
Happy reading!
-
-
-
Ini sudah 3 hari, aku akhir nya selesai merapihkan seluruh buku di perpustakaan, aku pergi ke tengah ruang besar ini, dan melihat sekeliling nya, semua sudah tertata rapih sesuai tempatnya, selain merapihkan buku-buku nya, aku juga menata meja pustakawan, dimana master dominic bekerja dan para siswa mencatat pinjaman buku.
Aku kemudian melihat ke arah jam besar ruangan ini, masih ada 2 jam sebelum perpustakaan buka, seperti biasa, bagian pekerjaan ku, aku menyiapkan makanan untuk master dominic, walau master bilang tidak butuh sarapan, tapi ku pikir aku harus membuatnya, karena aku sering melihat master punya banyak pekerjaan, jika aku tidak mengingatkan makan dia akan lupa, lagipula dia juga tidak menolak sarapan yang ku buat.
Karena waktu sedikit sempit, jadi aku hanya membuat roti isi dan kopi susu master dan coklat panas untuk ku, ya karena aku akan makan bersama nya.
"Master, saya sudah bawa sarapan." Ucap ku kencang di depan pintu kantornya, suara kunci terbuka kemudian pintu itu bergerak membuka dengan sendirinya, dan aku melihat master dominic sedang berada di meja nya, kantor nya masih sangat berantakan, buku-buku bertumpuk di lantai dan bertebaran di setiap sudut ruangan ada juga banyak kertas yang ikut berserakan, juga beberapa benda aneh yang di kupikir adalah benda sihir atau di sebut vocorgi.
Aku mendengus melihat kantornya yang berantakan, master menyingkirkan seluruh kertas dan buku-buku yang berada di atas meja untuk membuat tempat kosong.
"Taruh sini." Titah nya, aku mengangguk lalu menaruh nampan berisi sarapan ke tempat yang di minta, aku kembali melihat sekeliling ruangan master, kemudian aku menoleh ke arah master yang sudah mulai menyantap makanan sembari masih berkutat dengan buku juga pena.
Menyadari aku terus menatapnya dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku, "kau tidak sarapan?" Tanya pria itu.
Aku segera mengambil roti isi ku dan memakannya sedikit, kemudian aku membuka mulutku suara.
"Master, kurasa ruangan ini perlu di bersihkan..." Ujar ku, pria itu berhenti dari kegiatannya sejenak dan menatap sekeliling ruangan.
"Entahlah, aku tidak punya waktu untuk melakukan itu." Ucap pria itu kemudian meminum kopinya.
"Kan master punya saya sebagai asisten, saya bisa membersihkan ruangan ini." Pria itu seketika berhenti dan menatap ku lalu entah kenapa matanya sangat ragu padaku, aku menatap nya dengan sorot bingung, kemudian pria itu menghela nafas panjang.
"Terakhir kali, aku pernah meminta asisten ku dulu untuk membersihkan ruangan ku, dan tanpa sengaja laporan penelitian ku selama 5 tahun terbuang olehnya..." Pria itu mengatakan dengan suara serak.
'Oh...'
Aku mendengar itu sedikit bingung ingin merespon apa tapi, aku punya ide agar kejadian itu tidak terulang.
"Kalau begitu saya membersikan ruangan dengan pengawasan master." Ujar ku.
"Aku kan sibuk..." Tepis nya lagi.
"Maksud saya, akan saya bersihkan sembari master bekerja, saya akan melakukan nya secara langkah demi langkah, jadi tanpa mengganggu pekerjaan master juga." Jelas ku, pria itu terdiam sebentar, kemudian mengangguk.
"Baiklah, kau bisa mulai besok, dan oh ya, perpustakaan ku liburkan dulu 2 hari." Ujar pria itu lanjut menyantap roti isi buatan ku.
"Kenapa? kan Perpustakaan sudah rapih." Ujar ku.
"Kau perlu istirahat, lagipula nanti aku ingin menugaskan mu di bagian pustakawan, jadi aku perlu mengajari mu lebih dulu." Aku terkejut mendengar nya.
"Eh tapi bukankah itu pekerjaan master? Apa master sedang banyak pekerjaan lain?" Tanya ku.
"Ya begitulah, ada banyak hal yang harus ku lakukan, lagipula sekarang ada kau kan, pekerjaan itu juga cocok sembari kau belajar, jadi itu akan menjadi bagian mu." Jelas nya, aku mengangguk.
"Baiklah saya mengerti." Ujar ku, pria itu menghabiskan roti isi nya dan meminum kopi nya, begitu juga dengan ku.
"Omong-omong, kau tidak perlu berbicara formal padaku, itu membuat ku tidak nyaman." Ujar pria itu.
"Ah maaf, baiklah kalau begitu." Balas ku, pria itu bangkit.
"Ya sudah rapihkan ini semua lalu temui aku di ruangan utama perpustakaan, aku akan mengajari mu bagaimana tugas pustakawan."
⬛⚪⬛
"Kau sudah mengerti?" Tanya master dominic, aku mengangguk.
Setelah tadi, aku pergi menemui master di ruang utama perpustakaan kemudian master menjelaskan bagaimana pekerjaan pustakawan, dan cara pencatatan buku, peraturan peminjaman buku, juga apa yang di perlukan untuk dapat meminjam buku.
"Jika ada yang telat mengembalikan, kau beri denda 100.000 rudo." Ujar master dominic, aku terkejut mendengar nya, itu sangat mahal untuk ukuran denda sebuah buku.
"Apa master serius?" Tanya ku tidak yakin, pria itu mendengus.
"Ini akademi elite, 95% siswa-siswi nya adalah bangsawan, jika kau beri denda murah mereka tidak akan jera, dan kalau mereka tidak membayar itu akan membuat mereka malu, kau sendiri tahu kan harta termasuk harga diri bagi bangsawan." Jelas master.
Ya itu benar, di kehidupan ku sebelumnya, setiap aku datang ke pesta teh atau acara sosial lainnya, tidak pernah tidak ada orang yang memamerkan hal baru yang mereka miliki.
Seperti gaun, aksesoris, perusahaan, tanah, berlian, atau hubungan percintaan dengan salah satu anggota kerajaan lain atau kekaisaran roxane.
Pada waktu itu aku sangat di modalkan banyak uang oleh reithel, sehingga gaun yang kumiliki selalu gaun mahal, yang di jahit oleh penjahit kekaisaran.
Kecuali.
"Eloise, aku punya teh baru dari negara lain, sepertinya teh nya sangat enak, aku ingin kau minum bersama ku!"
Aku teringat sosok putri charol, satu-satunya orang yang paling dekat dengan ku, dan menjadi sebab hukuman mati ku.
"Eloise!" Master dominic memanggilku, seketika aku menoleh padanya.
"Ma-maaf aku melamun." Ujar ku sembari menyentuh dahi ku, master hanya mendengus, lalu mengeluarkan sebuah buku besar yang terlihat masih baru.
"Catat semua buku yang ada di sini ke buku ini, lalu hapalkan seluruh letak bukunya, agar ketika kau sudah bekerja sebagai pustakawan kau tidak malu jika di tanya letak bukunya tapi tidak ingat." Jelas nya.
"O-oh baik...." Balas ku, master dominic menjentikkan jari nya, lalu muncul jubah hitam di hadapannya.
"Aku harus pergi, dan oh ya, jika ada ksatria dari kekaisaran datang, berikan buku berwarna hijau tua dengan lambang kekaisaran di atas meja ku." Kemudian master dominic menghilang karena sihir teleportasi nya.
Aku terdiam ketika mendengar ksatria roxane yang akan datang, "apakah kakak juga akan datang?" Aku terdiam sembari menatap buku yang tadi di berikan master.
"Aku harus bekerja." Aku langsung mengerjakan tugas yang di berikan master.
⬛⚪⬛
Sudah 4 jam aku berkutat dengan pekerjaan ku, aku masih mencatat buku-buku di ruangan ini, benar-benar sangat banyak, aku sudah mulai lelah menulis, tapi aku harus menyelesaikan semuanya.
Kring-kring
'Sepertinya itu ksatria dari roxane.'
Aku segera menaruh buku untuk mencatat tadi di meja dan berlari menuju pintu kemudian membukanya.
Tampak 3 orang pria, satu berambut coklat muda dengan mata di tutup sebelah kanan, dan satu lagi berambut merah tua dengan manik ungu dan tubuhnya sangat tinggi, satu lagi tinggi nya tidak beda jauh dengan ku, rambutnya berwarna hitam dan maniknya berwarna amber.
"Lho bukan tuan dominic?" Ucap pria berambut merah tua itu.
"Hei jaga kesopanan mu." Ujar pria berambut coklat muda sembari menyikut temannya tadi.
"Maaf apa tuan dominic ada?" Tanya pria itu dengan sopan.
"Ah maaf tuan dominic sedang tidak ada di tempat, tapi beliau sudah menitipkan sesuatu, mohon tunggu sebentar." Ujar, pria itu mengangguk dengan senyum.
Lalu aku segera pergi ke ruangan master dan mengambil buku yang sesuai dengan master berikan ciri-cirinya, setelah itu segera kembali ke mereka.
"Silahkan." Ujar ku sembari memberikan bukunya.
"Baiklah terima kasih, kalau begitu kami pergi." Aku mengangguk dan membungkuk sopan pada mereka, lalu mereka berjalan pergi meninggalkan ku.
⬛⚪⬛
"Hei! Tampaknya gadis itu tidak asing." Ujar tristan si pria berambut merah tua.
"Dia mirip dengan shannon." Ujar feitan masih dengan manik amber nya menatap ke arahnya berjalan.
"Benar kan! Bagaimana menurut mu harley?" Tanya tristan pada temannya, pria berambut coklat muda itu terdiam sebentar.
"Ku pikir dia adik kembar shannon, ingatkan shannon pernah bilang kalau dia punya adik kembar." Ujar Harley.
"Memang sih tapi bukankah adiknya itu seorang bangsawan, kenapa dia berada di sana?" Tanya tristan lagi.
"Tentu saja aku tidak tahu jawabannya tristan." Ujar harley sembari mendengus lelah.
"Tanyakan saja pada shannon nanti." Feitan melanjutkan.
"Oh iya, kalian benar."
-
-
-
To be continued
❇️ Eloise's Study Note ❇️
Vocorgi: Benda yang di buat dengan sihir dan digunakan dengan sihir, berbeda dengan maleon yang menggunakan sihir hitam, benda sihir ini di isi dengan sihir yang aman.