SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
BERMAIN PERANG BOLA SALJU



Keesokan harinya aku yang baru terbangun merasa pagi ini kok lebih dingin dari sebelumnya kemudian aku membuka tirai jendela dan ketika melihat keluar jendela ternyata diluar sana sedang turun salju. Tidak lama ada yang mengetuk pintu kamar ku.


Tok tok tok.


"Sayang ayo kita keluar" Ai.


"Males ah dingin".


"Ayo lah sayang aku baru kali ini melihat salju beneran" Ai.


"Enggak mau dingin lebih enak tidur".


"Ok aku sebenarnya tidak mau melakukan ini" Ai.


Tidak lama Ai seperti sedang melafalkan sihir misterius. Setelah selesai tiba-tiba pakaian ku berubah menjadi pakaian bunny girl.


"Ai tolonglah baju kemarin saja aku malu setengah mati memakainya, sekarang bisa bisa dengan pakaian ini aku mati beneran".


"Ya itu terserah mu kalo kamu mau ikut nemenin aku main salju akan aku ubah lagi pakaianmu kalo kamu ga mau ya sudah kamu harus pake baju itu selama seminggu" Ai.


Dengan terpaksa aku harus menemani Ai main salju.


"Iya deh aku temenin".


"Nah gitu dong" Ai senang.


Kemudian Ai melafalkan sihir yang tadi setelah selesai bajuku berubah menjadi baju cosplay Rimuru Tempest. haaaah kemarin pake seragam Maid sekarang Ai memaksa ku mengenakan baju cosplay Rimuru Tempest haaaah.


"Kawaaiii" Ai langsung memeluk ku.


Yang sebenarnya tidak ada masalah dengan baju ini Karena baju ini lebih tertutup ketimbang seragam Maid yang kemarin aku pakai.


Setelah itu Ai langsung menarikku menuju halaman istana untuk bermain salju tapi tidak lama kemudian Ai menarikku untuk keluar dari istana.


"Ai kenapa kita di tidak main di istana?".


"Enggak ah aku takut di kira aneh" Ai.


Singkatnya kami berdua Sampai di pinggir danau.


"Ai tumben kamu tidak mengajak Lisa untuk bermain bersama".


"Sebenarnya sudah tapi dia menolak soalnya dia sangat tidak menyukai salju" Ai.


haaaah pantas saja di memaksaku untuk bermain salju. Tapi kalau di lihat lihat ternyata danau disini membeku dan ini kali pertama ku melihat danau beku.


Kemudian tidak lama aku merasa ada seseorang yang melemparkan dengan salju ketika aku melihat ternyata Ai yang melemparkan salju kearah ku. Kemudian aku diamkan tapi makin lama lemparan itu makin banyak Karen sudah kesal aku langsung menggumpalkan salju di tangan ku kemudia aku lempar menuju Ai.


"Wah mulai berani dia ok sayang kita main lempar bola salju siapa yang terkena lemparan lebih banyak dia yang kalah dan tentu saja yang kalah harus di hukum" Ai.


"Ok siapa takut".


Kemudian aku membentuk perisai es yang aku buat dengan sihir air.


"'Ice Shield' ok ayo kita bertarung".


Kemudian aku dan Ai memulai pertarungan melempar bola salju. Tidak lama Ai langsung menyerang ku dengan dua bola salju tapi kedua bola salju itu tidak kena kepada ku, aku berhasil menghindari dua sedang sekaligus.


"Sayang sekali tidak kena?".


"Kamu yakin" Ai.


Tidak lama 2 bola salju itu mengenai punggung.


"Haha 2 - 0".


"Ok ternyata kamu menggunakan Skill telegenesis, ok kalau seperti itu aku tidak akan segan menyerang mu".


"Ace".


Kemudian setelah itu aku sengaja memperlambat pergerakan ku untuk mengalihkan pandangan Ai.


"Udah capek lari-lari dari tadi" Ai.


"Sebenernya belum 'slip'".


Kemudian tidak lama Ai mengeluarkan sihir penambah gaya gesek di permukaan tanahnya.


"'lisp' tidak buruk juga" Ai.


Kemudian 2 bola salju mengenai Ai.


"Hah sajak kapan aku terkena serangan" Ai.


"Sekarang kedudukan menjadi sama 2 - 2".


"Oh jadi gitu ya cara mainnya" Ai.


Kemudian tidak lama banyak bola salju yang mengatakan kepadaku. Kemudian aku dan cloning ku berusaha sekuat tenaga untuk menghindari semua serangan bola salju ini sebari menyerang Ai.


Ternyata Skill telegenesis ini memang sangat berbahaya aku dibuat kewalahan oleh skill ini. Kemudian tidak lama Lisa dan Lily menjemput kami berdua.


"Ayo kalian berdua sudahi pertarungan nya" Lily.


"Yusha-sama ayo sekarang waktunya untuk sarapan" Lisa kepada Ai.


"Hare ayo kita segera ke ruang makan" Lily.


"Hasilnya kita seri".


"Iya" Ai.


Kemudian aku berbalik untuk kembali ke istana tidak lama kemudian ada Bola salju yang mengenai punggung ku. Karena itu aku langsung berbalik dan kemudian aku melempar bola salju ke arah Ai dan Bola salju itu dengan mudah Ai hindari.


"Dengan ini permainan selesai dan sekor akhir nya adalah 3 - 2 untuk kemenangan ku" Ai.


"Bukanya kita sudah selesai".


"Siapa juga yang bilang ini sudah selesai" Ai.


"Berati kamu curang".


"Siapa juga yang curang, aku tadi melemparkan bola salju 1x dan kemudian aku membiarkan mu melempar bola salju 1x ya walaupun ga kena" Ai.


"Eeeeee benar juga tapikan tadi aku belum siap".


"Suruh siapa tidak siap. Jadi sayang ku bersiap lah untuk menerima hukuman mu" Ai tersenyum.


"haaaah iya lah".


Kemudian aku, Ai, Lisa dan Lily pergi kembali ke istana untuk sarapan sesampainya di istana aku, dan Ai langsung menuju ruang makan sedangkan Lily dan Lisa langsung menuju ruang Maid. Setelah selesai makan aku langsung di tarik oleh menuju ke kamarnya setelah sampai ternyata Lisa sudah mempersiapkan alat yang di butuhkan oleh Ai.


"Yusha-sama Ai aku sudah mempersiapkan peralatan yang kamu minta" Lisa.


"Ok terimakasih Lisa, mah sekarang sayang duduk di kursi ini" Ai.


Kemudian aku duduk di kursi setelah itu seperti biasa mataku di tutup oleh kain. Kemudian aku disuruh untuk memasukan tangan ku kedalam sebuah sarung tangan, kemudian Ai menyuruh untuk berdiri setelah itu Ai aga menurunkan celanaku kemudian Ai menyentuh tulang ekorku kemudian dia melafalkan sihir yang misterius setelah itu Ai memintaku untuk mengenakan sebuah rok yang ketika aku penggal ada lingkatan misterius.


"Ai lingkaran ini buat apa?".


"Pakaian aja dulu nanti kamu kan tahu" Ai.


Kemudian aku memakai rok itu dan aku merasa ada yang sesuatu aneh di daerah dekat bokongku dan sesuatu itu terasa seperti ekor.


apa mungkin aku tidak sengaja berubah wujud menjadi seekor naga tapi tunggu ekor ini tidak terasa seperti ekor naga ku ekor ini sangat lembut oh berarti lubang misterius ini untuk keluarnya ekorku. Setelah aku selesai memakai rok kemudian aku kembali disuruh duduk Ai setelah itu Ai seperti memasangkan sesuatu di kepalaku setelah itu penutup mataku di buka oleh Ai.


haaaah sekarang aku berubah jadi apa lagi ketika aku melihat ke cermin ternyata aku di dandani oleh Ai menjadi Demi Human ras kucing. Tidak lama setelah aku melihat ke cermin Ai dan Lisa langsung memeluk ku.