Raka & Alya

Raka & Alya
Bab 47



"Cici, apa yang kamu lakukan di situ? sini masuk," kata Mira saat melihat Cici tetangganya yang tadi mengintip di balik pagar.


Cici hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi, dia memang seperti itu jika di rumah Mira ada orang. Alya ketakutan melihat sikap Cici yang aneh, kemudian dia bertanya pada Mira.


"Mah, itu orang kenapa di panggil diam aja," ucap Alya.


"Dia baik kok, sayang. Memang seperti itu orangnya, dia tidak jahat," jelas Mira. Ayo kita ke rumah Cici," Lanjutnya.


Mira dan Alya kemudian datang ke rumah Cici, ternyata mereka berdua di sambut dengan baik. Bahkan ketika di rumahnya Cici juga banyak berbicara, membuat Alya bertambah heran.


Pulang dari Rumah Cici, Alya mengutarakan keinginannya . Dia ingin pergi ke pantai, sudah lama juga ia tidak pergi ke pantai.


*


*


Dokter menyarankan Dania untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari, karena sakitnya lumayan serius. Fandy dan Linda menyuruh Lisa untuk pulang, mereka berdua yang akan menemani Dania.


"Sayang, kamu cepat sembuh ya. Mamah pulang dulu," kata Lisa sembari mencium kening Dania.


Dania mengambil tisu lalu mengelap bekas ciuman Lisa, Linda yang mengetahui hal itu langsung memberikan nasehat untuk Dania. Bagaimana pun Lisa adalah ibu kandungnya, jadi tidak pantas jika berbuat seperti itu.


Lisa sakit hati dengan perlakuan Dania, ia lalu pergi ke rumah Mamahnya. Sampai di sana Lisa langsung memeluk Ane sembari menangis, ia lalu menceritakan kejadian yang di alaminya.


"Dania sakit? kenapa bisa terjadi," ucap Ane dengan wajah cemasnya.


"Salah makan saat jajan di kantin, Mah," kata Lisa.


Ane kemudian meminta Lisa untuk mengantarkannya ke rumah sakit, dia ingin melihat keadaan Dania. Lisa tidak mau mengantarkan Ane, dia malas bertemu Linda dan Fandy tetapi Ane terus memaksanya.


"Oke! aku antar, Mah. Tapi izinkan aku tinggal di sini," ucap Lisa.


"Tidak bisa! kamu harus bisa menyelesaikan sendiri masalah kamu," kata Ane.


"Mamah, cari tau sendiri aja kalau gitu," kata Lisa.


Ane memarahi Lisa, dia hanya ingin Lisa kembali sama Fandy. "Harusnya kamu berusaha membuat Fandy jatuh cinta sama kamu, tetapi kenyataannya apa? sampai sekarang kamu tidak bisa merebutnya," ucapnya.


"Lisa sampai kapanpun aku tidak akan kembali sama Fandy," kata Lisa.


Lisa membuat Ane semakin marah, Ane kemudian mencari tau sendiri di mana Dania sedang di rawat. Sampai di rumah sakit Fandy tidak mengizinkan Ane masuk dan menjenguk Dania.


"Aku mau melihat cucuku! jangan menghalangi ku," kata Ane.


Fandy malu jika Ane terus saja berteriak, mereka bisa menjadi pusat perhatian banyak orang. Dengan cepat Fandy meninggalkan Ane masuk ke dalam ruangan inap Dania, ia sudah kesal dengan tingkah Ane yang terus saja memaksanya.


"Pah, tolong izinkan Nenek Ane masuk ke sini," kata Dania kebetulan dia mendengarkan Ane dan Fandy berbicara.


"Tapi, kamu harus banyak istirahat," Fandy.


Dania terus meminta agar Ane diperbolehkan masuk, terpaksa Fandy langsung bergegas menyuruh Ane masuk.


Kebetulan saat ini Linda tertidur di sofa, ia sangat lelah. Ane tau kalau Linda tidur langsung marah, kebetulan Fandy tadi juga langsung pergi ke kantor.


"Bangun! Kamu ngapain di sini, suruh jaga Dania malah tidur," kata Ane.


"Nek, Mamah Linda harus banyak istirahat. Tolong jangan marah dengannya. Ane langsung diam, dia tau kalau Dania bisa juga mengusirnya.


*


*


"Kalau jalan-jalan Mamah Mira akan terhibur, salah satunya ke pantai, Raka! lagian dekat juga," ucap Alya.


"Bilang aja kamu yang mau," kata Raka.


Alya tidak terima dengan ucapan Raka, sehingga mereka berdua berdebat. Raka maunya cepat pulang ke rumah, ia takut tertinggal pelajaran di sekolah.


"Kalian kenapa? jangan berantem," sahut Lian.


"Raka gak mau ke pantai, Om," kata Alya sembari melirik Raka.


"Lagian ke pantai mau ngapain, bikin capek," kata Raka. Semuanya tergantung Mira, dia mau atau tidak. Lian kemudian bertanya pada istrinya, Mira sendiri sebenarnya tidak ingin ke pantai tetapi karena Alya yang meminta ia mengiyakan.


"Pah, kita ke pantai sebentar gak papa kan?" tanya Mira.


"Kita harus segera kembali ke rumah, Mah! besok anak-anak masuk sekolah," ucap Lian. Raka sepertinya juga tidak mau," Lanjutnya.


Mira kemudian menemui Alya, dia bertanya apa benar Alya mengajak ke pantai. Dia juga mengatakan lebih baik di lain waktu saat ada Susi dan Tio.


Alya nurut dengan ucapan Mira, tetapi dia meminta syarat yaitu Mira tidak boleh sedih lagi. Mira menuruti syarat dari Alya, dia tersenyum lalu memeluk Alya dengan erat.


Malam hari mereka baru sampai di rumah, Alya sudah tertidur di mobil. Raka membangunkan Alya yang duduk di sebelahnya, Alya bukannya bangun kepalanya justru bersandar di pundak Raka.


"Mah, Pah, tolong! ini gimana, Raka gak bisa gerak," ucap Raka.


Mira lalu menoleh ke belakang, ia kemudian turun dari mobil hendak membantu Raka.


"Alya! bagun!" teriak Raka.


"Sayang, bagun yuk! ini sudah sampai di rumah," ucap Mira sembari mengoyak tubuh Alya.


"Sampai ya, Mah," ucap Alya dengan suara khas bagun tidur. Ia kemudian menoleh ke arah Raka, kemudian bangkit dari sandaran nya.


Raka kemudian turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah, karena dia sudah merasa sangat lelah. Sedangkan Alya masih berada di mobil dengan Mira dan Lian.


*


Pagi hari Alya sudah bangun dari tidurnya, karena tadi malam ia tidur di rumah Mira. Saat ini dia hendak membantu Mira menyiapkan sarapan pagi, tetapi Mira melarang karena Alya harus bersiap-siap masuk ke sekolah.


"Alya, kamu pulang dulu siap-siap sana! aku gak mau kita terlambat lagi," kata Raka dengan ketus.


"Aku hari ini izin lagi aja, kan capek," ucap Alya.


Raka kemudian menarik rambut Alya yang di ikat, dia lalu mengantarkan Alya ke rumahnya. Kalau sampai Alya tidak masuk pasti akan tertinggal pelajaran.


"Cepat siap-siap! jangan merepotkan orang," kata Raka saat berada di depan rumah Alya.


"Aku sudah bilang, mau izin gak masuk," ucap Alya.


"Kalian sudah pulang! ayo masuk," kata Susi yang baru saja keluar dari rumahnya.


Raka kemudian mengatakan pada Susi, kalau Alya tidak mau berangkat sekolah. Susi menjadi marah pada Alya, lalu menyuruhnya untuk mandi.


"Raka, gara-gara kamu aku gak bisa enak-enakan di rumah," kata Alya.


Raka menjulurkan lidahnya, lalu berlari pulang ke rumahnya.


Kini Alya sudah bersiap-siap, bahkan ia sudah menunggu Raka di teras rumahnya. Raka belum juga datang, membuat Alya semakin kesal dengan Raka.