
Happy Reading!
-
-
-
"Tentu saja dengan syarat."
Kalimat itu seketika membuat ku membatu,pundak ku seketika menurun.
Melihat orang ini, sudah pasti, syarat yang ia minta akan sangat sulit, dan mungkin di luar akal sehat.
Tetapi, setidaknya harus ku coba kan?
"Ba-baiklah....apa itu?" Tanya ku dengan nada ragu.
Pria itu menjentikkan jarinya dan seketika muncul selembar kertas, kemudian ia memberikan nya padaku.
Aku mengambil nya dan membaca kertas tersebut.
"Lowongan Kerja Asisten Pustakawan Akademi Violet fay...?" Baca ku sembari menatap ke arah tuan dominic dengan mengangkat sebelah alis.
Pria itu mengangguk kemudian melipat tangan nya ke depan dada.
"Ambil lowongan itu, dan bekerja lah secara resmi dengan ku, ada beberapa keuntungan dari kesepakatan ini, kau bisa mendapat bantuan ku, dan mendapatkan gaji yang cukup besar, sebagai ganti nya, 80% pekerjaan ku di perpustakaan ini kau lah yang menangani dan kau harus mau jika ku suruh apapun."
"Tunggu, di suruh oleh mu apapun? Aku tidak bisa menerimanya, ini tidak adil!" Ujar ku dengan alis mengkerut.
Pria itu menggeleng kepalanya, "bantuan yang ku berikan juga tidak kecil nona, jika kau menolak kesepakatan ini, kau akan menyesal, aku bisa menjamin." Pria itu tersenyum penuh arti.
Aku mengatupkan bibirku, pria ini meyakinkan sekaligus mencurigakan.
'Tetapi aku juga tidak bisa mencari bantuan lain.'
Benar, waktu terus berjalan, walau masih ada 5 tahun lagi sebelum kematian ku, tetap saja.
'Aku tidak bisa membuang waktu ku.'
Aku menatapnya dengan serius, "Jaminan mu..." Pria itu menatap tanya.
"Apa jaminan mu jika kau tidak berhasil membantuku?" Tanya ku, pria itu menghela nafas.
"Kau bisa melakukan apapun padaku, termasuk membunuh ku." Jawab pria itu dengan santai sembari membuka kedua tangannya.
Aku menatap nya dengan terkejut tetapi ekspresi ku kembali ketika melihat reaksinya.
'Sepertinya dia memang bukan penyihir biasa.'
"Baiklah, dimana aku harus mendaftar?" Tanya ku, pria itu tersenyum cerah, lalu menepuk kedua tangannya satu kali.
"Silahkan pergi ke departemen tata usaha Violet fay, tenang saja, jaraknya tidak jauh, kau bisa jalan kaki, pergi lah ke arah sana, kau akan menemukan bangunannya." Ujar pria itu mengarahkan ke lorong sebelah kanan sembari tersenyum.
"Baiklah aku pergi." Aku berjalan ke arah yang di tunjuk nya, pria itu melambaikan tangannya padaku dengan bulan sabit di bibirnya masih tertera.
⬛⚪⬛
Aku sampai di depan pintu bangunan yang di maksud penyihir itu, tertulis di papan kecil yang tergantung depan pintu.
"Tata usaha Akademi Violet Fay..." Gumam ku, aku menarik nafas dan membuang perlahan.
'Okeh, walau sebenarnya aku tidak mau melakukan ini, tetapi setidaknya aku harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ku inginkan.'
Aku membuka pintu itu, dan tampak ruangan besar terdapat banyak tempat duduk, tetapi sangat sepi dan hanya ada tiga orang yang menempati tiga meja, dia atasnya terdapat papan nama yang berdiri tertulis, administrasi.
Karena aku tidak melihat orang lain selain mereka aku memutuskan untuk pergi ke salah satu di antara mereka, aku memilih orang paling kanan.
"Permisi..." Sapaku pada seorang wanita yang tampak umur 20-an yang tengah menempati meja tersebut, wanita itu memakai kacamata, dengan rambut hitam yang diikat rapih, dan bermanik senada.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu dengan suara lembut.
"Sa-saya ingin mengambil lowongan ini." Ujarku sembari memberikan kertas yang ku dapat dari tuan dominic.
Wanita itu membetulkan kacamatanya dan membaca kertas yang ku berikan.
"AH! Akhirnya ada yang melamar!" Seru wanita itu membuatku sangat terkejut dan menatap nya dengan bingung.
Wanita itu dengan senyum riang langsung menandatangani dan memberi cap pada kertas itu, kemudian ia membuka salah satu buku besar dan menulis sesuatu.
"Maaf siapa nama nona?" Tanya wanita itu.
"Eloise Somnivera." Ujar ku, wanita itu mengangguk dan aku bisa melihat dia menulis namaku, dan memberi cap juga pada tulisan itu.
"Kau di terima." Aku membatu mendengar nya.
'Semudah itu?'
"Apa...anda serius?" Tanya ku meyakinkan, wanita itu mengangguk mantap.
"Bukankah seharusnya ada test atau semacam nya?" Tanya ku lagi masih tidak yakin.
"Eh tapi kertas ini sudah di tandatangani tuan dominic jadi anda pasti sudah di test oleh beliau bukan?" Aku langsung mengangkat kedua alisku dan mengangguk paham.
"Oh iya anda benar, maaf dan terima kasih." Ujar ku sembari tersenyum.
"Semoga anda nyaman bekerja disini, semangat!" Ujar wanita itu, aku mengangguk lalu pergi keluar dari ruangan.
⬛⚪⬛
"Akhirnya ada yang melamar, aku tidak perlu pulang larut lagi setiap hari selasa." Ujar wanita berambut hitam sembari meregangkan tangannya ke atas.
"Tadi itu apa Inne?" Tanya salah seorang temannya yang menempati meja di sebelahnya.
"Ah itu, ada yang melamar sebagai asisten di perpustakaan, bagus sekali bukan, kita tidak perlu pulang larut lagi." Ujar inne dengan senang.
"Wahh akhirnya bebas, sungguh melelahkan berkerja di perpustakaan, karena pekerjaannya sangat banyak ya kan hersa?" Tanya seorang teman inne yang menempati meja paling kiri.
"Tidak juga fuuka, kita tidak dapat uang tambahan." Ujar wanita itu dengan santai.
"Kau ini uang terus!" Fuuka berseru, inne tertawa pelan.
"Tapi apa gadis tadi baik-baik saja? Pekerjaan nya sangat banyak lho." Ujar fuuka.
"Kurasa tidak apa-apa karena aku melihat kertasnya sudah di tandatangani tuan dominic aku yakin dia sudah tahu pekerjaan apa saja itu." Jelas inne.
⬛⚪⬛
"Jadi pekerjaan apa saja yang akan ku kerjakan nanti?" Tanyaku.
"Kau akan mengetahuinya besok, datanglah jam 8 pagi, lalu pakai ini." Tuan dominic mengeluarkan sebuah kalung panjang dengan simbol buku dan lambang akademi violet fay yang terbuat dari kayu dan talinya merupakan seutas pita emas.
"Ini apa?" Tanyaku.
"Tanda masuk sebagai pekerja disini, dengan tanda ini kau bisa kemanapun di lingkungan akademi ini." Jelas penyihir itu, aku mengangguk paham.
"Baiklah, aku harus pulang, terima kasih tuan dominic." Ujar ku pria itu mengangguk dan melambaikan tangannya.
Aku berjalan keluar dari gedung perpustakaan, tidak kuduga ini sudah hampir malam.
Ini sudah sangat lewat di jam biasa aku pulang.
"Aku harus bergegas." Aku berjalan cepat menuju louis yang sedang menungguku.
"Maaf aku lama louis." Ujarku.
"Tidak apa-apa nona, bagaimana nona?" Tanya louis.
"Semuanya berjalan lancar, sebaiknya kita segera kembali, percepat laju kereta nya." Ujar ku dan masuk sendiri ke dalam kereta.
"A-ah siap nona." Louis langsung menjalankan kereta kudanya dengan cepat.
⬛⚪⬛
Karena akademi violet fay cukup jauh dari mansion Garthside, waktu ku tiba, itu sudah malam.
'Aku harap tidak ada masalah.'
Louis membuka kan pintu, aku turun dari kereta kuda, aku melihat rinni yang menunggu di depan pintu mansion, dia menyadari kedatangan ku dan langsung berlari ke arah ku.
"No-nona anda baru pulang selarut ini." Ujar nya dengan nada takut, aku menatap nya tidak mengerti.
"Iya, ada sesuatu yang harus ku lakukan, aku mau langsung istirahat." Ucapku sembari terus melangkah menuju pintu masuk mansion.
"Tu-tunggu nona." Aku tidak mendengar kalimat rinni dan langsung membuka pintu mansion.
Aku melihat kedua orang tua tiri ku yang berdiri dengan wajah masam, dan yang membuat ku sangat terkejut adalah reithel yang berdiri bersama mereka.
'Kenapa bajingan itu ada disini'
-
-
-