
Happy Reading!
-
-
-
Blub
Entah ada dimana, raven merasa tenggelam ke dalam laut, ia sulit bernafas, dadanya terasa sesak.
Matanya masih tertutup dan pria itu menggerakkan satupun bagian tubuhnya, dan hanya membiarkannya tenggelam begitu saja, entah kenapa dia merasa tidak berdaya.
Blub-blub
Pria itu merasakan sesuatu melewati dan mulai memutarinya, sesuatu berenang di sekitarnya, tetapi ia masih tidak membiarkan manik nya itu mengintip dari kelopak matanya.
Raven
Pria itu mendengar seseorang memanggilnya, tetapi ia masih enggan membuka matanya, kemudian raven semakin merasakan sesuatu itu berenang di sekitarnya dengan jarak lebih dekat.
Raven
Suara itu kembali memanggilnya.
Whushh
Tiba-tiba raven merasakan hembusan angin, pria itu membuka matanya, ia melihat pepohonan yang terbakar, kini sebuah hutan yang terbakar hebat dengan api yang berwarna hitam, terasa panas nya melebihi api biasa, pria itu melihat sosok perempuan dimatanya yang berdiri di hadapannya sembari memunggunginya.
Surai gelombang berwarna coklat tua tertiup kencang nya angin, entah kenapa raven merasa tidak asing dengan sosok itu.
Kemudian sosok itu memutar tubuhnya ke arah raven, mata pria itu terbelalak, sosok itu menatap raven dengan manik safirnya yang terasa sendu, luka parah memenuhi tubuhnya, dan sebagian wajah dari sosok itu terkena kutukan yang sangat parah, dengan senyum sosok itu mengatakan sesuatu.
Tidak jelas, tetapi kemudian api besar hitam itu menengahi mereka berdua, raven hendak berlari menggapai gadis itu, tetapi tiba-tiba semuanya gelap.
"AH!" raven berteriak singkat, sembari tangannya terangkat ke atas seakan ingin menggapai sesuatu, kemudian air matanya mendadak mengucur begitu saja dengan cepat.
"Raven!" Mathias muncul mendatangi raven dan berdiri di sisi ranjang raven, pria itu kemudian memegang tangan raven yang terangkat, pria bermanik zamrud itu terdiam dengan nafas memburu.
Raven bangkit dari posisi nya, ia melihat sekitar ruangan sebentar, ia sadar kini ia di kamarnya, pria itu memegang kepalanya.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya mathias, raven menoleh ke arah mathias dan mengangguk pelan.
"Tenang saja, aku baik, apa yang terjadi?" Tanya raven, mathias bernafas lega, kemudian pria itu duduk di samping ranjang raven.
"Kau terkena kutukan sangat parah, bahkan hampir mati, tetapi hal itu tidak terjadi karena dominic, izolda dan duke castillon, menyelamatkan mu, mereka harus mengeluarkan bucae mereka untuk mengobati mu dan menyegel pedang itu agar tidak mengutuk mu lebih dalam." Ketika mathias menyebut itu raven menjadi ingat dengan kejadian perlawanan nya dengan monster tingkat 3 di hutan crystalden.
"Pedang itu–"
Tok-tok
Terdengar ketukan pintu, mathias berdiri kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya, tampak dominic datang bersama izolda dan reithel.
"Bagaimana keadaan mu pangeran?" Tanya izolda lembut, raven mengangguk.
"Aku sekarang baik-baik saja, terima kasih atas kerja keras kalian." Ucap raven, izolda tersenyum lembut.
"Jujur saja itu benar-benar menguras mana kami, karena pedang itu sulit sekali di segel." Izolda memukul kepala dominic dengan tongkatnya, tidak kencang tetapi cukup sakit, kemudian pria itu mendengus jengkel sembari mengusap bagian kepalanya yang di pukul.
"Bagaimana pedang itu sekarang?" Tanya raven, dominic, izolda dan reithel saling menoleh satu sama lain, reithel melipat tangannya di depan dada, kemudian pria itu menoleh ke belakang nya, raven mengikuti pandangan reithel.
Di situ tampak pedang yang di taruh di dalam sebuah kotak kaca dengan lingkar sihir di setiap sisinya, dan setiap sudut kotak kaca itu di tempel beberapa kertas.
"Pangeran, pedang itu adalah pedang terkutuk yang di buat dari bagian tubuh iblis, pedang itu sudah ada sebelum penyihir setelah kehancuran muncul, karena itu pangeran, jangan coba-coba untuk memakainya dalam keadaan apapun karena pedang itu sangat terkutuk." Jelas reithel dengan tegas.
"Apa yang terjadi jika aku menyentuhnya?" Tanya raven, dominic mendengus, pria itu sudah menduga raven akan penasaran dengan pedang tersebut.
"Ada kemungkinan kau akan kembali di posisi seperti ini, atau kemungkinan terburuknya, kau akan menjadi bawahan dari iblis." Ujar dominic, raven mengangkat kedua alisnya.
"Aku tahu kau penasaran dengan kekuatan pedang ini pangeran, tapi akan lebih baik demi keamanan dan kesehatan mu kau tidak menyentuh pedang ini." Jelas kembali dominic kali ini lebih tegas, raven terdiam sebentar kemudian mengangguk setuju.
Dominic dan yang lainnya bernafas lega, raven termenung, tiba-tiba ia tersadar ketika seseorang berbicara.
"Cih, mereka benar-benar tidak membiarkan ku bergerak dengan bebas, dasar penyihir sialan." Raven menoleh ke berbagai arah mencari suara tersebut, melihat sikap raven, mathias bingung dan menatap dominic dan lainnya, mereka juga bingung.
Lalu mata raven berhenti ketika menangkap sosok pria bertubuh tinggi besar dengan surai panjang berwarna hitam, pria itu juga memiliki sayap hitam besar, dan sekarang ia sedang duduk di sofa dekat pedang itu di tempatkan.
Sosok itu menoleh ke arah raven, mereka diam satu sama lain, pria itu menyeringai dan mengangkat satu tangannya.
⬛⚪⬛
Eloise terus menerus mengeluarkan sihir apinya sesuai yang dominic minta, tetapi masih saja gagal, walau begitu eloise tidak menyerah dan terus berlatih.
Valkyrie yang menatap eloise dari kejauhan mendengus panjang, kemudian ia menangkap sosok burung berapi yang bertengger di sebuah dahan pohon tidak jauh dari eloise berdiri.
"Hei, burung apa itu?" Valkyrie mencolek bahu tudishen, hespirvit itu melihat ke arah yang valkyrie tunjuk.
"Itu fanigi, Phoenix." Jawab tudishen, valkyrie melepas jarinya dari bahu tudishen dan terus menatap Phoenix, melihat tatapan Valkyrie, tudishen mengangkat sebelah alisnya.
"Ada apa?" Tanya hespirvit itu, valkyrie mengerutkan alisnya.
"Apa dia pernah melakukan sesuatu yang buruk?" Tanya valkyrie, tudishen terdiam sebentar sembari menatap Phoenix yang masih bertengger di dahan dan menatap eloise.
"Pernah, dia membunuh beberapa penyihir yang memiliki spesialis sihir api untuk menjadi santapan mana nya, tetapi itu sudah di tangani nona izolda, dan membuat nya berjanji tidak akan mengulang hal itu." Jelas tudishen, tapi mata valkyrie masih belum lepas dari burung berapi itu.
"Apa ada masalah?" Tanya tudishen, valkyrie menurunkan alisnya, dan menurunkan bahunya.
"Hanya saja, entah kenapa, dia menatap eloise dengan aneh." Tanya valkyrie.
"Apa maksudmu?" Tanya lagi tudishen, valkyrie menoleh.
"Apakah fanigi itu benar-benar berjanji tidak akan menyantap mana lagi dari manusia?" Tanya valkyrie, tudishen terdiam sebentar kemudian mengangguk.
"Seharusnya begitu." Jawab tudishen.
Sementara itu, Phoenix memperhatikan eloise, ia mengepakkan sayapnya, dan mengubah dirinya menjadi bentuk manusia, valkyrie dan tudishen terkejut melihat hal itu.
Phoenix dengan cepat terbang ke arah eloise, sementara valkyrie dan tudishen juga berlari dengan cepat menuju eloise.
Eloise menoleh ke arah phoenix yang tengah terbang ke arahnya, manik merah ruby eloise bertemu dengan manik merah kekuningan phoenix.
Tetapi sayangnya, phoenix sampai lebih dulu, kemudian ia mengepakkan sayap apinya lebih besar, lalu menutup eloise dengan sayapnya kemudian api besar muncul mengurung mereka.
Tudishen mengarahkan tombaknya ke arah kurungan itu, dan valkyrie dengan cepat memunculkan kapak besarnya dan mengayunnya ke arah kurungan itu bersamaan dengan tudishen.
Blarr!
Kurungan itu tidak hancur, tetapi mereka berdua terpental lumayan jauh, valkyrie bangkit dan menggertakkan giginya.
"Sial!" Kemudian hespirvit itu kembali berlari ke arah kurungan itu dan mengayunkan kapak besarnya untuk menghancurkan kurungan itu, tetapi lagi-lagi, valkyrie terpental jauh.
Valkyrie hendak melakukan lagi tetapi tudishen melompat ke arah nya dan berhenti di hadapan valkyrie.
"Apa yang kau lakukan? Minggir!" Seru valkyrie marah.
"Tenanglah valkyrie, kau tidak akan bisa menghancurkan kurungan itu, karena itu adalah realisasi sihir." Ujar tudishen.
"Apa?" Valkyrie terkejut, kemudian berdecih, lalu ia menurunkan kapaknya dan membuat posisi akan mengayunkan kapak dari bawah.
"Kalau begitu akan ku hancurkan dengan nobirma ku." Ucap valkyrie tetapi di tahan oleh tudishen.
"Jika kau menggunakan nobirma mu, itu juga akan melukai eloise, valkyrie, tenang lah dulu." Tudishen menekan kalimatnya, valkyrie mengerutkan alisnya dan mengatupkan bibirnya.
"Sial..."
⬛⚪⬛
Sementara itu, eloise tengah berada di tempat yang di penuhi dengan api, tetapi ia tidak merasakan panas, gadis itu melihat sekeliling tempat itu.
Tetapi gerak eloise berhenti seketika kala melihat seorang wanita yang berdiri di hadapan nya tiba-tiba, rambut nya berwarna kuning kemerahan panjang dan tubuhnya tertutup oleh kobaran api.
Wanita itu tersenyum dengan lembut pada eloise, dan matanya membentuk bulan sabit.
"Halo~"
-
-
-
To be continued
❇️ Eloise's Study Note ❇️
▫️ Realisasi sihir: merupakan kekuatan sihir dimana pengguna nya mengurung target nya dalam sebuah tempat yang di buat dengan sihir, selain itu bisa juga menjadi tempat untuk apapun selain sebagai arena pertarungan, semua mahkluk yang memiliki sihir bisa melakukannya, tergantung seberapa besar mana yang dimiliki.