
Happy Reading!
-
-
-
"Pertama-tama, selamat untuk 70 peserta yang lulus, kalian baru saja menyelesaikan langkah pertama untuk menjadi murid akademi violetfay." Ucap wanita itu.
"Selain itu, perkenalkan namaku Sherina Rastasia Risenberg, salah satu master akademi ini, disini aku sebagai moderator untuk sesi ujian praktek kali ini.
Aku akan memberi tahu apa yang akan di ujikan dalam ujian kali ini, yaitu teknik sihir dasar dan sihir spesialis.
Sebelum aku lanjut, ada yang ingin kalian tanyakan?"
Seseorang mengangkat tangannya, dia adalah orang yang satu ruangan dengan ku di ujian tulis.
"Silahkan."
"Baik, namaku Riftan Harlord, aku ingin bertanya, kenapa yang lulus hanya 70 peserta, padahal kartu antriannya berjumlah ratusan?"
Aku melihat beberapa ada yang kelihatan tidak terlalu senang, dan mendengus panjang, wajah mereka berkesan kalau pria itu menanyakan pertanyaan bodoh.
Yah karena yang dia tanyakan tidak bermanfaat untuk ujian nanti, tapi aku sedikit penasaran juga dengan hal itu.
"Okey, jadi itu karena di hitung dari jumlah peserta yang lulus ujian tulis angkatan sebelumnya, itu mempermudah kami dalam mengkalkulasi jumlah murid, dan jika kalian ingin tahu, berapa total yang lulus, jumlahnya adalah 405 peserta dari seluruh angkatan." Jelas master risenberg.
Aku melihat ke arah kartu antrian yang ku pegang, nomor 404, jika di pikir-pikir, berdasarkan buku yang pernah ku baca mengenai akademi ini.
Akademi violetfay sudah di dirikan cukup lama, yaitu sekitar 63 tahun yang lalu, dahulu perkembangan penyihir sangat lambat, karena kurangnya fasilitas dan tenaga ilmu pengajar untuk mengembangkan orang yang berpotensi.
Akademi violetfay di buat karena kebutuhan penyihir semakin mendesak, akademi ini di dirikan oleh keluarga Wheatlight, yang di dukung oleh kaisar sebelumnya, akademi violetfay adalah akademi sihir pertama di kekaisaran ini, kudengar murid mereka memang tidak terlalu banyak, mengingat kualifikasi akademi ini sangat ketat, karena penyihir yang lulus dari sini secara otomatis akan punya potensi menjadi penyihir agung, tapi sampai saat ini posisi penyihir agung hanya diisi oleh 2 orang, salah satunya kepala akademi violetfay, seharusnya 3 tapi karena master dominic tidak menanggapi undangan itu maka tidak terhitung.
Tetapi yang tidak kuduga, ini lebih sedikit dari yang ku pikir, tetapi saat ini perkembangan penyihir sudah pesat, karena mulai banyak di bangun akademi sihir lainnya.
"Baiklah master, terima kasih banyak!" Serunya sembari hormat.
"Ada lagi?"
Ada seorang gadis berambut hijau muda dengan manik senada, kesan bangsawan sangat terlihat pada wajahnya.
"Silahkan."
"Namaku Chalisa Stephanie Roswaal, aku ingin bertanya, apakah ada kualifikasi tertentu agar dapat lulus dari ujian ini? Jika ada, apa itu?" Master risenberg tersenyum.
"Tidak ada." Jawabnya singkat, mendadak semuanya terkejut, begitu juga denganku, beberapa di antara mereka saling bertatapan.
Jika tidak ada, maka semua di serahkan pada penilaian juri, itu justru akan banyak mengundang pro dan kontra, terutama mengenai kecurangan.
Tetapi ini akademi violetfay, tidak mungkin hal seperti itu akan ada.
"Ada lagi?" Tanya master risenberg, tapi tidak ada yang merespon, tentu saja karena pertanyaan dari gadis itu sudah mewakili pertanyaan semuanya.
"Baiklah kalau begitu, ujian akan di mulai, silahkan para juri untuk datang."
Whushh
Kemudian angin berputar dan muncul tiga orang dari angin tersebut, yang di sebut para juri.
Sesuai informasi yang kudapat.
Simon Clark Davendral, Thihana Theia Wheatlight, dan Reithel Quinn Castillon.
Semua peserta tampak kagum dengan kemunculan mereka, aku melihat beberapa gadis yang terlihat kesenangan, tentu saja, para master pria di akademi sebenarnya sangat tampan semua, aku sudah melihat semuanya, ketika mereka mengunjungi perpustakaan.
Dan reithel salah satu yang paling populer.
Master risenberg mengayunkan tangannya dan menunjuk tempat kosong, muncul meja dan kursi, sepertinya itu akan dipakai untuk para juri duduk.
Para juri berjalan bersama ke tempat yang telah di sediakan, setelah sampai master risenberg menjentikkan jarinya dan muncul pelindung sihir tembus pandang yang menutupi lapangan arena.
"Baiklah, ujian di mulai! Silahkan peserta pertama, nomor 335!"
Aku mendengus panjang, dan menutup mataku.
Walau belum giliran ku, tapi aku sangat gugup, aku terus menghembuskan nafasku panjang untuk membuat diri ku sedikit lebih tenang.
Lalu aku melihat ke arah dua orang yang bertanya tadi, mereka pun juga tampak tenang, kemudian aku melihat ke arah pria yang datang terakhir, aku terkejut karena pria itu tampak tidur, mungkin karena gilirannya memang masih lama.
"Nomor 378!"
Aku melihat sekeliling siapa pemilik nomor tersebut, dan kebetulan adalah leia, aku sedikit penasaran dengan kekuatan sihir yang ia miliki, karena di kehidupan sebelumnya, leia tidak pernah menunjukkan nya.
Gadis itu sampai di lapangan, sesuai yang di beritahu, dia menunjukkan kemampuan sihir dasarnya, semuanya lancar tanpa masalah, kemudian selanjutnya sihir spesialis.
Gadis itu berdiri tegak, kemudian memajukan salah satu kakinya, ia mengulurkan tangannya dan muncul lingkar sihir, dari lingkar sihir tersebut muncul semacam mahkluk yang terbuat dari es, ini menandakan kalau sihir spesialis leia adalah sihir es.
'Sama seperti milik reithel.'
Dari belakang para juri, muncul banyak panah yang di buat dari api, entah siapa yang membuatnya, kemudian panah api itu meluncur dengan cepat ke arah leia berdiri.
Dengan jarinya, leia mengendalikan Mahkluk itu untuk menghancurkan seluruh panah tersebut, aku kagum melihat nya, itu sangat hebat, bahkan aku belum hal seperti itu dari sihir ku, jujur saja ini sedikit membuat ku terpuruk, tapi aku masih optimis.
Lalu kali ini panah api tersebut muncul dari sekeliling leia dengan jarak yang cukup dekat, kemudian mereka meluncur dengan kencang, aku sedikit terkejut.
Clap!
Leia menyatukan tangannya tidak kalah cepat dan langsung muncul pelindung dari es yang menahan panah tersebut, kemudian leia menghancurkan pelindung es itu.
Semuanya bertepuk tangan, karena penampilan leia tadi sangat hebat, aku bisa memastikan dia akan lolos.
Ujian leia selesai, leia berjalan mendekat menuju meja juri, dari gestur tubuh mereka, tampak mereka memberikan pendapat mengenai sihir leia, dan wajah mereka tampak puas termasuk reithel walau tidak begitu terlihat.
Kemudian master Davendral memberikan sebuah gulungan pada leia, aku sempat melihat beberapa murid menerima itu ada juga yang tidak, itu artinya jika aku lulus maka aku akan mendapatkan gulungan tersebut.
Setelah penampilan leia, giliran peserta selanjutnya, itu adalah pria yang bertanya pertama tadi, Riftan Harlord, dari penampilan dan cara bicaranya tadi, tampak dia adalah orang yang sangat bersemangat.
Dia hanya memiliki dua nama pada identitas nya, itu artinya dia bukanlah bangsawan, biasanya di kekaisaran roxane, orang yang memiliki dua nama dan tanpa marga, maka dia adalah orang biasa, alasan mereka tidak memiliki marga, karena sebelum kekaisaran roxane di bentuk, orang-orang yang tinggal di negara ini merupakan budak dari beberapa negara, kasarnya adalah peternakan manusia, dulu sangat marak perdagangan manusia, tetapi semua itu kemudian di ilegalkan setelah kekaisaran roxane terbentuk.
Aku pernah mendengar kalau di akademi violetfay memang menerima murid yang orang biasa, tetapi itu sangat sedikit, bahkan bisa di hitung jari.
Tampak sesi ujian sihir spesialis untuk Harlord mulai, kali ini yang di hadapi pria itu adalah anigi serigala tingkat 1, pria itu dengan senyumnya, mengulurkan tangan dan membunuh seluruh serigala itu dengan sihir nya, dan sihir spesialis nya adalah, bumi atau tanah.
Dhuar!Dhuar!
"Khaing-khaing!" Serigala itu menjerit kesakitan kemudian mereka hancur menjadi serpihan, karena mereka adalah anigi.
Semuanya juga tampak kagum, karena penampilan Harlord sangat hebat, dari sihirnya, pria itu sangat kuat, jika dalam pertarungan kelompok, maka dia adalah penyerang utamanya.
Harlord selesai menunjukkan sihir spesialis nya, dan aku melihat pria itu menerima gulungan, itu artinya dia lulus, itu sudah terlihat sih.
Lalu setelah beberapa peserta, aku melihat giliran Chalisa Stephanie Roswaal, gadis itu menunjukkan teknik sihir dasar nya, seperti yang diduga, semuanya lancar.
Teknik sihir dasar memang mudah, tetapi kebanyakan peserta gagal di bagian sihir spesialis, aku tidak bisa menentukan kualifikasi apa yang mereka lihat, karena semuanya terlihat acak.
Ujian Roswaal sudah bergilir ke bagian kedua, sihir spesialis, ia di serang beberapa senjata vocorgi, yaitu boneka kayu yang memegang pedang, boneka kayu itu hampir setinggi rata-rata manusia.
Boneka kayu itu kemudian menyerang roswaal, dengan sihir nya yaitu sihir angin, ia menerbangkan boneka kayu tersebut ke berbagai arah hingga mereka terpental dan menabrak dinding dan hancur.
Kemudian boneka kayu itu muncul lagi, kali ini lebih banyak dari sebelumnya, dan mereka menyerang bersamaan, dengan sihir angin nya ia menerbangkan dirinya dan mengambil pedang dari salah satu boneka kayu tersebut.
Kemudian ia mengarahkan ujung pedang nya pada setiap boneka kayu itu dan setiap pedang itu mengarah pada boneka kayu tersebut, boneka kayu itu hancur dengan angin, Roswaal bergerak seakan ia menari, hingga akhirnya ia berhasil menghancurkan seluruh boneka kayu nya.
Dan ternyata ujian belum berakhir, boneka kayu yang di hancurkan semuanya kembali seperti semula dan kali ini mereka bergerak lebih cepat untuk menyerang roswaal, dari wajahnya Roswaal tampak berdecih.
Tanpa basa-basi, gadis itu langsung mengeluarkan angin dengan sangat cepat dan membanting seluruh boneka kayu tersebut hingga hancur, lalu boneka kayu itu tidak bergerak lagi.
Dan ujian pun berakhir, gadis itu lulus, sudah pasti penampilan nya hebat, dan dia terlihat menunjukkan keahliannya, tapi aku rasa dia melakukannya dengan sengaja, mungkin untuk menambah kesan pada juri, tapi ia berhasil.
Setelah melewati beberapa peserta akhirnya tiba, giliran ku.
"Nomor 404!"
-
-
-
To be continued