Raka & Alya

Raka & Alya
Bab 44



Gadis cantik yang di tabrak oleh Alya meminta maaf, padahal yang jelas salah adalah Alya sendiri.


"Mbak, maaf aku tidak sengaja," ucap Tania dengan sopan.


"Aku yang salah, maaf tadi gak lihat," kata Alya.


Kemudian Alya meninggalkan Tania, ia menuju ke ruang kerja Tio. Alya dengan sengaja tidak mengetuk pintu ruangan Papahnya, ia langsung masuk ke dalam dan mengagetkan Tio.


"Alya! kamu kesini sama siapa? sudah bilang Mamah belum," ucap Tio takut kejadian seperti kemarin terulang lagi.


"Sama Mamah Mira, tadi dia ngajakin ke sini," ucap Alya.


"Alya, kamu tau kan kalau Papah lagi banyak kerjaan? jadi jangan bikin ulah lagi, sekarang telepon Mamah kamu," kata Tio.


Alya sebenarnya tidak mau menelpon Mamahnya, kalau saja Tio tidak menyuruh. Tio masih takut kejadian seperti kemarin terulang lagi, karena dirinya juga akan terkena imbasnya.


"Pah, Alya tadi sudah minta izin sama Mamah! dia nge bolehin kok," kata Alya menaruh lagi ponselnya yang tadi ia ambil dari dalam tasnya.


Tio merasa lega mendengar perkataan Alya, soalnya dari tadi Susi tidak memberitahu kalau Alya akan ke kantornya.


*


Raka dengan cepat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Lian, kemudian dia diperbolehkan untuk beristirahat sebentar. Raka kemudian berpamitan keluar, ia ingin menemui Tania yang saat ini sedang duduk di bawah pohon.


Mira juga memperbolehkan Raka untuk istirahat di luar, bahkan ia juga menawarkan makan bersama tetapi Raka menolak.


"Tania, boleh aku duduk di sini?" tanya Raka saat ingin duduk di sebelah Tania.


"Eh... Raka! sini duduk aja, kamu dari mana?" ucap Tania yang baru melihat Raka.


"Aku tadi di suruh membantu Papah Lian. Em... maksudku Pak Lian," kata Raka dengan gugup sampai salah panggil.


Raka dan Lian sudah bersepakat untuk merubah panggilan mereka di kantor saat ada orang lain, Lian juga akan menganggap Raka sebagai karyawan di kantor. Tidak ada fasilitas darinya sebagai seorang anak dan perlakuan yang istimewa, Raka akan diperlakukan sama tetapi kalau ada kegiatan di sekolah ia diberikan izin.


"Wajah kamu tapi mirip lho, sama wajah Pak Lian," kata Tania sembari menatap wajah Raka.


Raka lalu memegang kedua pipinya, sembari berucap. "Masa sih? kenal juga belum lama di kantor, masa mirip."


Tania lalu tertawa, dia juga mengatakan kalau tadi hanya meledek Raka saja. Di balik bercandanya mereka ada sepasang mata yang melihatnya. Raka dan Tania terlihat sangat asyik saat bercanda, sehingga membuat orang yang melihatnya merasa iri.


Mira dan Lian yang melihat dari balik kaca tersenyum, Mira menjadi teringat saat pertama kali bertemu dengan Lian.


"Mamah, lihatin apa kok senyum sendiri," ucap Lian sembari memperhatikan istrinya.


"Tuh lihat, Pah! anak mu sudah dewasa," kata Mira sembari menunjukkan dimana Raka berada.


Lian lalu berdiri dan memeluk istrinya dari belakang, mereka melihat putra semata wayangnya sedang duduk bercanda seperti mereka saat muda dulu.


Suara ketukan pintu membuat Lian melepaskan pelukannya, ia kemudian berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.


"Alya, kamu kenapa?" tanya Lian saat melihat Alya datang dengan mata lebam seperti habis menangis.


"Gak kok, Om! tadi Alya kelilipan," kata Alya kemudian masuk ke dalam ruangan kerja Lian.


"Sayang, udah ketemu sama Papah Tio," kata Mira kemudian mendekati Alya.


Alya kemudian mengajak Mira pulang, dia beralasan sudah capek dari tadi belum istirahat. Mira kemudian membujuk Alya agar istirahat di ruang kerja Lian, karena ia ingin mengajaknya pulang bareng Lian.


"Mah, Alya pulang dulu saja ya," kata Alya.


"Nanti Om belikan es krim, kamu istirahat dulu ya," sahut Lian.


Lian berpamitan ke ruang meeting lebih dulu, karena sudah ada jadwal meeting bersama temannya. Dulu mereka sering meeting di cafe, tetapi Tio melarang karena yang ada mereka semua hanya membahas makanan bukan pekerjaan.


*


Nando tiba-tiba mendatangi Raka dan Tania, dia marah karena melihat Raka dan Tania seperti orang yang sedang bercanda.


"Kalian kerja! malah enak-enakan pacaran!" bentak Nando.


"Saya masih istirahat, Pak," kata Raka mengatakan apa yang sebenarnya.


"Aku gak ada kerjaan, sudah ku selesaikan dari pagi," sahut Tania.


"Alasan saja!" bentak Nando lagi.


Raka kemudian berpamitan hendak melanjutkan pekerjaannya, tetapi Nando justru menyuruh Raka untuk menyiapkan hidangan di ruang meeting. Tania mengingatkan Nando, kalau Raka sudah ada pekerjaan dari Lian. Nando tidak percaya dengan Tania, sehingga Raka melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nando.


Raka berjalan menuju ruang meeting dengan membawa hidangan yang sudah disiapkan, dia tidak ada yang membantu karena di larang oleh Nando.


"Raka, kenapa kamu yang mengantarkan ke sini," ucap Tio mendekati Raka.


"Di kasih tugas, Om," kata Raka.


Tio kemudian keluar dari ruang meeting, ia menemui orang yang ditugaskan tadi.


"Aku bayar kalian untuk kerja, bukan malah nyuruh orang! gimana sih," kata Tio pada petugas catering.


"Maaf, Pak! tadi Pak Nando yang menyuruh kita untuk istirahat dan menunggu saja di sini," jelas petugas catering itu.


Tio kemudian mencari di mana keberadaan Nando, ia memarahinya agar tidak melakukan seperti ini lagi. Tio juga menyuruh Raka untuk menyelesaikan pekerjaannya sendiri.


*


*


"Sandra, kenapa kamu ke sini? aku tidak ada waktu, kerjaan ku banyak," kata Aldo saat kedatangan Sandra di kantornya.


"Aku hanya ingin ke sini saja, tidak untuk mengganggu mu, Do," kata Sandra.


Sandra duduk di sofa yang ada di ruang kerja Aldo, ia memang tidak banyak berbicara hanya memainkan ponsel dan laptop yang dia bawa.


Saat ini justru Aldo yang merasa terganggu dengan kehadiran Sandra, tatapan Sandra saja bisa menghentikan aktivitasnya.


"Jangan genit kamu, Do! ingat usia sudah tidak muda lagi," kata Sandra saat mendapati Aldo memandangnya.


"Sandra, aku sudah bilang jangan mengganggu ku," kata Aldo membuat Sandra tertawa.


Karena tidak mau ada kelanjutan akhirnya Sandra berpamitan pergi, dia mengatakan akan mengecek mall miliknya. Justru Aldo menawarkan diri untuk mengantarkan Sandra, dia beralasan tidak tega melihat Sandra sendiri.


Sampai di mall mereka melihat Lisa dan Linda yang sedang berbelanja, Sandra masih ingat betul dengan Lisa.


"Do, ada mantan istrimu! ayo kita ke sana," kata Sandra.


Aldo menolak ajakan Sandra, baginya bertemu dengan Lisa hanya akan membuatnya pusing. Sandra terus memaksa Aldo, dia ingin melihat reaksi Lisa saat melihatnya dengan Aldo.


"Jangan seperti anak kecil! main tarik saja," kata Aldo saat Sandra menariknya.


Sandra sampai jatuh saat menarik Aldo, karena kehilangan keseimbangan.