanya aku mau menggangu kalian tapi setelah momen haru ini kita tidur di mana?" Ren.
"Oh kalo soal itu tenang saja" Ai.
Setelah itu aku, Ai mengajak Ren, Refsi, Maou, Shiro, dan Hanabi menuju desa Bandi. Kemudian sempainya di desa Bandi aku dan Ai kaget karena desa Bandi menjadi desa yang sangat indah dan banyak penduduknya.
"Wow desa ini berbeda sekali dari sebelumnya" Ai.
"Iya juga".
"Hare kamu tau desa ini dari mana" Maou.
"Iya Papa selama aku tinggal di sana aku tidak tau ada desa indah ini di dekat kami" Hanabi.
"Eeeee itu rahasia".
Tidak lama kemudian kami di sambut oleh kepala desa Bandi.
"Selamat datang di desa Bandi" kepala desa.
Setelah itu aku meminta kepada kepala desa untuk mengantarkan Ren, Refsi, Maou, Shiro, dan Hanabi menuju penginapan terdekat.
"Kepala desa apa kamu bisa antar kan mereka ke penginapan terdekat?".
"Oh kalau soal ini serahkan kepadaku" kepala desa.
"Sayang ayo ikut aku".
"Kemana?" Ai.
"Tentu saja bertemu teman lama".
"Oh maksudmu ke istana Tjima?" Ai.
"Yap".
Setelah itu aku dan Ai langsung menuju istana Tjima sesampainya di istana Tjima aku dan Ai langsung di hadang oleh penjaga gerbang.
"Ada keperluan apa anda kesini?" Penjaga gerbang istan Tjima.
"Cuman ingin bertemu teman lama" aku dan Ai sembari menunjuk pin.
Tidak lama penjaga itu meniupkan terompet. Setelah terompet itu berbunyi aku dan Ai langsung di sambut oleh Lily, Miyami dan Yama.
"Selamat datang kembali Yusha-sama" Lily, Miyami, dan Yama.
"Sudah ku bilang jangan panggil aku Yusha-sama".
Setelah itu Ai langsung pergi bersama Miyami sedangkan aku pergi bersama Yama menuju danau yang ada di kota dekat istana.
"Hare ternyata kamu tinggal di masa ini" Yama.
"Iya sebenarnya aku tinggal di masa ini".
"Kalau begitu kami minta maaf karena mengganggu kehidupan mu" Yama.
"Tidak apa-apa malah aku bersyukur di panggil ke masa lalu kalau tidak mungkin aku sudah tewas terkena bola api yang sangat besar".
"Hah bola api?" Yama kaget.
"Iya eh kenapa kamu seperti kaget".
"Tidak apa apa soalnya aku baru saja memusnahkan para penghianat kerjaan di salah satu penginapan kosong yang berada di hutan kematian" Yama.
"Oh ternyata ini ulah mu Yama" aku menyentil jidat Yama.
"Aww sakit banget" Yama.
"Oh iya aku bertemu dengan mu aku ingin menanyakan sesuatu?".
"Sesuatu apa?" Yama.
"Untuk apa kamu menangkap para roh".
"Eh ketahuan ya, baik lah aku akan jujur kepadamu aku menangkap para roh karena aku ingin sekali membangkitkan Nera yang susah tiada" Yama.
Oh jadi itu penyebab banyak sekali roh yang dikurung di ruang bawah tanah istana.
"Tapi semua roh itu tiba tiba menghilang" Yama.
"Tapi sebenarnya kamu tidak usah melakukan semua hal itu soalnya yang di eksekusi waktu itu bukan Nera melain kan salah satu anak buah Drehi".
"Tapi ketika itu kan jelas - jelas Nera di eksekusi mati" Yama emosional.
"Itu bukan Nera, aku sengaja menyembunyikan Nera di suatu desa".
"Yang benar?" Yama.
"Iya".
"Kenapa kamu baru bilang sekarang?" Yama ekspresi wajah bahagia.
"Kamu juga kenapa baru menanyakan itu sekarang".
"Terus sekarang Nera berada di mana?" Yama ekspresi wajah senang.
"Kalau mau tau besok kita bertemu di desa Bandi pagi-pagi".
"Iya aku akan datang besok pagi ke kota Bandi" Yama.
Setelah itu Yama mengajak ku ke suatu tempat di kota Bandi sesampainya di kota Bandi ternyata tempat yang di maksud Yama adalah PTM (perkumpulan tenis meja) yang ada di kota Bandi.
"Wow ternyata olahraga yang aku ciptakan populer juga di kota ini".
"Sudah lama aku tidak bersaing dengan mu bagaimana kalo kita bertanding lagi di pingpong" Yama.
"Siapa takut ayo!".
Setelah itu aku langsung bertanding melawan Yama sebanyak 5 set.