Raka & Alya

Raka & Alya
Bab 42



Rencana Alya untuk bertemu dengan Tania gagal, karena ketauan Tio. Ia kemudian di suruh untuk pulang ke rumah, kalau dibiarkan di kantor Alya hanya akan menggangu orang berkerja.


"Papah, tega sama Alya! bukannya antar pulang malah ngusir," protesnya pada Tio.


"Sayang, ini di kantor tempat orang kerja! lebih baik kamu pulang biar bisa istirahat di rumah," kata Tio lagi.


"Alya lapar, Pah! mau makan dulu," kata Alya.


Tio kemudian mengajak Alya ke ruang kerjanya, dia menyuruh Alya menunggu dulu karena akan memesankan makanan. Tapi Alya menolak dengan alasan ingin makan di kantin, tujuan Alya sebenarnya hanya ingin bertemu dengan Tania.


Sungguh merepotkan bukan, kalau bukan anaknya mungkin sama Tio sudah di lempar. Dengan sabar Tio menuruti apa kemauan anaknya, dia juga meninggalkan pekerjaan yang menumpuk.


"Cepat makan! habis ini pulang, kamu juga masih pakai seragam sekolah. Kebetulan pekerjaan Papah juga banyak, tolong mengerti," jelas Tio.


Alya bukannya memakan makanan pesanannya, tetapi dia celingukan seperti sedang mencari sesuatu. Tio menegur putrinya itu, sudah terlalu lama mereka di kantin tapi makanan tak kunjung dihabiskan.


"Pah, kalau boleh Alya pulang bareng Papah aja," kata Alya sembari menatap Papahnya penuh harap.


"Sayang, nanti Mamah kamu bingung nyariin kamu! pasti kamu juga gak pamit kan?" ucap Tio.


Kalau Susi tau bukan hanya Alya yang kena omel, tetapi Tio juga akan kena imbasnya. Karena hal seperti ini sudah pernah terjadi, karena Tio lupa tidak menjemput Alya di sekolah.


*


*


Raka saat ini sedang berada di lapangan futsal yang ada di sekolah lain, mereka akan berlatih bersama. Ketampanan Raka menjadi pusat perhatian gadis-gadis yang berada di sekolah itu, bahkan ada juga yang mengajaknya berkenalan.


"Raka, boleh aku besok main ke sekolah mu? kebetulan dekat rumah, dulu aku tidak diperbolehkan sekolah di sana," ucap Sari gadis yang tadi berkenalan dengan Raka.


Raka terbilang cepat akrab dengan siapapun, tetapi dia hanya menganggap mereka semua teman.


"Boleh, main saja kalau ada waktu! kebetulan besok latihan di sekolah ku kan," kata Raka.


Sari kemudian pergi ke teman-temannya, sedangkan Raka hendak memulai latihan futsal. Teman Raka juga sudah banyak yang menunggu di lapangan.


"Raka, ayo kita pulang! nanti Mamah ku nyariin, ini sudah sore," kata Hanif yang kebetulan tadi menemani Raka.


"Bentar lagi, Hanif. Atau kamu mau pulang dulu saja," ucap Raka. Latihan futsal memang belum selesai tetapi Hanif sudah bingung, kebetulan juga sudah sore.


"Aku pulang dulu saja, kalau gitu," kata Hanif.


*


*


Susi bingung dari tadi Alya belum pulang dari sekolah, ia pun datang ke rumah Mira untuk menanyakan apakah Raka pulang belum.


"Mira, kamu mau ke mana? kenapa rapi sekali," kata Susi saat berada di depan rumah Mira.


"Aku mau ke taman bunga, Susi! Lian sudah menunggu di sana," kata Mira.


"Raka sudah pulang belum? kok Alya belum pulang," kata Susi.


Mira mengatakan kalau hari ini Raka ada latihan futsal di sekolah lain, jadi belum pulang. Raka selalu memberikan kabar pada Mamahnya, berbeda dengan Alya yang selalu membuat semua orang khawatir.


Mira mengurungkan niatnya untuk ke taman, ia akan menunggu Raka pulang dulu.


"Aku kasih kabar Lian dulu, Susi! takutnya kalau nunggu lama," ucap Mira.


Lian yang sedang berada di taman harus kecewa karena istrinya tidak datang, padahal ia ingin mengenalkan pada temannya.


*


Tio yang sibuk dengan berkasnya yang menumpuk di meja kerjanya, sesekali ia melihat anaknya yang ternyata sudah tertidur di sofa.


"Masuk!" sahut Tio.


Tania lalu masuk ke dalam ruang kerja Tio, ia mengantarkan secangkir kopi untuk Tio. Kebetulan tadi ia meminta untuk di buatkan kopi. Selesai meletakkan kopi di meja, Tania segera pamit keluar karena masih ada kerjaan lagi.


Suara dering ponsel membuat Tio menghentikan pekerjaannya, setelah di lihat ternyata Susi yang menghubunginya. Benar firasatnya kalau istrinya kebingungan mencari putri cantiknya itu.


Tio dengan pelan membangunkan Alya yang sedang tertidur pulas, sebenarnya ia tidak tega tetapi Susi sudah memarahinya sehingga membuat Tio harus segera mengantarkan Alya pulang lebih dulu.


"Alya, ayo kita pulang," ajak Tio setelah Alya bangun dari tidurnya.


"Udah sore ya, Pah," ucap Alya masih teringat dengan tujuannya yaitu bertemu dengan Tania.


"Iya," kata Tio singkat.


Alya kemudian mengikuti Papahnya keluar dari kantor, sampai di tempat parkir mereka bertemu dengan Lian yang baru datang dari taman.


"Alya, kok gak bilang kalau ada di sini! Mamah Mira sampai membatalkan acara demi nyariin kamu, pasti tadi gak pamit ya," kata Lian tanpa basa basi.


"Maaf, Om! tadi Alya pingin main ke sini, kirain Raka kerja," kata Alya.


"Ini Susi juga sudah marah, dari tadi nyari Alya gak ketemu katanya," sahut Tio. Pekerjaan ku belum selesai lagi," Lanjutnya.


"Pasti kamu juga gak kasih kabar istrimu," tebak Lian.


Lian kemudian mengajak Tio untuk pulang dan membawa pekerjaannya, dari pada nanti balik ke kantor lagi.


"Om, apa aku boleh ikut Om ke rumah?" tanya Alya gak berani pulang ke rumah, dia tau kalau Susi akan memarahinya.


"Pulang ke rumah dulu ya," kata Lian sembari mengacak rambut Alya.


"Alya kangen sama Mamah Mira, Om," ucap Alya agar di perbolehkan dan bisa lolos dari omelan Susi.


Tio juga tidak mengizinkan Alya ke rumah Mira, dia harus menemui Susi dulu.


Sampai di rumah Alya jalan mengendap-endap menuju kamarnya, dengan cepat ia menganti bajunya lalu melompat jendela. Alya tau kalau saat ini Papahnya sedang terkena amukan Mamahnya.


"Lain kali bilang dong, Pah! jangan belain anak seperti itu, makin manja dia," kata Susi.


"Pekerjaan Papah banyak, Mah! ini gara-gara Alya belum selesai," kata Tio.


"Anak sama Bapak sama saja," omel Susi kemudian dia mencari Alya di dalam kamarnya.


Begitu membuka pintu Susi sudah tidak heran lagi melihat jendela yang terbuka, dia kemudian mencari Alya ke luar rumah dan ke rumah Mira.


"Mira!" teriak Susi saat berada di depan rumah Mira.


Mira yang mendengar teriakan Susi lalu keluar dari rumah, dia menemui sahabatnya yang sedang marah-marah.


"Apaan sih berisik! teriak-teriak gak jelas," kata Mira.


"Alya mana? sembunyi di mana anak itu," ucap Susi.


"Biar aku yang nyari, Tante," sahut Raka yang kebetulan baru pulang.


"Makasih, Raka! kamu memang baik, gak belain Alya," ucap Susi.


"Udah jangan dimarahi lagi! entar tambah bandel," kata Mira lalu mengajak Susi untuk duduk.


"Tante, aku ganti baju dulu! nanti kita cari Alya bareng-bareng," kata Raka.


Susi mengajak Mira untuk mencari Alya keliling kompleks, takutnya anak itu hilang.