
"Aku duluan, Do," kata Mira hendak melangkahkan kaki menuju rumah Susi.
"Tunggu Mira! bagaimana keadaan Alya?" ucap Aldo yang berada di belakang Mira.
"Kamu bisa tengok sendiri," ucapnya kemudian masuk ke dalam rumah Susi.
Aldo mengikuti Mira ke rumah Susi, ia ingin melihat keadaan Alya seraya membawa oleh-oleh untuk Alya.
Mira kemudian mengajak Melisa dan Dania ke rumahnya, Alya pun mau ikut karena juga ingin makan bersama teman-temannya. Mira menyuruh Alya menemui Aldo lebih dulu, ia pun menuju ke dapur di mana Susi sedang memasak.
"Om Aldo, sini duduk! Om kok tau kalau aku sakit," ucap Alya saat melihat kedatangan Aldo.
"Tau dong! Om kan bisa menebak," kata Aldo sembari tersenyum.
Aldo dan Alya begitu asyik mengobrol, karena kelamaan Mira mengajak Melisa dan Dania ke rumahnya lebih dulu.
"Susi, aku ajak mereka duluan ya," kata Mira karena Raka juga sudah menunggu.
Setelah Mira pulang kemudian Susi membuatkan minuman untuk Aldo, dia juga ikut ngobrol dengan Aldo dan Alya. Susi tidak enak jika meninggalkan Aldo, karena Aldo sangat baik pada Alya dan juga Raka.
"Om, kalau Alya sudah sembuh antar ke sekolah ya," ucap Alya.
"Boleh tapi ada syaratnya, biar kamu gak nakal lagi," kata Aldo seperti berbicara dengan anaknya.
"Alya! gak boleh ngelunjak," sahut Susi.
Alya memang seperti itu pada Aldo, bahkan berani meminta di antar saat mau pergi. Aldo juga nurut dengan apa yang Alya katakan, jadi tidak salah jika Alya selalu merepotkan nya.
"Susi, kenapa Mira sekarang berubah? apa perasaannya juga ikut berubah seperti sikapnya yang dingin," kata Aldo saat Alya tertidur.
"Kenapa kamu baru tanya sekarang? bukannya dari dulu juga sudah berubah," kata Susi yang sebenarnya tidak tega juga melihat Aldo.
"Sudah lupakan! mungkin aku saja yang tidak bisa melupakan dia," ucapnya sembari mengusap kepala Alya yang tertidur efek habis minum obat.
Susi hanya tersenyum, dia tidak mau berkomentar apapun takut salah bicara. Harusnya Aldo tidak membahas masalah itu lagi karena Mira sudah berkeluarga, dan harusnya dia memulai membuka lembaran baru.
Di rumah Mira.
Mira mengajak anak-anak untuk makan siang, setelah selesai Mira menyuruh mereka semua berkumpul di teras rumah. Saat ini ia sedang membersihkan meja makan dan mencuci piring, Dania masuk ke dalam dapur dan ikut membantunya.
"Tante, tadi Om yang datang ke rumah Alya itu siapa?" tanya Dania sembari membantu Mira.
"Itu Aldo tetangga sebelah, kenapa Dania?" tanya Mira balik.
"Gak papa, Tante! seperti pernah melihat, tapi lupa dimana," kata Dania tersenyum ke arah Mira.
"Orang itu seperti foto yang ada rumah Mamah dulu, aku harus mencari tau dia siapa. Kalau benar orang itu berarti, Mamah kenal juga sama Tante Mira," ucap Dania dalam hati.
"Dania... Dania, kamu kenapa?" tanya Mira melihat Dania seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak kok, Tante," jawabannya kemudian melanjutkan mencuci piringnya.
"Hanif kok belum tengok Alya sendiri," kata Melisa teringat ucapan Hanif yang tadi bilang hendak menyusul ke rumah Alya.
"Aku nunggu kalian pulang, baru ke tempat Alya," kata Hanif.
"Kita pulang sendiri gitu? tadi berangkat bareng, pulang juga bareng dong," sahut Alya.
"Rumah aku dekat, masa suruh antar kalian yang rumahnya jauh," kata Hanif.
Raka hanya tersenyum mendengar mereka berbicara, karena dia yang akan mengantarkan Dania dan Melisa pulang. Tadi kebetulan sudah berbicara dengan Hanif, kalau Hanif si anak Mamah itu sudah di cari Mamahnya.
Hanif kemudian meminta Raka untuk mengantarkan ke rumah Alya, dia ingin melihat keadaan Alya. Setelah dari rumah Alya, Raka mengantarkan Dania dan Melisa kerumahnya.
"Raka, mampir dulu ke rumah ku yuk!" ajak Dania setelah sampai di depan rumah.
"Lain kali saja, takutnya kemalaman," tolak nya kemudian berpamitan pulang ke rumah.
Alya masuk ke dalam rumah, kebetulan Lisa ada di rumah. Dia kemudian meminta Lisa untuk ke dalam kamarnya, Dania menanyakan foto Aldo.
"Mah, lihat foto Om Aldo dong," ucapnya sembari mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumahan.
"Aldo! di mana kamu ketemu Aldo?"ucap Lisa kaget, karena selama ini dia tidak banyak cerita soal Alya pada Dania.
Dania menceritakan soal dia dari mana dan kenapa bisa bertemu dengan Aldo, Lisa tidak mengatakan kalau dia kenal dengan Mira dan Susi. Dia khawatir Dania akan membencinya, jika mengetahui masa lalunya.
"Mamah sudah tidak menyimpan foto Aldo, dia sudah masa lalu," ucap Lisa berbohong pada anaknya, padahal dia ingin sekali bertemu dengan Aldo dan mengajaknya untuk memperbaiki rumah tangganya dengan Aldo yang gagal.
Dania kemudian menyuruh Lisa keluar dari kamarnya, karena percuma memanggil Lisa jawabnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dania masih penasaran dengan sosok Aldo, dia berfikir bagaimana caranya agar mendapatkan informasi tentang Aldo.
Bahkan Dania juga berfikir untuk menemui Nenek Ane, dia akan mencari informasi soal Aldo pada Nenek Ane. "Pasti Nenek tua itu akan meminta imbalan, dia kan matre," ucapnya dengan pelan sembari mondar-mandir dalam kamar.
Keesokan harinya Dania hendak mencari keberadaan Ane, karena kebetulan sekolah hari ini libur. Linda yang tau kalau Dania pergi dengan berjalan mengendap-endap pun mengagetkannya.
"Dania, kamu mau kemana?" tanya Linda. Ini masih pagi, sekolah kamu juga libur," Lanjutnya.
"Eh... ada Mamah. Dania mau jalan-jalan pagi di rumah bosen, pingin ke taman aja," kata Dania berbohong.
"Mamah temani ya, sayang? kebetulan hari ini Papah kamu juga libur," kata Linda.
"Mamah tidak takut kalau Papah di goda Mamah Lisa," kata Dania agar Linda tidak ikut pergi.
Linda kemudian berfikir kalau ucapan Dania ada benarnya, karena Lisa yang sangat centil memungkinkan kalau akan menggoda Fandy. Linda pun mengurungnya niatnya untuk ikut dengan Dania.
Lisa yang mendengar pembicaraan mereka sangat kesal dengan Dania, bisa-bisanya anak kandung sendiri menjelekkan Mamahnya. "Apa sebenarnya mau anak itu, kenapa berani berkata buruk," ucapnya.
Dania lalu meneruskan langkahnya, dia menyusuri jalan kota dengan cepat. Tetapi belum juga dia menemukan Ane, padahal dia sudah berjalan jauh dari rumahnya. Dia pun meneruskan perjalanan menuju ke depan sekolahnya, tetapi tidak juga menemukan Ane.
Karena sudah mulai lelah ia berhenti sejenak di bawah pohon, tiba-tiba terdengar suara orang menginjak ranting. Dania lalu menoleh ke arah belakang, tetapi tidak ada orang sama sekali.