
Pindah sudut pandang ke sudut pandang cloning yang Shii panggil.
"Wahai cloning ku bisakah aku meminta sesuatu" Shii asli.
"Apa itu".
"Aku ingin kamu ke penjara bawah tanah" Shii asli.
"Terus setelah itu apa yang harus ku lakukan".
"Aku mau kamu ubah Nera palsu menjadi terlihat seperti Nera yang asli dan kamu tanamkan sihir kegelapan kepada Nera P itu juga" Shii asli.
"Setelah itu?".
"Dan sisanya akan aku urus, jadi sekarang kamu cepat laksanakan tugas tadi!" Shii asli.
"Baik laksanakan".
Setelah diberi perintah oleh diriku yang asli aku langsung menggunakan Skill transparan dan Skill tembus.
'Skill transparan aktif'.
'Skill tembus aktif'.
Kemudian aku berlari menuju penjara bawah tanah. Sesampainya di penjara bawah tanah aku langsung menggunakan Skill Heal dan mengnonaktifkan Skill tembus untuk meringankan penggunaannya.
'Skill tembus non aktif'.
'Skill Heal aktif'.
Setelah Skill Heal aktif aku langsung menyentuh Nera P untuk dirubah bentuk menjadi persis Nera asli yaitu mengubah wujud bagian bawah Nera P menjadi kaki laba-laba. Kemudian mengubah wajah nya agar sama persis dengan aslinya kemudian aku juga mengubah DNA nya.
"Nera kenapa tubuh seperti itu" Ren P.
"Ga na- ehhh kok tubuh bagian bawahku menjadi seperti kaki laba-laba" Nera P.
"Nera sekarang wajah mu berubah menjadi berbeda" Ren P.
"Ah masa?" Nera P.
"Iya aku tidak bohong" Ren P.
Karena mereka sedang asik berbicara aku langsung melafalkan sihir kegelapan.
"Darkness".
Karena sihir kegelapan efek Skill transparan menjadi berkurang.
"Hei kamu siapa!" Ren P.
Gawat aku harus kabur kemudian aku berlari menuju jeruji besi tapi aku lupa untuk mengaktifkan Skill tembus ku karena itu aku langsung di tangkap oleh Ren P dan terus Ren P mengintrogasi diriku.
"Cepat tunjukan wujud aslimu" Ren P.
"Kalo aku menolak bagaimana".
"Akan kubunuh kau sekarang ju-" Ren P.
Hal aneh pun terjadi yaitu Nera P langsung menusuk perut Ren P.
"Kenapa Nera P kamu menusuk ku" Ren P.
"Karena kamu sudah tidak di butuhkan" Nera P.
"Bisa-bisa dalam kondisi seperti ini kau berhianat. Sialan" Ren P yang langsung jatuh ke tanah.
Kemudian karena aku melihat celah untuk kabur aku pun langsung menggunakan Skill tembus. Tapi sebelum menggunakan Skill tembus aku mengnonaktifkan Skill transparan. Karena aku merasa kejadian tadi adalah ulah diriku yang asli.
'Skill transparan non aktif'.
"Ok karena kamu penasaran ini lah wajah asliku".
"Hah dasar anak baru sialan" Ren P marah.
"Kamu kira dalam kehidupan ini kamu tokoh utamanya kamu salah besar kamu cuman tokoh samping yang bisa di singkirkan kapan saja".
Kemudian aku menggunakan Skill Heal ke mulut Ren P.
"Kamu mau ngapain" Ren P.
"Ssstttt aku akan merusak pita suaramu dan juga tulang rahang mu untuk menutup mulut atas kejadian ini 'Heal' bye penghianat".
Setelah itu aku mengnonaktifkan Skill Heal, dan kemudian aku mengaktifkan lagi Skill transparan dan Skill tembus.
'Skill Heal non aktif'.
'Skill transparan aktif'.
'Skill tembus aktif'.
"Wahai diriku aku sudah melaksanakan tugas yang telah kamu berikan kepada ku" aku berbisik-bisik.
"Terimakasih wahai cloninganku, dan terimakasih atas improvisasinya" Shii asli berbisik-bisik.
Setelah itu aku kembali lagi ke tempat yang seharusnya yaitu ke aku ke diri Shii lagi.
Kembali lagi ke sudut pandang Shii.
"Shii kamu tidak apa-apa?" Lisa.
"Harusnya aku tidak membiarkan kamu bersama Drehi" Ai.
"Kalian berdua siapa?".
"Hahaha Shii kamu jangan bercanda" Ai.
"Bercanda maksudnya?".
"Drehi setelah aku meninggalkan mu dengan Shii apa yang kamu lakukan kepadanya" Ai marah kepada Drehi.
"Maaf Yusha-sama aku juga tidak tahu tiba-tiba ketika aku ingin kembali dia tiba-tiba pingsan. Dan tanpa pikir panjang aku langsung bawa dia ke sini tapi hasilnya seperti ini" Drehi menyesal.
"Yusha-sama mungkin dia lupa ingat" Lisa.
"Terus kamu tau bagaimana mengembalikan ingatannya" Ai.
"Yang saya tau kita cuman harus, ingatkan dia tentang kenangan terakhir" Lisa.
Tidak lama kemudian aku merasakan bahwa cloninganku sedang dalam masalah kemudian aku mencoba mengendalikan penglihatan dari Nera P.
haaaah semoga saja cloninganku ku sudah berhasil menanamkan sihir kegelapan kepada Nera P.
Kemudian aku pergi tidur di kasurku untuk memastikan kondisi cloninganku melalui Nera P.
Nera wow ternyata seperti ini rasanya melihat dari seseorang yang aku kendali. Kan benar pirasatku tadi cloninganku sedang dalam masalah. Ehhh ini gimana mengendalikannya aku coba kerjakan tangannya. Oh ternyata mengendalikan orang yang terkena sihir kegelapan seperti mengendalikan tubuhku sendiri.
Kemudian aku mencari sesuatu yang tajam di sekitar Nera P. Tidak lama mencari aku akhirnya menemukan pisau kecil di saku Nera P. Tanpa pikir-pikir lagi aku langsung menusuk Ren P dengan pisau yang Nera P bawa.
"Cepat tunjukan wujud aslimu" Ren P.
"Kalo aku menolak bagaimana".
"Akan kubunuh kau sekarang ju-" Ren P.
Huuh untung aku melakukannya tepat waktu.
"Kenapa Nera P kamu menusuk ku" Ren P.
Hmm sekarang akan aku kendalikan perkataan mu.
"Karena kamu sudah tidak di butuhkan" Nera P yang sedang di kendalikan oleh ku.
"Bisa-bisa dalam kondisi seperti ini kau berhianat. Sialan" Ren P yang langsung jatuh ke tanah.
Tidak lama cloninganku menunjukan wajahnya
"Ok karena kamu penasaran ini lah wajah asliku" cloninganku.
"Hah dasar anak baru sialan" Ren P marah.
"Kamu kira dalam kehidupan ini kamu tokoh utamanya kamu salah besar kamu cuman tokoh samping yang bisa di singkirkan kapan saja" Cloninganku.
Sadis kata-katanya itu loh malahan aku saja tidak terpikir akan mengatakan hal itu.
Kemudian cloninganku menghampiri Ren P.
Hmm sekarang cloninganku akan berbuat apa lagi.
"Kamu mau ngapain" Ren P.
"Ssstttt aku akan merusak pita suaramu dan juga tulang rahang mu untuk menutup mulut atas kejadian ini 'Heal' bye penghianat" cloninganku.
Wow salut cloninganku ternyata lebih pintar dariku. Setalah itu aku melepaskan kendali terhadap Nera P. Kemudian aku bangun dan duduk di kasur ku. Dan ternyata di sampingku ada Ai dan Lisa yang sedang tertidur Ai sembari memegang tangan kiri ku sedangkan Lisa tertidur sembari memegang tangan kananku.
Aku biarkan Meraka tidur tapi kalo di lihat-lihat wajah Ai dan Lisa cukup imut jika sedang tertidur seperti ini.
Tidak lama cloninganku menghampiri ku untuk melapor.
"Wahai diriku aku sudah melaksanakan tugas yang telah kamu berikan kepada ku" cloninganku berbisik-bisik.
"Terimakasih wahai cloninganku, dan terimakasih atas improvisasinya" aku berbisik-bisik.
Kemudian cloninganku kembali lagi ke tubuhku.