
"Alya, aku mau cerita sama kamu! kok malah pergi," ucap Vila saat Alya berdiri.
"Sebentar! aku ke sana dulu," ucap Alya menunjukkan keberadaan penjaga sekolah.
Alya kemudian menuju ke tempat penjaga sekolah, mereka mengobrol sangat lama sampai Raka selesai bermain futsal dan mengajaknya untuk pulang. Begitu juga dengan Vila yang hendak pulang dengan Beni.
"Alya, aku duluan ya! besok kita sambung lagi," kata Vila.
"Iya, aku juga mau pulang ini," ucap Alya.
Alya kemudian berpamitan dengan penjaga sekolah, lalu menuju ke arah Raka yang sudah menunggu.
Sebelum sampai di rumah Raka mengajak Alya mampir di sebuah warung soto, karena sudah lama Raka tidak mampir ke tempat itu.
"Den Raka!" teriak pemilik warung yang bernama Mbok Nah.
"Mbok, apa kabar? maaf Raka baru sempat mampir," kata Raka.
"Ayo duduk dulu, Den! simbok baik-baik aja," ucapnya sembari mengajak Raka dan Alya duduk.
"Mbok, kenalkan ini Alya namanya," kata Raka.
Mbok Nah dan Alya kemudian saling berkenalan sembari berjabat tangan, Alya begitu senang berkenalan dengan Mbok Nah.
"Cantik sekali, Neng Alya," kata Mbok Nah.
"Alya gak cantik, Mbok! cantikan Tania," kata Raka sembari melirik Alya yang tadinya tersenyum berubah melotot ke arahnya.
"Cantikan Alya kan, Mbok," sahut Alya menjulurkan lidah ke arah Raka.
"Sudah jangan saling meledek! nanti kalian suka lho," kata Mbok Nah.
"Amit-amit, Mbok! Raka ngeselin, galak," ucap Alya.
"Yang ada aku yang gak mau sama kamu, Alya," kata Raka.
Mbok Nah tersenyum melihat kedua bocah itu saling meledek, ia teringat dengan Lian waktu kecil karena wajah tampan Raka mirip dengan Lian.
Dulu waktu masih menjaga Lian, ia sering mengajak Lian bermain ke lapangan. Banyak sekali anak-anak bermain di tempat itu, tetapi mereka tidak mau bermain dengan Lian karena Lian berbeda sendiri.
"Mbok! kok melamun? hayo ingat siapa," kata Alya membuyarkan lamunan Mbok Nah.
"Teringat Papahnya Raka waktu kecil," ucap Mbok Nah sembari tersenyum.
Kemudian Mbok Nah menceritakan apa saja yang terjadi waktu Lian kecil, ia juga merupakan saksi hidup Lian di waktu kecil.
Mereka berdua kemudian memesan soto, untuk memecahkan suasana sedih yang Mbok Nah ceritakan. Raka juga membungkus soto untuk ia bawa pulang.
"Raka, kamu bawa apa?" tanya Mira saat Raka sudah sampai di rumah.
"Ini oleh-oleh buat, Mamah dan Papah," kata Raka.
Raka memberikan soto itu pada Mira, agar di tuang dalam mangkok dan digunakan untuk hidangan makan malem.
Saat ini mereka sudah berkumpul di ruang makan, Raka awalnya menolak di ajak makan karena masih mengerjakan tugas sekolah. Karena Mira terus memanggilnya ia lalu keluar dari kamarnya.
Lian menatap soto yang ada di atas meja, ia teringat dengan sosok Mbok Nah. "Soto ini Mamah yang masak? ucapnya lalu mencicipi soto itu.
"Bukan, Pah! soto itu Raka yang membelinya tadi pulang sekolah," kata Mira.
Lian teringat dengan Mbok Nah, dulu waktu masih kecil selalu dibuatkan soto kesukaannya.
"Raka, apa kamu mampir ke warung Mbok Nah lagi? kenapa tidak bilang sama Papah," kata Lian.
"Kebetulan tadi Raka pulang lewat sana, terus makan dulu," kata Raka.
Keluarga kecil itu sangat berbahagia, mereka menikmati makanan yang sudah tersedia. Selesai makan malam Raka melanjutkan tugasnya yang tadi sempat tertunda.
*
*
Kebetulan sekarang adalah hari minggu, Raka bangun awal karena harus berlatih main basket lagi. Kalau tidak di minta oleh pihak sekolah mungkin Raka tidak akan berlatih.
Lian juga berencana akan pergi makan soto bersama Mira, Raka hendak di ajak tetapi tidak bisa ikut.
"Raka, aku ikut kamu ya," ucap Alya yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
Raka tidak memperbolehkan Alya untuk ikut, karena selesai latihan futsal dia ada janji bertemu dengan Tania. Raka meminta tolong pada Tania untuk mencarikan kado, karena teman Raka akan berulang tahun.
Alya terus merengek hendak ikut, sampai Mira keluar menenangkannya. Mira ingin mengajak Alya ikut dengan Lian makan soto, Alya menolak ajakan Mira.
"Mah, Alya mau ikut Raka main futsal," ucap Alya.
"Sayang, Raka hanya sebentar kok! paling nanti juga pulang," ucap Mira.
"Bukan begitu, Mah! tapi memberikan semangat untuk Raka itu yang paling penting," ucap Alya.
"Besok saja kalau tanding, kita nonton bareng-bareng ya," ucap Mira menenangkan Alya.
Bukan Alya namanya kalau tidak bandel, dan bicara dengannya harus melalui perdebatan yang begitu panjang.
Mendengar suara motor Raka meninggalkan rumah membuat Alya semakin kesal karena tidak di ajak, padahal kemarin dia juga janjian dengan Vila kalau mau menonton lagi.
"Sayang, kamu ganti baju dulu! ayo kita berangkat," ajak Mira pada Alya.
Lian, Mira dan Alya saat ini berada di rumah Mbok Nah, mereka makan soto sembari bercerita tentang masa-masa Lian kecil.
Mbok Nah sangat senang kedatangan Lian dan Mira, apalagi saat mengenal Mira yang sangat ramah dan penyayang pada siapapun.
"Mbok, kita kesini mau melihat keadaan Mbok saja! Jangan repot-repot menyambut kita seperti ini." ucap Mira.
Mbok Nah tersenyum, ia melakukan semua karena sayang pada Lian. Dia sudah menganggap Lian seperti anak kandung sendiri.
"Mbok, apa mau tinggal di rumah kita?" tanya Lian.
"Jangan Nak, lebih baik Mbok tinggal di sini sendiri sambil jualan.
Lian dan Mira berusaha mengajak Mbok Nah tinggal bersama lagi, tetapi Mbok Nah bersikukuh tidak mau.
*
*
Selesai bermain futsal, Raka pergi ke tempat di mana Tania menunggu. Tania sudah dari tadi menunggu Raka, untung saja Tania sangat sabar menghadapi Raka.
"Maaf, aku terlambat! soalnya baru saja selesai latihan," kata Raka.
"Gak papa, Raka! ayo kamu mau mencari kado yang bagaimana?" ucap Tania sembari menatap Raka.
"Boneka saja gimana? tapi dia bukan anak perempuan yang menyukai boneka," jelas Raka.
"Tergantung orang yang memberikan, walaupun tadinya tidak suka pasti lama-lama juga suka.
Tania memilihkan Raka sebuah boneka yang sangat besar, Raka saja kewalahan saat membawanya. Raka kurang pas dengan boneka itu, lalu Tania mencari boneka yang kecil.
Selesai memilih kado Raka mengajak Tania ke sebuah kedai es krim yang ada di mall itu, keduanya tampak sangat akrab. Dari kejauhan ada seseorang yang menyaksikan kejadian itu, orang itu sangat kesal melihat Raka dan Tania.
Raka mengantarkan Tania pulang ke rumahnya dulu sebelum pulang, dia sangat bertanggung jawab karena sudah meminta Tania untuk memilihkan kado.