
Karena sudah lagi kita memutuskan melanjutkan perjalanan tentu saja bajuku masih basah kuyup karena eksperimen membuat rasengan. Haaah semoga aja aku bisa langsung menunjukan sihir ini atau sihir hasil eksperimen ku ke mereka. Hhhhhaaaaahhh selama perjalan ini kok belum ada monster atau apa gitu, agar aku bisa memperlihatkan rasengan versi ku ke mereka.
"Tuan, Ren mulai sekarang perhatikan langkah kalian" Refsi.
Akhirnya, akhirnya, akhirnya aku bisa memperlihatkan kemereka hasil eksperimen sihirku.
"Tuan berbelok sekarang" Refsi panik.
"Ok"
Wwwuuuuhhhhssss.
Nj(i)r hampir saja aku jatuh ke pusaran tanah itu, hmm kok pusaran ini kaya tidak asing malah aku sering lihat di desa. Oh iya aku ingat ini adalah sarang atau jebakan serangga undur-undur. Hmm bahasa umum nya tuh kalo ga salah Myrmeleontidae dan di dunia ku yang sebelumnya serangga ini di buat untuk obat tradisional tapi aku juga kurang tau kegunaan obat tradisional itu.
"Ren lingkaran pasir itu mengingatkan ku terhadap hewan undur-undur?".
"Eh iya juga a" Ren.
Tidak lama Ren melempar kan batu ke pusaran pasir tersebut.
"Hei bodoh jangan lemparkan sesuatu ke pusaran itu. Tuan, anak bodoh cepat tiarap!" Refsi marah.
"Memangnya kenapa?" Ren penasaran.
"Cepat turuti apa yang aku katakan!" Refsi.
Dan tidak lama muncul sesuatu di tengah pusaran tersebut, benda tersebut seperti sebuah gunting besar yang bergerigi. Tidak lama gunting besar itu saling bergesekan kan menghasil kan ledakan yang sangat besar.
"Itu sebabnya aku meminta kalian tiarap dan jangan melemparkan sesuatu apapun ke pusar itu!" Refsi.
"Nama monster itu apa Refsi dan serangannya berapa fatal?".
"Nama monster itu adalah monster Myrme. Efek ledakannya itu bisa menghancurkan 8 naga superior sekaligus" Refsi.
"Tapi kalo efek ledakannya begitu dahsyat kenapa jarak jangkauannya cuman di pusarannya saja?".
"Itu karena monster itu sebenarnya jinak asal tidak di ganggu saja. Malah monster itu adalah salah satu monster yang bisa berubah wujud menjadi manusia selain kalian para naga" Refsi.
Setalah itu kita melanjutkan perjalanan dengan sangat berhati-hati karena salah saja 1 langkah nyawa bisa jadi taruhannya.
"Tuan bagaimana kalo kita istirahat dulu saja di sini" Refsi.
"memangnya aman?" Ren meragukan keputusan Refsi.
"Tenang saja pasti aman" Refsi.
"Seberapa yakin kamu?" Ren masih meragukannya.
"Sangat yakin" Refsi.
"Awas aja kalo nanti salah satu dari kita ada yang di serang secara mendadak!" Ren.
"Tidak akan karena perlengkapan ku, dan perlengkapan kalian sudah aku oles darah monster kalajengking" Refsi.
"Memangnya darah monster kalajengking itu bisa mengusir monster?".
"Bisa tuan karena aroma darah monster kalajengking sangat di benci oleh monster yang tidak memiliki kemampuan berubah wujud" Refsi.
Aku penasaran bau seperti apa yang bisa mengusir para monster. Karena penasaran aku langsung mengendus pedang ku, hmm aroma ini bukan bau tidak sedap melainkan aroma harum yang menenangkan.
"Refsi kok aromanya seperti parfum premium?".
"Iya memang benar apa yang di katakan tuan darah monster kalajengking itu seperti parfum premium. Malahan di jaman yang kita jalankan parfum ekstrak darah monster kalajengking ini di jual sangat mahal. Karena untuk mendapatkan monster kalajengking nya di butuhkan nyali yang sangat besar dan rank petualang tingkat S keatas" Refsi.
"Refsi apa darah monster kalajengking itu masih ada?" Ren bersemangat.
"haaaah aku sudah menduganya kamu pasti menyukai bau dari darah monster kalajengking itu" Refsi.
"Nih aku sudah siapkan untuk mu dan itu tidak usah di olah lagi karena aku sudah mengolahnya menjadi parfum" Refsi.
"Terimakasih Refsi" Ren langsung memeluk Refsi.
Haaaaaah pada akhirnya aku tidak bisa menunjukannya.
Krruuuk.
Duh suara perutku sudah meronta-ronta lapar nih.
"Tuan apa tuan lapar?" Refsi.
"Hmm iya sih, hehehe maaf".
"Kalo begitu a Hare tunggu disini Ren akan mencari buah-buahan yang bisa di makan di hutan ini" Ren.
"Eeee Ren itu tidak usah soalnya untuk bahan makanan sudah ada" Refsi.
Tidak lama Refsi menyebutkan mantra sihir.
"Itembox" sihir yang di keluarkan oleh Refsi.
"Nih makanannya" Refsi.
"Daging kalo gitu selamat makan, uuueeee daging apa ini kok tidak enak?" Ren langsung memuntahkan daging yang ia makan.
"haaaah kamu tuh gimana sih daging ini kalo di makan langsung memang sangat tidak enak. Tapi kalo tau cara mengolahnya daging ini akan menjadi sangat enak" Refsi.
"Kenapa tidak bilang dari tadi!" Ren.
"Ya suruh siapa langsung makan daging ini mentah-mentah?" Refsi.
"Soalnya kebiasaanku dari dulu kalo soal daging aku langsung memakannya mentah-mentah" Ren.
"haaaaah dasar naga. Kalo gitu tuan aku ijin untuk mencari rempah-rempah untuk memasak daging ini" Refsi.
"Iya".
"Refsi aku ikut!. Boleh kan a Hare" Ren memohon.
"Iya asalkan kamu tidak membuat repot Refsi"
"Ok a, Refsi tunggu aku" Ren langsung mencium pipiku dan kemudian pergi.
Karena itu aku langsung terdiam karena tidak menyangka akan mendapatkan ciuman ke pipi dari Ren. Ya walaupun aku tau aku dan Ren adalah sodara kandung tapi tetap saja itu membuat ku kaget karena tiba-tiba. haaaah sembari menunggu mereka kembali aku akan menyempurnakan sihir ku atau rasengan versi ku sendiri. Eh kok tiba-tiba aku lupa kombinasi sihirnya hmm kombinasi apa sih kok tiba-tiba lupa gini aaaaggghhhhh dasar kebiasaan ku dari dulu yaitu cepat mengerti tapi juga cepat lupa aaaaggghhhhh. Hmmmmmmmm ayo ingatan ingat kembali sihir semalam masa baru beberapa jam sudah lupa lagi hmmmmmmm aha aku ingat kembali kalo tidak salah.
"Water, air, light"
Akhirnya aku berhasil membuat rasengan versi ku sendiri kemudian yang aku penasaran adalah daya hancur dan tahan dari sihir ini. Hmm apa aku coba lempar ke pohon yang di depanku. Haiikk
Bruak dadadadak suara pohon yang hancur secara beruntun.
Nj(i)r fix ini sihir yang akan ku rahasiakan sendiri karena daya hancurnya sangat mengerikan. Terus aku ingin bereksperimen soal kebenaran kalo sihir di anime-anime yaitu sihir bisa dimainkan oleh imajinasi kita tapi apa ya yang akan aku coba, hmmmm oh iya aku akan coba sihir api tapi bukan api yang keluar melain kan uap panasnya saja kan lumayan aku jadi lebih mudah untuk mengeringkan baju. Eh tapi bagaimana jika di uapnya terlalu panas yang ada nanti bajuku terbakar, hmmm aha kan pohon yang tadi hancur oleh rasengan versi ku kan basah kuyup. Kemudian aku berjalan ke salah satu pohon yang basah setelah sampai aku langsung memegang pohon itu kemudian aku membayang kan pengering mesin cuci.
"Fire"
Waw pohonnya langsung kering ya tapi tepak tanganku tercetak sih di pohon ini huuuh untung saja aku tidak mencobanya ke bajuku.
"Tuan kami kembali" Refsi dengan ekspresi wajah senang.
"A Hare Ren kembali" Ren dengan ekspresi wajah senang.
"Eh tumben senyum-senyum apa yang terjadi".
"Rahasia" Ren dan Refsi.