
Pagi pun tiba ketika aku bangun kok badan ku aga berat seperti ada yang menindih ku apakah ini yang disebut ketindihan setan seketika aku merasa aga takut dan tidak berani membuka mataku. Tidak lama kemudian aku mendengar ada suara benda jatuh dan ketika suara benda jatuh terdengar badanku tiba-tiba aga ringan tapi aku masih takut untuk membuka mata takut setan yang menindih ku banyak. Tapi aku juga merasakan sesuatu yang mengganjal di perutku dan ada 2 tapi benda itu juga terasa lembut.
Kemudian aku membulatkan tekat ku untuk melihatnya dengan perlahan aku membuka mataku dan ternyata sesuatu yang menindih ku adalah Ren yang sedang tidur di badanku. haaaah ternyata Ren menyelinap lagi ke kamar ku. Kemudian aku menyentil jidat Ren.
Ccctak suara jari tangah membentur jidat.
"Addduuuh sakit a" Ren langsung bangun.
"Lagi-lagi kamu menyelinap masuk ke kamar ku kan Dryad yang aku panggil membuatkan tempat tidur untuk kamu dan Refsi" aku aga marah.
"Tapi a aku tidak tahan tidur dengan Refsi".
"Memangnya kenapa dengan Refsi? Tapi kan dia tidak menyelinap ke kamar ku kan!".
"Engga dia juga ikut masuk kesini".
"Terus kalo dia ikut masuk dia di mana".
"Tuh" Ren sembari menunjuk Refsi yang ada di lantai.
Nj(i)r benaran dia juga ada, setelah itu aku langsung siap-siap untuk menjemput Ai di kerajaan Tjima.
"A mau kemana" Ren.
"Mau jemput Ai cepat kalian berdua siap-siap".
"Ngapain sih harus jemput dia" Ren aga sebal.
"Memangnya tuan tau keberadaannya Ai" Refsi.
"Dia ada di kerajaan Tjima tidak sengaja aku melihatnya di foto keluarganya Eiden".
Ya walaupun tidak sengaja aku melihat foto itu, tapi sebenarnya aku juga penasaran mengapa ada foto Ai di foto keluarganya Eiden. Setelah semua siap aku, Ren dan Refsi memulai perjalanan menuju kerajaan Tjima. Rute pertama untuk menuju kerajaan Tjima aku, Ren dan Refsi harus melewati hutan.
"Refsi apa kah tidak ada jalan lain".
"Ada tuan tapi itu akan memakan waktu selama 1 tahun, malah untuk naga saja perjalanan menuju kerajaan Tjima memakan waktu 1 bulan jika tidak melewati hutan ini" Refsi.
"Kalo kita terbang di atas hutan ini gimana" Ren.
"Ide bagus tuh".
"Tapi menurutku itu ide sangat buruk karena banyak naga yang menghilang karena mencoba terbang di atas nya" Refsi.
Ketika mendengar itu aku dan Ren langsung merinding.
"Ya sudah ayo kita lewat bawah saja" Ren.
"Kalo lewat bawah kita harus berhati-hati karena banyak monster tingkat tinggi" Refsi.
"Ya terus kenapa kamu merankan kita lewat sini"
"Karena ini jalan terdekat" Refsi.
haaaaah sudah lah terpaksa harus lewat hutan.
Kemudian kita semua memasuki hutan baru saja kita masuk hutan kita sudah di sambut oleh monster lebah.
Haaaah baru juga masuk masa udah harus berhadapan dengan monster.
"A serahkan monster ini kepada ku" Ren.
"Ok".
Kemudian Ren melawan monster lebah itu dengan menggunakan tangan kosong.
Braaakkk monster lebah pun terpental jauh.
Wow ternyata adik ku hebat juga.
"Oh aku lupa mengatakan monster itu jika dibunuh bau bangkainya bisa menjadi undangan untuk kawanan monster itu dan sebenarnya monster lebah itu jarang menyerang" Refsi.
"Heeem Refsi bisa kamu katakan sekali lagi"
"Oh aku lupa mengatakan monster itu jika dibunuh bau bangkainya bisa menjadi undangan untuk kawanan monster itu dan sebenarnya monster lebah itu jarang menyerang" Refsi.
"KENAPA KAMU TIDAK MENGATAKANNYA DARI TADI"
"Bagaimana aku akan mengatakannya sudah terlanjur di pukul Ren" Refsi.
"A maaf, terus apa yang harus kita lakukan" Ren sangat ketakutan.
"Ren kenapa kamu ketakutan".
"Aku mendengar suara lebah yang sedang menuju kemari dan sepertinya lebah itu sangat marah" Ren ketakutan.
"Yang harus kita lakukan sekarang adalah lari" Refsi.
Kemudian aku, Ren, dan Refsi berlari dari tempat itu. Setelah dirasa aman aku, Ren, dan Refsi beristirahat sembari mengambil napas panjang.
Kraccck
"TUAN" Refsi berteriak
Kok aku tiba-tiba melayang dan sejak kapan perut ku tertusuk oleh pedang.
"BERANINYA KAU AAGGGHHH" Ren langsung berubah menjadi naga.
Kemudian Ren mencabik-cabik monster yang menyerangku. Tidak lama kemudian Ren berubah lagi ke wujud manusianya.
"Aa tidak apa-apa" Ren khawatir.
"Ini semua salah mu Refsi aa ku menjadi seperti ini" Ren kemudian marah kepada Refsi.
"Maaf kan aku tuan, Ren seharusnya kita tidak lewat sini" Refsi menyesal.
"Tidak apa-apa. Ini juga salah ku karena kurang waspada"
'Skill Heal aktif'
Kemudian aku mencabut benda yang menusukku dan benda itu seperti katana, setelah aku menggunakan Skill Heal ke perut ku setelah luka tusukannya menutup entah kenapa tubuhku sangat lelah apa mungkin aku terkena racun.
"Ren, Refsi bisa kah kita beristirahat dulu di sini".
Pindah sudut pandang ke sudut pandang Refsi sebelum Hare di serang oleh monster.
Kraccck
"TUAN".
Tuan ku di serang oleh monster kalajengking berekor katana Tanpa pikir panjang aku langsung melompat ke monster kalajengking yang menyerang tuanku dan serangan ku berhasil mengenai satu mata monster itu. Setelah itu aku langsung mencabut pedang ku dan bersiap untuk menyerang bagian vital dari monster kalajengking itu tapi ketika aku ingin menyerang monster itu langsung di kalahkan oleh Ren yang berubah menjadi naga.
Pelayan macam apa aku ini aku tidak bisa melindungi tuanku sendiri aku sangat tidak berguna. Harusnya aku menyadari pergerakan monster itu.
"Aa tidak apa-apa" Ren khawatir.
"Ini semua salah mu Refsi aa ku menjadi seperti ini" Ren kemudian marah kepada Refsi.
"Maaf kan aku tuan, Ren seharusnya kita tidak lewat sini" aku sangat menyesal.
"Tidak apa-apa. Ini juga salah ku karena kurang waspada" Hare berusaha untuk menyemangati ku.
Kenapa aku tidak menyadari serangan itu.
"Ren, Refsi bisa kah kita beristirahat dulu di sini" Hare.
"Boleh tuan. Aku akan melindungi mu".
Aku harus bisa membayar kesalahan ku tadi dengan membuat tuanku tidur dengan tenang. Tidak lama Ren berubah lagi ke wujud naga nya kemudian dia memeluk tuanku seperti seekor naga yang senang melindungi telurnya dari predator.
"Aa akan aman di pelukan ku" Ren.
Pindah sudut pandang ke sudut pandang Ren sebelum Hare di serang oleh monster.
haaaaah aku capek sekali
Kraccck
"AA"
Monster itu datang dari mana beraninya monster itu menyarang aa ku yang sedang lengah 'Tranfor'(sihir untuk mengubah wujud) setelah menjadi naga aku langsung menginjak monster kalajengking itu tanpa ampun.
"BERANINYA KAU AAGGGHHH"
'Tranfor'
"Aa tidak apa-apa" aku sangat khawatir.
Aku tidak ingin ditinggalkan lagi oleh aa ku.
"Ini semua salah mu Refsi aa ku menjadi seperti ini" aku marah kepada Refsi.
"Maaf kan aku tuan, Ren seharusnya kita tidak lewat sini" Refsi menyesal.
"Tidak apa-apa ini juga salah ku karena kurang waspada" a Hare.
Kemudian a Hare mengeluarkan katana yang menusuknya setelah itu a Hare menggunakan skill Heal untuk menyembuhkan lukanya.
"Ren, Refsi bisa kah kita beristirahat dulu di sini" a Hare.
"Boleh tuan. Aku akan melindungi mu" Refsi.
'Tranfor'
Kemudian aku memeluk a Hare Seperti memeluk ku dulu.
"Aa akan aman di pelukan ku".
Aku akan terus melindungi Aa mulai sekarang