Not An Angel

Not An Angel
20



Happy reading!


-


-


-


Setelah kedatangan kakak ku, pangeran raven dan ksatrian roxane lainnya, master memintaku untuk merapihkan ruangannya.


Kupikir dia akan bekerja selama aku merapihkan ruangannya, tetapi ternyata tidak, dia ikut membantuku, bahkan master mengeluarkan hespirvit lain selain Achilles untuk membantu kami merapihkan ruangan.


"Aku tidak tahu kalau kau se-berantakan ini tuan dominic." Hespirvit pria bersurai hitam dengan manik tosca senada dengan manik master, pria itu mendengus sembari merapihkan buku-buku di ruangan master bahkan beberapa diantaranya ada yang terselip di sela sela ruangan.


"Bukan seperti itu arjuna, aku tidak punya waktu untuk merapihkannya sungguh." Ujar master yang tengah berkutat di sisi lain ruangan di lemari bagian vocorgi.


"Kenapa kau tidak gunakan waktu luang mu untuk merapihkan sedikit demi sedikit?" Tanya lagi arjuna kali ini benar-benar terdengar kesal.


"Aku lelah dan ingin tidur saat itu, sudahlah arjuna~ ku mohon berhenti memarahi ku dan lakukan saja~~" master menadakan suaranya, membuat arjuna mendengus, aku tertawa kaku dengan pelan melihat hal itu.


"Kenapa tidak minta Valkyrie untuk membantu mu merapihkan ini semua?" Arjuna menaruh buku terakhir dan lemari nya penuh, kemudian ia bergeser ke lemari lainnya.


"Kau seperti tidak tahu Valkyrie...." Dominic tidak setuju dengan saran arjuna, pria bersurai hitam itu mengangkat sebelah alisnya.


"Kurasa itu ide buruk arjuna, walaupun Valkyrie adalah wanita, dia sangat ceroboh, kasar dan suka bermain-main, yang ada ruangan ini malah semakin berantakan atau mungkin hancur." Achilles angkat bicara, pria bersurai perak itu tengah berkutat di meja master dan menyusun barang-barang di meja tersebut agar lebih rapih.


"Ah iya kau benar...." Ujar arjuna.


Kami terus merapihkan ruangan master, kami sudah di bagikan tugas, master merapihkan vocorgi, awalnya aku mau karena tertarik dengan vocorgi itu, tapi master tidak memperbolehkan karena ada beberapa vocorgi yang berbahaya dan di segel.


Arjuna merapihkan buku-buku master, Achilles bagian meja master, master memiliki 3 meja dan semuanya berantakan, sedangkan aku bagian laporan.


Aku diminta memilah laporan berdasarkan tahun di buat nya, sebenarnya ketika aku melihat laporan-laporan itu, semakin membuatku penasaran, berapa umur master sebenarnya.


Dimataku master terlihat sekitar umur 30-an, tapi jika di hitung-hitung ada yang janggal, karena aku melihat laporan penelitian yang di buat 20 tahun yang lalu bahkan 50 tahun, ini membuat ku semakin aneh.


Aku ingin menanyakan berapa umur master sebenarnya tapi aku takut itu tidak sopan.


Ketika aku sibuk memilah laporan, aku menemukan sebuah gulungan kertas, aku membuka gulungan itu, tulisannya kurang jelas sehingga tidak terbaca olehku, lalu aku melihat tangga pembuatannya, mataku terbelalak.


"HAHHH??" aku berteriak kencang kala melihat tanggalnya.


'Ini!! 157 tahun yang lalu???'


Aku terkejut bukan main, dan aku melihat di atas tanggal itu ada nama master dominic, ini membuatku semakin yakin kalau laporan ini di buat oleh master.


"Ada apa?" Aku merasakan master dominic menghampiri ku, kemudian ia melihat apa yang ku lihat.


"Ahh, ini laporan lama yang sudah ku buat, ku kira sudah hilang." Master dominic mengatakan dengan santai, aku menoleh dengan alis mengerut.


"Kalau tidak terpakai sebaiknya di buang saja tuan." Saran achilles, master dominic memegang dagunya, dan memejamkan mata tampak berpikir keras.


"Iya buang saja, lagipula tidak ku baca lagi." Ujar pria itu.


"A-ah i-itu ma-master." Master dominic menoleh mendengar panggilan ku.


"Mungkin ini tidak sopan, ah tidak sudah pasti ini tidak sopan, tapi aku sangat penasaran," ujar ku berusaha keras untuk mengkondisikan wajahku.


"Berapa umur master?" Tanya ku, pria itu mengangkat kedua alisnya, lalu ia terdiam sebentar.


"Hmm, aku tidak menghitung nya, kurasa sekitar 300 tahunan?" Jawab pria itu lalu kembali mengerjakan aktivitas nya, aku membeku sebentar.


'Berapa generasi kaisar roxane yang sudah di lewati master?'


'Apa reithel juga begitu?'


"Tidak semua." Saut master, seperti nya ia mendengar guman ku.


Aku menoleh padanya, tapi master tidak mengalihkan padangannya dari aktivitas nya.


"Hanya penyihir risilv, tapi biasanya itu pun penyihir risilv hanya akan hidup sekitar 150 tahun, mereka tidak akan menua, tapi mereka akan tetap mati, tetapi jangan lihat padaku," Ujar master, aku mengangkat kedua alisku.


Master menoleh ke arah ku dan tersenyum sendu, "karena kasus ku berbeda..." Jawab pria itu, netra kami sesaat bertemu masing-masing, tapi kemudian master kembali mengarahkan pandangannya pada vocorgi di hadapannya.


Aku mengatupkan bibir ku, kemudian memandang laporan-laporan itu dengan diam, tidak lama aku kembali menyelesaikan tugas ku.


⬛⚪⬛


"Selesai!!" Ujar kami bersama.


Ruangan master sudah rapih dan setiap barang juga sudah tertata sebagaimana seharusnya.


"Lain kali ambil barang jangan berantakan." Ujar arjuna sembari menurunkan alisnya, dan melirik master, sedangkan master hanya tertawa renyah.


"Kalau begitu aku kembali." Arjuna tiba menghilang dan meninggalkan jejak kerlap kerlip sihir, master mendengus.


"Achilles kau juga bisa kembali." Ujar master, achilles mengangguk dan menghilang seperti arjuna.


Aku terdiam sebentar, lalu terpikir sesuatu, "master..." Panggil ku pelan.


"Master seharusnya bisa merapihkan ruangan master sebelum aku disini, karena ada bantuan hespirvit, kenapa baru sekarang?" Tanyaku sembari menurunkan alis menatapnya.


"Ahaha, aku waktu itu benar-benar sibuk, aku harus bolak balik ke beberapa tempat dan akademi, dan hanya kembali untuk mengambil atau meninggalkan barang, saking sibuknya aku tidak sempat merapihkan barang-barang ku, sehingga lupa untuk membereskan ruanganku, lagipula baru-baru ini aku memiliki waktu luang lebih banyak." Jelas master, aku mendengus setelah mendengar kalimatnya.


"Apa itu berarti pekerjaan master sudah mulai selesai?" Tanyaku, pria itu menggeleng.


"Ahh, kalau soal itu, Kurasa tidak akan pernah selesai, hanya saja karena pangeran raven sudah kembali, maka pekerjaan ku di periksa olehnya dulu, dan aku akan menunggu perintah selanjutnya, tapi hari ini aku punya waktu lebih banyak, karena ada seseorang membantu pekerjaan ku." Ujar master dengan senyum.


Aku mengangkat sebelah alisku, "siapa?"


Master dominic tertawa renyah, "dia rekan kerja ku di akademi, intinya belakangan ini dia banyak membantu ku." Ujar nya, kemudian master dominic menepuk bahu ku.


"Sudah sana kau kembali belajar, segera selesaikan buku yang ku berikan, setelah itu aku akan memberi mu ujian, jika kamu lolos dari ujian itu maka kita akan lanjut ke tahap selanjutnya." Jelas master kemudian berjalan ke arah meja nya dan duduk di bangkunya.


"Tahap selanjutnya apa?" Tanyaku, master menyandarkan tubuhnya ke belakang bangku, lalu mengangkat kakinya dan bertumpu satu sama lain.


"Sihir yang sebenarnya." Ujar nya singkat, mataku melebar dan menatap nya dengan berbinar-binar.


Itu adalah pelajaran yang sangat ingin ku pelajari.


"Baiklah master, saya permisi." Ujar ku lalu pergi keluar ke ruangan master, aku pergi ke ruang utama dan melihat ke arah jam.


Jam makan siang sudah lewat, kurasa master akan mau makan di jam malam.


Aku segera berjalan menuju ruangan belajar master, kemudian aku mengambil beberapa buku yang master pilih untuk ku pelajari, dan aku mulai belajar.


"Aku harus bisa cepat belajar, agar aku bisa segera menjadi penyihir."


❇️Arc 1  -The End-❇️


-


-


-