SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
MENYERANG KERAJAAN MALIO PART 2



Pertarungan hebat pun akan terjadi antara ku dengan orang yang melemparkan bola api yang sangat besar. Dengan serangan pertama orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu melancarkan serangan lurus kepadaku, serang itu sangat mudah untuk aku tangkis tapi karena tangkisan itu membuat efek ledakan yang sangat besar dan membuat pedang orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu menjadi batu karena pertemuan antara lava kan juga es yang meleleh. karena pedang orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu menjadi batu untuk sementara aku berpikir itu adalah kesempatan ku untuk balik menyerangnya tapi yang tidak terduga datang yaitu pisau yang tersimpan di sepatunya hampir mengenai kepalaku.


"huuuuh kalau aku telat beberapa detik bisa saja aku mati sekarang".


"Siapa bilang kalo aku akan bertarung menggunakan pedangku saja" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Ok ternyata pertarungan ini menjadi menarik juga".


Tidak lama orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu menggunakan sihir apinya untuk melapisi kaki nya dengan sihir api. Setelah itu aku aga menjauh dari orang yang melemparkan bola api yang sangat besar karena rencana ku sekarang yaitu melawannya dari jarak jauh atau melawannya dengan menjaga jarak aman. Karena aku sangat yakin dia akan menggunakan serangan jarak dekat untuk mengalahkan ku, benar saja ketika aku aga menjauh orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu mengejarku.


"Hei kenapa kamu takut" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


Aku tidak memperdulikan dia mengatakan apa, aku terus menjaga jarak aman dengan orang yang melemparkan bola api yang sangat itu sembari membuat rasengan versi ku untuk ku lemparkan kepadanya dan aku juga menyarungi lagi katana ku. Ketika rasengan versi ku jadi aku kaget karena orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu sudah ada di hadapan ku dan bersiap untuk melancarkan serangan kepadaku. Untuk menahan serangannya aku menggunakan sihir Shield yang bertumpu pada knife ku dan untungnya sihir Shield ku yang bertumpu pada knife ku selesai tepat waktu jadi tendangan orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu tidak berefek besar terhadapku. setelah aku tahan aku langsung menyerangnya menggunakan rasengan versi ku, serangan ku tepat mengenai perut orang yang melemparkan bola api yang sangat besar karena itu orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu terpental cukup jauh.


Setelah itu giliran ku yang menghampirinya sembari membuka lagi katana ku kembali sesampainya aku di orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu aku langsung menodongkan pedang kelehernya.


"Tuh kan benar dugaan ku kamu sangat lemah".


"Apa kamu yakin" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


[Tuan miringkan kepala tuan sekarang] Refsi.


Kemudian aku memiringkan kepalaku dan tidak lama sebuah pedang melewati samping telinga ku.


"Wow ternyata kamu menyadari serangan itu, dan aku tidak menyangka ada seseorang yang bisa memaksaku untuk menggunakan kekuatan ini" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


Tidak lama pedang - pedang yang ada di sana melayang menujuku kemudian aku berusahalah untuk menangkisnya terus menerus. Aku merasa seperti pedang - pedang yang mengarah kepada ku itu semakin lama semakin banyak, tidak lama kemudian aku sedikit lengah yang membuat bahuku tergores pedang yang terus - menerus melayang kepadaku.


"Hahaha sudah menyerah saja" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Serangan seperti ini masih bisa aku hindari dengan sangat mudah".


Sembari menghindari serangan nya aku mencoba menggunakan skill telepati ke Ai.


'Skill telepati aktif'


Tidak lama skill telepati ku aktif.


{Ai apa aku bisa mendengar ku}.


{Aku mau kalian cari celah untuk menyerang orang itu. Setelah ketemu celahnya aku mau kalian langsung serang dia}.


"{Ok aku akan beri tahu yang lain} Ai.


Sekarang aku cukup membuat orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu sibuk untuk sementara waktu.


"Hei apa kamu sudah kerepotan sedang kekuatan ku itu. ayo sini serang aku!" Orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Ok aku akan langsung mendekati kamu".


Setelah aku mengatakan itu aku langsung menggunakan sihir Shield untuk memperkuat pertahan ku dan juga sihir Ace untuk mempercepat pergerakan ku.


"Shield, Ace".


Aku menggunakan kedua sihir itu dengan perasaan takut mati agar pertahanan ku bertambah 10x lipat dan juga dengan perasaan untuk mengejar target agar sihir Ace ku lebih cepat 10x lipat. Setelah itu aku diam sebentar untuk menghancurkan beberapa pedang di sekitar ku dengan membenturkan senjata itu dengan tubuhku yang sudah ku lapisi dengan sihir Shield. Setelah pedang yang aku hancurkan lumayan banyak aku langsung pergi menghampiri orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu dengan sangat cepat setelah sampai di hadapan orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu aku langsung menendangnya dengan kecepatan ku. Dan tendangan ku membuat orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu terpental cukup jauh.


"Lumayan juga serangan mu, tapi apa kamu bisa menghindari serangan ku yang selanjutnya" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


Tidak akan kemudian orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu langsung ada di hadapan ku kemudian orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu melancarkan pukulan karena reflek ku aku berhasil menangkisnya dengan kedua tangan ku tapi itu juga membuat aku terpental jauh. Sebelum aku terjatuh ke tanah aku di serang lagi oleh orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu menuju ke atas karena aku tidak bisa menangkisnya aku pun langsung terpental menuju langit tapi sebelum aku terbang jauh orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu menyerang ku lagi di bagian depan dan serangan itu mengenai perut ku secara telak setelah itu aku terpental lagi menuju tanah sebelum menyentuh tanah aku di serang lagi di bagian belakang yang membuatku terpental lagi ke atas langit, dan begitu terus sampai 20x serangan setelah itu aku terbaring di tanah.


Untungnya aku tidak terluka parah karena sihir Shield ku masih aktif kemudian giliran ku yang di todong pedang oleh orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Ternyata kekuatan ku cuman segini saja" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"haaaaah ternyata aku tidak cukup kuat untuk melawan mu, ok akan ku beritahu nama ku karena sebentar lagi aku akan berpisah dengan mu".


"Ok akan ku ingat juga nama mu sepanjang hidup-" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


Tidak lama orang yang melemparkan bola api yang sangat besar itu di tusuk oleh Maou dari belakang.


"Ok akan ku beri tahu namaku ketika kita bertemu di akhirat".


"Dasar pecundang" orang yang melemparkan bola api yang sangat besar.


"Bodo amat aku mengakui aku lebih lemah dari padamu karena suatu hal tapi aku lebih unggul dari sisi pertemanan" aku sembari tersenyum.