SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
BERPAMITAN PART 1



"Oh kalo itu tenang saja karena mana ku itu unlimited atau tidak terbatas".


"haaaaah ternyata mana mu sama seperti papah mu, sekarang mamah tau kenapa cuman kamu saja yang tidak bisa berubah menjadi naga seutuhnya dan pantas cara lahirmu berbeda ketimbang kakak mu dan adik mu" ibuku.


"Maksud mamah?".


"Maksudnya ketika mamah melahirkan Ros dan Ren yang keluar dari perut mamah itu adalah sebuah telur sedangkan kamu langsung keluar tanpa di bungkus cangkang telur bisa dibilang mamah ketika melahirkan mu seperti ras manusia yang melahirkan anaknya" ibuku.


Hmm ternyata cara lahirku berbeda dengan yang lain.


Ketika sedang asik mengobrol Refsi memberi tahuku bahwa hp ku bisa di keluarkan dari item box.


"Tuan hp tuan sudah bisa di keluarkan dari item box" Refsi.


"Hah yang benar!".


"Iya tuan" Refsi.


Setelah itu aku dan Ai langsung mengeluarkan hp masing-masing.


"Eh iya ternyata bisa!" Ai.


"Benar juga, akhirnya sekarang aku tidak akan mudah bosan".


"Rey itu alat apa?" Ibuku.


"Oh ini adalah alat komunikasi jarak jauh mamah bisa mendengar suara dari seseorang melalui alat ini".


"Yang benar mamah ingin coba" ibuku.


"Ok, Ai tolong kamu bisa menjauh dari tempat ini".


"Dengan teganya kamu mengusirku" Ai.


"haaaaah aku tidak mengusirku cuman ibuku penasaran dengan hp ini dan cara menggunakan nya" aku berbisik kepada Ai.


"Oh kalo begitu aku akan melakukan apa saja untuk ibu mertuaku" Ai.


Setelah itu Ai menjauh dari tempat pohon besar.


"Rey itu Ai mau kemana?" Ibuku.


"Oh Ai ingin menunjukkan cara kerja benda ini".


Tidak lama hp ku berbunyi, karena itu semua roh dan ibuku langsung melakukan posisi siapa betarung.


"Hei tenang aja ini tidak berbahaya".


Kemudian aku mengakat telepon dari Ai.


"Sayang sudah tersambung" Ai.


"Iya aman".


Kemudian aku memberikan hp ku kepada ibuku.


"Mah nih".


"Apa kah ini tidak berbahaya" ibuku.


"Aku jamin 200% kalo ini aman".


Setelah itu ibuku langsung mendekatkan telinganya dengan hp ku, tidak lama kemudian ibuku langsung kagum tapi tidak lama kemudian muka ibuku memerah.


haaaaah pasti Ai bilang yang enggak-enggak.


Setelah itu hp ku di kembalikan oleh ibuku setelah itu ibuku langsung bertanya sesuatu kepada ku.


"Rey mamah ingin bertanya kepadamu?" Ibuku.


"Iya apa itu?".


"Sebenarnya pacarmu itu yang mana?" Ibuku.


"Tentu saja Ai".


"Terus suara siapa yang tadi ada di alat itu" ibuku.


"Mamah ini gimana sih itu suara Ai".


"Oh suara Ai kalau begitu mamah akan ganti pertanyaan kapan kalian menikah?" Ibuku.


"Maksudnya?" Aku kaget.


"Maksudnya kalian kapan akan memberiku cucu" ibuku.


"Mah aku ini Rey dari masa depan bukan Rey masa ini, Rey masa ini masih kecil" aku masih kaget.


haaaah pantas saja ketika aku meminta restu orang tuaku untuk pacaran dengan Ai mereka dengan mudahnya menyetujui hubungan ku dan Ai. Tidak lama Ai pun tiba di tempat ku dan yang lainnya setelah Ai sampai aku langsung mengintrogasi nya.


"Ai tadi kamu bilang apa ke ibuku".


"Itu cuman pernyataan ringan aja kok" Ai.


"Ringan dari mana, ibuku menyakan kepadaku kapan dia akan di beri hadiah seorang cucu".


Tidak lama dari itu wajah Ai merah merona.


"Eh aku tidak menyangka ibu mu langsung menyetujui hubungan kita, padahal tadi aku cuman bilang ibu kami akan segera menikah" Ai sembari menahan malu.


"haaaaah Ai apa kamu masih ingat ketika kita meminta restu untuk pacaran ke orang tuaku?".


"Iya mana mungkin aku lupa" Ai.


"Seperti faktor utama ibuku menyetujui hubungan kita karena dia sudah tau aku akan berpacaran dengan siapa".


"Hehehehe ternyata tidak sia sia aku mengatakan hal seperti itu" Ai.


Tidak lama dari itu hp ku berdering kembali.


"Ai kamu menelepon ku?".


"Engga hp ku ada di saku" Ai.


"Terus yang menghubungi ku siapa tidak mungkin kalau mail atau teman kita di dunia sebelumnya yang menelepon".


"Liat dulu saja siapa" Ai.


Setelah itu aku melihat hp ku ternyata yang menelepon ku adalah Tenma.


"Sayang siapa yang menelepon mu?" Ai.


"Tenma".


"Kalo begitu coba loss speaker saja biar aku juga bisa mendengar nya".


"Ok".


"Ada apa Tenma".


akhirnya bisa terhubung juga, Hare maaf kan atas kelalaian senior ku yang memindahkan mu seenaknya ke masa lalu" Tenma.


"Oh tidak apa - apa malah aku senang kembali kemasa lalu untuk mengubah beberapa sejarah dunia ini menjadi lebih baik".


"Oh yasudah lah kalo kamu tidak apa - apa hidup untuk sementara waktu disana" Tenma.


"Memangnya ada cara untuk kita bisa menuju ke masa aku dan Ai seharus nya".


"Iya sudah ada caranya" Tenma.


"Oh kalau begitu tunggu 3 - 5 harian lagi kita berdua harus pamitan dulu dengan kerajaan tjimahi dan ada sesuatu hal yang harus aku lakukan".


"Ok baiklah jika itu mau kalian" Tenma.


Setelah itu aku meminta kepada Refsi dan para roh untuk menunggu di desa ini. Kemudian aku menggunakan skill teleport untuk menteleport ku bersama Ai menuju kerajaan Tjima sesampainya di kerajaan tjimahi yang lumayan hancur oleh kejadian pertengkaran Lisa dan Ai. Aku dan Ai langsung di sambut hangat oleh Lily dan juga demi human ras kucing yang aku selamatkan waktu itu.


"Selamat datang kembali Yusha-sama ai dan Yusha-sama Hare" Lily.


"Iya kamu ini kemana saja nyan" salah satu demi human ras kucing kepadaku.


"Maaf aku meninggalkan kalian sebenarnya aku ketika itu dipidah paksa oleh orang yang menyegelku".


"Kenapa kamu yang meminta maaf nyan. Seharusnya kami yang berterima kasih kepada mu nyan" salah satu demi human ras kucing.


"Iya tidak masalah".


"Yusha-sama Ai, Hare sekarang Lisa ada dimana?" Lily.


"Oh kalau itu Lisa sekarang sedang membayar dosanya dengan pergi berkelana" Ai.


Tidak lama datang Miyami dan Yama ke hadapan ku.


"Eh kenapa kalian berdua diam di pintu masuk istana kerajaan Tjima ayo masuk" Miyami.


"Iya kami cuman ingin istirahat dulu di sini" Ai.


"Oh ya sudah kalo begitu kalau kalian selesai istirahat kalian datang ke ruang makan ya karena aku tau bahwa kalian sebanarnya sudah lapar ya?" Miyami.


"Hehehe kamu tau aja Miyami kalau aku sudah sangat lapar" Ai.


Setelah istirahat cukup lama di gerbang kami pun pergi ke ruang makan untuk mengisi perut kita dengan makanan lezat. Sesampainya di ruang makan aku dan Ai langsung masuk dan bersiap untuk memakan makanan yang akan di siapkan oleh para Maid kerajaan.