Raka & Alya

Raka & Alya
Bab 43



"Alya, keluar! ngapain kamu disini, aku mau ganti baju," ucap Raka.


"Raka, jangan teriak-teriak! nanti Mamah aku dengar," kata Alya.


Raka kemudian mencekal tangan Alya, ia membawa Alya keluar dari dalam kamar. Alya berusaha memberontak agar bisa lepas, tetapi tangan Raka sangat kuat.


"Raka, lepas! aku mau pulang," kata Alya.


Raka tidak melepaskan tangan Alya, ia justru memanggil Susi. Susi yang mendengar suara Raka langsung kembali ke rumah Mira, ia langsung menjewer telinga Alya.


"Mah, lepas dong! sakit telinga Alya," rengek Alya.


"Ayo pulang!" kata Susi dengan keras.


Mira yang melihat kejadian itu rasanya ingin sekali membela Alya, sedangkan Raka tertawa melihat Alya di jewer telinganya.


Sampai di rumah Susi menyuruh Alya untuk melakukan pekerjaan rumah, sebagai hukuman karena sudah melakukan kesalahan.


*


*


Saat ini sekolah sedang mengadakan pertandingan futsal antar sekolah, suasana sangat ramai sekali. Semua siswa hari ini bebas, tidak ada pelajaran tetapi mereka di minta untuk memberikan semangat pada peserta lomba.


Semua teman satu kelas Raka memberikan semangat untuknya, kecuali Alya yang masih kesal. Raka sudah siap untuk bertanding, dia sudah berada di pinggir lapangan saat ini.


Tiba-tiba ada seorang gadis yang berlari ke arah Raka, ia memberikan bunga dan minuman.


"Raka, ini untuk mu," kata Sari.


"Kamu repot-repot aja, Sari," ucap Raka.


Raka sebenarnya ingin menolak pemberian Sari, tapi Raka takut membuat Sari kecewa, jadi Raka menerimanya. Dari kejauhan Alya melihat kejadian itu dan membuatnya sangat kesal.


"Siapa lagi yang sama Raka," ucap Alya dalam hati.


Alya saat ini duduk bersama Melisa, Dania dan Hanif. Mereka ingin melihat Raka bertanding, mewakili sekolah mereka.


"Raka! semangat ya!" teriak Dania.


"Ngapain kamu ikut teriak? belum mulai juga, lebay deh," kata Alya.


Sebelum pertandingan di mulai, Raka berlari ke arah Alya untuk menitipkan barang-barang pemberian dari teman sekolah lain.


"Alya, aku nitip dulu! nanti selesai main futsal aku ambil," ucap Raka sembari memberikan barang miliknya ke Alya.


"Iya! aku bawain," kata Alya menerima dengan kasar barang milik Raka.


"Kamu gak ikhlas ya? biar Sari yang bawa kalau kamu gak mau," ucap Raka.


"Sari siapa?" tanya Alya penasaran.


Raka tidak menjawab pertanyaan Alya, karena ia harus segera bertanding. Setelah Raka pergi Alya melihat apa saja yang Raka titipkan padanya.


*


*


Aldo sedang berada di rumah Clara saat ini, dia membujuk Clara untuk tinggal di rumahnya saja. Clara mau ikut dengan Aldo, asalkan ia mau menikah.


"Mah, saat ini Aldo belum bisa menikah! Aldo masih mencintai Mira," kata Aldo membuat Clara membelalakkan matanya.


"Mau sampai kapan? Mira sudah bahagia, sedangkan usiamu sudah tidak muda lagi, Do," kata Clara.


"Percayalah Mah, kalau sudah ada jodohnya pasti aku akan segera menikah," kata Aldo meyakinkan Clara.


Clara terus mendesak Aldo, bahkan ia juga mengancam Aldo tidak akan pernah datang ke rumah Aldo lagi.


Aldo kemudian pulang menuju ke rumahnya, dia masih memikirkan ucapan Mamahnya. Tiba-tiba ponsel Aldo berdering, ada sebuah panggilan dari seseorang yang dia kenal dulu.


Sandra meminta tolong pada Aldo untuk menjemputnya di bandara, karena dirinya ingin berlibur bersama anaknya.


Aldo menolak permintaan Sandra, dia sudah tidak mau merusak keluarga Sandra lagi. Tetapi Sandra terus memaksa Aldo agar mau menjemputnya, bahkan dia terus berusaha memaksa Aldo.


"Sandra, kamu benar-benar tidak tau malu! aku tidak ingin mengganggu keluarga kamu lagi, kenapa kamu malah memaksa ku," kata Aldo.


"Aku hanya meminta tolong kamu menjemput ku, Aldo! bukan merusak keluarga ku," jelas Sandra.


Aldo lalu mengantarkan Sandra ke sebuah hotel, karena dia sudah tidak mempunyai tempat tinggal di kota ini. Kedatangan Sandra hanya akan menggangu Aldo, tetapi Aldo tidak pernah paham apa tujuan Sandra yang sebenarnya.


*


*


Pertandingan futsal telah selesai, sekolah Raka mendapatkan peringkat pertama. Semua siswa sangat gembira, banyak para gadis dari luar sekolah yang mengucapkan selamat pada Raka. Ada juga yang meminta Raka untuk berfoto bersama, Raka menolak karena dia bukan artis dan tidak mau terkenal.


"Raka, ayo kita pulang saja!" ajak Alya kesal melihat Raka di kerumuni para fansnya.


"Bentar lagi, Al! ini masih banyak yang menunggu ajak kenalan," kata Raka.


Alya melotot ke arah Raka, lalu menyeret Raka dengan paksa untuk di ajak pulang. Alya sangat geram dengan gadis-gadis itu, padahal banyak yang ikut bermain futsal kenapa harus Raka yang di ajak berkenalan.


"Alya, aku harus kerja sekarang! aku antar kamu pulang dulu ya," kata Raka saat berada di tempat parkir motornya.


"Kalau aku ikut kerja boleh tidak?" tanya Alya penuh harap.


"Gak bisa, kamu hanya akan membuat aku malu," kata Raka.


Alya mengerucutkan bibirnya, dia lalu memikirkan cara agar bisa pergi ke kantor Raka. Alya tidak akan menyerah begitu saja sebelum apa yang dia harapkan tercapai.


Langkah pertama Alya mengikuti kemauan Raka, ia mau di antarkan pulang. Sampai di rumah Alya segera menganti bajunya, lalu ia datang ke rumah Raka.


Alya meminta bantuan pada Mira, dia tau kalau Mira pasti akan menuruti permintaannya. Mira kali ini tidak mau untuk membantu Alya, ia tidak mau membujuk Raka.


"Mah, Alya hanya mau menemani Raka kerja. Ayolah Mah," bujuk Alya. ,


"Sayang, nanti Raka marah," kata Mira menolak dengan lembut apa permintaan Alya. ,.


"Janji Mah! gak bikin ulah lagi," kata Alya.


Mira kemudian memberikan pengertian pada Alya, Mira tidak mau membujuk Raka agar mengajak Alya. Saat ini Alya hanya bisa menatap kepergian Raka.


Sampai di kantor Lian langsung memanggilnya, ia diberikan pekerjaan yang ringan karena semua ini adalah permintaan istrinya.


Mira memberitahu kalau dia akan menyusul ke kantor, karena Alya penasaran dengan pekerjaan Raka. Mira kemudian meminta izin pada Susi untuk mengajak Alya pergi ke kantor, untung saja Susi berbaik hati mengizinkan Alya ikut dengan Mira.


"Sayang, ayo kita berangkat sekarang saja," ajak Mira.


"Boleh, Mah! kita naik taksi saja ya," ucap Alya.


Alya tidak mau di ajak untuk naik angkot oleh Mira, dia takut panas dan lama sampai juga. Sampai di kantor mereka berdua langsung menuju ke ruang kerja Lian, di sana Alya melihat Raka sibuk kerja.


"Mah, Alya ke ruangan Papah dulu," kata Alya kemudian keluar dari ruang kerja Lian.


Alya tak sengaja menabrak orang yang sedang berjalan, kebetulan lantainya licin karena baru selesai dibersihkan.