
Setelah pertemuan mungkin mengharukan bersama Ai. Aku, Ren dan Refsi di bawa oleh Ai untuk menghadap sang raja Tjima yaitu Wein Tjima.
"Yang mulia kita sudah menemukan separuh Yusha-sama" Ai.
"Angkat kepala kalian wahai Yusha-sama sekalian" Wein.
Oh jadi dia sepuh dari kerajaan Tjima tapi aku merasa ada yang aneh tapi apa itu ahhhh aku analisa saja ke anehan ini.
'Skill analisa aktif'.
Kemudia aku melihat ke arah sang raja ketika aku ingin melihat sang raja di dekat leherku sudah tersimpan pisau yang siap menebas leherku.
"Apa kamu seorang mata-mata kerajaan lain".
"Bukan aku hanya ingin melihat sang raja soalnya aku datang dari masa depan dan tidak sengaja melihat foto keluarga kerajaan ini dan aku cuman ingin memastika rasa penasaran ku".
"Yusran turunkan pisau mu" Wein.
Hah Yusran apa mungkin ini adalah ayah Eiden dan kakak dari Maou.
"Siap tuan" Yusran.
Karena sudah tidak ada ancaman aku langsung melihat wajah sang raja dan benar saja dugaan ku soal ke anehan ini ternyata sang raja memiliki kutukan abadi. Tapi yang menjadi pertanyaan ku kenapa bisa di masa depan Raja Wein mati apa kutukan itu sudah tidak aktif atau sebenarnya raja Wein di masa depan masih hidup tapi dia memilih mengasingkan dirinya.
"Wahai yang mulia bolehkah aku bertanya?".
"Boleh apa yang ingin kau tanyakan wahai Yusha-sama" Wein.
"Tidak usah bertele-tele aku akan langsung menanyakan intinya saja. Yang mulia sekeluarga kenapa bisa di kutuk?".
"Sayang jangan tanyakan hal tabu itu. Eh apa benar raja Wein mempunyai kutukan?" Ai penasaran.
"Malah aku bertanya karena Skill analisa ku mengatakan seperti itu?".
"Iya memang. aku memang mempunyai kutukan abadi dan kedua anak ku memiliki kutukan reset" Wein.
Hah reset kutukan macam apa itu nj(i)r. Setelah perbincangan itu kita semua di persilahkan meninggal kan ruangan istana. Catatan kami tidak di usir kami di persilahkan meninggalkan ruangan karena acara penyambutannya memang sudah selesai. Setelah kami meninggalkan ruangan kami diantar oleh Yusran untuk menuju ke kamar masing-masing setelah di tunjukan kamar masing-masing Yusran memperkenalkan pada kami seorang maid yang akan membantu kebutuhan kami selama di sini.
"Perkenalkan kepala Maid Lily dia adalah ras elf, jadi kalo kalian butuh apa-apa bisa hubungi dia" Yusran.
"Ok" aku, Ren, Refsi dan Ai.
"Kalo semua ga ada yang keberatan aku tinggal dulu" Yusran.
Kemudian aku, Ren, dan Refsi ke kamar masing-masing karena kami sudah lelah tapi sebelum aku masuk kamar aku berpesan kepada Lily untuk menjaga pintu kamarku.
"Kak Lily aku bisa meminta sesuatu?".
"Iya apa itu Yusha-sama?" Lily.
"Aku mau kamu menjadi ini pintu jangan ada yang masuk ke kamarku ok?".
"Laksanakan Yusha-sama" Lily.
"Dan jangan panggil aku Yusha-sama panggil aku Hare".
Akhirnya bisa tidur dengan tenang kemudian aku naik ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuhku.
"Hare waktunya bangun untuk makan malam bersama yang mulia" Lily.
"Iya".
Kemudian aku bangun dari tempat tidur kemudian aku mengikuti Lily untuk ke ruang makan ketika aku berjalan aku merasa kok baju ini aga berat. Ketika aku lihat kebawah ternyata yang membuat aku merasa aga berat adalah baju ini bukan baju yang biasa aku pakai. Eh tunggu kenapa aku bisa tiba-tiba ganti baju apa mungkin Lily yang mengganti pakaianku.
"Lily bertanya kenapa mu?".
"Iya apa itu Hare" Lily.
"Iya apa bajunya kurang cocok dengan seleramu?" Lily.
"Haaaaah aku ternodai".
"Mana mungkin aku menggunakan sihir untuk mengganti pakaianmu" Lily kaget.
Menggunakan sihir. Aduh aku lupa Lily kan memang mempunyai sihir ini setelah itu aku melanjutkan perjalanan menuju ruang makan sepanjang perjalanan aku sangat canggung untuk memulai pembicaraan karena kejadian tadi aku mengatakan yang tidak-tidak.
"Hare silahkan masuk yang mulia dan yang lainnya sudah menunggu" Lily.
"Oh iya terimakasih dan aku minta maaf soal yang tadi".
"Iya tidak apa-apa" Lily.
"Nah Yusha-sama kita akhirnya datang" Wein.
"Maaf yang mulia atas keterlambatanku".
"Tidak apa-apa ayo kamu duduk disebelah Ai" Wein.
Kemudian aku duduk di sebelah Ai. Setelah duduk aku melihat sekitar dan memberi salam ke yang lain. Ternyata yang makan malam bukan aku, Ren, Refsi, Ai dan Raja melainkan ada 2 orang lagi yang masih misterius duduk di sebelah raja karena penasaran aku langsung tanya kepada raja 2 orang lagi.
"Yang mulia dua orang di samping yang mulai itu anak yang mulia?".
"Oh mereka iya mereka berdua adalah anak saya" Wein.
"Maaf Yusha-sama kami mengganggu ya?" Anak raja yang perempuan.
"Oh engga aku cuman penasaran karena muka kalian kaya pernah aku liat tapi dimana nya aku lupa lagi".
"Oh kalo begitu ijinkan kami memperkenalkan diri kami" anak raja yang perempuan.
Kemudian anak raja yang perempuan dan yang laki-laki berdiri.
"Perkenalkan namaku Miyami Wein Tjima" Miyami.
"Perkenalkan namaku Yama Wein Tjima" Yamima.
Oh ternyata mereka berdua adalah ibu dan paman Eiden tapi ada yang aneh yaitu ekspresi wajah Yama seperti tidak ada yang di sembunyikan berbeda ketika di masa depan ekspresi dia seperti ada yang di sembunyikan. Berarti dia melakukan kejahatan di masa depan pasti ada sebabnya dan mungkin sebab itu bisa aku netralisir. Setelah selesai makan kita semua kembali ke kamar masing-masing tapi setelah di kamar aku penasaran dengan penyebab Yama atau paman Eiden ingin menguasai kerajaan Tjima. Karena aku penasaran aku langsung mengaktifkan 2 Skill.
'Skill transparan aktif'.
'Skill menembus'.
Kemudian aku menyelinap keluar kemudian aku mencari Yama atau paman Eiden tidak lama berjalan aku melihat Yama sedang berjalan mengendap-endap. Karena penasaran aku langsung ikuti dia dari dekat singkatnya aku mengikuti Yama ke tempat yang sangat jauh dari kerajaan dan dia ternyata bertemu dengan wanita setengah laba-laba bisa di bilang wanita itu dari kepala sampai perut berwujud manusia dan kebawahnya memiliki wujud laba-laba besar.
"Siapa di sana!" wanita setengah laba-laba.
"Ah ada yang mengikutiku?" Yamima.
"Ahhhh sudah ketahuan ya".
'Skill transparan non aktif'.
"Apa Yusha-sama. Sedang apa kau disini?" Yamima.
"Aku cuman penasaran kamu ingin kenama".
Aaaaaah ketahuan hebat juga wanita itu tidak lama kemudian aku merasakan hawa membunuh ketika aku melihat ke belakang ternyata wanita laba-laba langsung menusuk ku dengan katana. Huuuuuh untung saja aku masih mengaktifkan Skill menembusku.
"Perbuatan yang sia-sia kamu tidak akan bisa membunuhku. Dan aku kesini tidak mencari mati aku cuman penasaran tentang masa depan Yamima. Karena Yama dimasa depan itu jahat nya bukan main dia ingin menguasai kerajaan ini?".
"Kenapa aku ingin menguasai kerajaan ini kan sudah ada kakak yang menghendel kerajaan ini malah cita-citaku aku ingin menjadi kesatria yang bisa melindungi kakak" Yamima.
"Iya maka dari aku penasaran kenapa di masa depan kamu bisa seperti itu jadi jangan ada yang di sembunyikan karena aku juga seorang demi-human".