Not An Angel

Not An Angel
40



Happy Reading!


-


-


-


Seorang ksatria datang dari gerbang istana ksatria, ia pergi ke ruangan dimana para ksatria raven biasa berada, sesampainya di depan pintu ruangan tersebut, ksatria itu mengetuk pintu.


Pintu terbuka dan tampak tristan yang membukanya.


"Salam kapten gouw, ada surat untuk kapten Shafiria." Seru ksatria itu dengan nada hormat.


"Oh baiklah, terima kasih." Tristan mengambil surat itu, kemudian ksatria itu kembali ke tempatnya, tristan menutup pintu dan kembali masuk ke ruangan.


"Shannon! Ada surat untuk mu!" Seru tristan, shannon tengah berada di lantai dua sedang memilah dokumen yang baru raven selesaikan, shannon segera turun ke lantai satu, di sana ada raven yang sedang duduk di kursi kerja nya tengah menikmati teh yang di buat harley, dan feitan yang sedang mengurus panah nya.


"Tristan kecilkan suara mu." Tegur raven, pria itu sakit kepala setelah mengurus dokumen-dokumen nya, biasanya hal itu dikerjakan harley dan shannon, tetapi di ambil ahli oleh raven karena pria itu tidak bisa melakukan aktivitas fisik, raven tidak ingin hanya di kamarnya dan istirahat, setidaknya dia ingin melakukan sesuatu.


"Oh maaf pangeran hehehe." Tristan tertawa kuda, shannon sampai di lantai satu, kemudian tristan memberikan surat nya, gadis itu melihat siapa pengirim surat itu.


Eloise Somnivera.


Tertulis depan amplop tersebut, shannon tersenyum dan membuka suratnya kemudian membacanya.


{Untuk kakak ku shannon.


Halo kak! Aku baik-baik saja, bagaimana dengan kakak? Aku harap kakak baik-baik saja.


Aku tahu tugas kakak sebagai ksatria sangat banyak, jadi tidak masalah, tetapi kakak juga jangan lupa meluangkan waktu kakak untuk istirahat.


Pembelajaran sihir ku berjalan sangat baik, aku sedang berlatih intens di hutan witchweed, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan pada kakak, tapi akan lebih seru jika kita berbicara langsung, yang pasti aku punya teman baru sebagai teman belajar ku, tempramennya agak buruk tetapi sebenarnya dia baik, dan tampaknya hubungan nya dengan master dominic juga tidak begitu baik, hehehe.


Soal festival, aku sangat mau, tetapi kakak tidak perlu memaksakan diri kakak untuk membelikan aku gaun, kakak bisa menyimpannya untuk tabungan kita nanti, kakak tidak perlu khawatir untuk gaun ku, karena aku tidak akan ikut pesta dansa setelah upacara kedewasaan, walaupun status ku dengan duke castillon masih tidak jelas bagiku tapi aku menganggap dia tidak mendampingi ku, karena itu keinginan ku. 


kita akan ikut upacara kedewasaan bersama di kuil, dan aku sangat menantikan itu, juga soal kakak yang mengundang ku di pelantikan kakak aku sangat senang, rasanya aku sangat bangga, jadi dengan senang hati aku akan datang.


Sampai sini surat balasan ku, terima kasih telah mengirimi ku surat, aku sangat senang!


Omong-omong aku sudah mendengar soal pangeran raven, aku harap beliau baik-baik saja, lalu aku titip salam untuk pangeran raven dan teman ksatria kakak yang lain, aku ingin bertemu mereka di lain kesempatan.


Dari adik mu, eloise}


Shannon tersenyum senang, kemudian ia menoleh pada pangeran raven.


"Pangeran, anda dapat salam dari adikku." Ucap shannon, raven hanya ber-oh ria.


"Bagaimana dengan kami?" Tanya tristan, shannon mengangguk.


"Iya untuk kalian juga, dia bilang dia ingin bertemu kalian di lain waktu." Ujar shannon.


"Wahh tentu-tentu kenapa tidak, kalau bisa aku akan ke perpustakaan violetfay sekarang!" Seru tristan.


"Kita masih ada tugas mengajar ksatria baru tristan, jangan lupa itu." Feitan menyaut, tristan mempautkan bibirnya.


"Ahaha, lagipula percuma saja kau kesana, adikku tidak di sana." Shannon menambahkan.


"Ohh begitukah." Tristan menyilang tangannya di depan dada.


"Adik mu ada dimana?" Tanya harley yang sedang menuangkan teh ke cangkir raven.


"Latihan sihir di hutan witchweed." Harley mengangkat kedua alisnya.


"Wah itu tempat latihan yang sangat bagus, adik mu pasti semakin hebat." Ujar harley, shannon mengangguk.


"Baiklah, dokumen selanjutnya shannon." Raven meminta, shannon menggeleng.


"Maaf pangeran, setelah dokumen tadi anda harus istirahat." Ujar shannon, raven berdecih dan mendengus kasar.


Harley tersenyum kaku, sedangkan tristan tertawa pelan dengan renyah, feitan tidak menanggapi apapun, yah sebenarnya mereka masih tidak percaya jika shannon dapat mengendalikan raven.


Terkadang raven cenderung tergesa-gesa dan memaksakan diri, disini peran shannon sangat penting, pada awalnya shannon terpilih sebagai salah satu ksatria terbaik raven, setiap shannon menolak perintah raven, beberapa kali raven menghunuskan pedang nya pada shannon, dan hampir membunuh gadis itu, tetapi dengan sabar shannon berusaha memberi pengertian pada raven agar berpikir lebih rasional.


Dan setelah sekian lama, raven sedikit lebih penurut pada shannon, itu membuat ksatria lain cukup terkejut, karena itu membenarkan sebuah kalimat yang cukup terkenal.


Kalau pria bisa berubah karena wanita.


⬛⚪⬛


Ini sudah 3 bulan pelatihan ku di hutan witchweed, dan hari ini adalah ujian kelulusan di pelatihan ku kali ini, master dominic sekarang berada di depan ku dengan jarak cukup jauh dan di belakang ku ada achilles, kami berada di atas danau tempat biasa aku berlatih, sedangkan di pinggir danau ada izolda, phoenix, tudishen, Valkyrie dan arjuna.


Dari tatapan nya, yang paling terlihat gugup adalah Phoenix, tentu saja, karena Phoenix mengambil ahli tempat master sebagai pembimbing latihan ku di sini, kami sudah latihan beberapa bulan dan sekarang di uji kan.


Tapi aku tidak akan mengecewakannya.


"Ujian kali ini adalah kau harus melindungi achilles dari serangan ku tanpa melukai achilles sedikit pun."


Aku menenggak ludah, itu sebenarnya ujian yang cukup sulit, karena achilles berada di jarak yang cukup dekat dari ku, Pada pelatihan beberapa waktu lalu Phoenix pernah mengatakan, kalau melindungi dengan sihir api adalah ide buruk, karena pada dasarnya sihir api adalah sihir penyerang, tetapi semua itu tergantung pada penyihirnya.


Itu artinya di ujian ku kali ini, master benar-benar ingin menilai kemampuan ku dalam mengendalikan sihir ku, ada kemungkinan ini karena kesalahan ku waktu membakar halaman perpustakaan, itu membuatnya berpikir untuk mengutamakan pengendalian ku dulu.


"Apa kau siap?" Tanya master, aku mengangguk dan mengatupkan bibir ku, master menyerang ku dengan sihir es, master hanya menggunakan satu jarinya dan ia memakai air danau untuk membuat semacam bentuk tajam lalu mengarahkannya padaku dan achilles.


Aku kembali teringat dengan saran Phoenix.


"Sihir api pada umumnya adalah sihir penyerang, sangat buruk jika di gunakan sebagai perlindungan, tetapi kau punya cara lain untuk melakukannya."


Aku mengulurkan tangan kanan ku, lingkar sihir muncul dari telapak tanganku, dan tangan kiri ku rentangkan kesamping, aku membentuk api mengelilingi achilles, master mengangkat kedua alisnya kemudian mengarahkan es itu dan tembakkan padaku, aku membuat api  untuk menghancurkan es itu, tetapi karena sangat banyak, itu sedikit membuatku kewalahan.


Kemudian master menggunakan menambahkan satu jarinya, dan kali ini es nya lebih banyak dan lebih besar, aku mengatupkan gigi ku.


"Hei bukankah ini berlebihan?" Saut valkyrie melihat tuannya.


"Aku tidak tahu apa yang rencana kan dominic, tetapi kita lihat saja." Balas izolda, sedangkan Phoenix dalam bentuk manusianya ia melipat tangannya di depan dada, dan mengetuk-ngetuk kaki nya, jujur saja dia sangat gelisah.


Master menembakkan es itu dan kali ini dari segala arah, aku melangkah cepat mundur masuk kedalam lingkar api yang ku buat sendiri, kemudian aku mengangkat kedua tanganku agar api itu berubah menjadi sebuah kubah yang mengurung aku dan achilles, pandangan ku tidak terlihat karena api yang mengurungku, dengan menutup mata, aku membayangkan sekitar ku di luar kubah api ini.


Whosshh


Kemudian aku mengulurkan kedua tangan ku kedepan dan lingkar sihir muncul, aku mengeluarkan api ku lebih besar untuk menghancurkan es tersebut.


Crashh


Seberusaha mungkin aku mengendalikan api ku agar tidak mengenai pohon di pinggir danau.


Whussh


"Sudah." Seru master, aku membuka mataku, kemudian memadamkan api ku, mata ku terbelalak master memegang sebuah es panjang yang tajam, kemudian mengarahkannya pada achilles dan melemparnya, dengan reflek aku mengulurkan tanganku dan memunculkan api untuk menghancurkan es tersebut.


Crash!


Master tersenyum puas melihat reaksi ku, aku bernafas lega karena es itu berhasil ku hancurkan, aku menoleh ke arah achilles, pria itu mengangguk dan merentangkan tangannya ke kedua sisinya, menunjukkan bahwa dia tidak terluka sama sekali.


Master tersenyum kemudian berjalan mendekat padaku, "hebat sekali." Puji nya, aku tersenyum sumringah.


"Ka-kalau begitu." Master menoleh pada yang lain yang berdiri di pinggir danau.


"Eloise lulus." Ujarnya, arjuna dan valkyrie tersenyum senang dan bertepuk tangan, dan izolda tersenyum lembut, sedangkan Phoenix terduduk dan bernafas lega, kemudian menatap master dan aku dengan alis menurun.


Master menoleh padaku dan mengelus kepalaku dengan lembut.


"Sekarang ayo kita kembali ke violetfay, karena lusa liburan musim panas sudah berakhir."


❇️Arc 3  -The End-❇️


-


-


-