Not An Angel

Not An Angel
41



Happy reading!


-


-


-


Setelah lusa kemarin pelatihan ku di latihan hutan witchweed, aku pulang dengan master dominic ke perpustakaan violetfay, dan sudah pasti, Phoenix juga ikut.


Master meminta Phoenix untuk tidak pernah memperlihatkan sosoknya di lingkungan akademi violetfay tanpa izinnya, karena dia adalah fanigi, dan Phoenix memiliki catatan kriminal pada manusia, ada kemungkinan dia akan sulit di terima oleh petinggi penyihir lain, dan juga usia ku yang sebenarnya belum di perbolehkan untuk melakukan kontrak dengan siapapun, selain itu jika penyihir lain tahu keberadaan Phoenix ada kemungkinan mereka ingin merebut Phoenix dari ku, karena Phoenix tergolong fanigi dengan kekuatan yang besar dan spesial, master menyebutnya fanigi tingkat 3.


Master membuatkan ku kalung ruby sebagai vocorgi untuk Phoenix mendiami benda tersebut, karena bentuk Phoenix hanya bisa sampai menjadi burung, agar tidak terlihat, dia butuh medium, sehingga master membuatnya, selain itu agar Phoenix dapat menjaga ku jika dalam keadaan mendesak tanpa menunjukkan fisiknya.


Dan setelah itu, kegiatan ku kembali seperti biasa, menjadi penjaga perpustakaan violetfay, seminggu sebelum akademi di buka tampaknya para master penyihir sedikit sibuk, itu terlihat beberapa di antara mereka meminjam banyak buku, dari situ aku mulai tahu beberapa master penyihir atau penyihir yang mengajar di akademi.


Phoenix mengatakan bahwa master penyihir yang aku temui setiap mereka meminjam buku, memiliki kekuatan sihir sangat tinggi, walau tidak sehebat master dominic, Phoenix mengatakan jika sihir master memiliki tingkat yang dikatakan tidak wajar, menurut nya, master dominic adalah penyihir paling menyeramkan yang pernah dia temui karena kekuatannya, walau begitu Phoenix bilang, dia tidak menghormati nya.


Setelah seminggu, barulah akademi benar-benar di buka, dan perpustakaan untuk umum mulai kembali di buka, kali ini lebih ramai oleh orang-orang baru, master mengatakan itu karena mereka akan mengikuti ujian masuk akademi yang akan di selenggarakan 1 bulan lagi, dan itu adalah ujian yang akan ku ikuti juga.


Karena itu setiap malam menjelang tidur aku lebih sering belajar, aku bertanya pada master apa yang akan di ujikan di ujian nanti, aku tidak tahu apa alasannya, tapi yang pasti dia tidak memberitahu ku, jujur saja itu sedikit membuatku kesal, tapi aku mengerti, jika dipikir-pikir aku tidak bisa terus mengandalkan master.


Karena itu setiap ada pengunjung yang tampaknya dia akan belajar untuk ujian, aku akan bertanya pada mereka seakan itu adalah perbincangan ringan, dan aku berhasil mendapatkan setidaknya kisi-kisi, itu mempermudah ku belajar.


Aku juga mendapat informasi siapa yang akan menjadi penilai utama dalam ujian ini.


Pertama Simon Clark Davendral, beliau adalah guru sekaligus count Davendral, dia adalah penyihir spesialis udara, dan kelas yang di ajarkan lebih kental ke arah fisik atau biasa di sebut olahraga.


Kedua Thihana Theia Wheatlight, beliau merupakan guru sekaligus adik dari kepala sekolah violetfay, spesialis sihirnya adalah air, kelas yang di ajar adalah lebih kental ke sihir teori.


Terakhir yang sangat membuatku mendengus berkali-kali, reithel quinn castillon, pria itu akan menjadi salah satu penilai utama, aku mendapat info kalau reithel memiliki spesialis sihir es, menurut ku itu pas sekali dengan sifatnya, pelajaran yang di ajarkannya adalah sihir praktek.


Aku juga mendengar ternyata beberapa master penyihir sudah memiliki murid khusus, seperti master dominic dimana muridnya adalah aku, dan reithel pun memilikinya.


Katanya dia adalah seorang gadis bangsawan, aku merengut mendengarnya.


'Apa itu adalah gadis yang aku lihat pada saat eksekusi mati ku?'


Tetapi aku memilih mengabaikan hal itu dan fokus dengan apa yang ku lakukan, dan apa yang harus ku capai.


Lulus di ujian masuk akademi violetfay dan mendapatkan beasiswa nya.


Hanya 10 peserta yang memiliki nilai tertinggi yang mendapat beasiswa itu, aku tahu kemampuan ku masih sangat kurang, karena itu aku harus berusaha keras.


⬛⚪⬛


Setelah sebulan, akhirnya hari ujian pun tiba, aku memakai gaun sederhana berwarna putih merah, ini adalah gaun yang di kirim kakak seminggu yang lalu, ia juga mengucapkan dukungan untuk aku mengikuti ujian ini.


Aku kembali memandang diriku pada kaca panjang yang tergantung di dinding, selain gaun itu, aku memakai jubah pendek berwarna hitam, aku memakai tas ransel ku, kemudian keluar dari kamar, karena hari ini hari ujian dan akademi sangat sibuk, untuk itu hari ini perpustakaan dan murid tingkat 2 dan 3 di liburkan.


Aku bertemu master di ruang utama perpustakaan.


"Yo eloise bagaimana persiapan mu?" Pria itu sedikit menundukkan punggungnya untuk menatap ku, ya ini karena master sangat tinggi.


Aku mengangguk mantap, "aku sangat siap master!" Seru ku, master tersenyum dan mengelus kepalaku.


"Aku tidak bisa masuk bersama mu, karena aturannya yang dimana guru tidak bisa mendampingi murid dalam ujian ini, jadi aku pergi dulu, kita akan bertemu lagi setelah ujian mu." Master menjelaskan, aku mengangguk.


"Tidak apa-apa master." Balas ku sembari senyum.


"Oh iya, omong-omong, ketika pergi ke gedung utama akademi, jangan gunakan sihir teleportasi, kau harus jalan kaki." Kata master, aku sedikit bingung, apakah ada sesuatu atau itu termasuk peraturan.


"Karena aku yang minta." Ujar master sembari senyum tanpa dosa, aku menurunkan alis ku dan mendengus pelan.


"Baiklah kalau begitu." Balas ku, master mengangguk.


"Bagus-bagus, aku pergi dulu, sampai nanti." Master melambaikan tangannya, kemudian menghilang karena sihir teleportasi.


Aku berjalan keluar dari perpustakaan, sudah lama aku tidak keluar jalan kaki, aku jarang sekali keluar dari perpustakaan, bahkan sejak kembali dari pelatihan, aku belum melangkah kaki ku pergi keluar dari gedung itu.


"Baiklah, hitung-hitung olahraga." Guman ku, jarak perpustakaan dengan gedung utama akademi cukup jauh, tetapi perjalanan yang ku lewati cukup menyejukkan hati ku, lingkungan akademi violetfay sangat cantik dan udaranya pun bagus, sehingga suasana hati ku menjadi lebih tenang, tidak terlalu gugup karena jelang ujian.


Setelah lama berjalan aku sampai di gedung utama akademi, ramai sekali, ini lebih ramai dari yang kuduga, aku melihat sekeliling ku, master bilang ketika sampai di akademi aku harus pergi ke tempat pendaftaran ulang.


Aku melihat seorang wanita yang pernah kulihat sebelumnya, kalau tidak salah ketika aku melamar sebagai pustakawan atau asisten master.


"Selamat pagi..." Sapaku pelan, wanita itu menoleh ke arah ku.


"Oh iya selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya, aku menatap ke arah buku yang ada di atas mejanya, dengan bertuliskan di cover buku nya, pendaftaran ulang ujian akademi , itu angka yang mengejutkan.


"Itu, saya mau daftar ulang." Ucapku, wanita itu mengangguk dan membuka bukunya, kemudian mengambil pena nya dan mulai menulis.


"Atas nama siapa?" Tanya wanita itu sembari membuka buku yang lain.


"Eloise Somnivera." Jawab ku, kemudian ia menulis namaku.


"Siapa wali mu?" Tanya wanita itu, biasanya wali adalah orang tua peserta, tetapi karena aku sudah bukan lagi putri keluarga garthside jadi master lah yang menjadi wali ku.


"Master dominic hartmann." Jawab ku, membuat wanita itu mengangkat kepalanya dan menatapku cukup lama, aku menelan ludah ku pelan, berpikir keras, apakah yang ku ucapkan benar atau tidak, tapi ini yang di suruh oleh master.


"Ahh, aku mengerti, jadi kau murid sekaligus asisten tuan Hartmann ya, astaga aku lupa wajah mu, maafkan aku ya." Ucap wanita itu, aku manik ruby ku membesar menatap nya.


"Anda mengenal saya?" Tanya ku, wanita itu tertawa pelan.


"Tentu-tentu, kau adalah orang pertama dan terakhir yang ku lihat mendaftar menjadi asisten pustakawan, jujur saja itu mengejutkan mengingat tidak ada yang mau karena beratnya pekerjaan walau gaji nya cukup besar." Jelas nya, aku hanya tertawa renyah meresponnya.


Wanita itu selesai menulis daftar ulang nama ku, kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari sebuah kotak besar di sampingnya, sebuah benda mirip tanda pengenal.


"Ini tanda peserta mu, jangan di hilangkan ya, setelah ini pergilah ke aula, dan tunggu hingga nama mu di panggil." Ucap wanita itu.


"Baiklah, terima kasih, umm..." Aku tidak tahu nama nya, wanita ini kembali tertawa, dan menepuk-nepuk tangan ku.


"Aku fuuka, salam kenal eloise." Sebutnya, aku mengangguk.


"Oh baiklah, terima kasih nona fuuka." Wanita itu mengangguk dan kemudian aku pergi meninggalkannya menuju ruangan aula yang di beritahu oleh nona fuuka, ketika berjalan ke sana aku terkejut melihat orang yang pernah ku kenal.


Gadis dengan surai magenta dan manik emas nya, gadis bangsawan dari keluarga baron vanitas.


Leia Drizella Vanitas.


Orang yang pernah bertengkar dengan ku di sebuah pesta teh ketika aku masih menjadi putri keluarga garthside.


"Sial, ini buruk."


-


-


-


To be continued