Not An Angel

Not An Angel
28



Happy reading!


-


-


-


Setelah beberapa bulan, akhirnya liburan musim panas pun tiba, sesuai yang master katakan, aku akan di latih di sebuah tempat.


Aku belum tahu dimana tempat itu, tetapi kurasa itu akan menarik.


"Eloiseee, kau sudah selesai?" Tanya Valkyrie.


"Iyaa, tunggu sebentar." Aku menutup koper ku, dan memakai jubah ku yang berwarna hitam dengan gambar naturalis yang di buat dari benang merah, kemarin master memberikan ku jubah, dia bilang nanti pergi aku pakai jubah ini.


Sebenarnya jubah ini terlihat mahal, aku sempat menolak nya, tetapi master bilang, kalau aku menolak nya akan sia-sia, karena uangnya tidak bisa di kembalikan, jadi aku memutuskan untuk menerima nya.


Aku membawa koper ku, dan membuka pintu keluar dari kamar, aku melihat Valkyrie yang berdiri sedang bersandar di seberang kamar ku.


"Oh kau sudah selesai, kalau begitu ayo." Aku berjalan bersama valkyrie menuju halaman belakang perpustakaan, tampak arjuna sudah menunggu bersama master.


Halaman belakang perpustakaan sudah di perbaiki sepenuhnya, sebenarnya aku masih sangat bersalah karena kejadian tempo hari dimana aku hampir membakar seluruh halaman ini dengan sihir spesialis ku.


"Ohh jubahnya cocok, aku tidak salah membeli." Ucap master dengan bangga.


"Sedikit mirip ya?" Arjuna memperhatikan jubah ku dengan jubah yang di pakai master.


"Aku memang sengaja, agar terlihat seperti guru dan murid, hehehe." Master dominic tertawa, aku tersenyum, lalu teringat dengan kalimat yang di ucap arion waktu itu.


"banyak orang yang mengajukan diri mereka sebagai murid, bahkan pangeran gionard juga, tetapi master Hartmann menolak mereka."


Aku masih bertanya-tanya kenapa master mau aku menjadi muridnya sedangkan yang ingin menjadi muridnya sangat banyak dan bahkan orang yang melebihi aku.


"Nah eloise, setelah beberapa bulan kau kan sudah mempelajari sihir dasar, sekarang coba teleportasi ke gerbang ibu kota roxane, kota roinera, kau sudah pernah ke sana kan?" Tanya master, aku mengangguk sebagai jawaban.


"Teleportasi kan kami juga." Tambah master, membuat ku menoleh dengan terkejut.


"Sebentar master saya belum pernah teleportasi bersama orang lain..." Ujar ku keberatan.


"Sudah coba saja, arjuna dan Valkyrie duluan saja dan bawa perlengkapan kami." Valkyrie mengangguk lalu menbawa koper ku begitu juga arjuna yang membawa koper master, lalu mereka terbang pergi meninggalkan aku dan master berdua.


"Ayo." Master menepuk bahu ku, aku sedikit gemetar dan ragu, tapi akhir nya aku memutuskan untuk mencoba nya, aku menutup mataku dan membayangkan gerbang roinera.


Dan kami menghilang dari tempat itu, aku berhasil berteleportasi, tetapi entah kenapa ini lebih pusing ketika aku berteleportasi sendiri, aku berjalan kebelakang dan hampir jatuh, tetapi seseorang menangkap ku dari belakang.


"Ah terima kasih." Ucapku lalu memutar tubuh ku untuk melihat siapa orang nya ternyata pangeran raven aku sangat terkejut dan langsung membungkuk minta maaf.


"Mo-mo-mohon maafkan saya pangeran!" Ucapku kencang, kemudian aku hendak pergi ke master berdiri, tidak sengaja aku tersandung batu dan orang lain menangkap ku.


"Ah maafkan saya." Ucap ku lalu aku mengangkat kepala untuk melihat siapa yang menangkap ku ternyata itu reithel.


"Uwahh, mohon maafkan saya duke castillon!" Aku melihat master yang sedang berdiri melihat ku, aku langsung berlari ke arahnya dan bersembunyi di belakangnya.


Aku bisa mendengar master tertawa pelan melihat sikap ku, "maaf ya pangeran dan reithel, murid ku masih belajar." Ucapnya, mereka tidak mengidahkan perkataan master.


"Jadi kau mau pergi ke hutan witchweed?" Tanya reithel, master mengangguk.


"Kalian mau ke hutan crystalden ya, maaf ya aku tidak bisa ikut, tetapi aku akan menyusul ketika ada waktu." Reithel mengangguk sedangkan pangeran hanya mendengus.


Di kejauhan aku melihat tristan dan feitan juga kepala pelayan Mansion Castillon, sebastian, mereka datang bersama, tristan membawa tas besar di punggungnya.


"Pembekalan sudah siap pangeran!" Seru tristan dengan senang, pangeran raven hanya mengangguk, aku melihat ke arah sebastian, pria paruh baya itu menyadari keberadaan ku.


"Lama tidak berjumpa nona eloise." Bungkuk sebastian padaku dengan hormat.


"Oh tidak nona, seharusnya anda tidak memanggil saya tuan, cukup panggil saya seperti biasa." Ujar sebastian, aku terdiam dan hanya mengangguk pelan sembari melirik reithel sebentar.


"Baiklah, ayo pergi, sampai jumpa dominic." Ucap pangeran raven, master mengangguk.


"Sampai jumpa, Hati-hati di jalan!" Seru master, kemudian ia menoleh padaku yang masih berdiri di dekat nya.


"Sekarang waktunya kita pergi juga, ayo pegang tangan ku, teleportasi kita akan sedikit lebih jauh." Ujar nya, aku mengangguk lalu memegang tangan master


Dan kami menghilang dari tempat itu.


⬛⚪⬛


Kami sampai di sebuah padang rumput yang sangat luas, dan di dekat aku dan master berdiri ada 2 batu besar, jika di lihat mirip seperti gerbang.


"Tuan! Eloise!" Aku menoleh melihat Valkyrie melambaikan tangannya yang muncul dari sisi lain batu bersama arjuna, master ikut melambaikan tangannya dan tersenyum.


Lalu aku melihat seorang wanita berambut hijau daun dan bermata kuning emas, wanita itu memegang tongkat panjang di tangan kanannya, dan aku juga melihat telinganya runcing.


Wanita itu menyadari aku memperhatikan nya kemudian ia tersenyum, pipi ku bersemu merah, karena wanita itu sangat cantik ketika tersenyum.


Lalu ia berjalan mendekat pada kami masih dengan senyum yang sama.


"Halo kakek, lama tidak jumpa." Seketika aku mengangkat alis ketika wanita itu memanggil master bukan dengan namanya melainkan kakek.


"Ahaha, mulut mu selalu gatal seperti biasa orang hutan." Aku langsung menoleh cepat ke master yang juga tidak memanggil wanita itu dengan sebutan yang baik menurutku.


"Ohohoho, mulut ku hanya sedikit tidak nyaman jika memanggil orang berusia lebih dari satu abad dengan nama nya, bukankah kita harus menghormatinya?" Wanita itu sembari tersenyum tetapi aku yakin perkataan itu sudah cukup membuat master sedikit kesal.


"Eh...itu...." Aku ingin memulai pembicaraan menjadi bingung karena situasinya sedikit bersitegang.


"Ah maaf aku belum memperkenalkan diri, nama ku izolda Forestine, aku adalah penyihir risilv yang menjaga hutan witchweed, biasanya aku sering di panggil penjaga hutan witchweed, aku manusia setengah elf, senang berkenalan dengan mu." Jelasnya.


"Aku eloise Somnivera, murid dari master dominic, itu...aku manusia biasa...eh... senang berkenalan dengan mu!" Balasku, wanita itu tersenyum sembari mengangguk anggukan kepalanya.


"Kau mau berlatih sihir ya, semangat ya, ayo ikut aku masuk." Ajaknya, penyihir itu memberi tangannya pada ku, dan aku menerima nya, kemudian ia menuntunku ke tempat di antara dua batu besar.


Nona forestine mengayunkan tongkatnya dan tiba-tiba muncul seperti dinding yang terbuat dari cahaya di antara 2 batu besar itu, kemudian ia kembali menuntun ku untuk masuk, aku juga bisa merasakan master beserta arjuna dan valkyrie ikut memasuki cahaya itu.


Aku menutup mataku, dan saat rasanya sudah sampai di dalam, aku melihat suasana hutan yang sangat hijau dan indah.


Aku juga melihat banyak mahkluk-mahkluk aneh di sekitar, dengan berbagai macam bentuk nya, ada ikan yang memiliki sayap seperti capung terbang di atas, dan aku melihat kucing berwarna hijau dengan mata berwarna kuning dan ekornya ada dua yang tengah duduk santai bersama kawanannya dekat sebuah batu, aku juga melihat seekor rusa jantan besar yang bertanduk besar berwarna putih, di tubuhnya terdapat gambaran dedaunan dan bunga yang berjalan cukup jauh dari kami.


Lalu mataku menangkap sosok burung yang bertengger di sebuah dahan, burung itu berwarna merah dengan ekor yang sangat panjang terbuat dari api, ada bulu yang panjang juga di atas kepalanya yang juga terbuat dari api, hampir seluruh tubuhnya terbuat dari api, dan itu terlihat sangat indah.


Mahkluk itu melihat ke arah ku, kemudian terbang ke arah yang tidak ku tahu, aku sempat ingin mengejarnya.


"Eloise." Master memanggilku, aku menoleh, dan langsung berjalan mendekat ke arahnya, kemudian kami melanjutkan perjalanan.


Sepanjang perjalanan kami melihat banyak mahkluk-mahkluk aneh, dan aku merasakan hawa sihir pada mereka.


'Apa ini yang di sebut dengananigi? Aku tidak kalau jumlahnya sangat banyak dengan berbagai macam jenis.'


"Kita sampai!" Ucap nona forestine tiba-tiba, aku melihat ada sebuah danau sangat besar yang di tengahnya terdapat pohon yang sangat besar, danau itu sangat indah, cahaya sang surya terpantul dari situ membuat danau itu memiliki kerlap-kerlip.


"Eloise, kau akan latihan di sini." Ucap master.


-


-


-