Not An Angel

Not An Angel
22



Happy reading!


-


-


-


Aku terdiam melihat begitu banyak tumpukkan kotak yang bertumpuk satu sama lain di ruang kosong depan ruang utama perpustakaan.


Seorang pria kembali menaruh sebuah kotak di sebuah tumpukan tersebut, kemudian ia menoleh padaku.


"Ini yang terakhir nona." Ujar pria itu.


Aku mengangguk sembari tersenyum kaku, "terima kasih atas kerja kerasnya, ini dari master dominic." Aku memberikan sekantung kecil koin, pria itu sumringah menerima kantung tersebut.


"Baiklah nona, terima kasih banyak, ada yang perlu saya bantu lagi?" Aku menoleh ke sekeliling ruangan.


"Sepertinya tidak, bapak boleh kembali." Pria itu mengangguk dan pergi dari perpustakaan.


Aku menurunkan seluruh kotak dari tumpukan nya, kemudian mengeluarkan seluruh buku-bukunya, dan membacanya satu persatu.


"Sejarah sihir jilid 14, teknik sihir jilid 17." Aku membaca beberapa buku dari kotak itu, dan membaca judul buku lain dan semuanya berkaitan dengan sihir dengan jilid baru.


"Sepertinya aku tidak perlu membuat daftat baru." Guman ku, lalu aku mulai memilah buku-buku itu.


Sesuai dengan dugaan ku, semuanya hanya berisi lanjutan dari buku-buku jilid sebelum nya yang sudah ku rapihkan di ruang utama.


Aku sudah membagi semua buku itu, kemudian hendak merapihkan buku itu ke dalam lemari baru yang ku terima pagi tadi tetapi.


Aku melihat lemarinya belum di tempatkan ke posisinya.


"Benar juga...tadi aku langsung menerima nya saja tanpa minta bantuan dulu untuk memindahkan nya." Aku mendengus dengan kebodohan yang ku lakukan.


Aku kembali menaruh tumpukan buku yang baru saja ku pilah.


Kemudian aku berjalan mendekati barisan lemari baru itu, aku mencoba mendorong lemari itu untuk memindahkannya tetapi.


"Hah-hah-hah, sial kenapa begitu berat." Lemari itu tidak dapat ku pindahkan, aku menaruh kedua tanganku di setiap sisi pinggang ku, dan menatap lemari itu sembari berpikir keras.


"Apa yang harus ku lakukan..." Aku terus menatap lemari itu, kemudian aku melangkah mundur secara perlahan sembari menatap lemari di hadapan ku.


Duk!


Aku menabrak sesuatu di belakang ku, aku menoleh kebelakang, aku terkejut tanpa suara ketika melihat sosok di belakang ku yang ku tabrak.


"Duke castillon..." Sebutku pelan, sembari mengelus dadaku karena jantungku berdegup kencang karena keterkejutan tadi.


"Buku laporan ujian kelulusan tahun lalu, ada dimana?" Pria itu langsung menanyakan tujuannya.


"Ah iya ada di lantai 2, tunggu sebentar akan saya ambilkan." Ucapku lalu segera berjalan menuju tempat dimana buku laporan itu ku tempatkan.


Memang di perpustakaan ini selain buku pelajaran atau buku lain, laporan riwayat yang berkaitan dengan pendidikan akademi juga di tempatkan disini.


Setelah mendapatkan buku yang di minta, aku segera kembali ke posisi di mana reithel berada, kemudian memberikan buku itu.


"Ini duke castillon." Ujar ku, pria itu terdiam sebentar menatapku, nafas ku bergerak cepat karena aku sedikit berlari.


Jujur saja fisik ku sangat buruk, sehingga lari sebentar saja nafas ku tidak kuat.


Tapi aku tetap berusaha bersikap seperti biasa dan tidak lelah, tetapi aku tahu, laju nafas ku tidak dapat membohongi.


Pria itu menyentuh buku yang kuberikan dan secara mendadak menghilang seperti sihir teleportasi master, aku sedikit terkejut karena sihir itu dilakukan di depan ku.


Tunggu.


Aku berpikir sebentar, dan melihat tangan reithel.


'Kenapa dia tidak pergi sekalian bersama buku itu?'


Aku bingung melihat hal itu, kemudian reithel menyentuh lemari di yang gagal ku pindahkan tadi, dan lemari itu sedikit melayang, itu seperti sihir master ketika dia membawa makanan yang ku buat ke ruangannya.


"Ini di tempatkan dimana?" Tanya pria itu, mataku membesar lalu aku dengan cepat mengangkat wajahku dan menatapnya dengan sorot terkejut.


"Eloise." Dia memanggilku lagi karena aku tidak merespon pertanyaan nya.


"Di-di sebelah sana." Unjukku pada sebuah tempat kosong dekat patung hewan aneh di ruangan ini.


Reithel mengayunkan tangannya dan lemari itu terbang ke tempat yang ku tunjuk, aku terpukau melihat itu.


'Dulu padahal dia jarang sekali mengeluarkan sihir seperti ini di hadapanku.'


Aku bermonolog dalam hatiku, melihat tindakannya.


"Lalu yang ini di mana?" Reithel kembali bertanya, aku menoleh dan melihat lemari lainnya terbang sedikit di atas.


Aku melihat ke tempat itu, "di samping lemari itu." Ujar ku, kemudian reithel memindahkan lemari itu dengan sihirnya kembali.


Mendadak aku teringat kalau hari ini ada rapat guru besar di akademi, "itu duke castillon.." panggil ku pelan, tapi pria itu bisa mendengar ku karena posisi kami cukup dekat.


"Bukankah anda sedang ada urusan?" Tanya ku, pria itu awalnya menatap wajahku dan memalingkan wajahnya ke arah barisan lemari yang belum di pindahkan.


"Ini di taruh mana?" Tanya lagi pria itu, ia mengabaikan kalimat ku, aku mengatupkan bibirku dan menurunkan alis ku.


Aku mendengus pelan, lalu menoleh ke tempat tadi, aku sedikit lama menatap tempat kosong itu.


"Setiap deretan berisi 5 lemari dengan 8 barisan untuk sisi ruangan ini." Ujarku dengan panjang, pria itu mengangguk mengerti dan memindahkan beberapa lemari itu secara sekaligus ke sisi ruang itu.


Setelah selesai ia menoleh pada ku, kemudian matanya melihat lemari yang masih tersisa.


"Sama seperti di sisi ruangan yang itu." Ujar ku lagi, ia kembali mengeluarkan sihir nya dan memindahkan lemari-lemari itu sesuai dengan posisi lemari yang sudah di tempat di sisi lain.


Setelah pemindahan selesai dan tidak ada lemari lagi yang perlu di pindahkan, reithel berjalan pergi begitu saja meninggalkan aku.


Aku hendak bilang terima kasih tetapi dia sudah menghilang lebih dulu, meninggalkan ku terdiam.


Aku menatap ke lantai dengan alis bertautan, kemudian mendengus.


"Kenapa dia seperti itu..."


⬛⚪⬛


Reithel memasuki ruang rapat, para guru yang berada di ruangan tersebut langsung menatap ke arah reithel.


"Master castillon, kenapa anda terlambat?" Seseorang yang duduk di tengah dengan kursi yang lebih bagus dari kursi lain, dia adalah kepala sekolah dari akademi violetfay.


Viscount Robert Nicholas Wheatlight, dia juga salah satu penyihir risilv yang mengabdi pada kekaisaran, dan posisinya selain sebagai kepala sekolah dan kepala keluarga Wheatlight, robert juga menjadi penyihir agung saat ini.


Ada dua jenis penyihir di kekaisaran roxane, yaitu penyihir kekaisaran dan penyihir menara.


Penyihir kekaisaran adalah penyihir risilv yang mengabdi dan mengucap janji berpihak sepenuh nya pada kekaisaran, sedangkan penyihir menara adalah Istilah penyihir risilv yang tidak mengabdi atau mengucap janji berpihak pada kekaisaran, mereka bisa netral atau musuh.


Sedangkan penyihir agung adalah posisi yang dimana memimpin seluruh dari penyihir kekaisaran.


"Maaf, saya kesulitan mencari buku materi saya." Ujar reithel.


"Karena ini pertama kalinya aku memaklumi, silahkan duduk." ucap pria paruh baya itu, Reithel mengangguk lalu mengambil tempat kosong di samping dominic duduk.


"Tidak seperti biasanya master castillon, apa ada sesuatu?" Tanya dominic.


Reithel melirik dominic dengan ekor matanya.


"Itu bukan urusan mu." Ujar pria itu singkat.


"Apa itu berkaitan dengan eloise?" Tanya dominic, reithel menoleh kemudian menatap dominic, pria bernetra tosca itu tersenyum, kemudian menunjuk buku yang reithel bawa.


"Buku ini, hanya ada di perpustakaan, aku tidak pernah menaruh buku ini di ruang guru." Ujar dominic masih dengan senyum yang sama, reithel diam sebentar dan akhirnya memilih mengabaikan dominic.


Dominic mengangkat bahu dan tersenyum samar.


Suara dehaman dari kepala sekolah terdengar, lalu pria paruh baya itu angkat bicara.


"Baiklah karena semuanya sudah kumpul, kita akan mulai rapat ini."


-


-


-