
"Ada ayo kita ikuti titik merah ini".
"Ayo aja sih dari pada gabut diem di sini" Maou.
Setelah itu aku dan Maou langsung mengikuti titik merah yang ada di apk GPS ku. Sembari berjalan aku bertaruh dengan Maou.
"Maou kita taruhan titik merah ini akan membawa kita kemana yang menang apa apa dan yang kalah hukumannya di tentukan oleh mereka semua gimana berani ga?".
"Siapa takut" Maou.
"Ok kalo begitu aku bertaruh titik merah ini akan membawa kita ke markas titik merah ini".
"Licik kok kamu duluan!" Maou.
"Ya terserah berarti kamu sudah menerima kekalahan mu".
"Siapa kata aku menyerah, ok aku akan bertaruh bahwa titik merah ini akan membawa kita ke lapangan kosong untuk mengajak duel kita" Maou.
Setelah itu kami terus mengikuti titik merah ini tetapi titik merah ini membawa kita ke tengah hutan setelah itu tidak lama kemudian banyak titik merah yang menghampiri titik merah yang sedang kami ikuti.
"Maou seperti kita akan berpesta".
"Hah maksud nya?" Maou.
"Nih liat ada banyak musuh yang menghampiri titik merah ini, hehehe berarti aku yang benar titik merah ini menuju markas".
"Belum tentu lah, masa markar mereka hutan. harusnya kan sebuah markas adalah bangunan bekas yang sudah tidak ada penghuninya" Maou.
"Hmm manuk akal juga".
"Masuk akal woy!" Maou.
Tidak lama kemudian semua titik merah yang ada di apk GPS ku mengepuk kami berdua.
"Keluar atau aku bunuh kalian berdua" suara misterius.
"Maou mungkin sebentar lagi kita akan beraksi".
"Aku juga merasa begitu" Maou.
Tidak lama kemudian ada sebuah pedang besar yang hampir mengenai ku.
"Uuuh hampir kena pudakku nj(i)r".
"Hare kayanya ini fiks kita harus melawan mereka" Maou.
"Iya, apa kamu siap harus berperang melawan mereka semua Maou".
"Pake nanya" Maou.
Kemudian aku langsung menyimpan dan mengeluarkan senjataku di item box.
"Item box".
Setelah aku menyimpan hp dan mengeluarkan katana dan knife ku aku langsung mengaktifkan 2 skill yang berguna untuk bertarung duo vs squad.
'skill tembus aktif'.
'skill pelipat ganda aktif'.
Kemudian aku dan Maou langsung lompat untuk mengagetkan musuh kami tetapi bukanya musuh kaget kami malah langsung di tebas oleh 2 pedang besar. Untungnya skill tembus ku aktif secara berlipat ganda yang menghasilkan kedua tebasan pedang besar itu cuman melewat di badanku dan untungnya Maou melompat lebih jauh dariku setelah itu aku langsung bersiap untuk melancarkan serangan.
"Hah bagaimana mungkin kamu masih hidup setelah di tebas 2 pedang besar ini" salah satu orang yang menggunakan pedang besar.
"Itu karena serangan kalian berdua sangat sangat sangat lemah" aku sengaja memancing emosi mereka berua.
"Beraninya kamu meremehkan kami" salah satu orang yang menggunakan pedang besar.
"Akan ku bunuh kau" kedua orang yang menggunakan pedang besar.
Tidak lama kedua orang yang menggunakan pedang besar itu menyerang ku tetapi sebelum kedua orang yang menggunakan pedang besar berhasil menebas kan pedangnya kepadaku datang Maou yang tiba tiba marah.
"Kenapa kamu malah lawan orang kuat sedangkan aku cuman melawan para keronco!" Maou marah.
"Cie cemburu karena aku melawan dua orang kuat, terus para keronco yang tadi kamu lawan gimana nasibnya".
"Oh mereka tuh liat aja sendiri" Maou sembari menunjuk.
"Nj(i)r, aku cuman mau memastikan saja mereka semua tewas atau kamu buat mereka semua pingsan?".
"Oh kalau itu tenang saja aku cuman membuat mereka pingsan dan aku juga menamkan kepada mereka trauma berkepanjangan" Maou.
"Hei ngobrol nya sudah beres belum" salah satu orang yang menggunakan pedang besar.
"Sudah sih ayo kita mulai pertarungannya".
"Hare bagi aku satu lawan ok" Maou.
"Silahkan saja".
Setelah itu Maou menyerang salah satu orang yang menggunakan pedang besar. Sedangkan satu orang lagi yang menggunakan pedang besar langusng menebas kepalaku tetapi karena skill ku pedang besar itu seperti melewat saja di leherku setelah itu aku langsung menebaskan katanaku ke pundak orang yang menggunakan pedang besar tetapi tebasan ku bisa di hindari dengan mudah. Kemudian aku langsung melompat untuk memperpendek jarang dengan orang yang menggunakan pedang besar itu. Setelah dekat aku langsung menebas kan katanaku lagi tetapi orang yang menggunakan pedang besar itu bisa menghindari serangan ku dengan cara melompat ke belakang.
Tidak lama aku melompat lagi untuk memperpendek jarak dengan orang yang menggunakan pedang besar itu setelah dekat aku lelancarkan serangan lurus yang mengarak ke paha kanan orang yang menggunakan pedang besar tetapi orang yang menggunakan pedang besar itu menghindari serangan ku dengan cara memutar badannya sembari langsung melancarkan serangan kepadaku. Tetapi karena skill op ku aktif serangan itu cuman melewati tubuh ku saja.
"Hah tidak mungkin aku tadi yakin serangan ku mengenai badanmu" orang yang menggunakan pedang besar.
"Mungkin saja".
Haaaaa hampir bet aku mati karena serangan tadi kalo aku cuman menggunakan skill tembusku mungkin badan ku akan terbelah menjadi dua karena kelemahan skill tembus adalah bagian belakang si pengguna nya dan gerakan pedang yang seperti memang di arahkan menuju punggungku.
Setelah itu aku langsung melapisi katana ku dengan sihir es dan knife ku dengan sihir lava.
"Es katana, lava knife".
"Ternyata dari tadi kamu tidak serius untuk melawan ku" orang yang menggunakan pedang besar.
"Memang sekarang aku akan serius melawanmu".
Tidak lama kemudian orang yang menggunakan pedang besar itu menggunakan sihir angin untuk melapisi pedang besar nya itu tidak lama kemudian orang yang menggunakan pedang besar itu langsung melancarkan serangan kepadaku dengan sangat cepat. Aku juga langsung menangkis serangan nya menggunakan kedua senjataku.
"Berat" aku sembari menahan pedang besar.
"Hahaha agar lebih menarik aku akan beri tahu kamu soal kekuatan ku, kekuatan adalah membuat benda berat menjadi ringan dan lebih tajam dengan menggunakan sihir angin" orang yang menggunakan pedang besar.
Oh sihir angin itu di gunakan untuk meringankan pedangnya dan juga membuat pedangnya menjadi lebih tajam ya.
"Wow ternyata pedang mu sangat kuat ya, aku tidak sabar lagi untuk mencuri pedang mu sebagai koleksi ku selanjutnya" orang yang menggunakan pedang besar.
"Coba saja kalo bisa".
Sembari menahan serangan yang sangat berat ini aku menyatukan pedangku agar menimbulkan efek ledak di hadapannya.
Duaaarrr.
Karena aku menempelkan kedua senjataku yaitu katana es dan knife lava yang membuat efek ledakan yang cukup besar. Dan membuat luka bakar di tangan dan setengah muka dari orang yang menggunakan pedang besar.
"Aaaaahhh wajah penyamaran ku hancur" orang yang menggunakan pedang besar.
Setelah itu orang yang menggunakan pedang besar itu seperti merobek topeng yang menempel di wajahnya. Setelah selesai ternyata orang yang sedang aku lawan adalah seorang wanita yang memiliki rambut ular.
"Hare hati hati jangan sampai kamu Kontak mata dengan nya" Maou berteriak.