Not An Angel

Not An Angel
13



Happy reading!


-


-


-


Hari sudah mulai menjelang malam, aku sudah menyelesaikan sekitar 20 lemari, awalnya kupikir tidak akan sampai ke angka itu, tetapi ternyata kebanyakan buku yang di tumpuk sudah satu jenis atau materi, jadi aku hanya perlu merapihkan nya ke lemari.


Itu mempermudah pekerjaan ku, tetapi aku tidak mengerti kenapa bukunya sudah terbagi sesuai satu sama buku lain sejenis dan se materi, ini jelas terlihat kalau buku-buku ini memang sengaja di keluarkan.


Teng-teng


Aku mendengar suara bel dari kejauhan, tampaknya itu bel tanda akhir sekolah selesai, aku teringat dengan kalimat master yang memintaku untuk mendapatkan beasiswa itu, jujur saja sebenarnya aku tidak yakin tapi, aku harus berusaha.


Aku tidak punya pendidikan dasar sihir sama sekali, dan waktu yang ku miliki hanya setahun untuk menunggu pendaftaran murid baru dan test nya.


"Aku ingin bertemu kakak..."


Tapi aku harus mengutamakan test masuk ke akademi violet fay terlebih dahulu, lagipula aku punya waktu pasti untuk bertemu kakak, yaitu upacara kedewasaan.


Aku berjalan ke tengah ruangan dan melihat sekeliling ruangan ini juga hasil kerja ku, aku belum menyelesaikan lantai satu, tapi aku sudah hampir selesai, aku menoleh ke arah jam besar perpustakaan, masih ada 2 jam sebelum makan malam tiba, tinggal tersisa 5 lemari lagi, mungkin selesaikan saja.


"Sudah dulu untuk hari ini." Aku menoleh cepat ke sumber suara, seperti biasa lagi-lagi master muncul tiba-tiba.


Aku sedikit mulai terbiasa walau aku masih terkejut, "tapi ini hampir selesai." Balasku.


"Istirahat saja, lagipula masih ada dua hari dari besok, kau masih punya waktu." Jelasnya sembari master melonggarkan ikatan kerahnya.


"Aku mau istirahat dulu di ruangan ku, kalau makanan sudah siap panggil aku." Ujar nya berlalu pergi.


"Siap master!" Seru ku, kemudian aku tersenyum, aku kembali menatap hasil kerja ku dan tumpukan buku yang belum ku rapihkan, kemudian berjalan meninggalkan ruangan.


⬛⚪⬛


Aku pergi menuju dapur, dan mulai memasak makanan, setelah beberapa waktu makanan pun jadi, karena master tampak lelah jadi aku memutuskan untuk membuat sup krim jagung dan roti bawang putih, makanan cita rasa manis biasanya akan menghilangkan lelah, aku hendak membawa nampan isi makanan tersebut ke ruangan master.


Ting-tong


Aku mendengar suara bel pintu dari pintu dapur belakang, aku menaruh kembali nampan tersebut, lalu berjalan menuju pintu dan membuka pintu nya.


"Sia–" kata ku terhenti ketika aku melihat seseorang yang menekan bel tersebut, pria bersurai salju dengan netra magenta, pria itu tampak mengenakan sebuah setelan seragam yang terdapat lambang akademi violet fay, dia juga membawa sebuah 4 benda berbentuk tabung.


Aku menatap nya terkejut sampai aku tidak bisa mengatakan apapun dari bibir ku.


'Bohong kan? Apa ini kebetulan mirip dengan pria yang kutemui di kuil waktu itu? Ini mirip saja kan??' 


Rasanya keringat dingin keluar dari pori-pori kulit ku, tubuhku masih tidak bergerak sama sekali dan bibir ku terkatup rapat mataku masih terpaku dengan wajahnya, dia sangat mirip atau mungkin memang dia, hanya saja jujur saja aku tidak mau percaya kalau itu dia.


"Eloise?" Tiba-tiba seketika bulu kuduk ku berdiri, aku melangkah mundur sembari tersenyum kaku.


"Eh siapa? Dan ada apa?" Tanya ku dengan suara aneh, pria itu tertawa kecil.


"Ini aku arion, tidak mungkin kau tidak ingat, kita baru bertemu kemarin." Ujar pria itu masih tidak menghilangkan senyumnya.


"A-ah oh benar....kah...?" Aku membalas dengan tidak yakin, dia masih tersenyum menatapku.


'Bagaimana ini? Sebenarnya aku tidak ingin ada bangsawan yang tau aku bekerja disini, dan pria ini adalah seorang bangsawan, aku tidak begitu yakin lingkar sosialnya apakah sampai dia mengetahui aku yang dulu, tapi tetap saja aku yakin dia sadar karena beberapa orang yang ku temui waktu itu juga curiga kalau aku seorang bangsawan... '


"Kenapa kau ada disini ryknight?"


Aku menoleh cepat, dan ternyata master dominic datang, aku selamat dari situasi ini, dengan cepat aku segera mundur dan membiarkan master dominic berjalan ke arah arion.


'Ohh ternyata ada juga benda sihir untuk sesuatu yang seperti itu.'


Aku terpukau dengan hal itu karena hal yang berkaitan dengan sihir masih sangat lah baru dimataku.


Master dominic membuka gulungan kertas nya dan membacanya sebentar kemudian di gulung kembali dan di masukkan ke tempat gulungan kertas itu lagi, lalu dengan sihirnya seperti biasa, ia membawa nya sehingga gulungan tersebut melayang.


"Baiklah, sebaiknya kau segera kembali ke asrama, kalau terlalu lama di luar, kau tidak bisa masuk ke asrama nanti." Ujar master, tapi mata arion menatap ku, kemudian aku menatap ke arah lain menghindari matanya.


"Ada apa?" Tanya master.


"Ah tidak, maaf master kalau boleh tahu dia siapa master?" Tanya arion, aku merasa tersambar petir karena dia bertanya soal diriku.


"Ah dia adalah murid ku sekaligus asisten perpustakaan ku, dia akan sering ada di perpustakaan nanti." Ujar master dominic.


"Tapi kudengar perpustakaan ditutup?"


"Itu karena aku menutupnya untuk merapikan nya terlebih dahulu, ada banyak buku baru yang datang sehingga aku harus menyusun ulang semuanya, tapi sekarang pekerjaan itu sudah di ambil dia." Master dominic menunjuk ke arah ku.


'Ah begitu, pantas saja beberapa tumpukan buku sudah terbagi sesuai jenis dan materi." Pikir ku teringat.


"Begitu, baiklah saya permisi master, sampai jumpa." Arion pamit, aku mengangkat kepala ku dan menatap ke arahnya, dia menangkap netra ruby ku dan tersenyum padaku.


Lalu berjalan pergi meninggalkan aku dan master dominic, pria bersurai jingga itu membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah ku, aku tersadar dan mengunjuk makanan yang ku masak tadi dengan tanganku.


"Ayo kita makan, habis itu belajar." Ujar pria itu dengan sihir nya membawa nampan makanan yang ku masak tadi, aku sudah mulai terbiasa melihat hal seperti ini, aku harap suatu hari nanti aku bisa melakukan nya.


⬛⚪⬛


Brukk


Master dominic menaruh banyak buku di hadapan ku, mata ku terkejut menatap banyak nya buku yang di bawa master.


"I-ini...." Aku dengan nada ragu menatap tanya ke arah master.


Pria itu membuka salah satu laci meja  yang akan ku pakai belajar, kemudian ia mengeluarkan sebuah buku berwarna merah, lalu ia mengambil pena dan satu botol tinta dari laci meja lain.


Lalu dia mengambil buku ketiga dari tumpukan buku yang ia bawa, lalu menaruhnya di hadapan ku, aku melihat judul buku itu.


"Pengertian dan istilah sihir, level dasar." Aku mengerucutkan bibir ku, aku merasa seperti anak kecil yang baru belajar, ya tetapi aku memang tidak tahu apa-apa mengenai sihir.


"Rangkum semuanya dan catat di buku itu, lalu setelah selesai perlihatkan padaku, aku beri waktu sampai jam 11 malam." Ujar pria itu lalu langsung melangkah keluar dari ruangan belajar miliknya yang letaknya di depan kamar ku.


Aku menatap ke arah jam kecil yang berada di sudut meja, jarumnya menunjukkan jam 9 kurang, aku segera bersiap untuk menulis, aku membuka buku merah itu, lalu aku mengambil buku pelajaran tadi dan membaca nya.


Lalu mulai mempelajari dan mencatat rangkumannya.


-


-


-


To be continued


❇️Eloise' s Study Note❇️


▫️ Anigi: hewan yang di buat dengan sihir, bisa di gunakan untuk apa saja, mengirim pesan, bertarung, berlindung, kendaraan, bentuknya juga bermacam-macam.


▫️Maleon: Benda terkutuk, atau benda yang di buat dengan sihir hitam, bisa juga benda yang sudah tercemar dengan sihir hitam.