Not An Angel

Not An Angel
10



Happy reading!


-


-


-


Aku bangun lebih awal dari biasanya, mungkin karena aku belum terbiasa dan merasa nyaman.


Ya setelah berpikir kemarin, aku segera tidur agar tidak terlambat bangun dan juga aku tidak ingin mengingat hal itu lagi, di sini aku memulai hidup baru sebagai eloise yang baru.


Aku akan menempuh jalur yang baru untuk tetap bertahan hidup, awalnya ku pikir mungkin aku akan sendirian, tetapi mengingat ternyata kakak ku memiliki masalah yang sama, aku berpikir untuk menemui kakak ku dulu nanti, baru menentukan tujuan ku kemudian, selain menyelesaikan kasus ku.


Aku segera bersiap dan mengenakan seragam yang di beri tahu oleh master kemarin, tapi seragam ini agak besar, jadi rok nya pun lebih panjang dari yang seharusnya, tapi aku tetap memakai nya.


'Aku akan bertanya pada master apa dia punya alat jahit.'


Aku mengalungkan tanda ku sebagai pekerja disini, aku menatap pantulan diriku di kaca, entah mengapa rasanya mendebarkan, aku tersenyum kemudian merapihkan sedikit lagi seragam yang ku pakai.


"Baiklah, aku siap!" Aku berjalan menuju pintu, sebelum benar-benar keluar dari ruangan, aku sempat melihat ke arah jam dinding di kamar.


"Masih jam ada 3 jam sebelum perpustakaan benar-benar buka."


Aku masih punya banyak waktu, jadi aku berpikir untuk membuat sarapan, walaupun master bilang biasanya ia tidak sarapan aku yakin dia mengatakan itu karena malas.


Jadi aku memutuskan untuk membuat sarapan yang sederhana, yaitu roti isi.


Aku berjalan menuju dapur dan membuka lemari paling besar di dapur, seperti dugaan ku berisi dengan bahan makanan, disini bahan makanannya sangat lengkap, jujur saja aku sedikit terkejut, ku pikir dia malas berbelanja.


Tapi tetap sesuai yang ku rencanakan, aku mengambil bahan seperlu nya untuk membuat roti isi.


Aku mengambil roti, sosis kemudian selada juga tomat, aku juga mengambil telur dan margarin, aku ingin mengisi roti isi itu juga dengan gorengan telur dan margarin.


Aku mulai memasak membuat roti isi, karena ini adalah makanan paling mudah dan sederhana jadi aku tidak membuat waktu lama.


"Jadi!" Seru ku.


Aku membuat 4 buah roti isi yang ku bagi ke dua piring, aku berpikir untuk membuat minuman untuk master, tapi aku tidak tahu apa yang di sukai master.


Ckrek


Krieett


Aku menoleh ke sumber suara, pintu belakang dapur terbuka, ku pikir master dominic tapi ternyata bukan.


Seorang wanita paruh baya yang membawa tiga tas belanja, rambut keriting dan abu-abu karena uban, juga netra nya berwarna hazel.


Melihat nya merasa keberatan dengan tas belanja yang di bawa nya, aku segera menghampiri wanita itu.


"Biar saya bantu bu." Ujar ku membawa dua tas yang di pegang nya, wanita tua itu tersenyum senang padaku.


"Astaga terima kasih nona, ah sepertinya nona karyawan baru ya?" Tanya wanita itu, aku mengangguk dan tersenyum.


"Benar! Nama ku eloise Somnivera, panggil saja aku eloise, aku bekerja sebagai asisten master dominic mulai hari ini dan juga tinggal disini, aku mohon bantuannya ." Aku memperkenalkan diri ku.


"Begitu, nama ku martha, aku salah satu karyawan yang bertugas bagian bersih-bersih, terkadang aku juga berbelanja untuk kebutuhan di perpustakaan ini, tuan dominic sangat sibuk." Ujar nya sambil tersenyum.


'Ah...jadi ibu ini yang belanja, pantas saja.'


"Lain kali bu martha bisa minta bantuan aku untuk berbelanja, ibu tidak perlu sungkan." Ujar ku.


"Baiklah, terima kasih, dan cukup panggil saja aku martha, lagipula secara posisi kau di atas ku." 


"Ah begitu baiklah martha, tapi sebenarnya aku tidak menilai kehormatan dari posisi, melainkan dari umur, jadi martha bisa santai padaku." Martha mengangguk, kemudian matanya melihat dua piring roti isi yang ku buat.


"Apa itu kau yang membuatnya?" Aku mengangguk sembari tertawa canggung.


"I-iya aku bangun lebih awal, dan masih banyak waktu sebelum perpustakaan di buka, jadi aku membuat sarapan, maaf aku tidak tahu kalau ada martha, kalau martha mau Martha bisa makan roti isi milikku." Ibu paruh baya itu tertawa.


"Tidak perlu, aku sudah sarapan tadi, terima kasih." Aku tersenyum mendengar nya.


"Ah buatkan saja tuan dominic kopi susu, beliau menyukai kopi susu." Aku ber-oh ria sembari mengangguk.


"Baiklah terima kasih, aku segera buat!" Seru ku lalu segera membuatkan secangkir kopi susu untuk master dominic.


⬛⚪⬛


Aku sampai di depan pintu kantor master dominic, Martha bilang ruangan nya ada di lantai dua lorong kiri paling ujung, dan disini lah aku dengan sebuah nampan berisi sepiring roti isi dan secangkir kopi susu.


Aku juga membawa sarapan milikku di sebuah bungkusan yang ku pegang, tapi ku pikir sepertinya dia masih tertidur, karena ini masih sangat pagi.


Tapi aku tetap mencoba mengetuk pintunya, karena banyak barang yang kubawa, aku mengetuk pintu sedikit kesulitan.


"Masuk." Aku mendengar suara master dominic.


'Ternyata dia sudah bangun.'


Dengan susah payah aku mencoba membuka gagang pintu, tetapi tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri, aku melihat master dominic yang berdiri.


"Seharusnya kau bilang kalau kerepotan." Ujar pria itu.


"Ah iya maaf master." Balas ku, pria itu menatap nampan yang ku bawa.


"Kau membuat sarapan?" Aku mengangguk dan menatap ragu.


"Apa master tidak suka menu nya?" Pria itu menggeleng lalu membuka pintu nya lebih lebar, gerak gerik nya meminta ku untuk masuk.


Aku mengikuti langkah nya, pria itu duduk di bangku nya yang di hadapan meja nya penuh dengan kertas-kertas coretan yang tidak jelas juga tumpukkan buku yang tidak tersusun rapih.


Pria itu dengan asal menyingkirkan seluruh kertas dan buku itu untuk membuat tempat kosong di meja.


"Taruh sini." Ujar nya, aku menaruh nampan yang ku bawa, kemudian mendengus pelan.


"Apa ruangan ini mau saya rapih kan juga?" Tawar ku.


"Tidak perlu, nanti ada yang hilang, kau kembali saja, tugas mu hari ini rapihkan seluruh buku di perpustakaan, bagaimana pengurutan itu terserah mu saja, yang penting rapih, aku beri waktu 3 hari." Jelas nya.


Aku terdiam mengingat buku-buku di perpustakaan sangat-sangat banyak dan berantakan, aku hendak meminta tambahan waktu.


"Tidak ada tambahan waktu." Ujar nya memotong gerakan ku, aku mengerutkan alis sembari mendengus.


Aku hendak berjalan keluar, langkah ku terhenti, ketika melihat seorang pria berdiri di ambang pintu, surai hitan dengan netra langit muda.


'Reithel....'


Aku terkejut bukan main melihat pria itu, tampaknya reithel juga terkejut melihat keberadaan ku.


"Ada apa?" Tiba-tiba master dominic menyadarkan aku, kemudian ia melihat keberadaan reithel.


"Ohh reithel, tunggu sebentar, aku sudah menyelesaikan laporan yang kau minta." Ujar master kemudian bangkit dari duduknya.


"Eloise, kenapa kau ada disini?" Aku tersentak mendengar kalimat reithel, gerak master terhenti mendengar reithel.


"Lho reithel? Kau mengenalnya?" Tanya master dominic yang semakin membuatku panik.


Aku tidak ingin orang tahu bahwa aku adalah mantan tunangannya, itu akan mempersulit ku memulai hidup baru.


"Dia–"


"A-Aku tidak mengenalnya." Aku memotong kalimat reithel, pria itu menatapku dengan sorot terkejut dalam diam.


"Aku tidak pernah melihat ia sebelumnya." Jelas ku, master dominic tidak berkomentar dan hanya memandang ku dan reithel secara bergantian dengan wajah santai.


Tetapi wajah reithel berubah masam dan kesal.


-


-


-