Not An Angel

Not An Angel
27



Happy reading!


-


-


-


Kini aku di kamar ku, dan sedang melatih sihir dasar ku, aku mencoba mengangkat buku yang ku baca, aku memang bisa mengangkatnya tetapi itu hanya sebentar.


Tuk


Buku yang ku angkat terjatuh ke meja, aku menyandarkan tubuhku ke bangku yang ku duduki, dan menatap langit-langit kamarku.


Setelah makan malam, aku hendak merapihkan peralatan makan, tetapi tiba-tiba achilles dan Arjuna datang bersama seorang wanita bersurai jingga ikal panjang, wanita itu sangat tinggi mendekati reithel.


Master memanggil wanita itu dengan sebutan Valkyrie, aku teringat nama wanita itu pernah di sebut oleh achilles sebelum nya ketika kami merapihkan ruangan master.


Master menyuruh achilles dan Valkyrie untuk mengembalikan peralatan makan, tetapi Achilles sempat menolak dan menyuruh Valkyrie untuk tidak ikut, tapi Valkyrie marah dan langsung mengambil seluruh peralatan makan dan pergi ke dapur, achilles hanya mendengus dan mengambil sisa peralatan makan yang tertinggal juga kereta makan kecil yang ku bawa tadi ke dapur.


Setelah itu aku izin keluar dari ruangan, master mengangguk asal dan langsung sibuk dengan barang-barang yang di bawa arjuna, ketika aku hendak pergi.


Aku mendadak menoleh karena merasakan seseorang menatap ku, dan ternyata itu reithel, sebenarnya aku sedikit kepikiran dengan tatapan.


Sayu dan sendu, alis ku bertautan, tetapi dengan cepat aku mengalihkan padanganku dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Aku mendengus panjang.


'Kenapa dia menatapku seperti itu?'


Mendadak terbesit ingatan ku sebelum eksekusi mati ku pada masa itu, seperti apa reithel saat itu.


Dia benar-benar dingin, hampir setiap saat dia mengabaikan ku, walau begitu, saat itu aku jatuh cinta padanya, entah bagaimana perasaan itu muncul.


Mungkin karena wajahnya tampan?


Intinya saat itu, aku selalu menyambutnya pulang, membuatkan nya makanan, menemaninya istirahat, aku terus berada di sampingnya, walau kami tidak berbicara apapun.


Tetapi hati ku saat itu merasa senang, walau reithel terlihat sangat tidak menghargai ku, berada di sampingnya saat itu sudah cukup bagiku.


Tetapi ketika aku membutuhkannya, menjelang eksekusi mati ku, pria itu seakan membuangku layaknya barang yang tidak di butuhkan lagi, padahal saat itu aku sangat berharap padanya.


"Apa tidak ada sedikit pun tempat ku di hati mu hingga kau seperti ini?"


Itulah yang ingin ku ucapkan padanya, tetapi ketika detik-detik kematian ku, aku hanya menatap nya dengan senyum miris dan air mata.


Aku mendengus panjang.


Aku menegakkan duduk ku, dan memeluk diriku sendiri dengan erat.


"Rasa itu tidak akan kembali, yang perlu ku lakukan hanyalah, melupakannya."


⬛⚪⬛


"Ini semua barang yang berhasil ku kumpulkan, sisanya entah bagaimana barang itu terbakar sendiri." Ujar arjuna.


"Mereka bahkan tidak membiarkan kita mendapat petunjuk sedikitpun ya." Ucap reithel sembari menyilang tangannya di depan dada.


"Tidak juga, ini." Dominic mengangkat sebuah gulungan yang di bungkus dengan tempat berbentuk tabung yang terbuat dari besi.


Dominic membuka tabung itu, sempat sedikit kesulitan, akhirnya ia meretakkan tabung itu dengan tangannya sehingga tabung itu bisa terbuka, dan saat di lihat isinya.


"Sepertinya tuan castillon benar." Saut achilles melihat isi tabung itu.


Pecahan kertas yang hancur, dominic mendengus panjang.


"Sepertinya aku harus mengeluarkan sihir rumit." Dominic memunculkan sebuah buku berwarna tosca dari tangannya, kemudian buku itu lembarannya terbuka dengan sendirinya.


Dominic mengangkat pecahan kertas itu dengan sihir, pria itu berguman mengucapkan mantra.


Dan lingkar sihir muncul di bawah pecahan kertas itu, dan cahaya muncul menutup pecahan kertas itu dan berubah menjadi gulungan utuh.


Arjuna bersiul kagum melihat sihir tuannya, dominic membuka gulungan kertas itu dan ternyata isinya kosong.


"Aku akan membakar kertas ini." Ucap dominic tiba-tiba.


"Tunggu." Reithel langsung mengambil gulungan kertas itu, pria itu membuka sarung tangan sebelah kirinya, dan terlihat sebuah lingkar sihir yang ada di tangannya.


"Lho, kau punya sihir kutukan?" Tanya dominic terkejut, arjuna, Achilles dan Valkyrie melihat reithel dengan waspada.


"Ini sihir kutukan turun temurun keluarga castillon, kau tidak perlu khawatir, sihir ini tidak berbahaya, ini hanya agar aku bisa membaca atau mendeteksi apa yang ada di maleon." Jelas reithel.


"Memangnya ini maleon?" Tanya Valkyrie.


"Kurasa iya, hanya saja aura nya sangat samar." Balas arjuna.


Reithel membuka gulungan itu di atas meja kosong yang tadi di pakai untuk makan malam.


Pria itu menyentuh kertas itu dengan tangan yang terdapat lingkar sihir nya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya dominic, reithel hanya mengangguk.


"Ini tulisan apa?" Tanya achilles, dominic mengambil kertas itu dan melihat tulisannya, tetapi ia tidak dapat membacanya.


"Aku tidak tahu apa isi tulisan itu, tetapi tulisan itu mirip sekali dengan tulisan yang muncul di lingkar sihir penyihir setelah kehancuran." Ujar dominic.


"Apa kau melihatnya ketika wadah pertama muncul?" Tanya reithel, dominic mengangguk, reithel menyakukan tangannya di jasnya.


"Apakah kau tahu seseorang yang mungkin bisa membaca ini?" Tanya reithel, dominic terdiam sebentar.


"Mungkin ada, penjaga hutan witchweed, aku akan mencoba bertanya padanya." Ujar dominic lalu menarik kursi dan duduk.


Dominic menoleh ke arah meja dimana Benda-benda yang di bawa arjuna dari lokasi warzerten.


Hanya tersisa sebuah peta.


Reithel mengambil peta itu, dan melihat apa yang ada di peta itu.


Peta itu di coret di beberapa bagian, pertama hutan crystalden, lalu kota mati deerholt, kemudian gua dragondead, dan terakhir di lingkari besar yaitu kota fieldway, hutan lostbush dan kerajaan Etheia, ketiga itu saling berdekatan.


"Sepertinya ini satu-satunya petunjuk yang bisa kita cari jawabannya saat ini." Ujar dominic.


"Baiklah, pada musim panas, ayo kita ke hutan eastwood untuk mencari informasi." Ajak reithel.


"Ah maaf reithel, aku tidak bisa, selama liburan aku sudah berjanji untuk melatih sihir eloise di hutan witchweed, biar aku saja yang mengurus gulungan ini, kau memeriksa hutan eastwood saja, bisa kah?" Tanya dominic, reithel terdiam sebentar.


"Tentu, baiklah, peta ini ku bawa dulu, aku akan melaporkan ini pada pangeran raven, aku yakin dia butuh ini." Ujar reithel menggulung peta itu dan menyimpannya di jubahnya, kemudian pria itu berjalan hendak pergi keluar dari ruangan.


"Kau pergi sekarang?" Tanya dominic, reithel mengangguk, pria itu melambaikan tangannya tanpa menoleh ke dominic, lalu keluar dari ruangan.


Reithel berjalan pergi keluar perpustakaan, ketika dia mau pergi ke arah tangga lantai dasar, pria itu tidak sengaja bertemu eloise yang tengah membawa nampan berisi 2 cangkir.


"Duke castillon..." Eloise pelan, gadis itu mengeratkan pegangannya pada nampan tersebut, reithel terdiam menatap eloise, sedangkan gadis itu menatap ke arah lain menghindari tatapan reithel.


Kemudian netra biru reithel mengarah pada cangkir yang di bawa eloise, 1 cangkir berisi kopi susu, dan satu cangkir lainnya berisi kopi hitam.


"Kopi itu..."


"Apa itu....untukku?" Tanya reithel, eloise mengangkat wajahnya, gadis itu tampak gelagapan dan langsung mengangguk cepat.


Reithel langsung mengambil cangkir yang berisi kopi hitam dan menenggaknya hingga habis, membuat eloise sangat terkejut, setelah isi cangkir itu habis, reithel menaruh cangkir kosong itu, dan mengelap mulutnya dengan sapu tangan miliknya.


Sedangkan eloise terdiam dengan alis mengerut bingung.


"Aku pergi dulu, sampai jumpa." Ujar reithel lalu kembali melangkahkan kaki nya pergi.


⬛⚪⬛


Aku sangat terkejut melihat tindakan reithel, setelah menghabiskan cangkir kopi yang ku buat, pria itu mengucapkan sampai jumpa lalu pergi begitu saja.


Aku menggeleng wajahku, lalu berjalan kembali ke tujuanku, yaitu ruangan master.


Setelah sampai di depan ruangan, aku mengetuk pintu master.


Pintu itu terbuka dan tampak Valkyrie yang membukakan ku.


"Ohhh eloise! Ayo masuk!" Seru Valkyrie, aku mengangguk, lalu masuk, kemudian aku menaruh cangkir isi kopi susu master dominic di meja di mana master sedang sibuk membaca buku dan memegang sebuah pena.


Sadar aku menaruh cangkir di hadapan nya, master menaruh pena nya.


"Pas sekali eloise, kau memang peka hehe." Master meminum kopi susunya, matanya melihat cangkir kosong yang berada di atas nampan.


"Itu cangkir mu?" Tanya dominic, aku menggeleng.


"Ini untuk duke castillon, tetapi tadi beliau meminum habis ketika kami bertemu dekat tangga." Jawab ku, master mengangkat kedua alisnya dan tertawa, aku menatap master dengan bingung.


"Maaf ya eloise, kadang tuan kami memang seperti ini, abaikan saja." Aku mengangguk ketika arjuna bicara.


"Baiklah master aku permisi dulu." Ucapku, master mengangguk sembari melambai-lambaikan tangannya masih dengan tawa, dan aku berjalan keluar dari ruangan dengan menatap master sorot aneh.


⬛⚪⬛


"Tuan kenapa sih, jangan ketawa seperti itu terus, menakutkan tahu." Tegur Valkyrie.


"Ahaha, maaf hanya saja, hahaha, ini lah yang ku suka dari reithel, pria itu menarik." Dominic menggeleng kepalanya sembari tersenyum.


Sedangkan ketiga hespirvit miliknya hanya diam dan mendengus lelah.


❇️Arc 2  -The End-❇️


-


-


-