
Happy reading!
-
-
-
Setelah keluar dari ruangan master, aku langsung menuju ruang utama perpustakaan dimana buku-buku berada, aku melihat sekeliling ruangan yang besar, kemudian aku berdiri di tengah ruangan dan melihat ke atas, dimana lantai dua terbuka yang berisi buku-buku bertumpuk dan berserakan tidak pada tempatnya.
'3 hari ya...' aku mendengus, sebenarnya mungkin saja cukup, tapi pasti aku akan bergadang, karena bukunya benar-benar sangat banyak.
Tapi aku sedikit heran kenapa semua buku ini berantakan, maksud ku bukankah seharusnya ada beberapa tempat yang buku nya di letakkan sedikit rapih.
'Apa ada semacam penyusunan ulang?' Karena aku teringat, terakhir kali aku merapihkan satu lemari, beberapa tumpukan buku itu memiliki materi yang sama dalam satu tumpukan, tapi ya sudahlah apapun itu aku harus segera mengerjakan semuanya.
Aku menoleh ke arah sebuah jam besar yang berdiri di sebelah kiri ruangan, jarumnya menunjukkan pukul 8 kurang, masih ada satu jam lebih untuk membereskan beberapa buku.
Aku berjalan kearah dimana aku terakhir kali merapihkan buku-buku di perpustakaan ini, aku mengambil beberapa tumpuk buku.
Aku memutuskan untuk mengelompokkan dulu buku-bukunya berdasarkan materi buku tersebut, aku duduk di tangga kecil untuk menaruh atau mengambil buku yang
Berada di rak tinggi.
Kemudian aku mengambil dua buku di antara beberapa tumpukkan bagian atas dan membacanya.
"Sihir khusus, sejarah kekaisaran roxane." Kedua alis ku terangkat.
"Ternyata ada buku yang tidak berkaitan dengan sihir, ya pasti ada sih, ini kan perpustakaan umum..." Aku menjawab pertanyaan ku sendiri.
Aku menaruh kedua buku itu secara terpisah di area lantai kosong dekat ku, "sebaiknya ku pisahkan dulu buku sihir dengan buku umum."
Ketika aku mulai mensortir beberapa buku, aku mendengar suara pintu utama perpustakaan bergerak, mataku tidak sadar memandang ke sumber suara.
Aku melihat reithel keluar dari perpustakaan, aku sedikit terkejut karena ku pikir tadi dia sudah pergi ternyata belum.
'Apa dia sempat menunggu ku pergi untuk bicara dengan master?'
Aku memperhatikan tempat reithel pergi sesaat, lalu aku menggeleng kepala ku cepat.
"Fokus bekerja eloise."
Aku kembali sibuk berkutat dengan pekerjaan ku, sampai jam besar tadi berdentang kencang, sepertinya itu tanda perpustakaan di buka, aku bangkit dari posisiku, aku menatap sekitar dan merasa tidak yakin jika perpustakaan tetap buka di situasi seperti ini.
Tetapi master hanya memberi titah seperti itu, aku berjalan ke arah pintu dimana ada tanda papan, aku hendak memutar papan tersebut menjadi buka.
"Eloise." Langkah ku terhenti ketika melihat master dominic yang datang dari lorong sebelah kiri ruangan ini.
Master dominic mengenakan pakaian yang sedikit berbeda, lebih tepatnya mirip seperti bangsawan, dia juga mengenakan sarung tangan di tangan kanan nya dan jubah yang lebih bagus dari sebelumnya.
Aku diam berdiri menatapnya, "perpustakaan aku tutup saja, kau fokus selesaikan pekerjaan mu." Ujar pria itu.
"Apa tidak apa-apa?" Tanyaku.
"Perpustakaan adalah wilayah kekuasaanku di akademi ini, aku punya hak untuk mengatur hal itu, usahakan kau selesaikan dengan cepat dengan begitu kita bisa buka perpustakaan lebih cepat, aku pergi mengajar dulu, aku akan kembali jam 1 siang, jangan lupa siapkan makan siang." Jelas pria itu lalu berjalan melewati ku dan menghilang secara tiba-tiba.
Aku terkejut melihat hal itu, wajah ku kebingungan, "a-apa itu semacam teleportasi?" Gumam ku.
Aku mendengus lalu menoleh ke arah dimana terakhir aku bekerja, aku menepuk wajahku, dan mengangkat kepalan tangan kanan ku ke atas.
"Ayo kerja!"
Aku fokus dan berusaha mengerjakan secepatnya hingga pada jam 11 siang aku berhasil menyelesaikan 10 lemari, itu sudah separuh dari lantai satu ruangan ini.
Aku duduk di tangga kecil dan menyandarkan tubuhku, aku menghela nafas panjang, rasa lelah di tubuhku sudah sangat terasa, aku sebenarnya ingin istirahat, tetapi aku punya pekerjaan untuk memasak makanan master.
Aku meregangkan tubuhku, dan berjalan ke dapur dimana aku membuat sarapan sebelumnya, aku membuka lemari bahan makanan, beberapa bahan makanan baru sudah di tambah, tampak nya martha sudah merapihkan semuanya.
Aku menatap setiap bahan makanan, aku berpikir untuk membuat bistik daging dan salad, aku mengeluarkan bahan makanan yang di butuhkan dan mulai memasak.
Karena makan siang hari ini aku membuat menu berat, sehingga butuh waktu cukup lama untuk memasaknya, sekitar satu jam lebih aku selesai membuat makan siang.
'bodohnya aku...'
Cklekk
Kriett
Aku melihat martha baru saja memasuki dapur sembari membawa alat-alat bersih.
'Penyelamat.' pikir ku.
"Martha." Aku memanggil wanita paruh baya itu, dia menoleh padaku dan tersenyum.
"iya eloise?" Tanya martha.
"Itu...aku sudah memasak untuk makan siang, kira-kira dimana ya aku harus menyajikan nya?"
"Eh soal itu sebenarnya master dominic makan di tempat tidak menentu..." Ujar martha, alis ku menurun, dan aku menatap makanan yang ku buat sudah matang di atas meja.
"Kau sudah selesai membuatnya?" Jantung ku hampir saja lompat dari tempat nya, lagi-lagi master dominic muncul tiba-tiba, dia berdiri di belakang ku sembari mengantongi tangannya.
'Aku masih belum terbiasa dengan hal ini.' aku mendengus panjang berusaha menenangkan jantung ku yang baru saja terkejut.
Aku mengangguk sebagai jawaban pertanyaan master, pria itu menoleh ke arah makanan yang baru saja ku buat, "ikuti aku." Ujar nya, lalu dia berjalan pergi dari posisinya, aku hendak berjalan untuk membawa makanan yang ku buat, tetapi ketika hendak mengambil nampan besar berisi makanan tersebut.
Tiba-tiba nampan itu melayang, "HUWAA!" Aku terkejut, lalu aku melihat percikan kerlap kerlip berwarna tosca dari sekitar nampan itu.
Nampan itu melayang lalu pergi ke arah dimana master dominic pergi, aku dengan cepat mengikutinya, lalu aku melihat master dominic yang berjalan di lorong, dengan cepat aku berjalan untuk mengurangi jarak ku dengan master dominic.
Mataku melirik nampan yang masih melayang di belakang master dan aku berjalan di belakang nampan itu.
Jujur saja aku terpukau melihatnya, aku memperhatikan percikan sihir yang muncul di sekitar nampan itu, warna nya sama dengan netra master.
Aku fokus menatap nampan yang melayang itu, tiba-tiba nampan itu berhenti dan membuat ku hampir menabrak nampan itu, aku menenggak ludah.
Lalu aku melihat ke arah master dominic, ia sedang membuka sebuah pintu dengan kunci, aku mengangkat kedua alisku, ternyata ada ruangan yang memakai kunci biasa.
Aku memandang sekitar, kemudian aku melihat pintu seberang kami berada.
'Itu kan pintu kamar ku...'
Kriett
Aku mendengar suara pintu terbuka, dan master dominic memasuki ruangan itu bersama nampan makanan tadi, aku mengekor di belakang.
"Tutup pintu nya." Ujar pria itu, aku menutup pintu ruangan yang sangat gelap itu, setelah aku menutup pintu, ruangan itu seketika terang, membuat ku bisa melihat isi ruangan yang cukup besar ini, isinya penuh dengan buku-buku tapi buku disini lebih terawat dan tertata rapih.
Ruangan ini di terangi oleh beberapa kristal yang menempel di sudut atas ruangan, aku melihat master dominic duduk di sebuah kursi yang di hadapannya ada sebuah meja, nampan itu kemudian mendarat di atas meja tersebut.
"Apa yang kau lakukan? duduk dan makan." Ujar master.
"Oh iya." Dengan cepat aku berjalan dan duduk di kursi kosong lain di antara meja tersebut.
"Ini ruangan apa?" Tanyaku, master dominic mengambil sepiring bistik daging yang ku buat.
"Ruang belajar yang dulu ku gunakan." Pria itu mengambil sebuah kunci dari saku jas nya dan melemparnya pada ku, dengan sigap aku menangkap kunci itu.
"Setelah membuat makan malam, belajarlah diruangan ini, setiap malam aku akan memberi mu tugas dari pembelajaran." Ujar pria itu lalu mulai menyantap makanannya.
Aku tersenyum, "baik master, terima kasih." Ucapku, master dominic mengangkat wajahnya, pria itu terus mengunyah, dan setelah menelan makanannya, ia kembali bicara.
"Berhenti berterima kasih, ini kewajiban ku sebagai master mu." Ujar pria itu lalu kembali menyantap makanannya, aku mengangguk, lalu aku mengambil bistik daging ku.
Dan kami makan bersama.
-
-
-